
"ayo dong cel buka mulutnya,satu suap lagi aja." ucap reyga seraya mengangkat satu sendok bubur dari tangannya,sementara satu tangannya lagi memegang mangkuk buburnya.Sedari tadi dia terus membujuk sahabatnya agar mau menghabiskan sarapannya,namun gadis itu tetap saja menggeleng dan menutup rapat mulutnya.
"enggak mau rey,enggak enak,lagian elo kan tau,gue ga suka bubur." ucap celin sedikit merajuk manja,dan reyga pun hanya menghembuskan nafasnya pelan.
"ya udah kalo lo ga mau makan buburnya,mendingan gue pulang." ucap reyga dengan wajah datarnya seraya meletakan mangkuk bubur diatas meja dan bangkit dari duduknya.Dan celin yang mendengar itupun langsung panik dan menarik tangan reyga.
"ko pulang sih rey,bukannya elo udah janji bakalan temenin gue terus." ucap gadis itu dengan raut wajah sedihnya.
"yah habisnya ngapain juga gue nemenin orang sakit yang enggak kepengen sembuh,sampai menghabiskan satu mangkuk bubur saja gak mau." tutur reyga menatap celin setengah kesal,pasalnya sudah satu jam lebih dia membujuk sahabatnya agar mau memakan buburnya,tapi gadis itu malah kekeh tidak mau memakannya.
"kok elo marah sih rey.." ucap celin dengan matanya yang mulai berkaca kaca.Reyga yang melihat itu pun jadi tidak tega dan duduk kembali.
"gue gak marah cel,gue cuma pengen elo makan yang banyak supaya cepet sembuh."
"iyah,apa yang dikatakan nak reyga itu benar celin." ucap mamahnya celin yang baru saja datang memasuki ruangan dengan membawa beberapa kantong plastik,sepertinya habis membeli sesuatu diluar rumah sakit.
"oh iya nak reyga,inih tante beliin sarapan buat nak reyga,nanti dimakan yah,tante lihat sejak tadi malam nak reyga tidak makan apa-apa. Jadi mendingan sekarang nak reyga sarapan dulu,biar nanti tante yang nerusin nyuapin celin." kemudian mamahnya celin pun meletakan sarapan yang dia beli tadi dimeja dekat ranjang celin.
"makasih banyak tan,harusnya tante gak usah repot-repot,lagian reyga juga udah mau balik tan." ucap reyga kemudian,yang membuat celin kembali sedih.
Karna kalau reyga pulang sudah pasti dia akan bertemu dengan kinara yang kini mungkin sudah menempati apartemennya.
Hatinya kembali tidak rela jika pria yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil itu harus menghabiskan waktu dengan gadis lain,meskipun gadis itu kini sudah menjadi istrinya,celin tetap merasa tidak rela.
"jadi elo beneran mau pulang rey..?" tanya celin lagi sambil menarik ujung lengan baju reyga.
"iya cel,sorry gue balik dulu yah..?soalnya gue pengen mandi pengen ganti baju dulu,udah lengket banget nih gak nyaman gue." karna memang sejak kemarin reyga masih mengenakan kemeja yang sama dihari pernikahannya.
"tapi jangan lama-lama yah rey pulangnya,janji lo bakal kesini lagi temenin gue." dan ahirnya terpaksa reyga pun mengiyakannya,yang penting saat ini secepatnya dia bisa pulang dan segera bertemu dengan istrinya kinara.
"kalau gitu reyga pamit dulu yah tan." ucap reyga berpamitan pada mamahnya celin.
"enggak dimakan dulu sarapannya nak rey."
"reyga nanti sarapan dirumah aja tan,sekarang pengen cepet-cepet mandi udah gak nyaman banget nih."
Dan setelah berpamitan pada celin dan mamahnya,reyga pun ahirnya bisa meninggalkan rumah sakit itu.
***
Reyga membuka pintu apartemennya,seketika dia menatap sekeliling ruangan yang nampak lebih rapi dari biasanya.
"apa kinara membersihkannya." batinnya.
Namun saat reyga mencari keberadaan sosok istrinya pada seluruh ruangan apartemen,dia tidak menemukannya,bahkan ketika reyga memasuki kamarnya,dia juga tak melihat sosok istrinya disana.
__ADS_1
"apa mungkin kinara marah dan pergi." ujarnya lagi dalam hati.
Reyga pun mendudukan dirinya ditepi ranjang,dia sedikit memijit pelipisnya merasakan sedikit pusing,karna mungkin semalam dia hanya tidur beberapa jam dan itu juga disofa rumah sakit,pastinya saat ini badannya berasa pegal-pegal dan kepalanya terasa berat.
Reyga pun kemudian mengambil Hp nya yang mati didalam saku,dia lalu menyambungkan pengisi daya pada benda pipih itu.Dan saat dia menyalakan Hp nya,benar saja ada beberapa notifikasi panggilan yang masuk,dan berapa chat WhatsApp.
satu pesan masuk dari kinara :
"ka rey,gimana keadaan ka celin? apa keadaannya cukup parah sehingga ka reyga tidak pulang dan menunggunya semalaman dirumah sakit."
"oh iya ka reyga pasti cape yah..?tadi pagi aku udah buatin sup buat ka reyga,nanti jangan lupa makan yah,maaf aku pergi ga ijin sama ka reyga dulu,aku kerumah tante fina mau mengambil beberapa barangku yang masih tertinggal disana,nanti jam tiga sore aku pulang keapartemen."
