
"Ada apa ka rey..?siapa yang menelfon..?"
tanya kinara bingung,karna melihat perubahan diraut wajah suaminya.Sementara reyga,dia menghembuskan nafasnya pelan terduduk ditepi ranjang.
"celin.." ucapnya lirih hampir tak terdengar.
"ka celin..? emangnya ka celin kenapa ka rey..?" kinara pun mengulangi kembali pertanyaannya dengan raut wajah yang ikut bingung.
"celin kecelakaan,dan sekarang dia berada dirumah sakit,tadi mamahnya yang menelfon." ucap reyga menjelaskan,kemudian diapun bangkit dari duduknya mendekati kinara yang masih termangu bingung.
"kinara aku kerumah sakit dulu yah,kamu ga papa kan kalau aku tinggal..?" ucap reyga ragu-ragu seraya memegang kedua bahu istrinya.Dan ahirnya kinara pun mengangguk begitu saja,meskipun sejujurnya ia merasa berat,karna bagaimanapun ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri,tapi tetap saja dia tidak ingin menjadi egois,karna mungkin celin lebih membutuhkan reyga saat ini.
"iya ka rey gak apa-apa." ucap kinara kemudian,menyembunyikan rasa yang tidak nyaman dihatinya.
"ya udah nanti kamu tidur duluan saja,tak usah menungguku,mungkin aku pulang agak larut." ucap reyga lagi,lalu dia pun mengambil kunci mobil dan berlalu dari hadapan kinara.
Namun baru saja kakinya melangkah hingga depan pintu kamar,tiba tiba dia berhenti seolah ada sesuatu yang tertinggal,lalu reyga pun berbalik kembali menuju kinara dan 'cup' dia mengecup kening istrinya pelan.
"aku pergi dulu yah." ucapnya kemudian yang dibalas anggukan oleh istrinya.
Dan setelah reyga benar-benar berlalu dari hadapannya,kinara terduduk ditepi ranjang.Dia terpaku dan terdiam seorang diri,entah kenapa tiba-tiba sudut hatinya berasa nyerih.Dihadapan reyga dia memang bisa berkata tidak apa-apa,tapi jika boleh jujur hatinya menginginkan tidak.bagaimanapun ini adalah malam pertama mereka sebagai suami istri,tapi untuk yang kesekian kalinya reyga lebih mementingkan celin sahabatnya dari pada perasaannya.
Yah tentu saja reyga lebih memperioritaskan celin dari pada dirinya,karna celin adalah segalanya untuk reyga.Dan sebenarnya hal seperti ini pun sudah sering terjadi saat dirinya masih menyandang status pacarnya reyga,tapi lain hal dengan sekarang,dia sudah resmi dimata hukum dan negara menjadi istri seorang 'reyga adinata pratama' lalu apakah dia tidak memiliki hak apapun atas suaminya itu..?! Terkadang kinara pun ingin sekali menjadi egois,namun pada ahirnya dia tetap memilih untuk mengalah,karna dia sadar posisinya.Dan pernikahan inipun terjadi bukan karna reyga mencintainya melainkan reyga hanya membutuhkannya sebagai obat.Yaah dirinya hanya sebagai obat ketika hasrat reyga sedang meninggi dan butuh disalurkan.
Menyadari kebenaran itu tiba tiba kinara merasa sesak,ada yang menggenang dipelupuk matanya,namun dia menengadahkan wajah keatas agar bulir bening itu tidak jatuh menetes.
"kamu ini kenapa sih kinara..?ko tiba-tiba childish gini sih.." ucapnya tersenyum getir,mencoba menenangkan hati perasaanya sendiri.
"mendingan sekarang aku mandi membersihkan diriku." ucapnya lagi kemudian,lalu kinara pun beranjak ke kamar mandi,mengguyur tubuhnya yang nampak lelah dan letih.hatinya yang terlanjur merasa tidak nyaman membuat sel sel dalam otaknya terasa penat,hingga dia membasahi seluruh tubuhnya dengan air shower,meskipun sudah hampir larut malam dia memilih mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
"ah segaarrrnya.."
***
__ADS_1
Reyga pun melangkahkan kakinya dengan cepat,suara derap kakinya terasa menggema disepanjang lorong rumah sakit yang nampak sepi dan lenggang,dari kejauhan nampak wanita paruh bayah sedang tertunduk lesu dikursi tunggu depan kamar rawat inap.
Reyga pun kemudian menghampiri wanita itu dan menyapanya pelan.
"tante.." ucapnya yang seketika membuat wanita itu menoleh kearahnya,nampak wajahnya yang sayu dan masih ada sisa airmata menggenang dipipinya.
"gimana keadaan celin tan..?" tanya reyga seraya duduk disamping wanita itu.
"tadi Dokter bilang lukanya cukup parah,kepalanya terkena benturan dan tulang dikakinya ada yang patah,kemungkinan celin akan lumpuh rey." ucap wanita itu sembari kembali terisak.Reyga yang mendengarnya hatinya ikut terenyuh wajahnyapun berubah sedikit pias,namun sebisa mungkin dia berusaha menyembunyikan kecemasannya dihadapan wanita itu yakni mamah angkatnya celin.
"tante tak usah hawatir,celin pasti akan sembuh dan baik-baik saja,rey yakin dia gadis yang kuat pasti bisa melewati semua ini."
ucap reyga menguatkan bahu wanita itu yang sedikit terguncang karna isak tangisnya.
