
Saat ini Kinara berada dilobi utama,gedung apartemen yang ditempati oleh reyga.Saat dikampus tadi,kinara meminta alamat apertemen reyga pada mita,dan memutuskan untuk datang ketempat itu sepulang kuliah,bahkan kinara pun sampai ijin pada santi,jika hari ini dia tidak bisa masuk kerja dicaffe.hanya untuk memastikan segala apa yang menjadi keraguannya.Meskipun ketika sampai ditempat itu kinara sendiri bingung harus bagaimana dan berbuat apa..?
Hingga ahirnya kinara hanya bisa mondar mandir didepan lobi merasa kebingungan.Namun tiba-tiba pintu lif terbuka dan tanpa sengaja dirinya melihat reyga dan celin didalam lif yang hendak keluar.
Kinara buru-buru lari mencari tempat persembunyiannya.hingga ahirnya reyga dan celin pun melangkah keluar dari gedung apartemen menuju ketempat parkiran.
Kinara pun bisa menebak bahwa sepertinya mereka akan pergi entah kemana.dan begitu melihat mobil reyga berlalu,kinara buru buru menghentikan taksi.
"Pa,tolong nanti ikutin mobil yang didepan ya." ucapnya pada supir taksi.dan selama perjalanan entah kenapa kinara merasa ada yang aneh dihatinya,seolah dirinya sedang mengikuti sepasang kekasih yang tengah berkencan.Padahal jelas jelas pria yang sedang di ikutinya saat ini adalah pacarnya sendiri.
Kinara masih membayangkan waktu celin dan reyga keluar dari pintu lif,celin bergelendot manja dilengan reyga,dan mirisnya pria tampannya itu membiarkannya begitu saja seolah dia tidak merasa risih apa justru malah menikmatinya.
Kinara tenggelam dengan pikirannya sendiri,sampai tanpa sadar taksi yang ditumpanginya sudah berhenti didepan sebuah Mall.
"Maaf non,mobil yang kita ikutin sudah masuk ke parkiran mall ini." ucap sang supir taksi.
"Oh begitu ya pa,ya udah sampai disini aja pa,makasih yah." kemudian kinara membayar beberapa lembar uang pada sang supir taksi tersebut dan turun dari mobil.
Kinara memasuki Mall itu,dan diam-diam kembali mengikuti reyga dan celin dari mulai mereka makan siang disebuah restoran cepat saji,sampai setelah itu mereka memasuki ruang bioskop.Membuat kinara seketika terpaku."Bioskop..???" gumamnya tersenyum sinis.
"Kamu akan terlihat sangat bodoh kinara..jika kamu ikut masuk kedalam."
Entah kenapa,tiba-tiba hatinya merasa sesak melihat kemesraan mereka berdua dari mulai keluar gedung apartememen,direstoran dan masuk ke gedung bioskop ini,wajah celin yang selalu tersenyum ceria,kadang bersikap manja pada reyga dan reyga pun seolah wellcome dengan semua itu.
Kinara berjalan lunglai keluar dari gedung mall itu,dia berpikir hubungannya dan reyga sudah sedikit ada kemajuan,karna reyga yang sudah mengenalkannya pada maminya,makan malam bersama, sampai tentang ciuman itu..??
"Aah akunya saja yang bodoh,karna selalu berharap dan merasa bahwa ka reyga akan memiliki perasaan yang sama sepertiku.aku sendiri bahkan lupa seperti apa dulu hubungan kami dimulai..?!akunya saja yang tak pernah sadar diri.." gumamnya dalam hati dan tanpa sadar bulir bening itupun menetes dari pelupuk matanya.
Kinara segera menghapus air matanya,dan kembali menghentikan taksi.
***
Ting nong,ting nong..!!
__ADS_1
seorang gadispun ahirnya membukakan pintu rumah,yang sudah sedari tadi kinara memencet bell nya dengan tidak sabaran.
dan begitu melihat mita dibalik pintu,kinara pun langsung menghambur memeluknya.
"Loh nara,elo kenapa..?" tanya mita bingung karna melihat kinara sedikit terisak dipelukannya.
"Siapa mit yang dateng.." ucap caca yang baru saja turun dari tangga.sementara mita masih berusaha menenangkan sahabatnya.
"Nara..?!elo kenapa??elo nangis ra??" ucap caca yang tengah menghampiri mereka.
