
Reyga menatap sengit pada seorang pria yang baru saja berlalu melewatinya setelah Reyga membukakan pintu untuk pria tersebut.
Sungguh melihat kehadiran sepasang kaka beradik itu membuatnya merasa tidak suka, apalagi ketika pria itu menghampiri istrinya rasa cemburu kembali menyergapnya kini.
"Hay Shanum sayang, cantiknya uncle.." Reno yang baru datang langsung menggendong Shanum yang sedari tadi berada digendongan Kinara.
"Hay Ra.." sapa Rani yang baru saja masuk karna tadi lebih dulu menyapa Reyga dan sedikit basa basi dengan pria dingin itu.
"Kevin mana Ran, ga ikut..?" Tanya Nara melihat Rani hanya datang bersama Reno.
"Dia lagi ada urusan kantor Ra, jadi nitip salam aja katanya.." jawab Rani yang diangguki oleh Kinara.
"Hay Shanum cantik, aunty kangen nih,muach muach.." Rani pun mencium gemas pipi Shanum yang tengah berada dalam gendongan Reno.
"Ekheemm.." Reyga datang dan langsung merangkul pinggang istrinya seolah ingin memberi tahu Reno, jika Kinara hanyalah miliknya.
Namun Reno yang melihat itu hanya terlihat cuek meskipun dalam hati yang sesungguhnya tetap saja dia merasa kesal, tapi sebisa mungkin Reno tak menampakannya, karna itulah Reno lebih memilih untuk bercengkrama dengan Shanum, bayi mungil yang cantik yang sudah dia anggap seperti putrinya sendiri.
Melihat Reno yang sejak tadi menggendong Shanum, membuat Rega sedikit merasa tak Rela, "Sayang, ini kan waktunya Shanum tidur..? gak baik juga kan jika anak bayi dibiarkan terlalu lama denga orang asing.." Ujar Reyga yang langsung mendapat sorot tajam oleh Reno.
.
"Orang asing..?? heh..!" Reno berdecak seraya tersenyum sinis, "Saya minta maaf sebelumnya Nara, tapi tolong sampaikan pada suamimu itu, jika orang asing yang dia maksud adalah orang yang pertama kalinya menggendong Shanum ketika dia lahir kedunia, dan bahkan orang asing ini adalah orang yang paling mencemaskan keadaan ibunya Shanum ketika mengalami kritis pasca melahirkan.."
__ADS_1
Dan apa yang Reno ucapkan barusan seolah menjadi tamparan keras untuk Reyga, bahkan raut wajah Reyga berubah menjadi datar, dan melihat itu Kinara maupun Rani sama sama mengerti dan saling memberi kode.
"Oh ya Ren, kita kedepan yuk, gue kan bawa banyak hadiah buat Shanum, iyakan Shanum..? kamu pasti suka hadiah dari aunty dan uncle.." Rani pun kemudian mengajak Reno dan Shanum kedepan.
Sementara Reyga masih diam mematung tanpa ekspresi, melihat hal itu Kinara paham betul apa yang tengah dirasakan suaminya.
"Ka Rey.." Kinara mengelus bahu suaminya lembut, "Tentang omongan Reno tadi jangan dimasukin ke hati yah..? Reno dan Rani sengaja datang kesini karna ingin mengucap kan salam perpisahan denganku dan Shanum sebelum besok kita pulang ke indo.."
Reyga lalu berbalik menatap wajah istrinya, "Nara, apa aku bukan suami dan ayah yang baik..?" Kinara mengernyit bingung seraya menatap wajah suaminya, "Kenapa ka Rey ngomong gitu..?"
"Karna kenyataanya apa yang dikatakan Reno memang benar, harusnya akulah orang pertama yang berada disampingmu disaat saat kamu berjuang melahirkan buah hati kita, dan harusnya aku juga menjadi orang yang pertama yang menggendong Shanum ketika dia hadir didunia, tapi.." Reyga tak bisa melanjutkan lagi kata katanya, dia begitu merasa kecewa terhadap dirinya sendiri.
Kinara meraih jemari suaminya, lalu menggengamnya erat," Apa yang sudah terjadi biarlah terjadi ka Rey, tidak ada yang salah disini, ini semua sudah menjadi takdir, karna apapun yang terjadi nyatanya aku dan Shanum hanyalah milikmu, jadi mulai sekarang jangan lagi menyalahkan diri sendiri, semua sudah berlalu,untuk sekarang dan kedepannya aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu dan Shanum." Kinara lalu memeluk Reyga,menyandarkan kepalanya didada sang suami.
