
Sekilas kinara menatap reyga yang mulai terpejam,sepertinya suaminya itu amat sangat lelah stelah aktifitas panas mereka yang baru saja berakir beberapa menit yang lalu.Tubuh keduanya masih sama sama polos dan saling menempel dibawah selimut yang sama,tangan reyga masih bertengger diperut ramping istrinya memeluknya dengan erat,sementara kinara sendiri menyandarkan kepalanya didada bidang sang suami,sambil memainkan jari jemarinya menyusuri dada bidang suaminya membentuk lukisan lukisan abstrak,dia tengah berfikir bagaimana caranya berbicara dengan reyga mengenai kondisi papihnya.
Dan reyga yang belum sepenuhnya tertidur,kembali membuka matanya,dia memiringkan kepalanya menatap sang istri.
"Kenapa heem, mau lagi." mendapatkan pertanyaan seperti sontak membuat kinara melotot tak terima seraya mencubit perut sikpack milik suaminya. "Aauuuwww..!Sayang jangan cubit sembarangan donk,nanti kalo yang dibawah bangun lagi gimana..?" reyga menaik turunkan alisnya,membuat sang istri mencebik kesal.
"Ka reyga tuh yah..selalu aja mesum.." gerutu kinara yang disambut kekehan sang suami.
"Terus kamu ngapain belom tidur,pake ngelus ngelus dadaku segala,kalau mau pengen lagi tuh ngomong sayang,aku masih sanggup kok biarpun tadi kita udah main tiga kali." mendengar hal itu kinara langsung menatap horor pada sang suami,dan lagi lagi reyga tergelak merosot dibawah selimut dan menyerang kembali tubuh istrinya.
"Ka rey udah dong berhenti,ada yang mau aku omongin sama ka rey." kinara menyibakan selimut seraya berusaha melepaskan diri dari kungkungan sang suami.
Melihat raut wajah istrinya yang berubah serius,reyga pun menghentikan aksinya,dia sedikit bangun dan bersandar dikepala ranjang tak lupa membawa sang istri kedalam pelukannya. "Kamu mau bicara apa hem." reyga merapikan helaian anak rambut istrinya yang terlihat sedikit berantakan dan basah oleh keringat.
Kinara sejenak terdiam seraya menarik nafas perlahan mendongkakan wajahnya agar sejajar dengan wajah suaminya, "Papih ka reyga sakit parah,dan keadaanya saat ini tengah kristis,dokter bilang kemungkinan sembuh sangat kecil." kinara berusaha sangat hati hati dalam ucapannya takut takut suaminya tersinggung atau merasa tidak nyaman.Dan benar saja air muka reyga berubah muram dan masam,tatapan pria itu mulai dingan dan gelap.
"Aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi pada pria itu,aku sudah tidak punya hubungan apapun lagi dengannya.Sebaiknya marih kita tidur." reyga beranjak dari posisinya menepuk nepuk bantalnya dan mulai merebahkan kembali tubuhnya.
"Aku tau luka dimasa lalu ka reyga begitu sulit untuk disembuhkan atau bahkan dilupakan,tapi bagaimanapun juga ada hubungan darah diantara kalian.Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya,dan sifat paling mulia seseorang adalah yang mampu memberikan pengampunan pada sesamanya.karna Tuhan sang maha pencipta saja selalu membuka pintu maaf untuk hambanya yang mau bertobat,lalu kenapa kita sebagai mahluk ciptaanya masih bersikeras hati untuk menyimpan dendam akibat luka yang tertoreh dimasa lalu."
Reyga terdiam dan terpaku mendengar segala penuturan istrinya,sisi hatinya membenarkan perkataan sang istri,namun disisi lain egonya ingin mengingkari dan terjebak kembali oleh luka yang selama ini membekas dihati dan ingatannya.
__ADS_1
Melihat suaminya terdiam tak bereaksi ataupun merespon,kinara kembali merapatkan tubuhnya seraya menangkup kedua sisi wajah reyga,mengelus rahang kokoh itu dengan lembut."Maaf.. aku tidak bermaksud menghakimimu atau mengguruimu ka rey,aku cuma tidak ingin ka reyga nantinya menyesal karna selalu terbelenggu oleh luka bayang bayang masalalu.Ka reyga harus sembuh,harus bisa lepas dari semua rasa itu."
Kinara masih menatap lekat wajah tampan suaminya,mencoba menyelami segala rasa yang tersimpan dibalik manik hitam itu.hingga ahirnya reygapun balik menatap wajah sendu istrinya,entah kenapa perempuan dalam dekapannya ini selalu saja bisa menggoyahkan hati dan fikirannya.
"Kamu tuh bawel banget yah." reyga mencubit hidung mancung istrinya dengan gemas,membuat sang empunya merengut kesal."Ka rey aku tuh dari tadi ngomong panjang kali lebar,malah enggak dianggep yah." kinara melengos memanyunkan bibirnya.
