
Diantara sepasang suami istri yang tengah berpelukan, ada seorang pria yang menatap mereka dengan tatapan pilu, hingga tiba tiba ada sebuah tangan yang menepuk bahunya.
"Gue ngerti banget perasaan lo saat ini Ren, tapi coba elo lihat mereka, ada pancaran cinta diantara mereka yang begitu melekat, dan sampai kapan pun nyatanya hanya akan ada Reyga dihati Kinara.." Reno melengos membuang muka mengabaikan perkataan Rani, meskipun faktanya dirinya sendiri membenarkan apa yang diucapkan sodara kembarnya barusan.
"Ren, jika ada seseorang yang ingin elo salain,maka orang itu adalah gue.." ucap Rani seraya menunduk, membuat Reno seketika menatapnya dengan kening berkerut.
"Karna dulu, gue lah yang membuat mereka bersama.." Rani tersenyum getir seraya menatap Kinara dan Reyga dari kejauhan.
"Waktu itu gue cuma ingin balas dendam atas musibah yang menimpa elo Ren, gue pikir gue bisa mempermalukan Nara dengan menjebaknya tapi nyatanya gue justru menyatukan mereka hingga cinta mereka tak bisa dipisahkan oleh apapun.."
Rani kemudian menatap Reno kembarannya,seraya menepuk pelan bahu Reno, Rani pun berusaha untuk menguatkan sodaranya. "Gue harap elo bisa iklas ngelepasin Nara sama Reyga, bukankah cinta memang tak bisa dipaksakan..? tapi setidaknya kita bisa bahagia jika melihat orang yang kita cintai bahagia.." dan Reno pun mengangguk seraya mengulas senyum.
"Tumben,sejak kapan bicara elo jadi bijak kaya gini.." ujar Reno seraya mengucek rambut Rani, membuat si empunya hanya bisa mencebik kesal.
"Awas yah lo Ren, gue aduhin lo nanti sama Kevin.." balasnya seraya melipat tangan di dada, membuat Reno sedikit tergelak, namun justru membuat Rani sedikit lega karna melihat sodaranya bisa tersenyum kembali.
"Gue doain yah Ren, moga secepatnya elo bisa dapetin jodoh yang bisa membuat elo bahagia, supaya elo bisa cepet move on dari Kinara.." batin Rani.
***
Kinara pun melerai pelukannya, menatap wajah Reyga dengan begitu lekat.
"Kenapa..? aku makin tampan yah..?" ucap Reyga seraya mengelap pipi Kinara yang masih basah oleh air mata.
__ADS_1
"Ka Reyga ge er banget sih.." jawab Nara seraya melengos dengan wajah malu-malu.
Namun, Reyga segera menarik wajah Kinara kembali untuk menghadapnya " Serius Nara, aku kangen banget sama kamu, please jangan perna pergi lagi dari kehidupanku, janji.." Kinara pun masih terdiam tak tahu harus menjawab apa.
"Nara, sampai sekarang sampai detik ini,aku masih sah menjadi suami kamu, karna tak sekalipun dan tak pernah ada niat, untuk aku menceraikan kamu, jadi please bisakah kita kembali bersama..?? aku tak sanggup jika harus hidup tanpa kamu Nara , mungkin lebih baik aku.." Kinara pun dengan cepat membekap mulut Reyga dengan tangannya.
"Tidak ka Rey, jangan teruskan, aku tidak mau mendengarnya.." jawab Kinara dengan raut wajah sendunya, membuat Reyga seketika mengambil tangan Kinara yang membekap mulutnya menggenggamnya lalu menciuminya.
"Kalau begitu berjanjilah kau takan pernah pergi lagi meninggalkanku.." mendengar itu Kinara pun langsung mengangguk,hingga Reyga pun kembali menariknya kedalam pelukannya.
"Aku mencintaimu Nara, sangat sangat mencintaimu.." ucap Reyga seraya menciumi pucuk kepala istrinya.
"Tapi ka Rey.." Kinara sesaat mendongkakan wajahnya menatap wajah Reyga,seolah ragu ingin mengatakan apa.
"Tapi apa hum..?"
Reyga pun menarik senyum tipis diwajahnya, lalu dipandanglah wajah istrinya lekat-lekat seraya menyelipkan anak rambut kebelakang telinga sang istri lalu mengecup kening Kinara dengan pelan.
