Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 80


__ADS_3

Kinara terus menatap keluar jendela mobil yang ia tumpangi,sementara reyga tengah fokus mengemudi disampingnya.Suasana terlihat hening karna diantara mereka berdua tidak ada yang memulai obrolan sama sekali.


Kinara memilih diam lantaran masih terasa kesal terhadap suaminya. Bisa bisanya reyga menciumnya disaat dirinya sedang marah. Bahkan tak bisa dipungkiri dirinya hampir saja terbuai oleh ciuman panas mereka tadi pagi.


Huffftt sekali lagi kinara mendengus kesal,karna tadi pagi pun kinara terpaksa harus berpura pura sudah berbaikan dengan reyga dihadapan tante fina,lantaran tidak ingin membuat tante fina merasa cemas.


"Udah dong nara sayang,ko masih cemberut aja. Bukannya tadi pagi kita udah baikan yah.." Reyga menggapai jemari istrinya dengan tangan kirinya,sementara tangan kanannya masih fokus memegang kemudi.


"Siapa bilang kita uda baikan..?! aku tuh terpaksa pura-pura baikan sama ka reyga,cuma didepan tante fina." Kinara bersungut kesal seraya menarik tangannya dari genggaman sang suami.


"Tapi bukannya tadi pagi juga kita udah ciuman..? itu berarti kamu uda mau maafin aku kan..?" Reyga menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.


"Stop yah..! untuk soal yang itukan karna ka reyga yang maksa,aku mah ogah..! Dan aku tetep masih marah sama ka reyga." Kinara mencebik kesal seraya bersedekap dada.


Reyga hanya bisa menarik nafasnya perlahan." Ya udah okeh..! Lalu aku harus gimana supaya kamu ga marah lagi sama aku,please dong nara..kamu boleh deh hukum aku dengan cara kamu,tapi please jangan diemen aku kaya gini,dan jangan pernah pergi dari sisiku,aku gak bisa jika jauh jauh dari kamu."


Kinara melengos membuang muka,entah mengapa kata kata reyga terdengar begitu sungguh sungguh seolah pria tampannya itu benar benar menyesali kesalahannya.


Reyga kembali menggenggam jemari istrinya."Nara aku janji mulai saat ini,aku akan selalu percaya sama kamu,mulai saat ini cuma kamu yang akan menjadi perioritasku. Dan akupun siap menerima hukuman apapun yang kamu berikan,asal kamu mau memaafkanku dan kembali pulang ke apartemen."


Kinara menoleh mencoba menatap lekat wajah suaminya,Dia bisa saja dengan mudah memaafkan reyga,namun tak bisa dipungkiri hatinya masih terluka. Kinara memejamkan matanya sesaat lalu membuang nafasnya perlahan.


"Okeh aku akan maafin ka reyga dan pulang ke apartemen,tapi dengan syarat.."


Reygapun menoleh dengan wajah berbinar..

__ADS_1


"Benarkah..?? apapun itu akan aku lakukan asal kamu mau maafin aku.."


Kinara terdiam sesaat sebelum ahirnya dia membuka suara. "Yang pertama, ka reyga harus janji ga akan nemuin ka celin tanpa se ijinku.." Mendengar hal itu reyga langsung mengangguk tanpa harus berpikir lebih dulu.


"Aku janji nara,aku ga akan nemuin celin lagi jika memang kamu tidak mengijinkannya,karna bagiku kamu lebih penting dari segalanya." entah mengapa mendengar kata kata suaminya hati kinara kembali berdesir menghangat.


"Jadi sekarang kita baikan kan..?" tiba tiba reyga menepikan mobilnya,dan mematikan mesinnya,sedikit bergerak maju hendak memeluk istrinya.


"Eeiiittt tunggu dulu,ka reyga mau ngapain..?"


sontak kinara langsung siaga,mendorong tubuh reyga yang hendak memeluknya.


"Tentu saja aku mau peluk kamu,kan kita udah baikan,sini peluk." Reyga sedikit maju namun kinara malah semakin mundur hingga tersudut dipintu mobil.


"Stop yah ka rey..! aku kan belum selsai bicara,jadi jangan maen peluk peluk aja deh.."


"Mau peluk istri sendiri aja ga boleh.." lirih reyga pelan,yang tentu saja yang masih didengar oleh kinara.


"Aku tuh masih punya syarat yang kedua buat ka reyga,jadi kalau ka reyga bisa menuhi syarat yang kedua ini, baru aku bisa maafin ka reyga sepenuhnya.." sekilas tampak senyum tipis dibibir kinara.


