Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 46


__ADS_3

Kinara saat ini tengah duduk ditepi ranjang,dia masih menggunakan handuk kimononya dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah.Wajahnya saat ini tengah ditekuk dengan bibir yang mengerucut,dan tatkala melihat sang suami yang baru keluar dari kamar mandi,kinara pun membuang muka enggan menatapnya.


Bagaimana tidak..?? kinara saat ini merasa kesal atas ulah suaminya,bisa-bisanya setelah mandi dan sholat subuh tadi,reyga kembali menyerangnya.Sehingga mau tidak mau dia harus mengulangi ritual mandi keramasnya untuk yang kedua kalinya.


Padahal semalam saja mereka cukup lama berada dibawah guyuran air shower,dan ditambah pagi ini,dia harus melakukan mandi keramas dua kali.


"huuuffftt benar-benar suami mesum.."gerutunya dalam hati.


Sementara reyga yang melihat wajah istrinya masih ditekuk dan cemberut,hanya tersenyum kecil sambil menghampiri sang istri.


"Masih ngambek nih.." ucapnya seraya duduk disamping istrinya,dan kinara pun melengos membuang muka.


"Jadi kamu ga iklas yah ngelayanin aku.."


dan kinara pun mendelik sinis pada sang suami.


"Ko ka reyga bilang gitu.." ucapnya tak terima.


"Abisnya dari tadi mukanya ditekuk terus,padahalkan tadi sama-sama enak.." ucap reyga lagi sedikit menggoda,jujur dia sebenarnya senang melihat wajah merajuk istrinya yang terlihat sangat menggemaskan.


"Iihh ka reyga apaan sih.."


"Aku tuh bukannya ga iklas ka rey,tadi kan aku udah mandi,dan sekarang mesti mandi lagi kan jadinya,belum lagi yang semalem basah-basahan di air shower.." gerutu kinara mencebik kesal.


"Iya deh aku minta maaf,sini aku bantu keringin rambutnya.." mengambil handuk kecil dari tangan istrinya,dan mulai mengusap usap rambut istrinya yang masih basah sambil sedikit memberikan pijatan pijatan pelan.Dan kinara pun merasa sedikit rilaxs mendapatkan pijatan dikepalanya.


Sebenarnya reyga merasa bersalah karna sudah membuat istrinya mandi dua kali pagi-pagi begini,tapi dia juga tidak bisa mengendalikan dirinya yang selalu menginginkannya lagi dan lagi.Seperti ketagihan batinnya..😅🤭


"Sebagai ucapan permintaan maaf,pagi ini aku yang buatin sarapan yah.." tawar reyga yang masih memijat kepala sang istri.


"Emang bisa..??"


"Masa bikin sarapan aja enggak bisa.." balasnya kemudian.


Kinara pun masih memandangi wajah suaminya,sebenarnya sedari tadi waktu reyga tengah memijat kepalanya,diam diam kinara mencuri pandang,betapa reyga teramat tampan dimatanya,apalagi dengan rambutnya yang masih basah,dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa dia merasa sangat beruntung menikahi pacar idamannya.


"Kok bengong.." reyga pun membuyarkan lamunan istrinya.Dan kinara pun tergugup takut ketauan sedang menganggumi ketampanan sang suami.


"kamu lagi mikirin kejadian yang semalem yaah..? atau yang sehabis sholat subuh tadi.." ucap reyga lagi-lagi menggoda sang istri,sontak saja wajah kinara beronah merah.


"Ka rey apaan sih.." mencebik kesal dan melemparkan handuk kecil tadi ke wajah suaminya.

__ADS_1


Reyga pun tergelak,melihat istrinya yang benar-benar menggemaskan pagi ini.


"Udah ih sana,katanya mau buatin sarapan,aku mau ganti baju dulu." kinara beranjak bangun dan berjalan menuju lemari.


"Mau aku bantuin enggak pakai bajunya.."


dan kinarapun hanya melotot sebagai bentuk protesnya.


"iya iyah,sensi amat istriku ini.."


'Cup..' reyga pun berlalu setelah mengecup pipi istrinya,sementara kinara hanya mencebik kesal.Bisa-bisanya reyga bersikap absurd seperti itu seperti bukan reyga yang biasanya.keluhnya dalam hati.


***


Reyga kini tengah sibuk menyiapkan sarapan didapur.Dia membuat dua porsi sandwich dan omlet.Reyga selama ini sudah terbiasa hidup sendiri jadi hanya untuk sekedar membuat sarapan itu bukanlah hal yang sulit baginya,karna sebelum menikah dia sudah terbiasa membuat sarapannya sendiri.


Saat reyga tengah menyajikan sarapan yang sudah dibuatnya,tiba-tiba ponselnya yang tergeletak diatas meja makan berdering.


