Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 68


__ADS_3

Sebulan telah berlalu,paska kematian sang ayah kini reyga mulai menata kembali kehidupannya,belenggu jeratan masalalu perlahan mulai surut dihempas waktu.Bagaimanapun juga dia harus bisa memaafkan dirinya sendiri agar bisa terbebas dari segala macam luka yang membuatnya nestapa.


Selama sebulan ini, reyga tengah memfokuskan dirinya untuk urusan perusahaan,Reyga juga sudah menyelesaikan sidang skripsinya,hingga tepatnya hari ini adalah hari acara wisudanya.


Reyga yang menggunakan stelan kemeja putih yang dipadupadakan celana hitam berbahan kain,juga jas hitam yang membalut tubuh kekarnya disertai dasi kupu-kupu yang bertengger disela kerah kemejanya membuat dirinya nampak terlihat semakin gagah dan tampan.



Dia duduk dibarisan depan dengan teman-temannya yang akan diwisuda pada hari itu juga.



Sementara kinara juga turut serta dalam acara wisudah suaminya.,dirinya memilih duduk dibarisan para keluarga yang ikut hadir menyaksikan putra putri mereka yang akan diwisudah pada hari ini.Kinara sendiri terlihat cantik dan mempesona dengan balutan dres berwarna putih,dengan rambut digerai dan sedikit hiasan jepit rambut disisi kirinya,serta aksesoris anting putih yang panjang dan menjuntai,membuat dirinya nampak semakin anggun dan cantik.



Marisyah yang ikut hadir dan duduk disamping sang menantu juga nampak anggun dan tak kalah cantik meski usianya sudah memasuki setengah abad,beliau tetap terlihat mempesona.



Setelah acara penyematan wisuda selsai,Reyga menghampiri kinara dan maminya.Dengan baju Toga kebesarannya marisyah memeluk putra semata wayangnya itu. "Selamat ya sayang,anak mamih sekarang sudah jadi sarjana,mami bangga padamu nak." Marisyah melerai pelukannya,menatap wajah putranya dengan rasa bangga.


"Makasih ya mih,karna selama ini mamih sudah mendidik dan membesarkan rey dengan baik.Rey bisa jadi sarjana seperti ini itu semua berkat mamih" Mendengar hal itu mata marisyah mulai basah,ada rasa haru yang menyelinap dihatinya,hingga ibu dan anak itupun berpelukan kembali.


Kinara yang melihat pemandangan itu,terus mengulas senyum turut berbahagia.Karna bagaimanapun dia ikut merasakan apa yang dirasakan sang ibu mertua.pastinya tidak mudah menjadi marisyah,dia harus membagi waktunya untuk bekerja dan mengurus reyga sendiri sejak kecil.Meskipun dia terkesan sebagai wanita karir yang gigih,namun kewajibannya sebagai seorang ibu tidak dia lupakan begitu saja.

__ADS_1


Setelah berpelukan dengan maminya, pandangan Reyga beralih pada istrinya,sejenak dia menatap kinara dengan lekat entah kenapa dimatanya semakin hari istrinya terlihat semakin cantik,hingga membuat reyga tak bisa berpaling barang sekejap pun dari istrinya.


Reyga melangkah mendekati kinara,dia kemudian menggenggam tangan istrinya dan mencium punggung tangan kinara lembut.Tentu saja hal itu membuat kinara tersipu malu karna banyaknya orang yang masih berlalu lalang disana.


"Ka rey.." ucap kinara pelan dengan rona merah dipipinya."Selamat ya ka rey,semoga ilmu yang ka reyga dapat bermanfaat."


"Ini juga semua berkatmu Nara,tanpa adanya kamu disampingku,mungkin aku takan bisa menjadi seperti ini.Berkatmu juga aku bisa mencapai titik ini.Kamu dan mamih adalah wanita terhebatku.." Cup' reyga kemudian mencium kening istrinya dengan penuh kasih,membuat wajah kinara semakin meronah merah karna dilihat oleh beberapa para mahasiswa yang ada didisana.


"Duh anak mantu mami ini so sweet banget sih,mami jadi ngiri deh.." tegur marisyah melihat kemesraan reyga dan kinara,membuat marisyah ikut berbahagia.Harus ia akui semenjak kinara hadir dikehidupan putranya,dia bisa melihat kembali senyum diwajah putranya yang sudah lama menghilang,dan berkat kinara juga reyga bisa melewati masa masa sulitnya,bahkan terbebas dari belenggu luka masalalunya.Dan semua itu berkat sosok wanita muda yang berparas ayu yang kini menjadi menantunya.


Ketika Reyga dan kinara tengah berpelukan hangat,tiba-tiba celin datang menyapa.Gadis itu juga tengah diwisuda hari ini,dia juga didampingi kedua orangtuanya.Seketika suasana menjadi tegang kala papanya celin,bertemu marisyah yang tak lain adalah wanita yang dulu pernah dicintainya.


