
Kinara menggeliatkan tubuhnya dibalik selimut,perlahan dia mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadarannya,sesaat tangannya memijat pelan pelipisnya yang masih sedikit terasa pusing.
"Selamat pagi sayang.." Reyga datang sambil membawa nampan berisikan beberapa potong sandwich dan segelas susu hangat.
Reyga sudah tampak rapi dengan balutan kemeja putih dan celana hitam yang melekat ditubuhnya.Pria itu nampak sangat tampan dengan stelan baju kantornya.
Sementara kinara,dia duduk bersandar ditepi ranjang seraya memeluk selimut untuk menutupi bagian dadanya.Kinara masih merasa bingung,bagaimana bisa dia sudah berada dikamar ini,dengan keadaan tubuh polos dan terbalut selimut.Padahal seingatnya semalam dia hadir dipesta promnight suaminya.
"Sekarang jam berapa ka rey..?kenapa ka reyga gak bangunin aku buat sholat subuh,uuggh kenapa tubuhku sakit sakit semua" kinara mengeluh pelan,dia masih memijat mijat kepalanya yang masih terasa pusing dan berat.
Reyga duduk dihadapan istrinya seraya meletakan sarapan yang dia bawa tadi,dimeja dekat tempat tidurnya. "Tadi waktu subuh aku udah bangunin kamu,tapi kamu tidurnya nyenyak banget,aku jadi ga tega. Sekarang gimana keadaan kamu hem,apa sudah lebih baik." reyga membelai lembut pipi istrinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi ka rey..?kenapa aku sudah berada dikamar ini..?bukannya semalam kita berada dipesta..?" kinara terus melontarkan pertanyaan pertanyaan yang ada dibenaknya,termasuk pertanyaan apakah semalam mereka tengah bercinta,hingga dia terbangun dalam keadaan tubuh polos.
Tentu saja mendengar hal itu reyga pun tergelak,hingga membuat kinara bersungut mencebik kesal. "Ka rey ko malah ketawa sih,aku nanya serius juga." kinara mengerucutkan bibirnya.
"Jadi kamu beneran lupa,atas apa yang terjadi semalam..?" kinara mengernyitkan keningnya bingung mendengar pertanyaan balik dari suaminya.Belum hilang rasa bingung dan penasaranya,kini reyga malah melepas beberapa kancing kemejanya.
"Tunggu.. ka rey mau ngapain..?" kinara memeluk erat selimut yang menutupi tubuhnya,saat sebagian dada bidang suaminya sudah terlihat.Namun seketika kinara tercengang hingga menutup mulutnya sendiri karna merasa terkejut saat melihat dada bidang reyga dipenuhi bercak merah seperti jejak bercinta.
"Ka rey selingkuh yah..?!" mata kinara sudah berkaca kaca,dia menatap tajam wajah tampan yang ada dihadapannya.Namun bukannya menjawab reyga malah dengan santainya mengancing kembali kemeja seraya mengulas senyum,membuat kinara benar banar berang terhadap suaminya.
"Menurutmu siapa yang melakukan itu hem..?" reyga menatap wajah istrinya yang nampak sedikit basah karna lelehan air mata yang sudah menyeruak dipipinya.Sementara kinara dia melengos membuang muka masih tidak mengerti apa yang terjadi.
Dan lagi lagi reyga pun tergelak tak bisa lagi menahan tawanya,istrinya memang sungguh sangat menggemaskan..! Baru saja semalam wanitanya ini sangat panas dan nakal,namun sekarang dia sudah kembali menjadi gadis yang polos dan lugu.
"Kenapa ka reyga tega melakukan itu." ucap kinara lirih dengan wajah sendunya.Melihat hal itu,reyga pun menjadi tak tega.Dia menangkup wajah istrinya dan menatap manik hitam itu yang selalu membuat perasaan hanyut dan tenggelam kedalamnya.
