Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 79


__ADS_3

Ragu ragu reyga memencet bel pintu rumah om dan tantenya kinara. Sebenarnya reyga sendiri merasa tidak enak,karna harus berkunjung ditengah malam,bahkan lampu diruang utama rumah pun sudah padam,itu pertandakan sang pemilik rumah sudah mulai bersiap siap untuk istirahat.


Namun karna ingin memastikan apakah sang istri ada didalamnya atau tidak,reyga pun pada ahirnya terus memencet bel pintu rumah tersebut.


Dan setelah beberapa saat menunggu,pintu pun terbuka menampakan sosok tante fina seraya mengucek ucek matanya. "Nak reyga.."


Reyga tersenyum mengangguk,dirinya benar benar merasa tak enak hati,melihat wajah tante fina yang seolah olah menahan kantuk.


"Selamat malam tante,maaf rey mengganggu. Reyga kesini cuma pengen nyari kinara tante,soalnya sejak tadi siang nara belum pulang juga."


Tante fina mengulas senyum mendengar penuturan suami dari keponakannya itu " Nak reyga masuk dulu yuk.."


"Oh ga usah tante, kalau memang nara ga ada disini,mendingan rey langsung balik lagi aja tante, rey mau ngelanjutin nyari kinara."


Tante fina menghela nafasnya pelan "Mendingan nak reyga masuk dulu aja,gak baik lama-lama berdiri diluar apa lagi ini sudah hampir tengah malam,udara malam diluar terlalu dingin gak baik buat kesehatan."


Dan mau tidak mau reyga pun menuruti tante fina untuk masuk, dan sekarang mereka kini duduk diruang tamu.


"Kinara ada disini, tapi mungkin sekarang dia sudah tertidur dikamarnya karna setelah selesai makan malam tadi,kinara tidak keluar lagi dari kamarnya."


Reyga ahirnya bisa menghela nafas dengan legah, karna ternyata dugaanya benar kinara ada dirumah tantenya.


"Berhubung sekarang sudah larut malam,nak reyga juga sebaiknya menginap disini saja."


Reyga tersenyum mengangguk menerima tawaran tante fina.


"Kalau begitu rey boleh temuin nara sekarang tante..?" tante fina mengangguk seraya mengedipkan matanya,namun saat reyga akan bangun dari duduknya,tante kembali berkata,membuat reyga urung untuk bangun dan duduk kembali ditempatnya.


"Tadi waktu datang kesini,tante lihat mata kinara sembab seperti habis menangis, apa kalian tengah ada masalah..??" jelas pertanyaan tante fina membuat reyga sedikit gugup bingung harus menjawab apa.


"Tante tidak akan memaksamu untuk cerita rey,karna tante juga tidak mau ikut campur urusan rumah tangga kalian, Tante yakin kalian sudah sama sama dewasa pasti bisa menyelesaikan dengan baik setiap permasalahan yang kalian hadapi.."


Reyga mengulas senyum tipis diwajahnya,mendengarkan dengan baik setiap apa yang diucapkan tante fina padanya.


"Tapi jika tante boleh berpesan,dalam sebuah pernikah yang paling penting itu adalah saling menjaga kepercayaan,saling mengisi dan saling memahami,jadi tante minta tolong sekali pada nak reyga,tolong jaga hati kinara,dia gadis yang baik dan tulus nak rey.."


Deg..!


Kata kata tante fina seperti cambuk yang tengahvmelucuti hatinya,reyga benar benar merasa bersalah karna sudah tak percaya pada istrinya dan malah menuduhnya. Reyga merasa menjadi suami yang gagal karna selalu menyakiti hati istrinya.


"Nak rey.." panggilan tante fina membuyarkan lamunan reyga. "Eemm rey bener-bener minta maaf tan,kali ini reyga yang salah. Dan rey ingin minta maaf sama nara serta ingin memperbaiki semuanya."

__ADS_1


Tante fina mengangguk pelan seraya mengulas senyum. Dirinya pun sadar bahwa reyga dan kinara masih terlalu muda untuk menjalani kehidupan rumah tangga pada umumnya,jadi wajar saja jika mereka kerap kali berselisih paham.


"Ya udah,sekarang kamu bisa temuin nara dikamarnya, Kalian istirahat yah dan besok selsaikan secara baik-baik. Kalo gitu tante ke kamar dulu yah rey.."


Dan setelah tante fina berlalu menuju kamarnya,reyga menghela nafasnya pelan,lalu diapun ikut bangkit dan melangkah menuju kamar istrinya.


Perlahan reyga mendorong pintu kamar yang ternyata tidak dikunci. Reyga melangkah masuk dalam keadaan kamar yang gelap,namun masih terdapat cahaya lampu tidur yang meremang.


Reyga tertegun,melihat sosok mungil yang terlelap meringkuk dibalik selimut. Sudut bibir reyga tertarik keatas membentuk senyum tipis penuh dengan kegetiran.Menatap wajah istrinya yang begitu polos dan damai meskipun dalam keremangan cahaya namun aura cantiknya tetap terpancar.


Hati reyga begitu tercabik mengingat kenyataan jika dirinyalah yang menjadi penyebab wajah cantik itu pias dan sembab karna air mata.


Perlahan reyga melangkah menuju ranjang dimana istrinya tengah terlelap. Dengan gerakan sepelan mungkin reyga ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri yang kini membelakanginya.


Reyga menggeser posisinya untuk lebih dekat dan merapat ketubuh kinara,tak lupa tangan kekarnya pun turut melingkar diperut ramping istrinya. Dan dengan posisi memeluk dari belakang reyga bisa mencium wangi rambut kinara yang selalu membuat tidurnya nyenyak dan nyaman kala kinara berada dipelukannya.