"iya maaf sayang,aku dari tadi dengerin ko,jadi udah disampaikan semuanya kan apa yang pengen kamu omongin,kalo gitu kita bisa tidur sekarang kan,atau kita mau main lagi." reyga mencoba menggoda istrinya untuk menutupi kepiluan yang tengah merayap dihatinya.
"Enggak mau..!aku mau tidur." kinara melepas diri dari dekapan sang suami,membalikan badan memunggungi reyga,seraya menarik selimut keatas hingga menutupi seluruh tubuhnya.
Reyga hanya mengulas senyum singkat,dan ikut berbaring memeluk tubuh istrinya dari belakang.hingga keduanya sama terdiam dalam keheningan malam.Hingga beberapa saat berlalu kinara masih belum bisa juga memejamkan matanya,ahirnya dia kembali keposisi menghadap suaminya yang ternyata masih sama sama terjaga,hingga ahirnya kedua netra mereka saling bersitatap.
"Jika ka reyga belum bisa memaafkan papih,setidaknya cobalah temui beliau sekali saja,lakukan ini semua demi mamih." setelah mengucapkan itu kinara kembali memeluk tubuh kekar suaminya,menyusupkan wajahnya di dada bidang milik reyga,menghirup aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh pria tampannya itu.
"Baiklah besok aku akan menemuinya,ini semua kulakukan demi mamih dan juga demi istriku,dua wanita yang sangat aku cintai." reyga mengecup pucuk kepala istrinya dengan lembut,lalu mencoba untuk memejamkan matanya.Sementara sudut bibir kinara sedikit terangat membentuk senyuman,hatinya seketika merasa legah karna ahirnya reyga bersedia untuk menemui ayah kandungnya.
***
Reyga nampak diam dan termangu saat kakinya melangkah memasuki sebuah ruangan yang didalamnya tengah terbaring seorang pria tua yang memiliki garis wajah yang sama dengannya.
"Reyga.." pria itu menerbitkan senyumnya kala melihat sosok putra semata wayangnya yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya berbaring.
__ADS_1
Sementara reyga,dia masih berdiri dalam diam ditempatnya tak bergeming sedikitpun.
Raut mukanya terlihat datar hampir tak berekspresi.
"Reyga,,papih senang,ahirnya kamu mau datang menemui papih.Kamu sudah besar nak dan sangat tampan." bibir johan sedikit bergetar seolah sedang menahan sesuatu dalam relungnya.dan sekilas pandangan johan beralih pada sosok gadis cantik nan manis yang berdiri disamping putranya.
"Apa dia pacarmu nak.." melihat jemari mereka yang saling bertaut johan pun mengungkapkan pemikirannya.
"Dia istrinya reyga mas,namanya kinara." marisyah mencoba mengurai jawaban atas pertanyaan sang mantan suami.Sejak melihat putranya masuk marisyah yang sudah berada didalam nampak sedikit terkejut namun merasa lega,karna ahirnya reyga mau datang menemui papinya.
"Benarkah,jadi reyga sudah menikah marry,dan aku sudah punya seorang menantu yang cantik." seketika kinara mengulas senyum dan mengangguk hormat.Dia sebenarnya ingin menghampiri dan mencium tangan ayah mertuanya,namun kinara tersadar akan situasi dan kondisi saat ini.Karna sejak masuk tadi reyga menggenggam tangannya dengan erat seolah ingin mencari kekuatan atas kerapuhan hatinya yang mulai tumbuh.
Melihat putranya yang sejak tadi diam tak bergeming,johan pun menghela nafasnya perlahan.Tak dipungkiri sorot kebencian masih terlihat jelas diwajah putra semata wayangnya itu.
"Papih tau,kesalahan papih dimasa lalu mungkin sulit untuk kamu maafkan.Tapi papi sungguh sungguh ingin meminta maaf padamu dan juga mamihmu rey." johan sedikit terbata dalam mengungkapkan isi hatinya,kelopak matanya pun sudah mulai basah.Namun sebisa mungkin dia mengukir senyum diwajahnya yang kian nampak pucat pasi.
"Aku datang kesini demi mamihku,demi istriku yang sudah membujukku semalaman,dan kau juga sudah melihatku,sudah mengungkapkan apa yang ingin kau ungkapkan bukan..?? itu artinya aku sudah bisa pergi kan." Reyga ahirnya mengeluarkan suaranya,seiring dengan garakan tubuhnýa yang berbalik arah hendak melangkah untuk keluar dari ruangan itu,dirinya sendiri merasa tidak nyaman dengan apa yang dia rasakan.karna hatinya tiba tiba terasa basah.
"Tunggu rey.." suara rentah itu seolah tercekat hingga kemudian disusul dengan teriakan marisyah."Kinara cepat panggilkan dokter." marisyah panik saat melihat darah mengucur deras keluar dari hidung johan.
Reyga kemudian kembali membalikan badannya,dia tercengang dan termangu melihat kondisi sang ayah yang tengah sekarat..
__ADS_1
*Bersambung..🥺