"Tentu saja aku harus melakukan itu,karna aku mencintaimu,Aku ingin menyelamatkanmu dari pria brengsek yang ingin berbuat tidak baik padamu." Kinara mengernyitkan keningnya merasa semakin bingung dengan penjelasan suaminya.
__ADS_1
Melihat istrrinya yang masih kebingungan dan belum paham,reyga pun ahirnya menceritakan semuanya tentang kejadian semalam termasuk niat jahat devano yang ingin menjebak kinara dengan obat perangsang.
Untung saja reyga sempat mengangkat panggilan dari istrinya saat ponsel kinara sudah direbut oleh devan,saat itu pula panggilan sudah tersambung,dan saat itu juga reyga bisa mendengar semua yang dikatakan devan tentang dirinya.Reyga yang kebetulan saat itu sudah berada dilobi untuk mencari kinara,sekilas melihat devan yang tengah menarik sang istri dan membawa masuk kedalam mobilnya.
Dan saat mobil devan mulai melaju,reyga pun dengan cepat mengambil mobilnya dan mengejar mobil devan.Hingga ahirnya dia bersyukur masih bisa menyelamatkan kinara istrinya.
Kinara tercengang mendengar semua yang diceritakan reyga atas apa yang terjadi semalam.Sekilas dia mengingat jika semalam dia memang bertemu devan setelah reyga pergi menemui celin.Kinara juga ingat bahwa dirinya tiba tiba merasakan tidak nyaman pada tubuhnya,dan devan menawarkanya untuk mengantarkan pulang,Namun kinara benar benar tidak menyangka jika devan mempunyai niat buruk terhadap dirinya.
"Nara,maafin aku yah..? karna kelalaianku kamu hampir saja dalam bahaya.Sungguh aku benar-benar menyesal nara." Reyga menggenggam jemari istrinya dan menciumnya dengan lembut.
"Jadi semalam kitaa..?" kinara tak meneruskan kalimatnya,entah kenapa dirinya terasa amat malu membayangkan tentang sikapnya yang semalam pasti begitu agresif dan memalukan karna dalam pengaruh obat perangsang.
"Kita apa hum..?" reyga malah dengan sengaja menggoda istrinya,membuat wajah kinara semakin merona dan memerah.
"Jadi sekarang kau sudah tau kan siapa pembuat tanda merah di dada ku ini." wajah reyga semakin mendekat ingin melihat reaksi istrinya,namun kinara malah melorot dan menutupi wajah nya dengan selimut,karna merasa amat sangat malu.Bagaimana bisa dia membuat tanda merah sebanyak itu,apa benar benar dirinya pelakunya.
Reyga semakin mendekat dan mengungkung tubuh istrinya,dia menarik paksa selimut yang menutupi wajah istrinya,hingga mau tidak mau kinara harus bertatapan dengan suaminya dengan jarak wajah yang begitu dekat.
Blusss wajah kinara kian memerah,bahkan beberapa kali kinara menelan salivanya sendiri karna merasa gugup dan malu.
"Ka rey udah dooong,jangan dibahas terus,aku kan malu. Lagian semalam aku kan dalam keadaan gak sadar.." kinara bersungut kesal seraya terus mendorong dada bidang suaminya agar bangun dan beranjak dari tubuhnya.
Namun bukannya bangun,reyga malah menikmati wajah kesal istrinya,wajah kinara meronah merah dan menahan malu sungguh sangat menggemaskan baginya.Reyga kemudian memegang kedua pergelangan tangan istrinya dan menarohnya disisi kanan dan sisi kiri disamping kepala istrinya.
"Kau tahu nara,aku sungguh sangat menggilai sisi lain dari dirimu semalam,kamu benar benar memposana membuatku rasanya ingin melakukannya lagi dan lagi."
Deg..entah kenapa jantung kinara terasa berdebar tak menentu mendapat tatapan mesum dari suaminya.Apakah pengaruh obat semalam masih tersisa,hingga dirinya tiba tiba menegang kala bibir reyga mengecup pelan bibirnya.dengan reflek kinara memejamkan matanya.
