Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 44


__ADS_3

Kinara menyibakan selimutnya dan bergegas turun dari ranjang.


"Eh ra,elo mau kemana.." caca bertanya dengan sedikit kebingungan karna menangkap wajah kinara nampak orang yang sedang cemas.


"Eemmm sorry ca,gue pulang dulu yah."


"Ko pulang sih ra..? ini hampir tengah malem loh.." caca pun semakin mengerutkan keningnya bingung dan tak paham.


"Tiba-tiba perasaan gue enggak enak ca,jadi mendingan gue pulang aja yah." kinara berjalan mengambil tas nya,dan caca pun ahirnya ikut turun dari ranjang menghampiri kinara yang sedang membereskan barang-barangnya.


"Ya udah kalo elo mau pulang,biar nanti dianterin supir gue yah.."


"Ga usah ca,gue pesen taksi online aja.


"Jangan dong ra inih kan udah tengah malem,nanti kalo ada apa -apa gimana?? gue yang jadi kepikirin." celoteh caca dengan wajah yang cemberut,dan ahirnya kinara pun mengiyakan tawaran sahabatnya karna dia juga tidak ingin membuat caca cemas.


"iya udah ga papa,tapi aku jadi ga enak ca,ganggu sooir kamu,barangkali dia udah tidur ca.."


"Ga papa nara sayang,supir gue udah biasa ko jalan tengah malam,kalo jemput bokap yang pulang dari tugas luar kota."


"Ya udah gue pamit yaah,sorry udah ngerepotin elo,dan ganggu waktu tidur elo gini.."


ucap kinara merasa tidak enak.


"iya ga papa kok,dari tadi gue perhatiin elo kayak gelisah gitu,pasti ga biasa yah tidur dirumah orang." ucap caca dengan polosnya,sementara kinara hanya mengangguk dengan terenyum kikuk.


Mana mungkin kinara cerita pada caca,bahwa saat ini dia cemas dan gelisah karna tengah memikirkan reyga suaminya.Kinara seketika ingat jika reyga pernah cerita bahwa pria itu mampu menyakiti dirinya sendiri apabila tekanan itu datang menghampirinya.Dan saat ini kinara benar-benar takut jika reyga akan melakukan sesuatu yang bisa menyakiti dirinya sendiri.


"Ya udah gue pamit dulu ya ca,makasih banyak buat tumpangannya,dan sekali lagi gue minta maaf karna ga jadi nginep."


Kinarapun lalu berpamitan pada caca yang kini tengah berdiri diteras mengantarnya,memeluk sebentar sahabatnya itu sebelum memasuki mobil yang didalamnya sudah ada sang supir yang sudah dikasih perintah oleh caca untuk mengantar sahabatnya pulang sampai selamat.

__ADS_1


Caca melambaikan tangannya ketika mobilnya melaju dari pekarangan rumahnya hingga tak terlihat lagi setelah melewati pagar rumahnya.


"Kinara kenapa yah,gak kaya biasanya kaya gitu..?? wajahnya kaya lagi gelisah dan cemas gitu.." gumam caca sambil kembali memasuki rumahnya.


***


Kinara menekan pasword apartemennya reyga,dia membuka pintu apartemen secara perlahan,namun terlihat nampak hening dan sepi didalamnya.Kinara terus melangkah hingga menuju kamar,namun saat membuka pintu kamar keadaan pun tetap hening dan sepi.


"Ka reyga kemana yah..?" ucap kinara pelan seraya meletakan tas nya diatas sofa.


Ketika kinara hendak melangkah ingin kedapur ingin mengambil air minum,dia mendengar gemercik suara air didalam kamar mandi hingga kinara pun mengurungkan niatnya, dan memutar langkahnya menuju kamar mandi.


Dengan perlahan kinara membuka pintu kamar mandi,dan baru saja selangkah dia memasuki kamar mandi matanya membelalak terkejut karna ternyata firasatnya benar bahwa suaminya itu kembali melukai dirinya sendiri.


Kinara melihat reyga yang tengah berdiri bersandar dibawah guyuran air shower yang deras dengan darah yang mengucur di sela sela jarinya,sekilas kinara menatap cermin yang ada dikamar mandi,sudah pecah tak berbentuk lagi,pasti karna reyga memukul cermin itu dengan tangannya,Batinnya,hingga darah ditangan reyga masih saja menetes dilantai dan menyatu dengan terpaan air shower.


Kinara kemudian kembali menatap wajah reyga yang kini tampak mendunduk dan terpejam.Melihat suaminya dalam keadaan seperti itu,seketika hatinya terasa pilu dan diapun langsung berlari dan memeluk suaminya.


kinara terisak sambil memeluk suaminya.


