
Aku pun menyantap habis makanan yang ada dihadapanku saat ini.
meletakan sendok setelah suapan terakirku tadi,dan meneguk segelas air putih.
sesaat aku melirik cowo tampan yang ada diseberang meja tepat dihadapanku.
Wajahnya tetap nampak datar dan tak berekspresi,seolah baru saja tak pernah terjadi apa-apa diantara kami.
Akupun menghembuskan nafasku pelan.
bagaimana bisa,dia bisa bersikap setenang itu,setalah beberapa waktu lalu dia hampir saja..?? ah rasanya aku benar-benar kesal dan ingin sekali menampar pipinya yang mulus itu.dan belum hilang rasa kesalku akibat ulahnya,aku dibikin shock lagi dengan pengakuan ka reyga,tentang seperti apa pertemuan kami yang pertama..!
Namun untuk yang kesekian kalinya,lagi dan lagi aku selalu saja memaafkan cowo yang statusnya hampir saja menjadi mantan pacarku itu.
meskipun dengan segala rasa kesal dan kecewa,tapi setelah mendengar semua penuturannya,rasanya aku juga tidak tega jika harus menghakimi sikapnya,meskipun itu jelas salah,bagaimana tidak..??!
jauh sebelum aku mengenalnya,ternyata dia sudah jauh mengenalku lebih dulu,dan parahnya dia hampir berbuat tidak senonoh terhadapku disaat aku sedang pingsan..!
benar-benar pria gila pekikku..!
dan rasanya aku begitu geram melihat wajahnya sekarang yang terlihat kalem,dengan tampang tak berdosa itu.
"huuuffft..!"
akupun mendengus kesal jika mengingat semua kejadian diluar nalar itu.
"masih marah..?"
reyga pun mengeluarkan suaranya,stelah kejadian beberapa adegan dewasa dikamarnya tadi,hinggga berujung dia yang tiba-tiba bersimpuh dihadapan gadisnya itu,memintanya agar untuk tetap disisinya,dan seperti biasa ahirnya sang gadis itu pun luluh kembali dan mau memaafkannya.hingga sekarang mereka berakir berada dimeja makan,memilih untuk memakan makanan yang sudah dipesan tadi,setelah drama yang menguras emosi jiwa dan raga,tentunya mereka sekarang merasa lelah dan lapar,hingga ahirnya menyantap makanan mereka masing-masing,dengan saling diam tenggelam dengan pikiran mereka sendiri.
"beneran nih masih marah..?"
ka reyga pun mengulangi pertanyaanya lagi.
Namun aku bersikap cuek dan mengabaikannya.Akupun berdiri sambil membereskan piring dan gelas bekas makan kami tadi,menumpuknya jadi satu dan membawanya kedapur,mengabaikan ka reyga yang ikut bangun dan mengekoriku dibelakang.
"Bukannya tadi kamu bilang mau maafin aku..?"
"berarti kita udah damai kan..?"
ucapnya lagi yang tiba-tiba berhenti ketika aku berbalik badan hampir bertabrakan dengannya.Aku pun menatap ka reyga tajam dan mendengus kesal.
"aku emang udah maafin ka rey,"
"tapi aku masih marah yah sama ka rey..!"
jawabku ketus,dan berbalik lagi menuju dapur,untuk mencuci piring.
sementara ka reyga,dia menatapku dari belakang dengan diam tak berbicara lagi.
"aku mau pulang."
ucapku setelah selsai mencuci piring dan merapikannya.
"sekarang udah hampir jam dua belas,udah tengah malam juga."
"apa gak sebaiknya nginep aja disini,besok pagi-pagi aku anterin pulang."
"hah..nginep..?"
"engga mau..!"
"pokoknya aku mau pulang..!"
"kalo ka reyga engga mau nganter ga papa,aku bisa pulang sendiri ko."ucap ku yang masih sedikit kesal..!
Gimana bisa,setelah kejadian tadi,lalu aku masih harus nginep di apartemennya,terus kalo libidonya naik lagi,bisa-bisa nanti aku dimakan olehnya..!ocehku dalam hati.
