
Sepulang dari kampus Kinara ahirnya memutuskan untuk memeriksakan dirinya disebuah rumah sakit yang tak jauh dari kampusnya.
Saran santi memang sepertinya ada benarnya. Karna beberapa hari ini kinara sendiri merasa ada yang tidak beres dengan kesehatannya, dirinya sering kali merasa pusing dan lemas,ditamba lagi pagi tadi kinara sempet terpeleset dan terjatuh dikamar mandi,menyebabkan perutnya terasa sedikit keram.
Kinara tengah berjalan menyusuri koridor rumah sakit, namun tiba-tiba netra nya menangkap sesuatu,seolah olah dia melihat seseorang yang cukup familiar baginya.
Kinara pun ahirnya berjalan pelan mencoba untuk mengikuti sepasang pria dan wanita yang kini sedang berjalan berada tak jauh didepannya.
Hati kinara terasa was was tak menentu,apa benar dua orang yang sedang dia ikuti ini adalah orang yang sangat dia kenali..?? mengingat sekarang dirinya berada dinegara orang,apa mungkin cuma mirip..?? lagian pria berpostur tubuh tinggi itu rasa nya tidak mungkin kalau..
Buk..!!
"Auuw.."
"Sorry sorry sis,are you oke..?" tanya seseorang yang baru saja menabrak kinara.
"Oh, it's oke no problem.." balas kinara seraya mengulas senyum.
Namun tanpa disadari dua orang yang kinara ikuti ternyata sudah tidak ada dihadapannya,kinara pun ahirnya menghembuskan nafasnya pelan.." Mungkin aku salah lihat.." gumamnya lalu melangkah kembali keruang tunggu pemeriksaan.
Namun baru saja beberapa langkah kinara melangkah, Kinara dibuat syok dan terkejut karna dua orang yang dia buntuti kini tengah duduk diruang tunggu.
Kinara membulatkan matanya merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dengan kaki gemetar kinara mencoba melangkah lebih dekat dan ternyata dugaannya memang tidak salah,dirinya sangat mengenali kedua orang itu.
"Ka..ka kalian..??" ucap kinara dengan bibir bergetar dan mata yang berkaca-kaca, sontak kedua orang itu pun menoleh dengan raut wajah yang sama terkejutnya.
"Kinara.." ucap mereka bebarengan dengan ekspresi terkejut.
Kinara memundurkan langkahnya tak percaya,dia menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya seraya menggeleng pelan " Enggak ini enggak mungkin.." lirih kinara dengan air mata yang mulai bercucuran.
__ADS_1
"Ra..gue bisa jelasin ra.." ucap si wanita itu seraya mencoba mendekati kinara.
Namun belum juga wanita itu sampai dihadapannya,tiba tiba pandangan kinara terasa buram,kakinya seolah tak mampu lagi untuk berpijak dengan benar,dan seketika tubuhnya terasa melayang dengan pandangan yang sudah menggelap.
Bruk..! kinara jatuh pingsan tak sadarkan diri, dan untungnya sang pria itu dengan tangkap menangkap tubuhnya "Kinara, bangun nara.." ucapnya seraya menepuk nepuk pelan pipi gadis itu.
***
"Gimana keadaannya dok..?" ucap sang pria tadi,yang berhasil membawa kinara ketempat pemeriksaan.
"Kondisi pasien cukup lemah,ditambah saat ini dia sedang hamil,itu sangat memicu kesehatan tubuhnya.." ucap sang dokter menjelaskan, sementara kedua orang itu lagi lagi merasa terkejut.
"Dia hamil dok..?" ucap sang wanita itu,dan sang dokter pun hanya tersenyum mengangguk.
"Kehamilannya baru memasuki usia 8 minggu,jadi saya sarankan tolong kondisi sikis dan psikis nona ini dijaga,karna ibu hamil tidak boleh kecapean dan tidak boleh stres,asupan makanannya juga harus benar-benar diperhatikan yah.."
"Ya sudah saya tinggal dulu yah..sebentar lagi juga pasien akan siuman."
Lalu sang dokter pun melangkah keluar dari ruang pemeriksaan,meninggalkan pria dan wanita itu,yang kini menatap kinara dengan tatapan yang sulit diartikan.
