Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 29


__ADS_3

Reyga memarkirkan mobilnya,pada sebuah halaman klinik umum yang terdapat plang nama "dr.ilham,Sp.KJ."


seketika Dahinya berkerut bingung.


"kita ngapain kesini mih..?"


"mami sakit..?"


tanyanya singkat,dia masih tidak paham kenapa tiba-tiba maminya minta dianterin kesini,apalagi stelah melihat plang nama dokter kejiwaan,reyga seketika merasa apa maminya mengalami depresi hingga menyuruhnya untuk diantar kesini.


"mami ada perlu sama dr.ilham temen deket mami waktu masih kuliah dulu."


ucap marisyah mencoba berbohong pada putranya.karna kalau dia mengatakan yang sejujurnya,takutnya reyga akan tersinggung dan menolak,jadilah dia membuat alasan klasik macam itu.


"ya udah yuk turun."


ajak marisyah pada putranya,yang diangguki oleh reyga,dan setelah beberapa menit menunggu diruang tunggu,tibalah seorang perawat memanggil mereka menyuru masuk untuk menemui dokter.


"mami aja deh yang masuk,kan mami yang ada perlu,rey tunggu disini aja."


"loh ko gitu rey,kamu juga ikut masuk yaa temenin mami,skalian mami mau kenalin kamu sama dr.ilham temen mami itu."


kilah marisya mencoba merayu reyga untuk ikut masuk bersamanya.dan lagi-lagi reyga terpaksa mengikuti kemauan maminya.


"Halo dok,selamat siang."


ucap marisyah menyapa sang dokter,ketika mereka sudah berada diruang dokter."


"Selamat siang marisyah,mari silakan duduk."


"terima kasih dok."


"panggil ilham saja dong ris,kaya sama siapa aja,kitakan teman."


"ah kamu kan sekarang dokter,ga enak juga dong kalo cuma panggil nama."


balas marisyah sembari tersenyum.


"oh iya,ngomong-ngomong dia putramu..?"


tanya dokter ilham seraya menatap reyga,yang sedari tadi berdiri disamping pintu dengan wajah cuek.


"eh iya dok,ini putraku yang aku ceritain kemarin,namanya reyga.


"rey,sini dong duduk."


panggil marisyah pada reyga,menyuruhnya untuk duduk dikursi sebelahnya,dan reyga pun langsung menurut dan kini duduk disebelah maminya.


"rey,kenalin ini dr.ilham temen mami waktu kuliyah dulu."


Reyga pun mengangguk hormat,dan menyalami sang dokter."


"Reyga.."


ucapnya sambil berjabat tangan dengan sang dokter.


"waah nak reyga ini ganteng yah,persis kaya maminya waktu kuliah dulu,cantik."


ucap dokter ilham memuji,dan seketika marisyah pun tersenyum tersipu malu,sementara reyga hanya tersenyum yang dipaksakan.


"ah,kamu bisa aja dok."


ucap marisyah kemudian.


"jadi bagaimana ris,apa kita bisa mulai sekarang."


tanya dokter ilham pada marisyah yang disetujuinya dengan anggukan pelan.


"okey,kita mulai ya.."


"jadi begini nak reyga,risyah mamimu sudah menceritakan semuanya pada om,sekarang giliran kamu,kamu bisa pelan-pelan sedikit menceritakan tentang pengalaman apa saja yang tidak mengenakan yang kamu alami selama ini."


ucap dokter ilham menjelaskan,dan memulai bertanya pada reyga.Namun reyga tiba-tiba merasa bingung dan tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan sang dokter.


"maaf dok,maksud dokter apa ya..? saya tidak paham."


"begini nak reyga,barang kali nak reyga punya pengalaman buruk tetang masa kecil nak reyga,yang membuat nak reyga trauma,yang membuat nak reyga seketika emosi bila mengingat kejadian itu,nak reyga bisa pelan-pelan ceritakan pada saya."


ucap sang dokter seraya mengulas senyum,dan kali ini reyga mulai paham apa maksud dari pertanyaan sang dokter,dan tujuan maminya mengajaknya kesini.


rayga menatap maminya tajam,seolah meminta penjelasan pada marisyah,sehingga mau tak mau marisyah pun harus menjelaskan tujuannya membawa reyga menemui dokter ilham.


"rey,maafin mami yah,mami ajak kamu kesini supaya kamu bisa konsultasi sama dokter ilham."


ucap marisyah seraya memegang tangan reyga.


"maksud mami..?"


"mami pikir reyga sakit..?"


"mami pikir reyga gila..?"


"sampai-sampai harus dibawa kedokter spesialis kejiwaan."


ucap reyga parau,dan dia sama sekali tidak mau menatap maminya.