"hmm,ya udah aku anterin."
"tapi janji,kamu ga bakal marah lagi sama aku..?"
ucapnya sambil menggenggam tanganku,menatap mataku dalam.dan ahirnya aku mengangguk menyetujuinya.
***
aku melirik arlojiku yang menunjukan pukul 13 : 45 ,sudah sepuluh menit lebih aku duduk disebuah restoran mini yang tidak jauh dari kampusku.
aku pun mengaduk ngaduk orange juss yang ku pesan tadi,sambil sedikit sedikit meminumnya.dan dari arah pintu masuk,aku melihat seorang wanita paruh bayah dengan stailnya yang sudah tak diragukan lagi,karna meskipun usia nya yang hampir memasuki stengah abad,tapi wajahnya yang masih terlihat begitu fress nampak cantik dan elegan.diapun melambaikan tangan dan menuju meja tempatku duduk.
"maaf ya kinara sayang,tante agak telat,soalnya tadi ada pemotretan gaun rancangan tante yang terbaru buat fashion show minggu depan."
__ADS_1
ucap tante marisyah,seraya menggeser kursi dan duduk tepat didepanku.
"iya ga papa ko tan,"
"justru nara yang minta maaf,karna uda ganggu waktu tante."
ucapku seraya mengulas senyum.
"ga papa sayang,tante seneng ko kamu ngajakin tante ketemuan."
"oh iya,kamu udah pesen makanan belum..?"
"eemm belum ko tan,tadi nara baru pesen minum aja." jawabku lagi.
"ya udah kita pesenan makanan dulu yaa."
dan tante marisyah pun memanggil seorang pelayan,lalu memesan beberapa makanan.
sambil menuggu makanan datang,aku pun sedikit berbasa basi dengan tante marisyah untuk mencairkan suasana,sampai beberapa menit kemudian makanan yang dipesanpun datang,aku dan tante marisyahpun mulai memakannya sambil melanjutkan pembicaraan kami.
"jadi,ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan sama tante,nara?"
ucap tante marisyah,yang membuatku sedikit canggung dan bingung mau memulai pembicaraan dari mana..?
tadi pagi,aku memang sengaja menghubungi tante marisyah,dan memintanya untuk ketemuan siang hari ini,karna aku ingin membicarakan tetang apa yang ka reyga alami selama ini.namun setelah berhadapan dengan tante marisyah,aku justru bingung dan tidak tau harus memulai cerita dari mana.
"kinara,are you oke..?"
tanya tante marisyah yang membuyarkan lamunanku.
"oh,iya tan,aku baik-baik aja ko."
jawabku sedikit gugup.
"tapi tante perhatikan,kamu kayanya ga lagi baik-baik aja."
"apa kamu bertengkar lagi sama reyga ya..?"
"dia nyakitin kamu lagi..?"
tanya tante marisyah lagi dengan wajah yang sedikit serius.dan akupun hanya tersenyum kikuk lalu menghembuskan nafas pelan.
"nara,kamu sakit..?
aku pun mengerutkan kening bingung.
"sakit..??"
"enggak ko tan,nara sehat."
jawabku seraya mengulas senyum.
"loh,tapi itu..??"
tunjuk tante marisyah ke syal yang ku kalungkan di leher.
"kamu tumben,siang terik begini pake syal,apa coba kalo bukan lagi masuk angin."
dan lagi-lagi aku menghembuskan nafasku pelan,sambil merapikan syal yang kupakai dileherku.
"eemmm,nara ga papa ko tante,nara sehat."
ucapku perlahan,mencoba untuk menjelaskan.
"sebenarnya yang sakit itu,bukan nara tante,tapi ka reyga." ucapku pelan.
dan tante marisyah pun sedikit terkejut.
"reyga sakit..?"
"sakit apa dia..?"
"padahal,tante baru saja ketemu dia dua hari yang lalu,reyga sehat-sehat saja."
jawab tante marisyah.
"ka reyga,emang sehat tan."
"tapi jiwanya yang sakit."
ucapku kemudian,dan lagi-lagi tante marisyah sedikit bingung dengan pernyataanku.