Dan setelah beberapa menit berlalu,kinara ahirnya siuman.Perlahan dia mengerjapkan matanya pelan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya,hingga setelah sadar sepenuhnya kinara sedikit bangun dan memijit kepalanya yang masih terasa pusing.
"Ra..lo ga papa kan..? apa ada yang sakit..?" tanya wanita itu dengan ekspresi cemas, sementara kinara hanya diam tak bergeming menatap kedua orang dihadapannya dengan tatapan tajam penuh dengan kekecewaan.
"Jadi selama ini kalian bohongin gue..?" kinara bersuara dengan bibir yang masih sedikit bergetar mencoba mengontrol emosinya.
"Ra,maafin gue yah,tapi gue bisa jelasin semuanya ko ra.." ucap si wanita itu.
"Iya ra,gue juga minta maaf tapi gue ga bermaksud buat bohongin elo tentang keadaan gue yang sebenarnya.." ujar sang pria menimpali.
__ADS_1
"Maaf..? heh..!" kinara tersenyum sinis.
"Apa elo ga tau ran..? selama ini gue selalu dihantui rasa bersalah atas kematian reno,bahkan gue diem aja meskipun berkali kali elo nyakitin gue,tapi nyatanya apa..?? ternyata reno masih hidup..? dan kalian sudah berhasil nipu gue..!"
Air mata kinara kini menyeruak begitu saja,dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu rani dan reno dinegara ini.
Yah Reno yang tak lain adalah sodara kembar Rani,yang dinyatakan meninggal setelah insiden kecelakaan satu tahun yang lalu,ternyata pria itu masih hidup bahkan rani pun ada bersamanya. Kinara benar benar tidak percaya,dirinya merasa telah ditipu dan dibodohi oleh kedua sahabat lamanya itu.
"Ra,please elo harus tenang. Soal gue yang masih hidup,gue janji akan jelasin semuanya. Tapi yang terpenting saat ini elo harus tenang,elo ga boleh panik dan stres,karna..?"
Reno pun menghentikan kalimatnya seraya menatap ke arah rani sodara kembarnya.
"Karna apa ren..? jawab gue.." ucap kinara masih sedikit emosi.
Rani pun mencoba mendekat,lalu mengelus punggung tangan sahabatnya. "Elo yang tenang ya ra,karna saat ini ada baby diperut elo,yang artinya sebentar lagi elo akan jadi ibu.." ucap rani seraya mengelus perut kinara yang masih rata.
Deg..!
Kinara seolah merasa ada yang salah dengan pendengaran. mendengar penuturan rani barusan tiba tiba dadanya terasa bergemuruh,nafasnya tercekat apakah ini semua hanya ilusi baginya.
"Tadi elo bilang apa ran..? gue..gue ha hamil ran..?" dengan terbata kinara mencoba memastikan kembali apa yang dia dengar tadi. Dan Rani serta Reno pun sama sama saling mengangguk seraya tersenyum.
"Iya nara, Dokter bilang elo lagi hamil udah masuk 8 minggu,yang itu artinya sebentar lagi elo akan jadi ibu, selamat yah.." Rani pun merangkul dan memeluk kinara,sebagai ucapan selamat dan rasa penyesalannya karna selama ini sudah sering menyakiti sahabatnya itu.
Sementara kinara,air matanya kembali mengalir deras antara haru dan bahagia, Bahagia karna suatu hal yang jauh dari bayangannya kini telah hadir bersemayam dalam rahimnya. Namun disisi lain hatinya merasa sakit dan nestapa,karna disaat dia memutuskan pergi dari kehidupan Reyga orang yang amat dicintainya,namun malaikat kecil itu kini telah hadir seolah mengatakan bahwa antara dirinya dan Reyga ada ikatan yang tak akan pernah bisa diputuskan oleh apapun yakni seorang anak.
Namun dalam segala rasa haru biru nan pilu yang menyelimuti kalbunya, Kinara sedikit lega dan bersyukur karna Reno sahabatnya yang dulu ternyata masih hidup,terlepas entah apa yang akan pria itu jelaskan padanya,yang jelas kinara turut bahagia.
*Bersambung..
__ADS_1