Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 56


__ADS_3

Kinara menggeliat bergerak pelan mencoba melepaskan diri dari pelukan suaminya,beberapa menit yang lalu mereka baru saja menyelsaikan runitas olah raga malam mereka,karna tentu saja reyga tak pernah mau absen dalam menyalurkan hasratnya,apalagi setelah libur sehari karena menginap dirumah mamihnya,jadilah malam ini reyga tetap meminta jatahnya meskipun kinara sudah tertidur lelap,mau tidak mau dia harus terbangun untuk melayani suaminya.


"Ka rey,lepasin dong.." ucapnya pelan seraya terus bergerak agar bisa terlepas dari pelukan sang suami yang masih memeluknya erat.tubuh mereka masih sama sama polos dengan kulit yang masih saling menempel dalam balik selimut.Dan kinara sendiri merasa tidak nyaman karna ingin segera membersihkan diri dikamar mandi.


"Ka rey,bentar lagi subuh,aku mau mandi." rengek kinara yang masih juga tak mendapat respon suaminya. "Subuh masih lama,biarkan seperti ini dulu,aku masih pengen peluk kamu." ucap reyga dengan mata yang masih terpejam,dan tangan yang masih melingkar memeluk erat tubuh mungil istrinya.


Kinara menghembuskan nafasnya pelan,dia sudah kehabisan kata untuk bisa melepaskan diri dari sang suami,ahirnya dia memilih diam dan menatap wajah tampan suaminya hingga tanpa sadar tangannya sudah mengusap lembut wajah tampan itu.


Reyga membuka matanya,dia memandang lekat wajah ayu istrinya yang selalu membuatnya merasa nyaman. "Kinara,ada yang ingin ku katakan." kinara tak menjawab,dia terus menatap wajah suaminya menunggu apa yang akan dikatakan oleh suaminya.


"Mulai besok,aku ga bisa anterin kamu ke kampus,atau berangkat ke kampus bareng."


"Oh kirain ka rey mau ngomong apa,gak papa ko ka rey,sekarang kan ka reyga mesti ke kantor tepat waktu,jadi biar aku ke kampus naik taksi aja." jawab kinara seraya mengulas senyum,namun justru wajah reyga nampak lain. "Bukan itu nara,bukan karna harus ke kantor tepat waktu,tapi mulai besok celin memintaku untuk mengantar dan menjemputnya ke kampus,dan membantunya beraktifitas dikampus." setelah mengucapkan itu reyga dapat melihat perubahan diraut wajah istrinya.Dia tahu kinara pasti akan merasa tidak nyaman dengan hal ini,tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.


"Aku gak papa ko ka rey,syukurlah kalau ka celin sudah mau berangkat ke kampus,kita harus tetap mensuportnya.iya kan..?" kinara mengukir senyum yang dipaksakan.Dia tidak ingin membuat suaminya merasa tidak nyaman dengan kondisi celin yang selalu bergantung pada reyga.Meskipun kinara sendiri juga merasa tidak nyaman,tapi dihadapan reyga kinara ingin terlihat baik baik saja.


Reyga menghela nafasnya pelan,dia mencium pucuk kepala istrinya dan mendekap kembali tubuh istrinya itu dengan erat." Maaf.." ucapnya lirih,dan kinara pun menyusupkan kepalanya di dada bidang suaminya. "Kita sampai kapan kaya gini terus ka rey,aku gerah mau mandi." ucap kinara seraya mengerucutkan bibirnya.


"Kita main satu kali lagi yah." ucap reyga dengan santainya,yang membuat kinara mendongak dan menatap tajam suaminya.


"Ini udah hampir subuh ka rey,jangan macem macem deh." ucapnya sedikit geram.Namun bukannya mendengarkan keluhan istrinya,reyga melah menindih kembali tubuh istrinya dan mengungkungnya,sontak kinara terperanjat dengan aksi suaminya.


"Tenang saja sayang,aku ga minta macem macem ko,cuma satu kali lagi aja." ucapnya seraya tersenyum penuh hasrat,dan ketika kinara hendak mengeluarkan protesnya,bibirnya terlebih dulu dibungkam oleh bibir reyga.

__ADS_1


***


"Ra,tar pulang dari kampus kita makan bareng yah ada restoran seefood baru enak banget loh." ucap caca ketika sedang berdua dengan kinara diruang kelas. "elo sama mita aja deh ca,gue lagi males." jawab kinara yang masih fokus pada buku bukunya.


"Yaah elo ko gitu sih ra,gak seru kalo sama mita doang,kan lo tau sendiri mita kadang nyebelin dan suka marah-marah sama gue,kalo ada elo kan gue ada yang belain,mau yah pleasee.." caca terus merengek,dia sampe memohon dan mengatupkan kedua tangannya,membuat kinara menghela nafasnya pelan dan terpaksa mengangguk.


"Beneran ra,elo mau ikut." ucap caca lagi dengan wajah berbinar. "Iya,iyah atau mau gue batalin." jawab kinara sedikit terpaksa.


