Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 50


__ADS_3

Kinara tersadar ketika reyga terus menciumnya begitu dalam,ini bukanlah ciuman seperti biasanya tapi ciuman reyga seolah menuntut lebih.Apa mungkin reyga mengalami tekanan itu lagi..?tapi apa yang memicu emosinya sehingga membuat libido reyga kembali naik.


Kinara terus bergelut dengan pikirannya sampai ahirnya reyga melepaskan pagutannya,dia menyatukan keningnya dengan kening kinara,dengan nafas sedikit tersenggal dan menatap kinara dengan tatapan berkabut.


"Ka rey.."


"Aku menginginkannya.." ucap reyga memotong kata-kata yang akan diucapkan kinara.


"Tapi ka rey tidak disini,ini kampus.."


"Kalau begitu kita pulang ke apartemen.." ucap reyga masih dengan tatapan yang sama.


"Tapi ka rey,bentar lagi aku ada kelas,ka reyga bisa tunggu bentar kan,sekitar satu jaman lagi ko enggak lama.." ucap kinara seraya menangkup wajah suaminya,berharap suaminya bisa mengendalikan hasratnya yang telah bangkit.


"Okeh,nanti aku tunggu diparkiran.." ucap reyga tanpa ekspresi,kemudian sedikit mundur dari tubuh istrinya,dan berlalu meninggalkan kinara yang masih mematung.


Kinara sendiri merasa tidak mengerti dengan perubahan sikap suaminya,apa yang memicu emosi suaminya sehingga reyga kembali mengalami tekanan itu.Namun disisi lain hati kinara sedikit menceleos,menyadari jika untuk hal inilah reyga menikahinya..


Waktu terus bergulir,kinara terus melihat jam yang melingkar ditangannya,dia merasa resah dan tidak tenang.Sementara pak dosen masih saja terus menjelaskan materi kelas hari ini.


"Ra,elo kenapa sih dari tadi kaya gak konsen gitu..ada masalah..?" bisik mita tepat ditelinganya.Pasalnya sejak tadi dia memperhatikan kinara seperti sedang resah.


Sementara kinara hanya menyunggingkan senyum yang dipaksakan.


"Gue gak papa ko mit.." kilahnya berbohong.


"Tapi dari tadi elo kaya gelisah gitu.." tutur mita lagi,karna menangkap raut berbeda dari sahabatnya.


"Beneran gue gak papa ko mit." ucap kinara lagi mencoba menyakinkan mita,meskipun benar adanya dia tengah gelisah,takut reyga berbuat yang aneh-aneh lagi.


Dan ahirnya jam kuliah pertama sudah selsai,kinara buru-buru membereskan bukunya dan memasukannya kedalam tas.


"Mit,ca,gue cabut duluan yaah.." ucap kinara seraya bangun berdiri.


"Eh ra,elo mau kemana buru buru amat,kita kan masih ada kelas susudah jam makan siang.."


"Gue ada urusan bentar mit,nanti gue pinjem salinan elo aja yah.."


"Tapi ra.." belum selsai mita menyelsaikan kalimatnya,kinara sudah melesat berlari keluar kelas,membuat mita geleng geleng kepala.


"Kinara kenapa sih mit..?ko tiba-tiba cabut gitu.." tanya caca kebingungan.


"Gue juga gak tau ca,dari tadi dia kaya gelisah gitu.." jawab mita yang sama bingungnya dengan caca.

__ADS_1


***


Kinara kini tengah terlelap dibawah selimut,setelah beberapa jam dia bergelut panas melayani suaminya,namun entah kenapa hasrat reyga tak pernah padam ketika mereka selsai melakukannya reyga selalu meminta lagi,hingga membuat kinara kelelahan dan memilih untuk tidur.


Lain halnya dengan reyga,dia masih memeluk erat tubuh polos istrinya dari belakang,dan sesekali mendusel dusel diceruk leher sang istri yang tertidur memunggunginya.


"Ka rey,udah dong aku cape banget nih.." ucap kinara pelan dan masih memejamkan matanya.


"Kamu enggak laper langsung tidur gitu.." bisik reyga ditelinga istrinya,sementara tangannya terus meraba sana sinih,membuat kinara sedikit risih hingga ahirnya membuka mata dan berbalik menghadap reyga.


"Ka reyga sayang,suamiku tercinta,aku gak mau makan atau apa pun,jadi pleasee..ijinin aku buat istirahat dulu bentar aja yah,aku tuh cape banget tau,dari semalam digempur terus,badan aku rasanya tulangnya udah mau patah semua.." ucap kinara memelas seraya mengerucutkan bibirnya,membuat reyga yang melihatnya sedikit tergelak.


"Ih malah senyum gak jelas,tadi aja dikampus nyeremin,nyebelin,sekarang giliran udah dapet jatah,puas banget tuh muka.." gerutu kinara dalam hati.


"Makannya,kalau gak mau dihukum kaya tadi,jangan bikin kesel suami.." ucap reyga datar seraya menoel hidung mancung istrinya.Dan kinara pun mengerutkan keningnya merasa bingung,dia sedikit bangkit dan terduduk sambil memegang erat selimutnya menutupi tubuh polosnya sampai diatas dada.


"Emang siapa yang bikin kesel..?" tanya kinara ambigu.


"Kamu.."


"Ko aku sih..?emang aku salah apa..?" masih bertanya tanya tak paham.


