
"Naraaa stop..!!" teriak santi sambil berlari kecil menghampiri kinara,lalu tanpa aba-aba santi segera meraih nampan yang berisikan beberapa gelas kotor dari tangan kinara.
"Siapa yang nyuruh lo bawa ginian heh..?"
Kinarapun mengerutkan keningnya merasa bingung.. "Ga ada yang nyuruh ko san,gue cuma mau bawa tuh gelas-gelas kotor ketempat cucian,emang kenapa ada yang salah..?"
"Aiisshhh nara, gue kan udah bilang elo ga boleh bawa yang berat-berat,bandel amat sih lo.." ujar santi dengan tatapan horornya.
Sementara kinara hanya menghela nafasnya pelan. karna sejak kehamilannya santi emang terlalu over protektif padanya. Bahkan diawal awal kehamilannya santi sama sekali tak memperbolehkannya bekerja,sampai dirinya harus merayu dan merengek agar sahabatnya itu masih mau mempekerjakannya di caffe miliknya itu.
"Ini kan emang kerjaan gue san,lagian cuma beberapa gelas kotor apanya yang berat coba.." Kinara kembali mengambil nampan gelas kotor dari tangan santi lalu kembali melanjutkan langkahnya kedapur,tak peduli dengan raut wajah sahabatnya yang menunjukan protes.
"Lo tuh susah banget sih Ra kalo dibilangin,pokoknya gue ga mau tahu yah awas aja kalo terjadi sesuatu sama keponakan gue..!"
Santi mendengus kecil seraya duduk dikursi dapur sambil bersedekap dada,sambil terus memperhatikan kinara yang sedang mencuci gelas-gelas kotor.
Sementara kinara hanya mengulas senyum seraya geleng-geleng kepala dengan sikap protektif sang bos yang merangkap sahabatnya itu.
Setelah selesai mencuci beberapa gelas yang kotor,kinara pun menghampiri santi, menarik salah satu bangku yang ada didekat santi lalu ikut duduk disampingnya.
"Nih,minum.." Santi mengulurkan satu gelas jus buah stroberi kesukaan kinara yang tadi sengaja dia beli dipasar.
Kinara lagi lagi mengembangkan senyumnya seraya meraih minuman yang disodorkan santi,dan langsung meminumnya, Kinara tahu betul dibalik sikap galak sahabatnya itu,santi salah satu orang yang berperan besar dalah hidupnya selama ini.
"Thanks yah san,udah donk jangan marah-marah terus,lihat nih anak gue aja ga papa ko,dia baik-baik aja disini(mengelus perut yang mulai membuncit) jadi elo ga usah hawatir yang berlebihan san.."
"Tapi kan ra,gue ngijinin elo tetep kerja dicaffe cukup nanyain pengunjung mau pesen apa,ga usah pake nganter nganter pesanan,apalagi sampe bawa-bawa gelas kotor dan mencucinya,kan ada karyawan yang lain ra..!"
Lagi lagi kinara hanya menghela nafasnya pelan seraya mengulas senyum,kemudian dia menggenggam tangan sahabatnya.
"Gue tahu elo hawatir sama kehamilan gue san,dan gue makasih banget elo udah sayang dan perhatian sama gue dan calon anak gue.
Tapi please jangan bedain gue sama karyawan yang lainnya,gue ga enak terlalu dispesialkan,kalo gue ga boleh ngerjain ini itu sama aja gue makan gaji buta dong.."
"Elo kan emang beda ra,elo sahabat gue dan elo juga lagi hamil,gue ga mau kenapa kenapa sama kandungan elo,sama calon ponakan gue.." ucap santi penuh dengan penekanan seraya mengelus lembut perut kinara.
"Elo ga usah cemas sant,kandungan gue kan udah lima bulan lebih,anak gue juga anak yang kuat,dia ga pernah rewel ga pernah nyusahin mamahnya.." ujar kinara seraya ikut mengelus perutnya yang memulai membuncit.
__ADS_1
Santi pun ikut tersenyum senang melihat sahabatnya yang selalu tegar dan kuat,meskipun santi tahu kinara tak setegar yang diperlihatkannya,karna ada banyak malam malam panjang yang ia lalui dengan tangisannya.Namun sebagai sahabat santi akan terus berusaha mensuport dan menjaga perasaan kinara agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya.
"Jadi udah ga marah lagi kan..?? kasian lo san anak gue,tiap hari dengerin bude nya ngomel ngomel terus,takutnya pas lahir dia gak mau digendong sama elo.."
"Enak aja panggilnya bude, gak suka..!!"
"Loh terus panggil apa dong..?"
"Panggilnya tante lah.." ucap santi seraya terkekeh,sementara kinara hanya geleng geleng kepala seraya memijat pelipisnya.
***
Kinara berjalan seraya meraba raba jalan didepannya,sementara reno sesekali memegang tangan kinara agar tidak terjatuh karna saat ini kedua mata kinara tengah ditutup kain.