Reyga yang tiba-tiba dipeluk oleh kinara pun sedikit terkejut dan mengangkat wajahnya.


Benar saja wanita yang tengah memeluknya dan terisak itu adalah istrinya.


Reyga melerai pelukan istrinya dan menatap wajah gadis itu dalam..


"Kinara kamu sudah pulang..?" ucapnya dengan tatapan sendu dan memegang wajah istrinya.


Kinara masih terisak,sesekali dia mengusap air matanya yang sudah berbaur dengan curahan air shower,dan seketika tubuhnya pun ikut basah.


"Maafin aku ka rey,tidak seharusnya tadi pagi aku marah dan cemburu pada ka celin."

__ADS_1


"Tidak seharusnya aku bersikap ke kanak kanakan dan tidak pulang kerumah.."


"Tidak seharusnya juga aku..'emmpphh'


Kinara tak bisa lagi meneruskan kata-katanya karna reyga kini sudah membungkam bibir gadis itu dengan ciumannya yang dalam.


Reyga terus mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan,Kinara pun tersadar jika suaminya saat ini tengah diselimuti oleh hasrat yang meninggi.Ahirnya kinara pun membalas ciuman suaminya,sehingga bibir mereka saling menyatu terlibat ciuman yang panas dan dalam.Reygapun kemudian menyudutkan tubuh istrinya di dinding kamar mandi,reyga menekan tengkuk kinara untuk memperdalam ciuman mereka.


Kinara pun tak segan mengalungkan takannya dileher sang suami,kini mereka saling bercumbu dan bertukar saliva,sesekali mereka melepas diri untuk mengambil nafas,lalu kembali saling berpagut,tangan reyga pun kini sudah mulai membuka satu persatu kancing kemeja istrinya hingga terlepas semua,tangannya mulai memeluk pinggang ramping istrinya sementara tangan yang satunya lagi sudah menyentuh bagian-bagian lainnya.


Tubuh kinara pun seketika menegang ketika tangan suaminya mulai menyentuh bagian bagian sensitifnya.Sementara ciuman reyga kini beralih menyusuri leher jenjang istrinya,dia mengecup lembut leher mulus itu,dan menghisapnya hingga menciptakan stempel kepemilikannya disana.Reyga kini sudah berhasil menangkalkan satu persatu pakaian istrinya hingga hanya menyisakan pakaian dalam atas dan bawahnya saja,seketika reyga begitu terpana menatap tubuh istrinya yang tepat berada dibawah guyuran air shower,sesaat reyga tak berkedip memandang segala keindahan yang nampak jelas dimatanya saat ini,sementara kinara hanya terdiam dan menunduk malu.Jantungnya sedari tadi sudah berdetak tidak karuan,meskipun dulu reyga pernah hampir melakukannya,namun tidak seintim saat ini.Bahkan wajah kinara pun meronah merah ketika dia mengingat ciuman panas mereka beberapa detik yang lalu.Dan katika reyga hendak mencium bibirnya lagi,tiba-tiba kinara menahan dada suaminya sebelum kembali menyerang bibirnya.


"K-ka rey,bisakah kita keluar dari sini,a-aku merasa kedinginan." ucapnya dengan sedikit menggigil karna guyuran air shower yang begitu deras membasahi tubuh mereka.


Dan Reyga pun tersadar ketika melihat tubuh istrinya yang sedikit menggigil.Dia pun mengumpat dan merutuki kebodohannya yang terlalu dikuasai oleh hasrat yang meninggi.


"Maaf.." ucapnya singkat lalu mengambil bathrobe dan memakaikannya pada kinara lalu reyga pun menggendong istrinya keluar dari kamar mandi.Reyga kemudian berjalan menuju ranjang dan membaringkan istrinya dengan hati-hati.


"Apa masih dingin.." ucap reyga dengan suara seraknya,dan kinarapun hanya menggeleng pelan.Kinara lalu sedikit beranjak bangun membuat reyga mengernyitkan keningnya.


"Mau kemana.."


"Mau mengambil kotak obat,buat ngobatin tangannya ka rey." reyga pun membuang nafasnya pelan.


"Ga usah..!" ucapnya seraya menarik kembali istrinya dan membawa kinara berada dalam kungkungannya.Reyga menatap kinara dengan tatapan berkabut g****h,kemudian dia berbisik pelan ditelingah istrinya.


"Kinara aku sudah tidak tahan,aku menginginkannya sekarang..bolehkah..??" ucapnya dengan suara yang amat serak.Dan kinarapun hanya mengangguk pelan.


***Bersambung...😁


Pleasee kalo lolos kasih semanget yaah..😩😩 hampir down udah berapa kali gak lolos review,sedih author jadinya..☹☹

__ADS_1


__ADS_2