Sekilas reyga melihat nama celin yang tertera diponselnya,reyga pun ragu apa harus mengangkatnya atau tidak.Mengingat dia dan kinara baru saja berbaikan,dan reyga pun tak ingin jika istrinya nanti kecewa kembali padanya.


Ahirnya reyga memutuskan untuk menon aktifkan ponselnya,bagaimana pun juga dia ingin fokus menjalani kehidupan rumah tangga yang baru saja ia mulai dengan kinara.


"Bukan siapa siapa.." balas reyga singkat sembari memasukan ponselnya kedalam saku,dia tidak ingin kinara curiga.


"Waaahh ka reyga bisa masak juga yah ternyata.." puji sang istri sembari menatap hidangan yang lezat dihadapannya.


"Ayoo kita sarapan.." reyga menarik bangku didepannya mempersilakan kinara duduk,sementara dia pun ikut duduk disampingnya.


"Inih beneran kan ka reyga yang bikin.." tanya kinara masih ragu.


"memang siapa lagi..?" sahut reyga datar.


"Yah kali aja pesan makanan online gitu.." kinara terkekeh menggoda suaminya.Sementara reyga kini menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan,sehingga membuat kinara menghentikan tawanya dan tersenyum kikuk.


"Ya ampuuun nih orang gampang banget sih berubah moodnya,tadi aja waktu lagi dikamar romantis,lalu berubah nyebelin dan absurd,naah sekarang kembali ke aura aura dingin..hadweeeh.." kinarapun terus bergumam dalam hatinya.


Reyga lebih merapatkan duduknya lebih dekat dengan kinara,kemudian dia berbisik pelan ditelinga istrinya.


"Kalo kamu ngomong terus,dan ga cepet makan sarapannya,jangan salahkan jika nanti aku yang memakanmu.."


sontak kinara pun langsung menggeser duduknya dan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"iya iyah,nih aku makan.." ucapnya mencebik kesal,dan reyga pun tergelak melihat raut wajah istrinya yang nampak kesal dan ketakutan.


***


Sementara ditempat lain,yakni dirumah sakit.


Celin masih menatap nanar pada ponselnya,sejak dari pagi tadi dia berusaha menghubungi reyga,namun pria itu selalu mengabaikan panggilannya,dan terakir reyga malah dengan sengaja mematikan ponselnya.


Hati celin seketika merasa pedih,bukan karna reyga yang tak mengangkat telfonnya,tapi celin justru membayangkan jika saat ini reyga tengah bermesraan bersama istrinya yaitu kinara,secara mereka adalah pengantin baru.


Celin lagi lagi merasakan sesak di dadanya,dia terus berpikir bagaimana bisa semudah itu reyga menikahi gadis yang hanya baru beberapa bulan saja mereka berpacaran.


"apa mungkin kinara menjebak reyga dengan menyerahkan rubuhnya dan berpura pura hamil.." pikir celin dalam batinnya.


Meskipun sesungguhnya celin meragukan pemikirannya sendiri,karna dia tau betul ketulusan kinara terhadap reyga,tapi tetap saja celin tidak rela dan tidak bisa menerima kenyataan jika reyga dan kinara sudah menikah.


"Aaahhh.." celin memegang kepalanya yang terasa sakit efek dari benturan yang keras akibat kecelakaan yang menimpanya.


"Celin,kamu kenapa sayang..?" ucap mamahnya seraya mendekat dengan raut cemas.


"Kepala celin sakit mah,celin pengen ketemu sama reyga,mamah bisakan tolong telfon reyga suruh kesini.." ucap gadis itu masih memegangi kepalanya.


"Mamah dari tadi udah coba hubungi reyga,tapi Hp reyga tidak aktif.." ucap mamah celin berusaha menenangkan putrinya,dia tahu celin sangat membutuhkan reyga disisinya,dia sangat rapuh tanpa pria itu.


"Kalau gitu celin mau pulang aja mah kerumah,celin gak mau dirumah sakit,celin kayak orang pesakitan.." rintih gadis itu dengan lirih.


"Tapi celin sayang keadaan kamu belum stabil nak,luka luka kamu belum kering,dan kepalamu juga masih sakit kan..? mamah gak mau nantinya kamu kenapa kenapa dirumah.."


"Tapi celin udah gak betah disini mah,celin bosen,celin mau pulang,please..??" ucapnya penuh harap,membuat sang mamah merasa tidak tega.


"Iya udah nanti mamah tanyain kedokter dulu yah,sekarang kamu istirahat yah gak usah mikirin macem-macem.."


Celin kemudian merebahkan kembali tubuhnya,sang mama pun berusaha menyelimuti tubuh putrinya.


"Kamu istirahat yah,mama akan nemuin dokter dulu.."


Dan setelah mamahnya berlalu,celin kembali meneteskan air matanya,hati dan fikirannya saat ini hanya tertuju pada reyga.


***Bersambung..😊


Jangan lupa tinggalin jejak like dan komen yah..🙏🙏🤗**

__ADS_1


__ADS_2