__ADS_1


"bukan begitu rey,mami..mami sudah tau semuanya dari kinara,dan mami pengen kamu sembuh rey."


ucap marisyah yang mulai tertahan.Namun tiba-saja reyga bangun berdiri.


"maaf dok,saya harus pergi,permisi."


ucapnya singkat,membungkuk hormat lalu berlalu meninggalkan ruangan dokter.


"rey tunggu.."


seketika dokter memegang tangan marisyah.


"ris,kamu ga memberi tahunya lebih dulu tujuanmu membawanya kesini..?"


dan marisyah pun hanya menggeleng,hingga ahirnya sang dokterpun hanya menarik nafas pelan.


"harusnya kamu ceritain sejak awal,tujuanmu mengajaknya kesini."


"dengan begitu,reyga tak akan terkejut seperti ini."


"dia merasa dijebak olehmu,dia merasa kalau kamu tidak percaya akan dirinya."


"tapi dok,kalau reyga tau tujuanku membawanya kesini,dia pasti akan menolaknya."


ucap marisyah dengan raut wajah yang sedih.


"tapi untuk kasus yang dialami reyga,kita tidak bisa memaksanya untuk menceritakan apa yang dia alami,karna dia merasa itu adalah kelemahannya,itu adalah aib untuknya."


ucap dokter ilham berusaha menjelaskan.


"lalu aku harus gimana dok..?"


"saya cuma ingin reyga sembuh,tanpa harus dibayang-bayangi masa kecilnya yang kelam."


"risyah,kamu adalah ibunya,orang yang melahirkannya,cobalah untuk memahami apa yang reyga mau,dan cobalah bicara dari hati ke hati."


"saya akan mencobanya lagi dok."


ucapnya kemudian seraya bangkit dari duduknya.


"kalo gitu,saya permisi dulu,terimakasih yah atas waktunya." ucapnya pamit.


dan dokter ilhampun mengangguk pelan seraya tersenyum.


"kalo ada apa-apa hubungi saya,jangan sungkan-sungkan ya ris."


Marisyah pun mengangguk tersenyum tipis,lalu berlalu dari ruangan itu.


marisyah kini berjalan lunglai melewati koridor klinik tersebut pikirannya terus berkecamuk tentang reyga,hingga setelah dia sampai dihalaman parkir,marisyah terkejut karna melihat mobil reyga masih terparkir disana,lalu kemudian diapun segera menyusul berharap putranya masih ada disana.dan benar saja reyga berada didalam mobilnya,dia duduk bersandar dibelakang kemudi dengan mesin mobil dibiarkan menyala.


"rey,kamu marah yah sama mami..?"


"mami minta maaf,jika tujuan mami membawamu kesini membuatmu tersinggung dan marah."


"mami banyak salah sama kamu rey,sampai sampai mami tidak perna tau apa yang kamu alami selama ini."


ucap marisyah dengan bibir bergetar menahan segala kesedihan,mengingat apa yang dialami putranya disebabkan karna kelalaiannya sebagai seorang ibu.


"mami gak perlu bawa rey ketempat kaya gini mih,reyga baik-baik aja,reyga tidak mengalami kejiwaan."


ucap reyga dengan wajah yang datar,masih tidak mau menatap maminya.


"tapi rey,kamu kan bisa cerita ke dokter, konsultasi padanya,mungkin saja kamu bisa sembuh dengan terapi."


ucap marisyah menjelaskan pada putranya.Namun reyga hanya tersenyum sinis menanggapinya.


"heh.."


"terapi..?"


"mami pikir dengan terapi aku bisa sembuh..?"


"enggak mih..!"


"perbuatan papih selalu terngiang ngiang berputar putar dikepalaku,ketika aku merasa emosi."


"dan apa mami tau..? aku sampai harus mengonsumsi obat penenang agar bisa mengendalikan hasratku yang tiba-tiba meninggi,dan itu sangat sakit mih..!"


ucap reyga parau dan nanar.


marisyah mulai berkaca kaca,merasa betapa selama ini,dia menjadi ibu yang tidak berguna untuk putra semata wayangnya.


"maafin mami rey.."


cuma itu yang keluar dari mulutnya seraya menahan air mata yang hendak menetes dipipinya.seketika suasana hening,reyga terdiam berusaha menahan amarahnya,sementara marisyah dia terus menerus merasa bersalah pada puteranya.


"mami cuma pengen kamu sembuh rey,apapun akan mami lakukan untuk menebus semua kesalahan mami di masa lalu,yang menyebabkan kamu mengalami semua ini."


"kita bisa cari dokter spesialis yang terbaik,kalo kamu mau..?"


"dan kalo kamu merasa tidak nyaman,kita bisa memanggil dokter itu ketempat kita."


ucap marisyah mencoba menyakinkan reyga agar mau menerima sarannya.Namun lagi-kagi reyga menggeleng menolak.


"rey,engga butuh dokter mih."