"Eh jangan dong ra,tapi beneran yah pulang dari kampus awas loh jangan kabur." ucap caca penuh dengan ancaman. "Iih apaan sih ca,emangnya gue buronan.." gumam kinara yang dibalas kekehan oleh caca.


"Nara,nara,nara.." tiba tiba saja mita menghampiri mereka dengan sedikit ngos ngosan karna tengah berlari. "Lo kenapa sih mit ngos ngosan gitu,dikejar setan lo" tanya caca asal. "Iya setannya itu elo." jawab mita tak kalah ketus,dan caca pun mengerucutkan bibirnya. "gue nanya serius juga." gumamnya dengan lirih,namun tak dihiraukan oleh mita,karna saat ini mita ingin fokus menyampakan kabar kepada kinara.


"Ra,elo udah tahu belom." ucapnya seraya mengambil bangku disamping kinara.


"Di depan ra,di depan lagi rame banget,soalnya ka celin masuk kampus lagi."


ucap mita sedikit terbata.


"Emang apanya yang aneh si mit,kalau ka celin masuk kampus kan dia emang kuliah disini." ucap caca yang masih belum paham.


Mitapun memutar bola matanya malas.


"elo kalo gak tau mendingan diem deh ca."

__ADS_1


dan lagi lagi caca hanya mengerucutkan bibirnya karna selalu dibentak oleh mita.


"Caca bener ko mit,emang kalo ka celin ke kampus kenapa? ga ada yang aneh kan" ucap kinara dengan ekspresi tenang,meskipun sejujurnya kinara lebih tahu apa yang akan disampaikan mita padanya. "Tuh dengerin mit,nara juga sependapat sama gue kan." jawab caca penuh dengan kemenangan.


"Iya gue tau ga ada yang aneh jika ka celin pergi ke kampus,karna dia kuliah disini itu emang bener.Tapi masalahnya ka celin sekarang pake kursi roda dan yang mendorong kursi rodanya itu ka reyga,si bambang rey nya elo ra." mita menjelaskan dengan penuh semangat agar kedua sahabatnya itu koneks dan paham.


"Ah serius lo mit ka celin pake kursi roda." tanya caca masih tak percaya,sementara kinara tetap diam tanpa ekspresi.


"Ya serius dong ca,masa gue ngarang.Tapi tunggu dulu deh,kelihatannya elo udah tau tentang hal ini yah ra..?" selidik mita karna melihat wajah kinara yang cukup tenang tanpa terkejut sedikitpun.


"Iyah,gue udah tau ko mit.Seminggu yang lalu ka celin mengalami kecelakaan dan kakinya mengalami patah tulang hingga divonis lumpuh oleh dokter." ucap kinara menjelaskan sementara mita dan caca nampak kompak dengan mulut menganga.


"Serius ra..ya ampuuun kasian banget ka celin ya ra." ucap caca dengan wajah simpatynya.


Namun mita berekspresi lain. "Jadi kalo ka celin lumpuh,itu artinya dia akan semakin bergantung sama bambang rey nya elo dong ra.Dan elo udah tau hal itu terus lo diem aja gitu." ucap mita sedikit tak terima jika sahabatnya akan dinomer duakan oleh pacarnya. "Iih mita ko ngomongnya gitu sih,ka celin kan lagi kena musibah harusnya kita itu berempati bukan malah menuduh." caca pun menyuarakan pendapatnya,namun kali ini mita tak meresponnya,dia terus meneliti wajah kinara yang sudah mulai terlihat tidak nyaman.


"Gue gak papa ko mit,ka reyga juga udah minta ijin sama gue,kalo selama ka celin belum pulih dia akan bantu ka celin dalam beraktifitas." kinara berbicara dengan tenang berusaha menutupi keresahan yang ada dihatinya. "Dan elo ijinin gitu aja,elo gak cemburu ra." tanya mita lagi penuh selidik,membuat kinara memaksa mengukir senyum dibibirnya.


"Ya enggak lah mit,ngapain juga gue cemburu,mereka kan udah sahabatan sejak kecil."


"Iya ka celin memang sahabat ka reyga sejak kecil,tapi sekarang mereka udah sama sama dewasa nara,dan perasaan seseorang itu bisa berubah.Mungkin ka rey masih menganggap ka celin itu sahabatnya,tapi bagaimana dengan ka celin sendiri..?apa lagi saat ini dia terlihat begitu bergantung pada ka reyga."


Dan kata kata mita barusan membuat hati kinara sedikit terusik,meskipun sejak awal kinara sudah menyadari akan hal itu namun tetap saja ketika ada orang lain yang berpendapat seperti itu hatinya merasa tidak nyaman,apalagi yang mengatakan hal itu adalah sahabatnya.Dan entah kenapa tiba tiba saja hatinya merasa sesak.

__ADS_1


*Bersambung..😊


__ADS_2