Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 86


__ADS_3

Hari itu juga Reyga memutuskan untuk kembali ke ibu kota tempat tinggalnya, toh untuk apa dia tetap disana jika sang istri sudah pergi lebih dulu meninggalkannya.


Sungguh demi apapun perasaan Reyga kian tak menentu,seribu tanya dibenaknya berkecamuk menjadi satu kenapa Kinara pulang terlebih dahulu tanpa memberi tahunya. Apa memang terjadi sesuatu..?


atau kinara hanya mengeprank dirinya..? tapi kenapa harus dengan cara seperti ini..??


sama sekali tidak lucu..!!


Setelah sampai di ibu kota,Reyga langsung menuju ke apartemennya. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri dan menanyakan kenapa bisa dia pulang begitu saja tanpa memberi tahunya.


Namun setelah sampai di apartemen,lagi lagi Reyga dibuat kecewa karna nyatanya Kinara tidak ada disana, seluruh ruangan apartemen nampak sepi dan rapi sama seperti sebelum mereka meninggalkan tempat ini.


Reyga menghembuskan nafasnya kasar, Dia menghempaskan tubuhnya ditepian ranjang,sedikit memijit pelipisnya yang terasa pusing. Bahkan sejak terbangun pagi tadi hingga sampai saat ini perutnya tak tersentuh oleh makanan sedikitpun.


"Kamu kemana sih nara..?? bercandamu ga lucu..!" lirih Reyga pelan.


Reyga kemudian mengambil ponselnya mencoba menghubungi beberapa nomer,


yaitu dimulai dari maminya,om dan tante kinara, serta sahabat sahabat terdekat kinara, namun sayangnya semua jawaban sama mereka tidak tau menahu tentang keberadaan istri tercintanya.


Reyga menjambak rambutnya frustasi..!


Dimana sebenarnya istri tercintanya itu berada..? Hingga tiba tiba saja Reyga menatap pada sebuah lemari pakaian yang pintunya sedikit terbuka.


Dengan pelan Reyga melangkahkan kakinya menuju lemari tersebut,entah kenapa perasaannya begitu tidak nyaman.


Perlahan tangannya menyentuh gagang pintu lemari itu,sedikit menarik nafas Reyga membuka pintu lemari itu dan sedetik kemudian dirinya tercengang seraya mundur beberapa langkah "Tidak ini tidak mungkin.."

__ADS_1


gumamnya pelan seiring ketakutannya yang melanda tak pasti.


Lemari yang didalamnya tempat baju dan seluruh pakaian Kinara kini tampak kosong,tak tersisa satupun. Reyga menelan salivanya kasar,tenggorokannya tiba tiba tercekat dan terasa sesak menatap nanar pada lemari kosong tempat pakaian sang istri.


Lalu netranya menangkap selembar kertas putih yang terselip dibawah selimut,dengan langkah bergetar Reyga mencoba mengambil kertas itu,dan ternyata benar itu adalah surat dari kinara sang istri.


To myhubby..🖤


"Ka Reyga sayang,maaf aku harus pergi..


aku tahu saat ini kamu pasti sangat marah dan membenciku, tapi percayalah apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu.


Jadi berjanjilah meskipun tanpa aku disisimu, kamu harus tetap hidup dengan baik,dan harus bahagia." (Kinara)


Reyga jatuh meluruh terduduk dilantai,tatapannya terasa kosong namun fikirannya memcoba memutar kembali segala kenanganya tentang kinara, kesalahan apa yang sudah dirinya lakukan hingga kinara memutuskan pergi begitu saja.


Dan sejurus kemudian Reyga membenamkan wajahnya pada kedua tangannya yang bertumpu diatas lutut. Bahu itu sedikit berguncang bertandakan sang pria tampan itu tengah terisak pilu,karna ketakutannya kini menjadi nyata, Gadis yang membuatnya percaya kembali akan cinta kini telah pergi meninggalkannya tanpa dia sendiri tahu apa kesalahannya.


***


Satu minggu pun berlalu, Tapi Reyga tak berhasil mendapatkan informasi apapun tentang istrinya. Bahkan Om dan Tantenya pun ikut panik dan berusaha mencari keberadaan sang keponakannya itu, namun sama seperti Reyga, mereka tak berhasil menemukan informasi apapun tentang menghilangnya kinara.


bahkan tante fina pun sering bersedih dan menangis mengetahui kinara pergi menghilang begitu saja seolah tanpa jejak.


