Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 74


__ADS_3

Saat sampai dikampus,kinara langsung menuju kantin,karna dia yakin jam jam istirahat makan siang seperti saat ini,biasanya devan ada disana.Dan dugannya ternyata benar,dari jauh kinara sudah melihat keberadaan devan yang ternyata sedang bergabung dengan caca dan mita yakni kedua sahabatnya.


Dengan cepat kinara melangkahkan kakinya menuju meja dimana,devan dan kedua sahabatnya berada.Dan seperti biasa melihat kinara mendekat mita pun melambaikan tangannya,memberi kode untuk bergabung.Sementara raut wajah devan tiba tiba berubah menegang.


"Hayyy ra,gue kira hari ini elo ga masuk,ko tumben datengnya siangan." kinara hanya mengulas senyum singkat membalas pertanyaan mita,namun sorot matanya tetap fokus menatap tajam pada devano.


"Ra,bukannya semalem acara pesta kelulusannya ka reyga yah,elo pasti diajak kan..Gimana pestanya ra..seru enggak..?"


kini giliran caca yang bertanya.


Mendengar pertanyaan caca seolah kesempatan bagi kinara untuk menyindir devan,yang masih terdiam membuang muka tak berani menatap dirinya.


"Tentu saja ka reyga ngajak gue ca,kan gue pacarnya.Dan semalem pestanya sangat seru ko ca,sampai sampai.." kinara menghentikan kalimatnya melihat ekspresi devan yang semakin tegang.


"Sampai sampai apa ra..?" tanya mita dan caca berbarengan dengan rasa penasaran.


"Gue ceritanya nanti aja yah,soalnya ada yang pengen gue omongin bareng devan." kinara mengalihkan pandangannya pada pria yang sejak tadi menghindari kontak mata dengannya.


Mita dan caca pun bebarengan menatap kinara dan devan bergantian.Seperti ada sesuatu yang tidak beres namun mereka tidak mengetahuinya.


"Gimana dev,bisakan kita ngobrol berdua,gue mau ngebahas tentang semalem." senyum sinis terukir dibibir kinara.Sedangkan devan semakin terlihat gusar dan gugup.


"Tentang semalem..?? tentang apa ra..?? emang devan ada dipesta itu juga..?" caca mulai penasaran dan terus bertanya,ada rasa cemburu yang menyelinap dihatinya.Namun melihat suasana yang berubah tegang,caca menepis rasa cemburunya.


Apalagi caca bisa melihat tidak adanya keramahan yang biasanya terpancar dari wajah sahabatnya itu.Hingga ahirnya caca pun mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya.


"Ra,kenapa engga ngomong disini aja." mita membuka suaranya,karna melihat suasana yang kian menegang.Kinara hanya menggeleng pelan. "Ada hal yang pengen gue omongin berdua bareng devan,mit ca.Jadi gue pinjem devan nya dulu yah ca." entah mengapa caca dan mita pun reflek mengangguk,padahal rasa penasaran telah menggelayut dibenak mereka.


"Ayo devan,kita bicara ditaman." dan Devan yang sejak tadi diam hanya tersenyum tipis seraya bangun dari tempat duduknya dan mengikuti kinara yang sudah berjalan lebih dulu didepannya.


Selepas kepergian kinara dan devan. Mita dan caca pun saling pandang. "Ca,menurut elo mereka mau ngomongin apa yah..? ko wajah mereka berubah tegang gitu.Apalagi gue perhatiin sejak tadi devan kaya aneh itu ketemu nara.Padahalkan devan kan paling suka kalo lihat kinara."

__ADS_1


Mendengar ahir kalimat mita,caca pun mencebik kesal,dia selalu saja cemburu jika membahas devan yang menyukai kinara sahabatnya,meskipun caca sendiri sadar akan hal itu.


"Tau ah mit,elo cari tau aja sendiri,sono gih.."


caca bernada jutek dan cuek,padahal dirinyapun sama penasarannya dengan mita.


"Iih dasaar nih anak..kenapa lo tiba tiba sensi gitu..?? cemburu lo.." mendengar hal itu caca semakin kesal,diapun menghentikan makannya dan beranjak bangun dari duduknya. "Eh mau kemana elo.." tanya mita karna melihat caca yang beranjak bangun dari duduknya.


"Gue mau balik ke kelas,gue udah ga nafsu buat makan." caca memasang tampang juteknya seraya berlalu meninggalkan mita yang masih melongo melihat kepergian caca dari kantin. "Tuh anak kenapa sih,jadi sensi gitu.." mita menggerutu pelan sambil melanjutkan kembali makannya.


***


"Kenapa elo tega ngelakuin itu dev..?? Bahkan sampe sekarang gue engga yakin,kalo elo mampu ngelakuin hal yang gak bermoral macam itu." Kinara menatap tajam pada devan yang masih terdiam dan tertunduk tak berani menatapnya.


"Tatap gue devan,lihat gue..?? Apa gue pantes mendapatkan hal yang tak senonoh macam itu..?! Asal elo tau dev,gue bukan seorang gadis lagi,gue udah jadi seorang istri,gue udah sepenuhnya milik ka reyga.Jadi sampai kapanpun elo enggak akan bisa milikin gue."


Kinara memperjelas setiap intonasi kata yang keluar dari mulutnya,raut wajahnya menyiratkan amarah dan kekecewaan.Devano pun ahirnya mengangkat wajahnya,dia memberanikan diri menatap wajah gadis yang mampu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertamanya.