"Congratulations ya rey.." ucap celin seraya mengulurkan tangannya.



Karna merasa canggung dan tak nyaman oleh tatapan papanya celin,Marisyah memilih pamit lebih dulu." Kalau gitu mami pergi duluan yah rey,soalnya masih ada pekerjaan yang harus mami urus." Reyga yang melihat maminya tidak nyaman,mengangguk mengiyakan.Padahal sejujurnya setelah acara selsai,reyga ingin mengajak kinara dan maminya makan siang bersama,tapi dia pun tidak bisa mencegah maminya pergi,karna suasana canggung yang terjadi antara maminya dan papanya celin.


"Celin,tante ucapin selamat yah,maaf tante ga bisa lama-lama,karna masih ada kerjaan yang mesti tante urus,jadi tante duluan yah..Mari jeng,mas hendra saya duluan." Marisyah ahirnya berlalu meninggalkan mereka.


"Selamat ya nak reyga,Kamu terlihat sangat tampan hari ini,kinara juga hari ini sangat cantik sekali,tante sampe pangling." ucap mamahnya celin yang dibalas ulasan senyum oleh kinara,sementara celin menatap dengan pandangan tidak sukanya.


"Selamat juga buat ka celin yah,ka celin hari ini juga cantik banget ko." mendengar hal itu celin mengulas senyum yang dipaksakan


"Thanks." jawabnya singkat.

__ADS_1


Melihat hal itu,reyga kemudian merengkuh pinggang istrinya."Kalau gitu kita juga permisi dulu yah,celin,Om dan tante,saya duluan." Namun baru saja reyga hendak melangkah,celin kembali memanggilnya."Tunggu rey.." otomatis reyga pun menghentikan langkahnya. "Ada apa cel."


"Nanti malam,elo hadir kan di acara pesta kelulusan kampus kita..?" sejenak reyga terdiam,kemudian dia mengangguk pelan.


"Kalo gitu tar malam jemput gue yah.." wajah celin berbinar ceria.


"Tapi gue ajak nara yah." sontak seketika wajah celin berubah dengan raut wajah tak suka.Namun dia mengangguk pelan."Oke gue tunggu yah rey.." ucapnya pelan,dan reyga pun berlalu sambil menggandeng tangan kinara,membuat hati celin semakin nestapa.


Padahal dulu,ketika awal memasuki gerbang kampus ini,Reyga menggenggam tangannya seraya mengatakan bahwa mereka akan selalu hersama dalam meraih cita-cita.Namun kenapa justru dihari kelulusan ini,reyga malah menggandeng tangan gadis lain.Hati celin sungguh sangat terluka,andai waktu bisa diputar kembali,dia ingin kembali ke masa masa itu,masa dimana reyga selalu mengutamakannya,selalu memperhatikannya,dan selalu ada untuknya.Tapi sekarang semua berubah ketika kinara masuk dalam kehidupan reyga,gadis itu telah merebut reyganya,membuat reyga semakin jauh dari dirinya.Mata celin berkaca kaca,tangannya menggenggam erat.Dia berjanji pada dirinya sendiri,bagaimanapun juga dia harus merebut reyganya kembali.


***


Sementara dalam perjalanan pulang.


"Ka rey,tar malam aku ga usah ikut yah..inikan acaranya kelulusan ka reyga,aku takutnya nanti ga nyaman berada disana,akukan ga terlalu kenal dengan teman-teman ka reyga."


Reyga yang tengah fokus mengemudi,mengalihkan pandangannya pada kinara."Kamu kan istriku,jadi sudah seharusnya kamu ikut."


"Tapi ka rey,banyak yang gak suka sama aku,aku takut kejadian seperti waktu ultahnya ka celin terulang lagi." Kinara masih ingat betul ketika pesta ulang tahun celin,dirinya hampir saja dipermalukan oleh anak-anak kampus yang mengidolakan reyga,sementara reyga waktu itu lebih memilih bergabung bersama teman temannya,dan meninggalkan kinara seorang diri.


Reyga kemudian menggenggam jemari istrinya,dia juga tidak lupa atas kejadian pestanya celin waktu itu,dan pantas jika kinara enggan bergabung kepesta nanti malam."Kamu ga usah takut nara,kali ini aku ga akan biarin seseorang menyakiti kamu,jadi malam ini kamu harus ikut denganku." Dan ahirnya kinara pun mengangguk pelan.Rasanya menolak pun percuma karna suaminya pasti akan terus memaksanya.


*Bersambung..😊


Hayooo kira2 cantikan mana nih kinara sama celin..?🤔

__ADS_1


kalau reyga mah jelas yang yang tersayangnya author..😅🤭


__ADS_2