Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 96


__ADS_3

Rani dan Reno hampir tak berkedip menatap Kinara yang tengah asik menyantap burger yang Reno pesan tadi. Yah meskipun butuh waktu satu jam untuk mendapat antrian pesanan itu,namun perjuangan Reno ahirnya tak sia-sia.


Si kembar kaka beradik itu hanya saling pandang melihat sang bumil yang begitu lahap menyantap burger isian daging kambing tersebut. Masalahnya Rani maupun Reno tahu betul bahwa kinara sejak dulu tak menyukai daging kambing. Jangankan memakannya,menciumnya saja kinara bisa merasa mual dan muntah.


Dan anehnya sekarang si bumil yang satu ini tengah menikmati makanan yang sama sekali bukan seleranya.


"Kalian kenapa sih ngeliatin gue kaya gitu..?? ga pernah lihat orang makan burger, atau jangan-jangan kalian mau yah..? nih ambil" Kinara pun langsung menyodorkan potongan burger yang masih tersisa ke arah rani dan reno.


Sontak Rani dan Reno pun menggeleng bersamaan seraya menyunggingkan senyum yang dipaksakan.


"Makasih Ra,tapi aku belom laper, mendingan burgernya kamu habisin aja.." ujar Reno seraya menyangga wajahnya dengan tangan.


"Iya Ra,gue cuma heran Ra, sejak kapan elo suka daging kambing..?? setahu gue,nyium baunya aja elo gak suka.." Seloroh Rani yang tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


Sementara Kinara hanya cuek dan melanjutkan memakan sisa burger itu sampai habis tak tersisah.


"Gue juga gak tau sejak kapan suka daging kambing,mungkin sejak hamil kali.." jawab Kinara sekenanya seraya mengelap mulutnya dan beranjak bangun " Udah yuks, kalian mau nunggu apa lagi disini.." ucapnya lagi.


Dan ahirnya setelah merasa kenyang,Reno dan Rani pun mengajak kinara untuk nonton dibioskop, dan seperti biasa awalnya Kinara menolak, Namun karena Rani yang terus merengek dan merayu Kinara pun ahirnya menyetujuinya.


Namun disaat mereka menuju loket,Kinara tiba-tiba meringis seraya memegangi perutnya.


"Aduuuhh.." lirih kinara pelan.


"Kenapa Ra..?" Rani pun sedikit panik melihat Kinara yang tengah meringis seperti menahan sakit.


"Ren,sini bentar.." Rani pun berteriak memanggil Reno yang tengah mengantri diloket.


"Napa Ran..?" ujar Reno sedikit berlari karna panik melihat raut wajah Kinara yang tengah meringis sambil memegangi perutnya.


"Nara kenapa Ran..? ko megang-megang perut, jangan jangan kontraksi.." tanya Reno yang langsung mendapat pukulan ringan dari Rani.


"Kontraksi apaan sih Ren, kehamilan Kinara itukan baru memasuki enam bulan,masa udah kontraksi jangan ngada ngada deh.." Gerutu Rani yang masih sibuk mengipas ngipas Kinara.

__ADS_1


"Ya mungkin aja kali Ran,Nara kan tadi habis makan daging kambing mungkin babynya protes dan bikin Kinara kontraksi dini.."


"Ya ampuuun uda deh setop..!! Kalian ini bisa ga sih ga berdebat..!!" Ucap Kinara sedikit kesal melihat sikap absurd sahabat kembarnya ini.


"Yang pertama,gue ga kontraksi, Dan yang kedua jangan bawa bawa anak gue soal daging kambing, Dan yang ketiga gue mau ke toilet..!" Dan setelah mengatakan itu Kinara pun berlalu meninggalkan Rani dan Reno yang hanya bisa saling pandang kebingungan.


"Elo sih Ren,ngomong yang aneh-aneh Kinara jadi sewot kan.."


"Lhaa ko gue,bukannya elo duluan.." ujar Reno tak mau disalahkan.


"Tau ah, gue mau nyusul Nara, takut Nara kenapa napa.."


"Terus gue gimana..?"


"Ya elo,lanjutin aja sono ngantri beli tiket diloket,okeh abangku sayang.." dan setelah mengatakan itu Rani pun pergi meninggalkan Reno yang tengah bersungut kesal.


Setelah selesai dengan urusan perutnya, Kinara pun keluar dari toilet dan mencuci tangannya di wastafel. Dan tiba tiba saja ada notifikasi dari Whats App nya.