Reyga yang awalnya hanya ingin menggoda istrinya dengan mengecup singkat bibirnya,entah mengapa malah menginginkan lebih,apalagi tubuh istrinya masih terlihat polos dibalik selimut,nampak terlihat bagian dadanya yang putih nan mulus itu menyembul dibalik selimut,membuat bagian bawah reyga seketika menegang.
__ADS_1
Reyga perlahan mengulum bibir kinara dengan lembut,namun lama kelamaan mereka saling menautkan lidah,saling mencecap dan menghisap,sampai ahirnya mereka saling melepaskan dengan nafas yang tersenggal.
"Huuh sayang sekali,hari ini aku ada rapat penting,kalau saja tidak kita bisa mengulangi pergulatan panas kita semalam." reyga mengankat satu alisnya seraya tersenyum menggoda,membuat wajah istrinya lagi lagi memerah.
Reyga kemudian beranjak bangun dan merapikan kemejanya." Kamu jangan lupa makan sarapannya yah. Kalo kamu merasa lelah dan tidak enak badan sebaiknya tidak usah ke kampus." reyga mengelus puncak kepala istrinya dengan penuh rasa sayang.
"Tapi ka rey,hari ini aku boleh kan ke kampus,aku ingin menemui devan.Aku hanya ingin tahu kenapa dia tega melakukan itu padaku." kinara menggenggam tangan suaminya berharap reyga mengijinkannya.Dan tentu saja reyga menolak dengan sedikit kesal.
"Untuk apa kamu nemuin si brengsek itu nara..! Bagaimana kalau dia melakukan hal buruk lagi padamu..?." reyga tak bisa menyembunyikan raut kemarahannya jika mengingat niat busuk devan terhadap istrinya.
Reyga berbalik badan,hendak berlalu,namun dengan cepat kinara memeluk suaminya dari belakang.Bahkan kinara tidak peduli selimut yang melilit tubuhnya hampir melorot.
"Jangan marah ka rey,bukannya sekarang aku tidak apa-apa,aku baik baik saja kan,Aku janji akan menjaga diriku dengan baik.Tapi aku perlu bicara dengan devan,agar dia tidak terus mengganguku,dan merusak hubungan kita.Please boleh yah.."
Reyga menghembuskan nafasnya perlahan,dia membalikan badan dan merengkuh tubuh istrinya,memeluknya dengan erat. "Kau tau nara,aku sangat takut sekali terjadi sesuatu hal buruk padamu.Jadi komohon jangan pernah bertindak sesuatu yang akan membahayakanmu."
Reyga melerai pelukannya,menangkup wajah istrinya dan menatapnya dengan lekat. "Aku akan mengijinkanmu untuk menemuinya,tapi berjanjilah kau akan menemuinya selama masih dalam area kampus,dan kumohon ini adalah yang terakir kalinya,kau boleh bicara dengan si brengsek itu."
Kinara mengangguk pelan seraya mengulas senyum. "Aku janji ka rey." Reyga pun kemudian mencium kening istrinya pelan.
"Kalau gitu aku ke kantor dulu yah,jangan lupa sarapan dan minum susunya,kalo ada apa-apa segera hubungi aku."
Dan setelah mencium tangan suaminya,reyga pun berlalu meninggalkan kinara yang kembali terduduk ditepi ranjang.Kinara sejenak terdiam memikirkan devano.Bagaimana bisa devan tega berniat buruk padanya,padahal selama ini,pria itu sangat baik dan sopan.
"Aahhh untung saja ada ka reyga yang nyelametin aku."
*Bersambung..😊
Author minta maaf yah untuk ahir2 ini slow update..🙏🙏
__ADS_1
Soalnya author banyak kesibukan di dunia nyata guys..☹
belum lagi lihat komenan dan like yang selalu sepih,jadi ngurangin mood buat ngetik..🥺