
Reyga memasuki kantin,kala kinara dan yang lainnya masih asik menikmati makanannya sesekali saling bercerita,begitu juga devano yang masih setia menjawab pertanyaan dari caca dan mita,namun tatapan matanya malah lebih fokus kearah kinara.
Mita menyikut lengan kinara,kala matanya melihat reyga dan doni yang berjalan mendekat ke arah mereka.
"Ra,lihat tuh bambang rey lagi menuju kesini." bisiknya pelan,mendengar hal itu kinara pun mengedarkan pandangannya,dan benar saja reyga sedang berjalan ke arah mejanya,senyum kinara pun mengembang.
Namun saat kinara akan menyapa pria tampannya itu,reyga malah terlihat cuek dengan raut wajah datarnya.Dia hanya menatap kinara dan teman-temannya sebentar lalu melewati mereka begitu saja tanpa menyapa atau bahkan tersenyum.Reyga justru memilih duduk dibangku yang agak pojokan namun cukup dekat dengan tempat kinara berada.
"Tuh orang kenapa sih..sikapnya jadi berubah 180°..?? tadi pagi aja dirumah semanis madu,sekarang pahitnya malah ngelebihi empedu.."
Kinara melengos kala reyga mengabaikannya,dia bertanya tanya dalam hatinya sendiri,dan bergumam sendiri bahwasanya sepertinya reyga sudah kembali ke sikapnya seperti awal,dan mungkin apa yang mereka lalui semalam dan tadi pagi hanyalah momen kebahagiaan sesaat karna suasana pengantin baru.
"Rey,lo napa sih,kinara itu nyapa kita dan senyum ko lo cuek gitu ama cewe elo,lagi marahan lo ama dia.." tanya doni yang merasa ada yang aneh dengan sahabatnya.Namun tetap saja reyga tampak cuek dan mengabaikan pertanyaan doni,dia malah asik meminum oren jus nya.
"Eh kampret gue nanya,malah lo cuekin.." doni mendengus kesal.
"Suruh siapa lo jadi orang suka keppo.." ujar reyga tanpa menatap doni dan masih asik meminum oren jus nya.
"Ah sialan lo,gue cuma kasian aja tuh ama cewe elo,punya pacar manusia kutub kaya elo.." balas doni dengan nada sengit,namun reyga malah kembali mengabaikannya.
Kinara yang berada tidak jauh dari meja reyga berada,merasa sedikit tidak nyaman,karna sejak tadi suaminya itu bersikap cuek dan memasang wajah datar.Kinara benar-benar tidak mengerti kenapa sikap reyga bisa secepat itu berubah.
"Oh iya guys,gue duluan yah ke kelas kalian habisin aja dulu sarapannya." ucap kinara searaya bangun dan berdiri,namun tiba-tiba devano juga malah ikut bangun dan berdiri.
"Gue juga duluan yah temen-temen,nara kita bareng yah,kelas kita kan searah.." ucap pria itu dengan senyum manisnya,membuat kinara tampak kikuk takut-takut reyga salah sangka.Namun saat kinara berusaha menatap ke arah reyga,pria tampannya itu justru bersikap acuh dengan wajah cueknya.
"Ya udah devan ayo.." ahirnya kinara menerima ajakan devan,pasalnya dia sudah merasa kesal melihat reyga sedari tadi mengabaikannya.
"Devan,ko duluan sih,nanti aja bareng gue ke kelasnya.." ucap caca sedikit merajuk dan caper.
__ADS_1
"Sorry ca,gue ada tugas yang belom kelar dikerjain,jadi gue duluan yah,ayok nara.." dan caca pun hanya mengerucutkan bibirnya melihat devan dan kinara berlalu meninggalkan kantin,sementara mita hanya terkekeh geli.
"Emang enak ca.." goda mita,yang membuat caca melotot kesal dan buru-buru menghabiskan sarapannya.
"Nah loh,lihat tuh rey cewe lo pergi kan ama cowo lain..??elo nya sih jadi cowo ga peka super cuek gitu,gue sumpahin lo,kinara selingkuh,dan kalo gue jadi kinara juga bakalan gue tinggalin model pacar kaya elo.." cerocos doni tanpa filter yang kali ini mendapat tatapan tajam dari reyga.Melihat itu doni pun seketika menciut..
"Aduh nih mulut suka banget kebablasan.." gumamnya yang tak berani lagi menatap wajah sahabatnya.
Sementara kinara dan devano berjalan beriringan dengan saling diam,kinara sendiri berkelut dengan fikirannya memikirkan sikap reyga yang tiba-tiba cuek padanya.Sadangkan devan,pria itu justru sedang mencari kata yang tepat untuk berbicara dengan gadis manis disampingnya.
"Oh iya ra,gue boleh minta nomer Hp elo ga..?" tiba-tiba kata itu yang keluar dari mulutnya,membuat kinara seketika menghentikan langkahnya dan menatapnya dengan heran.
"Buat apa dev..?" pasalnya mereka baru saling kenal,jadi untuk apa kiranya devan meminta nomer Hp nya.