"Syarat kedua..? emang masih ada lagi..?" kinara pun mengangguk seraya menatap kearah sang suami. "Kalau gitu coba sebutkan apa lagi syaratnya..? apapun buat kamu,akan aku lakukan.." ucapnya tegas.


"Serius..?" reyga mengangguk pasti "Yah pasti.." jawabnya penuh keyakinan.


Kinara kemudian sedikit maju lebih dekat kearah suaminya lalu berbisik pelan disamping telinganya reyga "Syaratnya.. selama beberapa hari kedepan, ka reyga harus berpuasa,gak boleh nyentuh aku,dan gak boleh tidur bareng satu kamar denganku."

__ADS_1


Reyga sedikit tercengang seraya menegakan badannya,menatap kinara dengan tatapan protes tidak terima. " Ko gitu sih..? Ga bisa gitu dong sayang..! aku mana bisa jauh jauh dari kamu..! terus kalo kita gak satu kamar,lalu aku tidur dimana dong..?"


"Ya terserah..! ka reyga bisa tidur disofa ruang tamu,atau ruang tengah dimana aja,yang jelas tidak satu kamar denganku." Entah kenapa melihat wajah suaminya yang ditekuk seperti itu,membuat kinara merasa senang dan puas karna sudah memberi pelajaran yang setimpal untuk suaminya itu.


"Ya udah ga papa,tapi cuma dua hari aja yah..?" reyga mengangkat dua jarinya dengan wajah memelas ."Iih ya enggaklah..! terserah aku dong mau berapa hari,pokoknya hal itu berlaku sampai aku udah ga kesel lagi sama ka reyga. Dan ingat ka reyga ga boleh protes dan ga boleh nawar,atau kalo enggak aku bakal pindah kerumah tante fina." kinara melengos seraya bersekap dada,namun dalam hati dia bersorak ria..hahaha emang enak..!


Reyga menelan ludahnya,membayangkan beberapa hari kedepan dia tidak bisa lagi memeluk istrinya,atau bahkan menyentuhnya.


Wajahnya terlihat begitu frustasi hingga ahirnya dia mengangguk pasrah untuk menyetujui.


"Baiklah aku terima syaratnya,asal kamu mau kembali keapartemen,setidaknya aku masih melihat dirimu ada disisiku,masih bisa menghirup aroma tubuhmu,dan masih bisa melihat senyum diwajahmu, itu sudah lebih cukup untukku,karna keberadaanmu merupakan seperti udara untukku bernafas."


Sesaat kinara terpaku mendengar jawaban suaminya,ada desir hangat yang menjalar diruang hatinya yang membeku,rasa kesalnya tiba tiba saja menguap begitu saja,bergantikan rasa ingin menghampur memeluk pria tampan yang ada dihadapannya saat ini.


Kinara menarik nafasnya pelan,berusaha menetrelisir rasa yang bertentangan dengan logikanya. Karna apapun yang dikatakan reyga ia akan tetap pada penderiannya,dia tidak ingin mudah luluh begitu saja dengan kata-kata suaminya.


Yah bagaimanapun juga pria tampannya itu harus mendapatkan hukumannya,karna menurutnya syarat yang dia ajukan tidaklah terlalu berat. meskipun kenyataanya berbanding terbalik untuk reyga,karna bagi reyga ini adalah ujian terberat semasa usia pernikahannya,tidak menyentuh istrinya untuk beberapa hari kedepan,dia sendiri sangat tidak yakin apakah dia mampu melakukannya..??


Namun dari pada istrinya harus kembali tinggal dirumah om dan tantenya,rasanya itu bukan lagi seperti ujian untuknya, melainkan musibah.


"Kalau begitu kita bisa berangkat sekarangkan,aku takut kesiangan sampai dikampus..! atau kalau ka reyga keberatan dan ingin lebih cepat sampai dikantor,aku ga papa ko turun disini,biar nanti aku naik taksi aja."


Namun saat kinara hendak membuka pintu mobil,reyga mencekal tangannya


"Aku akan anterin kamu sampai kampus, karna mulai sekarang waktu bersamamu akan menjadi hal yang berharga untukku.."

__ADS_1


Reyga mengulas senyumnya,sebelum kembali menjalankan mesin mobilnya. membuat kinara hanya bisa menarik nafasnya pelan,dan melemparkan pandangannya keluar jendela mobil yang perlahan mulai melaju.


*Bersambung..😊


__ADS_2