Devano bisa melihat dengan jelas,wajah kinara yang selalu memancarkan keramahan,yang selalu mengulas senyum manisnya.Kini nampak jelas gurat kecewa dan amarah terhadap dirinya.


"Gue tahu gue sudah melakukan hal bodoh dengan berniat menjebak elo menggunakan obat perangsang,gue akui gue salah ra,tapi gue ngelakuin itu semata mata karna gue pengen milikin elo ra,sumpah gue ga tau kalau ternyata elo udah meried sama reyga." Devan mengumpulkan keberaniannya untuk mengakui segala kesalahan dan tindakan bodohnya semalam.Meskipun devan sendiri sadar kinara takan semudah itu memaafkannya.


"Jadi kalau gue belum menikah sama ka reyga,elo berhak ngelakuin rencana tak bermoral elo itu." sarkas kinara penuh dengan penekanan.


"Gue minta maaf ra,sumpah gue nyesel ra,gue bener bener minta maaf.Gue ngelakuin semua ini juga bukan untuk diri gue sendiri.Tapi.." Devan menghentikan kalimatnya,dia nampak ragu untuk meneruskan ucapannya.Namun bagaimanapun juga devan tak sepenuhnya bersalah dalam hal ini.maka dirinya berhak memberi pernyataan yang sebenarnya.


"Kenapa devan..? apa elo sedang berusaha merangkai kata untuk membela diri." kinara mengulas senyum sinis.kali ini dia tidak ingin percaya lagi pada pria yang ada dihadapannya saat ini.


"Bukan begitu nara,sungguh ini semua murni bukan kesalahanku sepenuhnya,karna rencana menjebakmu itu sebenarnya ide dari sepupuku." kinara mengernyitkan keningnya merasa bingung. "Sepupu..???" ucap kinara penuh tanda tanya.memangnya kenapa dengan sepupu devan..?


"Iyah nara,sepupu gue ternyata suka sama reyga,bahkan dia sangat mencintai reyga,dia bahkan rela mati bunuh diri demi reyga.Karna itu gue menyetujui rencananya buat ngejebak elo.Gue pikir dengan begitu gue bisa milikin elo,dan sepupu gue bisa milikin reyga."

__ADS_1


Plakkk..!!! tanpa sadar kinara menampar pipi devano,dia benar-benar tidak menyangka pria yang dia sangka berhati baik,ternyata memiliki niat sebusuk itu terhadap dirinya dan reyga.


"Elo jahat dev..!! gue pikir elo cowo baik-baik,gue bener bener gak nyangka elo tega berniat buruk terhadap gue dan ka reyga. Dan tadi elo bilang apa..?? sepupu lo..?? memangnya sepupu lo itu gak waras yah sampai punya ide gila seperti itu..!"


Kinara menumpahkan segala amarahnya.Jika sejak tadi dia berusaha bersikap tenang dan menahan amarahnya,maka kali ini rasanya devano pantas mendapatkan tamparan darinya.


Devan masih mengusap pipinya yang memerah dan terasa panas akibat tamparan tadi.Dia sadar dirinya memang pantas mendapatkan hal itu,karna dia sudah bertindak bodoh dan terlalu jauh.


"Gue minta maaf ra..? Tolong maafin gue ra..? gue ngelakuin itu juga karna dorongan dari sepupu gue." Kinara melengos membuang muka,dia tidak ingin menatap wajah devan yang sudah berniat buruk terhadap dirinya.


Tapi kinara pun sedikit penasaran atas sepupu devan yang mempunyai rencana licik itu.Apa mungkin sepupu devan itu adalah salah satu gadis gadis yang menggilai dan mengidolakan reyga suaminya..?


Kinara menarik nafasnya perlahan dan kembali menatap devan. "Memangnya siapa sepupu elo itu dev..?? sampai elo tega berniat buruk terhadap gue." ahirnya kinara pun melontarkan rasa penasarannya.


Belum juga reyga mengumumkan status pernikahan mereka,sudah ada para penggemar reyga yang nekat berencana buruk terhadapnya.


Kinara tidak habis pikir apa jadinya nanti jika semua teman teman reyga tahu,bahwa mereka sudah menikah,pasti banyak gadis-gadis kampus yang membencinya.


Devan sejenak terdiam,Dia benar benar merasa bersalah pada kinara,tapi kali ini dia juga ingin membela dirinya,agar kinara tak sepenuhnya menyalahkannya dan membencinya.


"Sepupu gue,adalah orang yang paling dekat dengan suami elo reyga." kinara menyipitkan matanya dengan kening berkerut mencoba menerka apa yang selanjutnya akan dikatakan devan. "Maksud elo dev..?"


"Yah sepupu gue,adalah sahabat kecil nya reyga.Dia adalah Celin.."


Mata kinara membulat terperanjat tak percaya dengan apa yang dia dengar,kakinya serasa lemas hingga terduduk dibangku taman itu.


Kinara berusaha mengatur nafasnya yang sejenak seperti tersekat ditenggorokannya.


"Ka celin..?? bagaimana mungkin..?!" ucapnya lirih dengan sudut mata yang basah.


*Bersambung..๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Alhamdulillah bisa Up dua episod hari ini..๐Ÿ˜Š


Mohon dukung like dan komennya yah guys,biar author makin semanget ngetiknya..๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2