"Sorry Ra,ada yang mau gue kasih tahu elo tentang Reyga. Dan gue harap setelah tahu kabar ini,elo mau berubah pikiran dan secepatnya pulang ke indo***.."


Dan setelah mescrol beberapa foto yang santi kirim,Kinara tertegun dan termangu dengan apa yang dia lihat dilayar ponselnya.


Beberapa foto pertunangan Reyga dan Celin, dimana terlihat Reyga tengah memasangkan cincin dijari manis Celin yang tengah duduk dikursi roda.


"Gue,harap elo belum terlambat Ra, Please elo harus pulang Ra,kasih tau Reyga kalo saat ini elo tengah hamil anaknya,Gue yakin Reyga pasti akan sangat bahagia dan membatalkan pertunangannya dengan Celin.." Santi.


Seketika itu juga air mata Kinara menyeruak,Kinara menutup mulutnya agar tak terisak,sebisa mungkin Kinara mencoba untuk tenang, menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan,mengusap kelopak matanya yang basah dan segera mencuci wajahnya.


Kinara sedikit membenahi penampilannya agar tak terlihat seperti orang habis menangis. Dan benar saja ketika dirinya keluar dari toilet sudah ada Rani yang tengah berdiri mondar mandir di depan pintu.


"Ra,elo ga papa kan..?? apa perut lo masih sakit,ko tadi didalam elo lama banget sih, gue kan jadi cemas Ra.." Rani terus memberondong pertanyaannya,sementara Kinara sebisa mungkin untuk mengulas senyum dihadapan Rani.


"Gue ga papa ko Ran,hanya saja gue sedikit ga enak badan,tiba tiba saja perut gue kaya ga nyaman gitu, mungkin kalian benar gue gak cocok makan burger beef.."

__ADS_1


"Ya ampuuun Ra,gue bilang juga apa..? elo pasti sakit perut gara gara kebanyakan makan burger,itukan bukan makanan kesukaan elo,tau gitu tadi gue aja yang habisin.." lirih Rani merasa menyesal sekaligus cemas melihat raut wajah Kinara yang berubah pucat.


"Kalo gitu kita kedokter aja yah Ra,gue takut kenapa napa sama baby lo.."


Kinara hanya menghela nafas seraya mengulas senyum tipis diwajahnya.


"Gue ga papa ko Ran,gue cuma pengen rebahan aja istirahat dikontrakan, ga papa kan kalo gue pulang duluan.."


"Eh,gak boleh gitu Ra,ups maksud gue, elo ga boleh pulang duluan dan sendirian, so gue sama Reno juga ikutan balik kita bakal nganterin elo sampai rumah.."


"Ga usah Ran, Reno kan udah beli tiket filmnya,sayangkan kalo.." belum juga Kinara melanjutkan kata katanya Rani sudah memotong pembicaraannya.


"Pokoknya kita pulang bareng, gue telfon Reno sekarang. oke.."


***


Setelah sampai didepan kontrakan,Kinara pun turun dari mobilnya Reno,dan Rani hendak ikut turun pun langsung dicegah oleh Kinara.


"Elo sama Reno sebaiknya pulang aja Ran, maaf bukannya ngusir, tapi gue bener-bener pengen istirahat.." Ucap Kinara dengan halus.


"Beneran Ra,elo ga mau kita anterin kedokter..?" Rani nampaknya masih sedikit cemas melihat raut wajah Kinara yang sedikit pucat.


"Beneran Ran,gue ga papa,mendingan elo sama Reno pulang aja gih,nanti kalo ada apa-apa gue pasti hubungin elo.."


"Beneran yah,kalo ada apa-apa elo buruan hubungin gue.." Kinara pun hanya mengangguk seraya tersenyum menjawab kecemasan sahabatnya itu.


Dan setelah mobil Reno berlalu,Kinara kembali tertegun ditempatnya, dengan langkah gontai Kinara memasuki rumah kontrakannya, dan setelah menutup pintu Kinara jatuh meluruh dibalik pintu seraya terisak pilu.


"Ka Reyga,ahirnya kamu bertunangan juga dengan ka Celin. Maafin aku ka Rey,jika aku egois,tapi mungkin ini yang terbaik.."


Air matanya meluruh begitu deras,dengan hati yang pilu kinara mendekap tubuhnya sendiri,menguatkan dirinya sendiri bahwa ini adalah pilihannya, Dan mulai saat ini dirinya harus benar-benar melupakan Reyga.


*Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2