Setelah selsai membaca pesan dari kinara,reyga pun menghembuskan nafasnya pelan,dia benar-benar merasa bersalah pada istrinya karna sudah meninggalkannya semalaman,tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi celin yang saat ini.
Reyga kembali memijit pelipisnya,lalu merebahkan dirinya diranjang,dia merasa sedikit pusing dan lelah,hingga tanpa sadar reygapun terlelap tidur.
***
Reyga tengah menghabiskan makanan yang yang dibuatkan oleh kinara tadi pagi,tadi dia sempat memanaskannya terlebih dahulu sebelum memakannya.Dan setelah makan reyga pun sudah bersiap-siap hendak kerumah tante fina untuk menjemput kinara istrinya,entah kenapa sejak semalam dia amat merindukan senyum yang selalu terukir dibibir mungil milik istrinya.
Namun tiba-tiba Hp nya kembali berdering,dan terdapat nama mamah nya celin dilayar bendah pipihnya itu.
Reygapun kemudian mengangkatnya.
"***iyah hallo tante,ada apa?"
"***celin kenapa lagi tante..?"
"celin,tiba-tiba menangis histeris nak rey,setelah dokter memberi tahunya,bahwa dia akan mengalami kelumpuhan pada kakinya."
ucap mamahnya celin terbata sambil menahan tamgis.
"nak reyga,bisakah nak reyga datang lagi kesini untuk menenangkan celin*."
ucap mamahnya celin lagi seraya memohon.
Dan lagi lagi reygapun hanya bisa menarik nafas pelan.
"baik tan,sekarang rey kesana."
ucapnya kemudian dan panggilan telfon pun terputus setelah mamahnya mengucapkan terima kasih.
***
Reyga kini sudah berada dirumah sakit,mencoba menenangkan celin yang masih terus terisak menangis.
__ADS_1
"gue lumpuh rey,gue sekarang cacat,gue udah gak sempurna." ucap gadis itu benar-benar merasa sedih dan terpukul.
"jangan bicara begitu cel,lo nanti bakal bisa jalan lagi ko,percaya deh sama gue." ujar reyga menenangkan.
"sampai kapan rey..sampai kapan gue bisa jalan lagi..? sementara dokter bilang tulang dikaki gue sudah patah,itu artinya gue bakal lumpuh seumur hidup"
"sekarang gue hanya gadis cacat yang lumpuh,gak akan ada cowo yang mau sama gue rey." celin semakin terisak dan menangis.
Dan reyga pun hanya bisa memeluk gadis itu dan terus menenangkannya.
***
Kinara kembali ke apartemen reyga,dia melihat ruangan itu nampak sepi,namun ketika dia melihat makanan yang dia buat tadi pagi itu sudah dimakan,sudut bibirnya pun mengukir senyum,karna reyga sekarang pasti sudah pulang dan sedang ada dikamarnya.
Kinara kemudian sedikit berlari kecil menuju kamar,namun ketika dia membuka pintu,lagi-lagi dia tak menemukan suaminya.
"ka rey kemana yah..? masa sih sejak semalam dia belum pulang? tapi tadi 'sup' nya udah dimakan,itu berarti tadi ka reyga udah pulang.Apa nungkin sekarang ka reyga lagi keluar dulu kemana gituu.."
Kinara terus berbicara pada dirinya sendiri,sampai tiba-tiba Hp nya bergetar menandakan ada notifikasi pesan masuk.
dan diapun langsung membuka layar Hp nya.
"kinara,tadi aku sudah pulang,tapi sekarang aku kembali lagi kerumah sakit karna tiba tiba keadaan celin memburuk dan histeris."
"oh yah makasih yah buat sup nya."
Lagi-lagi hati kinara terasa piluh setelah membaca pesan singkat dari reyga.
Padahal tadi dirumah tante fina dia buru-buru mengemasi barang-barangnya,agar bisa cepat pulang keapartemen dan berharap segera bisa bertemu reyga.Namun lagi dan lagi dia harus menelan kekecewaanya sendiri,karna untuk yang kesekian kalinya reyga mengabaikan perasaanya,bahkan dalam pesan singkatnya pun reyga tak mengucapkan kata maaf yang menandakan penyesalannya.
"seberapa penting aku buatmu ka rey..? sampai tak sedikitpun kamu tak menghargai keberadaanku.."
"lalu kenapa dulu ka rey memohon,agar aku bersedia menerima pernikahan ini,jika kenyataannya sampai saat ini hanya ka celin yang menjadi perioritas ka reyga."
"atau mungkin apakah aku tidak punya hak sama sekali."
Kinara pun merasa semakin pilu,dia menatap dan memegang cicin pernikahan yang melingkar dijari manisnya,dan tanpa terasa
'tes' bulir bening itupun ahirnya menetes membasahi pipi mulusnya.
*Bersambung..๐
Sabar yah guyss,beberapa episod kita buat kinara melou melou dulu,tapi nanti pasti ada bahagianya kok..tetep semangetin author yah..๐๐ค
Dan berhubung ini malam minggu,author kasih bonus Up nih satu episode,jangan lupa tinggalin jejak like dan komennya yaah..๐๐
__ADS_1
biar author makin semangat nih..๐
Selamat weekend guys..salam sayang dari author buat kalian semua..๐ค๐ท