"Maafin aku nara,aku tau kamu pasti sangat marah dan terluka,tapi aku sungguh sangat menyesalinya,kuharap besok kau mau memaafkanku.."


Reyga mencium bahu istrinya,lalu naik ke ceruk leher sang istri,betapa semua ini menjadi candu baginya, rasanya dirinya tak akan pernah sanggup jika harus jauh dan berpisah dengan gadis yang ada dipelukannya saat ini.


Reyga sadar kinara bukan hanya sudah merebut seluruh dunianya,tapi kinara seolah udara kehidupan baginya. Dan betapa bodohnya ia,karna sudah membuat gadisnya menangis.Reyga tak hentinya merutuki dirinya sendiri.


***


Kinara perlahan membuka matanya,mengerjap ngerjap pelan memulihkan kesadarannya. Namun terasa ada sesuatu yang berat yang menimpa pinggangnya,lalu tatapannya beralih kebawa,seketika kinara terdiam seraya menarik nafas pelan saat melihat ada tangan kekar yang melingkar diperutnya.


Kinara memejamkan matanya beberapa saat,lalu setelah itu berbalik merubah posisinya,dan benar saja dia menemukan wajah tampan suaminya yang tertidur pulas seraya memeluknya.


Kinara menghela nafas pelan,tanganya sedikit terangkat dan terulur hendak menyentuh dan membelai wajah pria tampanya itu. Namun ingatanya berputar kembali kala reyga mengatakan..


"Apa kamu belum sadar nara,jika saja tadi aku datang terlambat,pasti akan terjadi sesuatu hal yang buruk pada celin."


"Harusnya kamu bisa melampiaskan amarahmu padaku,bukan pada celin. Celin terus meminta maaf padamu,tapi kenapa kau malah mendorongnya."


"Aku tau nara,kamu orang yang baik dan tulus tapi bisa saja seseorang bertindak sesuatu disaat dirinya dipenuhi amarah.."


Semua kata kata reyga seolah berputar kembali dan terekam jelas diingitannya, Kinara menarik kembali tangannya,memindahkan tangan reyga dari pinggangnya,menyibakan selimut hendak turun.


Namun baru saja kinara bangkit,reyga terbangun lalu dengan gerakan cepat menarik tangan sang istri hingga kinara pun terjatuh diatas tubuh suaminya.


Kinara mengerjapkan matanya pelan,mendapati wajahnya yang berjarak begitu dekat dengan reyga,belum lagi posisi tubuhnya yang tepat berada diatas pria tampannya itu.

__ADS_1


Namun sebelum terbuai secepat mungkin kinara mengembalikan kesadarannya,dia bergerak beranjak bangun,tapi sayang reyga malah memeluknya lebih erat.


"Ka rey,lepasin enggak.."


"Aku enggak mau lepasin,sebelum kamu mau maafin aku.." ucap reyga dengan sorot mata penuh penyesalan.


Sejenak kinara memejamkan matanya,seraya menghela nafas pelan,lalu ketika dia membuka matanya lagi,dia memberanikan diri untuk menatap wajah suaminya.


"Untuk apa ka reyga minta maaf,bukannya menurut ka reyga aku yang salah.." sarkas kinara dengan sorot tajam menatap sang suami.


"Tidak aku yang salah nara, Aku salah karna tidak percaya padamu, Aku sungguh sangat menyesal,jadi kumohon maafkan aku nara.."


Kinara melengos tersenyum sinis,tetap berusaha bergerak untuk melepaskan diri,namun tangan suaminya itu begitu kuat memeluk tubuhnya,hingga usahanya pun sia-sia.


"Jika ka reyga percaya padaku, apa itu artinya ka celin yang berbohong. " kinara sengaja melontarkan pertanyaan itu agar suaminya sadar betapa sangat liciknya sahabatnya itu.


Reyga terdiam mendengar pertanyaan istrinya.Dirinya pun bingung,jika memang celin yang berbohong lantas untuk apa..?


Melihat reyga tak menjawab,kinara sedikit kecewa pasalnya suaminya masih ragu akan kebohongan celin. "Kenapa..? ka reyga tidak bisa menjawabnya kan..?!" kinara membuang nafasnya kasar seraya terus meronta berusaha melepaskan diri.


"Udah dong ka rey,lepasin..aku mau sholat subuh.." sunggut kinara semakin kesal,namun bukannya melepaskan,reyga malah mengeratkan pelukannya.


"Mungkin celin berbohong,dan aku tidak tau mengapa dan apa alasannya,tapi aku percaya padamu,istriku yang begitu baik dan tulus tidak mungkin tega mencelakai orang lain."


Kinara mencebik kesal,merasa apa yang dikatakan reyga seolah terlambat baginya.Toh hatinya sudah terlanjur sakit dan terluka.


"Aku belum bisa maafin ka reyga,aku masih marah sama ka reyga,aku masih sakit hati..!"


ucap kinara dengan ketus dan sorot mata yang tajam.


Reyga hanya tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya yang tengah emosi dan bernada ketus namun entah mengapa begitu menggemaskan.


"Iih malah senyum senyum gak jelas..!!oke kalau ka reyga gak mau lepasin aku bakal teriak nih,biar tante fina denger sekalian."


"Tan..."


Emmppphhh


Reyha membungkam mulut istrinya dengan mulutnya.seketika kinara pun membelalakan matanya seraya terus meronta,namun bukanya melepaskan reyga malah semakin dalam memangut bibir sang istri..


*Bersambung..😊

__ADS_1


__ADS_2