"oh iya dari tadi rey gak lihat om rendra,dimana om rendra..?"
tanya reyga lagi setelah menyadari papa angkat celin tidak ada disana.
"ini semua salah tante rey,kalau saja tadi tante bisa menjegah celin pergi mengendarai mobil dalam keadaan emosi pasti kecelakaan ini tidak akan terjadi." ucap mamahnya celin dengan penuh sesal.
"Celin bertengkar dengan papahnya,dia memberitahu pada kami bahwa dia membatalkan pertunangannya dengan alex,dan tentu saja itu membuat papanya sangat marah dan menampar celin.Dan apakah kamu tau, selanjutnya celin bilang apa..?"
wanita itu menjeda ceritanya,menatap reyga sebentar yang masih terdiam mencoba menunggu kembali apa yang akan diucapkan mamahnya celin kepadanya.
"celin mengatakan kepada kami,bahwa dia tidak akan mau menikah dengan pria manapun selain kamu,karna selama ini dia hanya mencintai kamu nak rey.."
'Deg..!!' reyga termangu mendengar penuturan wanita paruh baya dihadapannya saat ini.
"apa kamu tau nak rey,selama ini celin sangat mencintaimu,sejak kecil kalian tumbuh bersama,demi untuk bisa terus bersama dengan nak reyga,dia rela menjadi sahabat nak reyga dan selalu menyembunyikan perasaannya,sampai ahirnya dia bersedia bertunangan dengan alex,hanya ingin membalas jasa kepada kami."
"padahal sejak awal tante sudah tau,dia itu cuma mencintaimu,namun om rendra selalu melarang nya untuk lebih dekat denganmu karna kamu adalah anak dari marisyah,cinta pertama dari suami tante."
Dan mamahnya celin pun tak mampu lagi menahan isak tangisnya,sementara reyga dia diam termangu,tenggorokannya tercekat tak mampu mengeluarkan kata apapun.
__ADS_1
"jadi itu alasannya selama ini papah angkatnya celin tak pernah menyukainya,karna masalalunya bersama mamih,dan celin..?? kenapa gadis itu justru menaruh perasaan dalam terhadapnya.Andai saja celin tau bahwa saat ini dia menikahi kinara,seperti apa reaksinya nanti..?"
reyga terus bergelut dengan pikirannya sendiri,dia tidak tau harus berbuat apa sekarang.Dan ketika suasana sedang hening tiba-tiba pintu ruangan dimana celin berada terbuka menampilakan dua orang perawat dihadapan kami.
"permisi maaf apa kalian keluarga pasien..?"
ucap salah satu perawat itu yang diangguki mamahnya celin seraya menyeka air matanya.
"silakan bu,pasien sudah mulai siuman,tapi tolong nanti jangan terlalu banyak diajak bicara dulu yah,biarkan pasien istirahat."
ucap suster itu lagi seraya pamit dan berlalu dari hadapan reyga dan mamahnya celin.
Dan sekarang reyga dan mamahnya celin sudah berada disamping ranjang dimana celin berbaring dengan penuh perban dan luka disekujur tubuhnya,jujur saja melihat kondisi sahabat kecilnya itu hati reyga merasa miris,wajah gadis yang selalu ceria memancarkan senyum kini nampak pucat pasi dengan goresan luka dikepalanya yang berbalut perban.
Reyga kemudian maju lebih dekat,dia menggenggam tangan gadis itu,namun dia terdiam tak mengeluarkan kata apapun,sorot matanya yang sulit diartikan tengah menatap gadis yang tengah terbaring lemah dihadapannya.
Dan selang beberapa waktu,mata celin pun mengerjap pelan,sedikit demi sedikit dia membuka kelopak matanya,menyesuaikan cahaya lampu dikamar rumah sakit tempat dia terbaring.Dia membuka matanya perlahan menatap sang mamah yang masih terisak pelan disampingnya.
"m-mah.." ucapnya dengan lemah.
"celin sayang,gimana keadaan kamu sayang..?maafin mamah yah gara-gara mamah kamu jadi seperti ini." ucap mamahnya dengan raut wajah penuh kesedihan,sedangkan celin hanya tersenyum singkat.
"mamah jangan nangis,mamah ga salah apa apa kok,celin akan baik-baik aja." ucapnya setengah meringis ketika dia hendak terbangun memeluk mamahnya.Dan reyga yang melihatnya langsung tanggap memeganh bahu celin agar tidak terlalu banyak bergerak,sontak membuat gadis itu sedikit terkejut karna baru menyadari keberadaan reyga didekatnya.
"jangan banyak gerak dulu cel,badanmu penuh dengan luka-luka." ucap reyga kemudian.Dan tanpa menjawab celinpun langsung memeluk reyga melingkar tanganya yang penuh dengan selang infus keperut pria itu,kemudian dia terisak lirih.
"Rey..jangan tinggalin gue.."
ucapnya disela isakannya..yang seketika membuat reyga pilu mendengarnya.
*Bersambung...๐
gak bosen-bosen nih autor buat minta dukungan kalian,untuk selalu tinggalin jejak like dan comennya yaah..๐๐๐ค
__ADS_1
buat yang sudah baca,makasih sudah mampir yaah jangan lupa jempolnya..๐