__ADS_1
"maksud kamu,apa nara..? tante kurang paham."
kemudian akupun melepaskan syal yang melingkar dileherku,dan terpampanglah beberapa tanda merah dibagian leherku akibat dari ulah ka reyga semalam.
tentu saja tante marisyah pun terperanjat melihatnya,dia paham betul tanda apa yang ada dileherku.dan kini tante marisyah pun menggenggam tanganku.
"Apa reyga telah melakukannya padamu..?"
tanyanya ragu.dan aku pun mengangguk pelan.
"hampir tante." ucapku lagi.
dan,ahirnya akupun menceritakan semua tentang apa yang ka reyga alami selama ini,tentang apa yang dia alami sejak dia masih kecil,hingga dampak apa yang harus dia rasakan ketika menginjak dewasa.
dan akupun turut menceritakan kejadian diapartemen ka reyga semalam yang hampir saja memperkosaku.
dan setelah selsai menceritakan semuanya,aku melihat tante marisyah begitu shok sampai menutup mulutnya dengan kedua tanganya,matanya pun mulai berkaca-kaca.
"kenapa,reyga tak pernah menceritakan semua ini pada tante."
"kenapa,dia harus menanggung semua ini sendiri."
ucap tante marisyah dengan wajah penuh penyesalan.
akupun menggeser kursiku dan duduk lebih dekat disamping tante marisyah,menepuk bahunya pelan.
"ka reyga bilang,dia tidak ingin membuat tante cemas."
ucapku berusaha menenangkan tante marisyah yang sudah mulai meneteskan air matanya.
"ini semua salah tante nara."
"andai saja dulu tante tidak begitu egois terhadap keinginan tante,yang ingin menjadi perancang busana terkenal,tante pasti punya banyak waktu untuk menjaga dan merawat reyga."
"tante salah nara,tante egois,tante sudah gagal menjadi ibu.."
kini tante marisyah makin terisak.
"engga tante,tante jangan bicara seperti itu."
"ka reyga itu sayang banget sama tante,makanya dia rela menahan semua ini sendiri."
"awalnya,aku juga sama terkejutnya tante,tapi aku berusaha untuk memahami ka reyga."
"kita masih punya waktu untuk mengobati ka reyga,supaya sembuh."
"tapi bagaimana caranya nara..?"
tanya tante marisyah yang mulai sedikit tenang dan mengusap air matanya.
"kita bisa bawa ka reyga ke tempat teraphi tante,atau Dokter pskiater."
ucapku menyarankan.
"iya,kamu benar nara."
"tante mau reyganya tante sembuh."
"apapun akan tante lakukan untuk menebus semua kesalahan tante dimasa lalu,yang membuat reyga jadi seperti ini."
"iya tante, kita sama-sama bantu ka reyga supaya bisa sembuh."
"dan yang terpenting saat ini adalah,kita harus bantu ka reyga untuk bisa mengontrol emosinya kalo lagi marah."
"karna itu yang akan memicu libidonya naik,dan membuatnya merasa kesakitan sendiri ."
Tante marisyah kini menggenggam tanganku lagi, dia mengelus pucuk kepalaku pelan.
"reyga ga salah,milih kamu sebagai pacarnya."
"kamu benar-benar gadis yang luar biasa kinara."
"kamu tulus,kamu sabar ngadepin reyganya tante."
"makasih ya nara,sudah mau bersabar menjadi pacarnya anak tante."
dan ahirnya aku dan tante marisyah pun berpelukan haru.haru karna mencintai orang yang sama,meskipun yang satu mencintai sebagai ibu,dan satunya lagi mencintai karna memang benar-benar cinta.
hingga tak perduli seburuk apapun perilaku orang itu,sepahit apapun masalalunya,bahkan meskipun cintanya tak pernah ada untukku.Namun bagiku,aku mencintainya seperti aku bernafas.
*Bersambung..😊
__ADS_1
Likenya mana nih,ko sepi..??🤔😥
autor jadi sedih nih..😔😔