Kinara melepaskan pelukannya pada mita,dan menoleh ke caca.
"Elo juga disini ca." kinara menyeka air matanya.dan caca pun hanya mengangguk.
"Ya udah,ra,ca kita ngobrol dikamar gue aja yah diatas." ajak mita yang diikuti oleh kedua sahabatnya.
"Apaaa...??jadi ka reyga selingkuh sama ka celin??! ko tega yah..!!" Caca merasa sangat terkejut dan tidak percaya,setelah mendengar penjelasan kinara yang baru saja mengikuti mereka berdua.
"Yah itukan sama aja nara,artinya ka reyga selingkuh sama ka celin." caca mulai sedikit emosi.
"Caca ga usah ngomporin gitu deh,mungkin aja mereka cuma makan siang dan jalan bareng." Mita mencoba menenangkan.
"Gue ga tau mit,kalo mereka cuma makan siang bareng,kenapa mesti kebioskop." wajah kinara berubah sendu.
"Ya ampun nara..elo ko bisa sekuat itu." ucap caca seraya memeluknya sebentar.
"Kalo gue jadi elo nih ya ra,pasti udah gue samperin tuh ka reyga sama ka celin." celoteh caca lagi dengan nada kesalnya.
"Elo ga coba menghubungi ka reyga dulu ra,coba nanya dia ada gimana gitu..??apa dia bakalan jawab jujur atau bohong nantinya." mita pun mencoba memberi saran.dan kinara menyetujuinya.
Kinara mengambil ponselnya yang ada didalam tasnya,dan mencoba mengirim pesan ke reyga.
"ka rey,ada dimana..?
__ADS_1
hari ini ko ga masuk kampus..?"
pesanpun terkirim,dan beberapa menit kemudian ada pesan masuk.
"Eh ra itu dibales." ucap caca.dan kinara pun membuka pesannya.
"hari ini ga masuk kuliah.lagi ada yang diurus." jawaban pesan dari reyga.
"Lihat,ka reyga bohong kan mit." kinara mulai sedikit berkaca-kaca.
"Maafin gue ya ra,harusnya gue ga cerita ke elo tentang gue yang lihat ka celin dan ka reyga diapertemen semalem." mita merasa sedikit menyesal.
"Apaa..? jadi mereka berdua semalem nginep diapartemen berdua..??" ucap caca yang lagi-lagi terkejut karna baru mengetahuinya.
dan kinara pun hanya mengangguk membenarkan.
"Fixs ra,mereka bener-bener tega sama elo,ngakunya sahabatan tapi kaya gitu." caca merasa sangat geram,sementara mita hanya mengelus bahu kinara pelan mencoba menenangkannya.
Kinara sendiri,masih belum yakin apa mungkin reyga seperti itu.beberapa bulan dekat dengannya,dia merasa reyga bukanlah cowo yang munafik dan setega itu.apalagi melihat sikapnya yang patuh dan hormat pada maminya,bukankah itu menggambarkan kalau dia bukanlah cowo brengsek yang tega mempermainkan perasaan wanita.
Tapi dengan apa yang dilihatnya hari ini,sepertinya memang ada sesuatu antara celin dan reyga yang kinara sendiri tidak tahu seperti apa hubungan mereka sebenarnya.
"yang jelas I'm hurts.."
Kinara sendiri,tidak tau harus bersikap seperti apa kedepannya..? Apa hubungannya dengan reyga akan tetap berjalan seperti biasanya,setelah dia mengetahui kejadian ini.atau mungkin lebih baik dirinya mundur saja dan mengahiri hubungan toxic ini..?!.
Toh ntuk apa dijalani,sejak dari awal juga hubungan ini sudah salah.Tapi bagaimana dengan janjinya pada maminya reyga,yang akan selalu mendampingi reyga dalam keadaan apapun?! dan jujur saja kinara juga tak bisa membohongi dirinya sendiri,bahwa dalam beberapa bulan ini,hatinya sudah mulai nyaman dekat dengan reyga,apa mungkin ini cinta..?!tapi bagaimana jika reyga tak pernah mencintainya..?!
Haruskah dirinya terus bertahan,sementara kini hatinya terluka.
*Bersambung..😊
Up nya dikit-dikit nyicil yaa..🙏🙏🤗
__ADS_1