
"Gimana dok keadaannya.." kata itu terlontar ketika sang dokter keluar dari kamar ICU.
"Apa anda ini istrinya atau kerabatnya." marisyah menghela nafas pelan,seraya menggeleng.
"Saya mantan istrinya dok,kalo boleh tau ada apa dengan mantan suami saya." ragu ragu marisyah menanyakan keadaan pria itu yang tak lain adalah johan mantan suaminya.
"Bagaimana kalo kita bicara diruangan saya,mari bu." Marisyah mengangguk pelan seraya mengikuti sang dokter keruangannya.
"Apa..? jadi dia mengalami leukemia dok" marisyah tercengang dan sangat terkejut mendengar penjelasan dokter,bahwasanya sang mantan suami mengalami penyakit yang cukup parah,yakni kangker.Pantas saja tubuh johan terlihat nampak kurus dan seperti orang pesakitan.
"Dan ada yang harus anda ketahui juga bu marisyah." Dokter itu seketika menjeda kalimatnya,membuat marisyah mengernyitkan keningnya merasa penasaran.
"Kangker yang ada didalam tubuh pa johan,sudah menyebar dikeseluruh sel sel dalam tubuhnya dan sudah memasuki stadium empat,jadi kemungkinan besar kelangsungan hidup pa johan sudah tidak lama lagi."
Kali ini marisyah benar benar tercengang akan fakta yang baru saja ia dengar.Marisyah memang sangat membenci johan,bukan tanpa alasan,itu semua karna mantan suaminya itu sudah banyak menciptakan luka dikehidupannya dulu.Bukan hanya penghianatan dan kekerasan fisik yang dia terima dari sang mantan suami,bahkan johan pun sampai membawa kabur uang perusahaan milik ayahnya saat itu,hingga membuat perusahaan mengalami kerugian besar dan nyaris bangkrut.Tapi sebenci bencinya marisyah pada sang mantan suami,tak sedikitpun terbesit dalam hatinya untuk merasa senang atau bahagia setelah mengetahui keadaan johan yang tengah sekarat.Lalu Reyga,bagaimana marisyah harus memberi tahu putranya itu.Sementara reyga sendiri mempunyai kebencian yang mendarah daging terhadap ayah kandungnya.Bahkan reyga pun harus menjadi korban sehingga mengalami kelainan libido akibat dari kelakuan bejat ayahnya.
Marisyah melangkahkan kakinya dengan lemas,setelah keluar dari ruangan dokter,dia mengayunkan langkahnya menuju ruang rawat sang mantan suami.Perlahan marisyah membuka pintu dan medekati ranjang dimana sang mantan suami berbaring.Marisyah menatap johan dengan keterpakuannya,hingga beberapa detik kemudian,johan perlahan membuka kelopak matanya dan mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan dan berhenti pada sosok wanita yang sudah berumur namun masih terlihat cantik,yang tengah berdiri memandangnya dalam diam.
"Marry,maaf jika aku banyak merepotkanmu." suara johan nampak lirih dan hampir tak terdengar.Marisyah masih terdiam menatapnya tanpa merespon.
"Marry,aku tau kesalahanku sangat sulit untuk dimaafkan,tapi kamu pasti sudah tau tentang keadaanku yang sekarang kan? umur ku sudah tak lama lagi marry,tolong beri aku kesempatan agar aku bisa bertemu dengan reyga dan meminta maaf langsung padanya,aku mohon padamu marry anggap lah ini sebagai permintaan terakirku." seketika johan meneteskan air matanya,terlihat raut penyesalan yang begitu dalam diwajah tirusnya.
Dan tak bisa dipungkiri,marisyah yang melihat keadaan sang mantan suami,hatinya merasa iba."Aku tidak tau apa reyga bersedia untuk bertemu denganmu mas,tapi aku akan berusaha untuk membujuknya.Jadi sekarang lebih baik kau istirahat saja,karna aku harus pulang,aku sudah menyuruh orangku untuk menunggumu disini." Selepas mengucapkan itu marisyah melangkah menuju pintu keluar,namun langkahnya terhenti kala johan kembali memanggil namanya.
"Aku mengucapkan banyak terimakasih padamu marisyah." ucap johan dengan lirih,yang hanya dibalas anggukan singkat oleh sang mantan istri dan segera berlalu dari pandangannya.