Yah,reno sengaja membawa kinara kesebuah tempat untuk memberinya kejutan.
"Ren,sebenarnya kita mau kemana sih,pake acara ditutup segala.." sungut kinara sedikit kesal karna sejak tadi matanya ditutup kain yang diikat kebelakang kepalanya.
"Ini udah sampai ra,bumil ga sabaran banget sih.." ujar reno seraya terkekeh pelan.
Sekarang kinara sudah duduk disebuah kursi sementara reno bersiap siap dibelakang kinara untuk membuka ikatan kain yang menutup mata kinara.
"satu.."
"dua.."
"tiga.."
Ikatan pun dibuka,Kinara sedikit mengucek ngucek matanya lalu sejenak terdiam dan tertegun.
"Happy Birt Day Kinara.." bisik reno pelan tepat didekat wajah kinara.
Kinara masih terdiam dan tertegun,melihat pemandangan dihadapannya. Sebuah taman yang didekor sedemekian rupah indah dengan lampu berbentuk bintang dan hati yang berkelap kelip,dan dikelilingi bungan bunga segar yang cantik.
tepat dihadapannya juga terdapat meja makan,dan beberapa hidangan cake serta makanan makanan kesukaan kinara lengkap dengan lilin yang mengitari meja tersebut.
"Giman nara,kamu suka.." tanya reno seraya terus mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Kini kinara beralih menatap reno, "Ren,ini.."
entah kenapa kinara tak mampu melanjutkan kata-katanya,lidahnya sesaat terasa kelu,matanya sudah mulai berkaca kaca..
"Heyyy..No nara,aku gak mau lihat air mata kamu.." ucap reno tegas seraya buru buru menyapu air mata kinara yang sudah terlanjur menetes.
"Ini terlalu berlebihan untukku ren, aku ga pantes dapatin ini semua,kamu tau kan statusku ren,dan please jangan berharap apapun dariku karna aku ga akan bisa memberinya.." ucap kinara lirih dengan isak tangis yang ia tahan.
"Ra,kamu jangan salah paham. aku sama sekali gak mengharapkan balasan apapun dari kamu,tapi please jangan pernah halangin aku untuk tetap mencurahkan rasa kasih sayang aku sama kamu,dan bayi yang ada didalam kandunganmu.."
"Tapi ren,aku gak mau nantinya kamu terluka..! bukankah semua kecelakaan dan penderitaan yang kamu alami selama ini gara gara aku.."
"Enggak nara,itu bukan gara gara kamu,itu murni karna kebodohan aku,karna ke egoisanku sendiri,dan untuk sekarang tolong ijinkan aku untuk tetap menyayangi kamu ra,dan terserah kamu boleh menganggap aku sebagai sahabat,sebagai kaka atau apapun,sungguh aku tidak akan mengharapkan perasaan yang lebih dari mu ra.."
Kinara terduduk sambil terus menahan isakannya,entah kenapa hatinya begitu pilu.
jauh dilubuk hatinya kinara mengharapkan perlakuan seperti ini dari suaminya,masa masa dimana kinara amat sangat membutuhkan perhatian reyga.
Tapi nyatanya justru pria lain yang begitu memperhatikannya dan memperlakukannya dengan istimewa,padahal sejak dulu kinara tak pernah bisa memberikan kesempatan pada reno untuk singgah dihatinya,karna bagaimanapun bagi kinara reno akan selalu menjadi sahabatnya.
"Udah dong nara jangan nangis,kasian kan dade bayinya. Aku kan udah cape cape nyiapin ini semua supaya kamu seneng,supaya kamu happy ko malah bikin kamu sedih sih.."
Dan tanpa disangka,reno bersimpuh dihadapan kinara seraya menjewer sendiri kedua telinganya. "Dede bayi,maafin Om yah udah buat mamah mu sedih,tolong bilangin sama mama kamu,supaya berhenti nangisnya dan kita tiup lilinnya.." ucap reno dengan mimik sedih nan lucu.
Alhasil kinara pun mengembangkan senyumnya,seraya memukul mukul pelan bahu reno.." Apaan sih ren,ga lucu tau..! pake ngadu sama anakku segala.."
Namun secepat mungkin tangan kiri reno mencekal pergelangan kinara,sementara tangan kanannya,mencoba mengelap pipi kinara yang masih basah..
"Janji yah gak boleh cengeng lagi,boleh pukul aku sepuasnya,tapi please jangan pernah nangis dihadapan aku lagi,apalagi gara gara aku.. okeh.."
Kinara hanya membalas dengan anggukan seraya mengulas senyum.. "Thanks yah ren.."
"you're welcome, Happy birt day nara.."
***Bersambung..😊
ini nih visualnya bambang reno,yang gak kalah keren dari bambang Reyga..🤭🤭
__ADS_1
Tapi tetep yah sing Yang yang yang udah jadi kesayangannya author..🤭**