"Aku ijin kan kamu bicara dengannya, dan kamu tak usah cemas, jika memang benar Reno mencintaimu dengan tulus, dia pasti rela melepasmu untuk kembali bersamaku, dan setelah itu aku tak akan membiarkan pria manapun untuk mendekati istriku termasuk Reno sekalipun, paham..?" dan Kinara pun tersenyum seraya mengangguk
***
Dan tibalah saatnya kini Kinara berbicara dengan Reno,namun sebelumnya Kinara sudah terlebih dulu mengganti gaun pengantinnya dengan pakean yang biasa.
__ADS_1
"Maafin gue Ren.." hanya kata itu yang mampu Kinara ucapkan. mereka saat ini berada ditempat yang sama ditaman tadi waktu Kinara dan Reyga berbicara,dan Reyga sendiri saat ini berada tidak jauh dari tempat mereka duduk, hanya melihat mereka dari kejauhan memberi waktu agar mereka bisa bicara.
Reno masih terdiam, pandangan matanya menatap lurus kedepan enggan menoleh pada Kinara yang ada disampingnya.
"Elo boleh marah sama gue Ren, elo juga boleh maki maki gue sekarang, tapi please jangan pernah berhenti untuk jadi sahabat baik gue.." mendengar itu Reno hanya tersenyum miris.
"Sahabat..?? Yah, seharusnya dari awal aku sadar bahwa sejak dulu kamu hanya akan selalu menganggapku sebagai sahabat.." Reno terdiam sejenak lalu menoleh menatap Kinara "Aku yang bodoh Nara, karna aku pikir jika kita menikah,aku selalu berharap cepat atau lambat kelak kau bisa mencintaiku.." terlihat begitu jelas guratan rasa kecewa diwajah Reno, membuat Kinara merasa begitu menyesal dan bersalah.
"Tapi gue sungguh sungguh minta maaf Ren, kita tidak bisa menikah karna gue masih dalam ikatan pernikahan bersama ka Reyga, apalagi sekarang diantara kami ada Shanum, gue ga bisa pisahin Shanum dari ayahnya, jadi please relain gue untuk bisa kembali dengan ka Reyga, gue minta maaf jika keputusan gue ini sangat nyakitin hati elo, tapi gue berharap suatu saat elo bisa nemuin gadis yang lebih baik dari gue.."
Setelah mengatakan itu Kinara pun bangkit dari duduknya, namun baru saja dia melangkah Reno kembali berkata membuat langkah Kinara terhenti " Aku akan iklas jika kamu bahagia bersamanya, tapi jika sekali lagi dia nyakitin kamu, maka saat itu juga aku akan mengambilmu darinya.."
Kinara pun menoleh seraya mengulas senyum "Makasih yah Ren, sampai kapanpun elo dan Rani akan selalu jadi sahabat terbaik gue.." lalu tiba tiba Reno mengulurkan kedua tangannya.
"Aku boleh peluk kamu kan Ra..?" Kinara pun terdiam sesaat,dia bingung karna dari kejauhan Reyga tengah mengawasi mereka, Namun jika Kinara menolak takutnya Reno akan semakin kecewa, hingga ahirnya setelah menarik nafas Kinara pun ahirnya mengangguk mengiyakan,dan tanpa menunggu lama Reno pun langsung memeluknya.
"Sampai kapanpun kamu akan selalu jadi wanita sepesial dalam hidupku Ra, tapi jika kembali bersamanya membuat hidupmu dan Shanum lebih bahagia,maka aku iklas.." ucap Reno dalam hati.
Dan dari kejauhan sana ada sepasang mata yang menatap sengit seolah tidak rela istri tercintanya dipeluk oleh pria lain, namun kali ini Reyga berusaha menahan diri untuk tidak cemburu, dia sadar selama ini Reno lah yang sudah menjaga Kinara dengan baik, bahkan jika bisa Reyga ingin berterimakasih pada pria itu, hanya saja rasa cemburunya membuatnya enggan untuk melakukannya.
Reno melerai pelukannya, lalu sedikit merapikan rambut Kinara sambil mengulas senyum "Pergilah, jangan sampai nanti aku berubah pikiran dan kembali menahanmu, lihatlah priamu terlihat sangat marah ketika aku memelukmu.." mendengar itu Kinara sesaat menoleh kearah Reyga lalu terkekeh pelan.
"Gue harap elo dan ka Reyga bisa menjadi teman baik.." Namun wajah Reno langsung berubah datar
__ADS_1
"Tidak akan..!" jawabnya seraya bersedekap dada.
*Bersambung..