"Tapi aku sungguh cemburu, jika Reno terlalu dekat denganmu dan Shanum.." gumam Reyga pelan.
Kinara pun melerai pelukannya seraya mengulas senyum menatap wajah jenaka suaminya, "Bukankah aku dan Shanum hanyalah milikmu, lalu untuk apa ka Reyga cemburu pada Reno.."
"Tentu saja aku cemburu padanya, karna dia hampir merebut kalian dariku.." Reyga masih menampakan ekspresi kesalnya jika semua itu bersangkutan dengan Reno.
Kinara hanya menghela nafas pelan menghadapi sikap suaminya yang begitu posesif terhadap dirinya dan Shanum.
"Rani maupun Reno mereka itu sahabat baik aku ka Rey, yah meskipun Rani dulu pernah bersikap buruk padaku,tapi semua itu hanyalah salah paham,dan selama aku berada disini,mereka lah yang selalu ada untukku serta menjagaku, jadi kumohon agar ka Reyga juga bisa bersikap baik pada mereka.." Kinara menatap sendu wajah suaminya berharap agar Reyga bisa bersikap hangat pada kedua sahabat kembarnya itu.
__ADS_1
"Baiklah sayang, demi kamu aku akan mencobanya.." ucapnya kemudian membuat Kinara tersenyu sumringah.
"Kalo begitu, ka Rey bantu aku nyiapin makanan didapur buat makan siang bareng nanti okey.."
Dan Reyga pun mengangguk mengikuti istrinya kedapur, hingga tak terasa ahirnya mereka semua bisa berkumpul dimeja makan menikmati makan siang bersama, meskipun sesekali Reyga masih tetap menunjukan rasa tidak sukanya pada Reno,namun Kinara dengan lembut selalu mengingatkan suaminya, karna hari ini merupakan moment kebersamaan mereka sebelum besok Kinara bersama Reyga dan Shanum akan kembali keindo.."
"Makasih yah Ra buat makan siangnya," ucap Rani seraya memeluk Kinara sebagai salam perpisahan ketika mereka sudah sampai didepan pintu, "Sorry ya Ra,besok gue ga bisa anter lo ke bandara,soalnya gue mesti jengukin ortunya Kevin alias mertua gue.." ucap Rani kemudian setelah melerai pelukannya.
"Ga papa ko Ran, nanti salam aja yah buat Kevin.." tutur Kinara sembari mengulas senyum, lalu beralih menatap Reno yang terlihat muram tak seperti biasanya.
Jelas sekali Reno amat sangat berat jika harus berpisah dengan Kinara lagi, tapi Reno juga sadar dirinya tak punya hak apapun tentang kehidupan Kinara, meskipun Reno sudah belajar merelakan Kinara kembali bersama suaminya, tapi tetap saja hati kecilnya terasa berat jika harus berjauhan dengan satu-satunya wanita yang sejak dulu dicintainya.
Reno menyeka sudut matanya, dia tidak boleh terlihat cengeng dihadapan Kinara, Renopun berusaha untuk mengembangkan senyumnya kala Kinara mulai mendekat padanya, "Aku pasti bakal kangen banget sama Shanum Ra.." dan tanpa meminta ijin lebih dulu Reno langsung menarik tangan Kinara dan memeluknya.
Kinara sendiri merasa terkejut, bahkan Rani pun tampak melongo tak menyangka apa yang tengah dilakukan kembarannya, untung saja Reyga tidak ikut mengantar sampai kedepan karna sedang menenangkan Shanum yang tengah rewel.
Kinara sendiri merasa bingung,dia ingin mendorong Reno takut Reyga salah paham dan kembali cemburu, namun Kinara mengurungkan niatnya saat Reno berbisik lirih ditelinganya, "Plis Ra biarkan seperti ini sebentar saja, setelahnya aku akan iklas melepasmu kembali dengannya.."
Dan ahirnya Kinara pun hanya bisa menghela nafasnya pelan membiarkan Reno memeluknya sekejap, karna Kinara sendiri paham pasti semua ini tak mudah bagi Reno,karna selama ini Reno lah yang selalu ada untuknya dan Shanum, jadi wajar jika pria itu merasakan patah hati dan terluka.
"Gue harap, elo bisa lanjutin hidup lo dengan baik Ren, gue doain supaya elo dapetin gadis yang jauh lebih baik dari gue.." ucap Kinara pelan seraya melerai pelukan Reno.
Reno pun mengembangkan senyumnya, "Semoga elo dan Shanum bahagia ya Ra.." ucapnya tulus.
__ADS_1