__ADS_1


jawabnya pelan.


"tapi kamu harus diobati rey,supaya sembuh dan tidak tergantung oleh obat-obatan penenang itu."


"karna jika kamu mengonsumsi obat itu terus menerus,dokter ilham bilang itu akan mempengaruhi tingkat kesuburan kamu."


ucap marisyah dengan getir.


kini reyga pun menatap maminya dalam,menggenggam tangan wanita yang sudah melahirkan dan membesarkannya itu.


meskipun dahulu wanita itu begitu ambusius terhadap karirnya hingga dia lalai akan tugasnya sebagai seorang ibu.Namun dari sorot matanya reyga bisa melihat dengan jelas,wajah paruh baya yang masih nampak cantik dihadapannya saat ini,tengah menyesali semua kesalahannya dimasa lalu,dan reygapun tau bahwa wanita dihadapannya saat ini,adalah wanita yang begitu sangat menyayangi putranya,yakni dirinya sendiri.


"kalau mami mau reyga sembuh,rey sudah tau obatnya."


ucap reyga pelan masih menatap maminya.


kening marisyah pun berkerut bingung.


"apa rey..?"


"apa itu mahal,berapapun mamih sanggup."


ucap marisyah lagi.sementara reyga hanya menggeleng pelan.


"bukan obat yang dibeli mih."


ucap reyga lagi.


"lalu apa rey..?"


marisyah pun semakin penasaran.dan reyga hanya menghembuskan nafas pelan sambil kembali menatap kedepan.


"reyga ga butuh obat mih."


"kalo mamih mau reyga sembuh dan normal,cuma satu obatnya."


"Nikahin reyga sama kinara..!"


"apa..?"


ucap marisyah terkejut,


"rey pernikahan bukanlah suatu hal yang main-main."


ucap marisyah lagi.


"iya,reyga tau,tapi cuma itu yang bisa buat reyga sembuh mih."


"reyga harus punya pendamping,sehingga reyga tidak perlu lagi mengonsumsi obat penenang,karna jalan satu-satunya reyga butuh menyalurkannya."


"tapi rey itu sama saja,artinya kamu menikahi kinara,hanya untuk menjadikan dia sebagai tempat pelampiasan hasrat kamu,dia akan semakin terluka nak."


ucap marisyah mencoba memberi pengertian pada puteranya.


"reyga tau mih,tapi reyga tidak mau yang lainnya,reyga cuma mau kinara."


ucapnya sekali lagi menegaskan,sementara marisyah menghela nafas berat.


"tapi kalian masih terlalu mudah rey,kamu yakin kinara akan bersedia dengan semua rencanamu ini..?"


"mami rasa tidak semudah itu rey,bagaimanapun kinara juga berhak memiliki cita-cita dalam kehidupannya sendiri,jangan sampai dia terpenjara hanya karna menikah denganmu."


ucap marisyah seraya mengenang masa lalunya,yang terpaksa menikahi papihnya reyga karna dijodohkan orangtua,apalagi waktu itu dirinya belum siap menjadi seorang istri sekaligus seorang ibu diusianya masih muda,dan saat itu juga dirinya mempunyai cita-cita ingin menjadi perancang busana terkenal,hingga terjadilah perceraian itu yang menjadikan reyga sebagai korban atas kesalahannya dimasa lalu.dan sekarang dia tidak ingin kinara mengalami hal yang sama seperti dirinya,yang harus terpaksa menikahi putranya yang sakit.


"kalau gitu,mami bantu reyga buat yakinin kinara,kalau rey serius sama dia,rey cuma pengen kinara selalu ada disamping reyga."


ucap reyga memohon pada maminya.


"okeh,mami akan bantu kamu,tapi sebelumnya kamu jawab dulu pertanyaan mamih."


"apa..?" tanya reyga menatap marisyah.


"apa kamu mencintai kinara..?"


ucap marisyah tiba-tiba,dan seketika hening,reyga terdiam tak menjawab,pandangannya lurus menatap kedepan..


"rey..kamu begitu menginginkan kinara berada disamping kamu,itu artinya kamu sudah mencintainya kan..?"


tanya marisyah mengulangi.


Reygapun menghembuskan nafasnya pelan,lalu perlahan mengangguk.


"iyah mih..."


*Bersambung..😊


hay..maaf ya baru bisa Up lagi..🙏


udah tiga hari ini autor sakit mata nih..😥


jadi mesti kurangin kontak Hp dulu,tapi hari ini sebisa mungkin autor Up nyicil yaa..


jadi mohon like dan dukungannya terus,supaya autor tetep smanget nih..💪☺️


abisnya kalo lihat like autor sedih guys..🥺🥺udah berapa episod like nya ga nyampe 100k kan jadi mewek autornya..☹☹😢

__ADS_1


__ADS_2