"Ya engga buat apa-apa sih,disini kan gue masih baru,dikota ini juga gue masih asing karna baru pindah minggu ini,jadi gue belum punya cukup banyak teman,kali aja kapan-kapan gue butuh bantuan elo,kan gue bisa hubungin elo.." ucap devan menjelaskan dengan sedikit gugup.
"Ya udah,sinih Hp lo.." ucap kinara kemudian,dan setelah devan menyerahkan Hp nya,kinara pun mengetikan beberapa angka nomer Hp nya.
"Kalo itu gue duluan ke kelas ya dev.."
"iya ra,thanks yah.." balas devan sambil menyunggingkan senyum hingga kinara berlalu dari hadapannya.
"Baru kali ini,gue ketemu ama gadis yang cantik dan semanis elo ra.." gumam devan dalam hati.
Sejak pertama kali bertemu dengan kinara,ditoilet plaza mall saat mereka berdua tak sengaja bertabrakan karna sama-sama buru-buru,sejak saat itu devan merasa tertarik pada gadis cantik yang berambut panjang dan berbola mata indah,apalagi ketika melihat senyum kinara yang manis,devan benar-benar terpesona pada pandangan pertama.Dan yang membuat devan tampak bahagia ternyata gadis itu kuliah ditempat yang sama dikampus barunya.
***
Kinara tengah berjalan menuju kelasnya,namun tiba-tiba dia menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Tunggu dulu,sebentar lagi kan ada kelas,mendingan gue ke toilet dulu deh,buat nambahin fondasion dibagian leher gue,tadi aja masih kelihatan oleh mita,jangan sampe anak-anak yang lain juga ikutan curiga.." gumam kinara dalam hati,lalu dia pun melangkah menuju toilet.
Dan ketika kinara sudah sampai di depan toilet kampus,tiba-tiba ada tangan yang menariknya dan langsung membekap mulutnya,dia menyudutkan kinara kesudut tembok yang nampak sepi.Kinara pun seketika membelalakan matanya melihat siapa yang tengah membekap mulutnya.
"Kenapa mau protes..??" ucap pria itu dengan wajah dinginnya seraya melepaskan tangannya dari mulut kinara.
Kinara masih mengatur nafas dan detak jantungnya yang sejak tadi sedikit syok dan tegang.Dia tidak habis pikir dengan apa yang tengah dilakukan pria itu yang tak lain adalah reyga suaminya.
"Ka rey apa apa an sih..! buat aku jantungan aja.!" protesnya mencebik kesal,namun reyga justru tak mempedulikan protes istrinya,dia justru semakin menyudutkan tubuh kinara ketembok dan memeluk erat pinggang istrinya.Sontak membuat kinara kembali membelalakan matanya melihat tingkah aneh suami.
"Ka-ka rey mau apa..? jangan macem-macem yah ka ini kampus.." ucap kinara sedikit tegang karna reyga semakin merapat ketubuhnya,tatapan pria itu sangat sulit diartikan.
"Ka rey,lepasiin..Nanti kalau ada anak-anak yang lihat gimana." bisik kinara pelan sambil sedikit meronta,namun bukannya melepaskan reyga malah menarik tengkuk istrinya dan mendarat kan bibirnya dibibir kinara,membuat kinara membulatkan matanya dan sangat terkejut.
Kinara memukul pelan bahu suaminya,agar melepaskan ciumannya,namun sebaliknya reyga malah kian memperdalam ciumannya,membuat kinara sedikit kesulitan untuk bernafas.
Reyga terus memagut bibir istrinya tanpa henti,sampai ketika menyadari istrinya kesulitan untuk bernafas,barulah dia melepaskan ciumannya.
Nafas kinara tersenggal,dia menghirup udara sebanyak banyaknya,dia benar benar tidak habis pikir dengan tingkah mesum suaminya itu,tadi saja waktu dikantin reyga bersikap super dingin dan cuek,bahkan mereka seperti orang asing yang tak mempunyai hubungan apapun.Tapi sekarang kenapa tiba-tiba reyga malah menciumnya sampai kinara tidak bisa bernafas.'Benar-benar pria aneh..' pekiknya.
Reyga kembali merapat ketubuh istrinya,pria itu bahkan tidak mempedulikan tatapan protes istrinya,dia terus menyapu leher jenjang sang istri dan memberi beberapa kecupan lembut disana,membuat kinara seketika menegang dan memejamkan matanya.
Namun ketika sedang menikmati sentuhan lembut reyga,kinara tersadar bahwa saat ini mereka tengah berada dikampus,apa jadinya jika ada yang melihat mereka berdua dengan pisisi seperti ini.Dan mau tidak mau kinara pun perlahan mendorong bahu reyga yang membuat pria itu menatapnya tajam.
"Ka rey please ini kampus,aku takut kalo ada yang sampai mergokin kita,aku benar-benar tidak nyaman.." ucap kinara pelan agar suaminya tidak tersinggung.
"Tentu saja kamu merasa tidak nyaman jika bersama ku,tapi sebaliknya kamu justru merasa nyaman dekat pria asing.." ucap reyga dengan sinis,membuat kinara mengerutkan keningnya merasa bingung.
"Maksud ka reyga apa..??" tanyanya masih tidak paham,namun reyga malah kembali membungkam bibir istrinya dan kembali menciumnya dalam..
__ADS_1
*Bersambung..😊