Sementara Reyga,pria itu nampak begitu terpuruk dan terluka atas menghilangnya sang istri. Dia kembali menjadi Reyga seperti dulu,nampak dingin dan angkuh,bahkan kini tubuhnya sedikit kurus dan tak terurus.


Melihat keadaan putra semata wayangnya seperti itu, Marisyah pun ikut prihatin. Dia sendiri bahkan tidak mengerti bagaimana bisa kinara pergi menghilang begitu saja,jika tidak ada sesuatu dibalik semua ini.

__ADS_1


Marisyah tahu betul seperti apa sosok menantunya itu,hanya dengan kinara, Reyga bisa kembali hidup normal seperti yang lainnya. karna sosok gadis itu dia bahkan bisa melihat kembali senyum ceria diwajah putra semata wayangnya.


Lalu kenapa kinara bisa pergi menghilang begitu saja,jika tidak ada sesuatu di balik semua ini..?!


Marisyah menghembuskan nafasnya pelan,dia mendekat ke arah sang putra yang kini tengah berdiri didekat jendela kamarnya,tatapan mata putra tampannya itu terasa kosong,Reyga hidup namun seolah tak bernyawa itu lah gambaran putranya sekarang.


Marisyah tersenyum tipis,menyiratkan bahwa sang ibu juga tengah terluka dan turut bersedih melihat keadaan anak semata wayangnya saat ini. Namun sebagai seorang ibu Marisyah berusaha untuk bersikap tegar,dia harus tetap menguatkan sang putra,bahwa kelak kinara pasti akan kembali.


"Rey,kamu ikut pulang kerumah mamih yah..?" ucap marisyah masih mencoba membujuk Reyga agar mau ikut pulang dan tinggal bersamanya untuk sementara waktu.


Melihat kondisi mental Reyga saat ini, Marisyah benar-benar tidak bisa jika harus meninggalkan putranya sendirian diapartemen.


"Kalau mamih mau pulang,mamih pulang aja, Reyga ga papa ko, Reyga akan tetap disini, Reyga mau tunggu kinara pulang mih" selalu jawaban yang sama yang terlontar dari bibir pria tampan itu,ketika marisyah memintanya untuk pulang kerumahnya.


Marisyah hanya bisa menghela nafasnya pelan,seraya mengusap lembut bahu sang putra. "Kamu harus tetap jaga kesehatanmu Rey,lihat kondisimu sekarang..?? bahkan kamu sering tidak menghabiskan makananmu.. kalau kinara pulang nanti dia pasti akan marah melihat suaminya seperti ini."


Mendengar ucapan marisyah, reyga hanya tersenyum sinis "Kalo dia peduli,kalo dia benar-benar cinta sama reyga,dia enggak akan mungkin ninggalin reyga mih,ternyata dia sama saja dengan wanita wanita lainnya."


Mata pria tampan itu kembali berkaca kaca,dia tersenyum namun menyiratkan luka.


Marisyah benar merasa ikut pedih melihat Reyga yang seperti itu,semangat hidupnya seolah padam,jiwanya seolah kosong,dan tanpa sepengetahuan reyga, marisyah mencoba mengusap kelopak matanya yang basah,seraya kembali tersenyum dan merangkul puteranya.


"Sayang.. jangan seperti ini, masih ada mamih disini. Kamu itu putra mamih satu satunya rey, kalau kamu begini terus mamih juga ikut sedih nak, please move on sayang, kalau memang kinara itu jodoh kamu,dia pasti akan kembali pada kita.."


Dan tiba tiba saja Reyga menghambur memeluk ibunya,dia kembali terisak dalam dekapan sang ibu, satu minggu tak melihat sosok istri tercintanya dadanya terasa amat sangat sesak, dia seolah tak bisa bernafas dengan baik,karna kinara sudah seperti udara untuknya betnafas.


"Rey kangen nara mih.." lirihnya pilu dalam dekapan sang ibu.

__ADS_1


*Bersambung..😊


__ADS_2