***
__ADS_1
Siang hari yang begitu terik,kinara tengah mengaduk aduk minumannya dikantin kampus,dan sesaat ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk ke hapenya.
kinara mengembangkan senyum kala melihat pesan itu dari suaminya.
"*Hay sayang,kamu sedang apa." (reyga)
"Aku lagi dikantin,ka rey udah makan siang belum..?" (kinara)
"ini sekarang aku lagi makan siang bareng yoga.aku cuma mau ngasih tau kalo hari ini ga bisa jemput kamu dikampus,karna sebentar lagi akan ada pertemuan dengan kliyen." (reyga)
"Iya ga papa ka rey,biar nanti aku pulang bareng mita dan caca aja,ka reyga juga jangan cape cape yah." (kinara*)
Reyga mengulas senyum kala mendapat perhatian kecil dari istrinya.
"Iya sayang,istri bawelku.Inget kamu juga jangan deket deket sama si anak baru itu.Udah dulu yah aku dan yoga mau balik lagi ke kantor. miss u..😘"
Kinara yang masih mengukir senyum dibibirnya sambil menatap layar ponselnya,dikejutkan oleh kedatang caca dan mita.
"Ra,kenapa lo tumben senyum senyum sendiri,jangan jangan nih anak kesambet." celoteh caca,yang mendapat cebikan dari kinara.
"Pasti lagi berkirim pesan sama si bambang reyga,iya kan..?" mita menebak nebak karna melihat rona bahagia diwajah sahabatnya.
"Kalian dari mana aja sih,dari tadi gue nungguin baru pada nongol,gue sampe belum pesan makanan nih,gegara nungguin kalian." kinara mengeluarkan protesnya seraya memasukan ponselnya kesaku.
"Sorry ra,ini semua gara-gara caca nih,tadi sok kecentilan ngobrol dulu sama si devan didepan kelas." gerutu mita merasa kesal.
"Yah namanya juga pedekate mit,elo kaya ga paham aja." mita cengengesan tak jelas,sementara kinara mulai terdiam,dia masih belum memberi tahu caca dan mita bahwa seminggu yang lalu devan sudah menyatakan cinta padanya.dan selama seminggu ini pula kinara menghindari pria itu karna kinara sendiri tidak mau ada kesalah pahaman lagi dengan suaminya.Namun disisi lain kinara juga merasa kasian pada caca yang sepertinya serius dengan perasaannya terhadap devan.Apa jadinya kalau caca tau bahwa devan sudah menyatakan cinta pada sahabatnya sendiri,caca pasti merasa terluka.
__ADS_1
"Woy ra..!! elo ko ngelamun sih.Pasti lagi ngelamunin si bambang yah." kinara yang sedikit terkejut merasa kikuk dan tersenyum yang dipaksakan.Dan saat kinara akan menjawab tiba tiba ponselnya berbunyi lagi,kinara mengira itu adalah suaminya namun ternya nama Marisyah yang tertera dilayar ponselnya.Kinara sedikit menjauh sebelum mengangkat telfonnya membuat mita dan caca saling pandang kebingungan.
"***Hallo mih,ada apa." (kinara)
"Hay sayang,kamu lagi dimana,apa mamih ganggu." (marisyah)
"Enggak ko mih,nara kebetulan lagi dikantin kampus,ada apa emangnya mih." (kinara***)
Sejenak terdengar hening diseberang,seolah marisyah sedang memikirkan kata kata yang akan dia sampaikan.
"***Eeemm begini nara,sepulang kuliah kamu bisa kan temui mami,ada yang ingin mami bicarakan denganmu." (marisyah)
"Oh,iya tentu saja bisa mih,nanti sepulang kuliah nara ke butik mami yah." (kinara)
"Mami engga dibutik nara,mami eem mamih lagi ada dirumah sakit." (marisyah***)
"Rumah sakit..?? Mami kenapa,mami ga papakan..?!" (kinara)
Kinara merasa terkejut sekaligus cemas.
"Mami enggak papa ko sayang,nanti mami akan ceritain semuanya,nanti mami kirimin alamatnya lewat chat yah."
Kinara menghela nafasnya setelah panggilan dari marisyah berakir.Dia sendiri merasa bingung dan bertanya tanya ada apa gerangan dengan ibu mertuanya itu.
*Bersambung..😊
Jangan lupa like dan komennya yah..🤗
__ADS_1