"Kalau gitu sinih Hp kamu..?" ucap reyga tiba-tiba meminta Hp kinara.


"Hp ku ada di dalam tas.." jawab kinara sambil mengedarkan pandangannya dan berhenti ketika melihat tasnya yang tergeletak diatas sofa.


"Ka rey..." panggil kinara sedikit histeris,melihat suaminya turun dari ranjang dalam keadaan polos tak mengenakan apa-apa.


"Ka rey pake dulu dong bajunya ih.." kinara pun menutup wajahnya dengan selimut,membuat reyga sedikit terkekeh.


"Kenapa mesti ditutup,bukan udah lihat semuanya,malah tadi ke enakan waktu masih dibawahku.." ucap reyga seraya memakai boksernya.Namun kinara justru mendengus kesal dibalik selimut..


"Dasar pria mesum,kalo ngomong gak pake filter dulu.." gerutunya dibalik selimut.


Dan tak butuh waktu lama,reyga sudah kembali diatas ranjang sambil membawa ponsel kinara.


"Ka rey mau ngapain sih,minjem Hp aku.."


Tanya kinara bingung sambil menatap heran suaminya,namun bukannya menjawab reyga malah membuka ponsel kinara,dan mengambil kartu simcardnya dan langsung mematahkannya menjadi dua,sontak kinara pun membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dilakukan suaminya.


"Ko simcardnya dipatahin sih ka rey.." ucap kinara sedikit kesal.


"Biarin,suruh siapa ngasih-ngasih nomer kesembarang orang." ucap reyga datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Ngasih nomer ke sembarang orang..? maksud ka rey gimana. sih..?" kinara pun mengulangi kalimat yang diucapkan suaminya.


"Lupa..?! bukannya tadi pagi kamu habis kenalan sama anak baru dikampus kita..? sampe peke senyum-senyum segala,dan kasih nomer kamu dengan mudahnya,lupa apa udah punya suami.." ucap reyga dengan nada sinis dan wajah yang datar.


Sementara kinara masih terdiam mencoba mencerna apa yang diucaokan suaminya,sampai ahirnya kinara justru tergelak dan menutupi wajahnya yang tengah menahan tawa.


"Oh bagus,sekarang udah berani ngetawain suami yah..bukannya minta maaf.." masih dengan ekspresi kesal dan arogan.Hingga ahirnya kinara pun menghentikan tawanya dan sedikit maju mendekat.


"Jadi ka reyga cemburu nih lihat aku kenalan sama anak baru..? padahal aku pikir ka reyga kayak gak peduli gitu dengan tampang datarnya,tapi ternyata cemburu toh.." kini kinara malah asik menggoda suaminya.


"Aku gak cemburu ko,aku cuma gak suka aja lihat wanita yang sudah bersuami tapi dekat-dekat dengan pria lain,apa lagi baru kenal.." ucap reyga memalingkan wajahnya karna merasa kesal jika mengingat kinara yang tersenyum manis pada devan.Dia merasa tidak trima jika kinara tersenyum pada pria lain selain dirinya.


Dan tanpa sungkan,kinarapun melingkarkan tangannya keperut reyga yang nampak sikpack seperti roti sobek.Dia memeluk pinggang suaminya dan menyadarkan kepalanya di dada bidang reyga.


"Jadi karna alasan itu emosi ka reyga terpancing.." jari telunjuknya pun membuat pola gambar abstrak di dada bidang sang suami.Sementara reyga diam tak bergeming tanpa ekspresi.


"Masa sih cuma gara gara gitu aja bikin dia kesal dan libidonya naik..??"


"Iya deh,aku minta maaf,aku akan jarak jarak dengan pria manapun selain ka reyga.."


"Sekarang ka reyga puaskan..!"


"Kalau begitu apa konsekuensinya kalau kamu melanggar kata-katamu sendiri.."


"Hah..? emang apanya sih yang dilanggar..?"


"Hehehe.." tersenyum garing yang dipaksakan.


"Kalau dilanggar,ka reyga boleh minta apapun deh,asal jangan minta nikah lagi.." ucap kinara asal,namun mempunyai arti lain untuk reyga.


"Serius boleh minta apa aja..?" tanya reyga dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Aduh gue kayaknya salah ngomong deh,boleh ralat enggak sih..!"


Kinara pun tersenyum kikuk,dan sedikit menjauh dari tubuh suaminya,namun belum sempat dia mundur,reyga dengan cepat membalikan tubuhnya dan menindihnya dalam kungkungannya.


"Kenapa tidak menjawab..?? jadi seriuskan aku boleh minta apa aja..?" ucap reyga lagi yang mulai menarik sudut bibirnya membentuk senyuman,sementara kinara hanya bisa menelan salivanya sendiri.


"E-emm untuk yang itu boleh diralat enggak yah..?" ucap kinara ragu-ragu dan sedikit gugup.


"Sudah terlambat honey.." senyum reyga mengembang dan langsung membungkam bibir mungil istrinya,dan kembali melambungkan hasratnya yang tak pernah padam ketika dia berada diatas tubuh polos istrinya.Dan kali ini kinara sudah benar-benar kalah telak,suka atau tidak nyatanya tubuhnya selalu merespon disetiap sentuhan reyga pada titik titik sensitifnya.


"**Dasaaarrrr suami mesum.."

__ADS_1


*Bersambung..😊


Jangan lupa tinggalin jejak like dan komennya yah..🤗🤗**


__ADS_2