
"kinara,aku mau tidur disini."
ucap reyga sambil menarik kembali selimutnya dan menutup seluruh badannya.
kinarapun hanya ternganga bingung melihat sikap cowonya itu.
"ka rey denger ya,aku emang sudah bersedia menikah dengan ka reyga,tapi bukan berarti kita bisa tidur bersama sekarang."
ucap kinara sambil membuka paksa kembali selimut yang menutupi pria tampannya itu.
dan kini reyga pun duduk terbangun,menatap kinara dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"ka rey mau ngapain..?"
tanya kinara sedikit gusar dan reflek memuluk dadanya sendiri dengan kedua tangannya.
kemudian reyga pun maju mendekat dan 'grep' dia kembali mengambil selimut yang ada ditangan kinara,lalu kembali tidur dan menyelimuti seluruh tubuhnya.
"ka rey...!!!" kali ini kinara mendengus kesal.
"apa lagi sih nara.." ucap reyga sedikit malas.
"aku kan udah bilang,ka reyga ga bisa tidur disini,inget kita belum nikah..!"
ucap kinara tegas,yang membuat reyga mau tidak mau terbangun lagi dan duduk.
"kinara,please biarin aku tidur disini yah..? lampu diruang tengah tiba-tiba mati dan aku phobia sama gelap."
"hah..??"
"sekarang aku udah boleh tidur kan."
ucap reyga lagi,dan kinara pun hanya terbengong melihat pacarnya itu.
"kenapa tiba tiba lampunya mati.." ucap kinara pelan,yang masih didengar oleh reyga.
"ya udah kalo gitu,biar aku aja yang tidur diruang tengah ." ucap kinara seraya beranjak dari tempat tidurnya,Namun belum juga dia turun dari ranjang reyga sudah lebih dulu menarik tangannya hingga terjatuh kepelukannya.
"kita tidur bareng saja disini,aku janji gak akan macam-macam."
ucapnya pelan ditelinga kinara.
"tapi ka rey..?"
"diluar gelap dan dingin,sebaiknya kita cepat tidur." ucap reyga lagi,dan setelahnya matanya terpejam tak ada pergerakan lagi.
kinarapun menghela nafas perlahan,sesaat dia menatap pria tampan yang tepat berada dihadapannya dengan jarak wajah yang begitu dekat,dan tangan reyga yang masih memeluk pinggangnya,membuat kinara tak bisa banyak bergerak,namun ketika mendengar deru nafas reyga yang sudah teratur,sepertinya dia sudah benar benar terlelap,batinnya.
seketika kinara pun menatap lekat wajah tampan kekasihnya itu,dan tanpa sadar tangannya pun sudah menyentuh pipi reyga pelan,betapa pahatan mahluk Tuhan yang sangat sempurna.ucapnya lagi dalam hati.
jari telunjuknya kini terus menyusuri wajah tampan itu,dari mulai pipi,kelopak mata,turun kehidung dan turun lagi kebibir,dan seketika kinara mengulas senyumnya saat jarinya menyentuh bibir reyga,lalu secepat mungkin dia menarik tanggannya.
__ADS_1
"ya ampuuun udah gila kali ya gue,dari tadi gak sadar,nyentuh-nyentuh wajahnya,kalo dia bangun kan bisa berabeh..! tapi kamu emang ganteeeng banget sih ka rey,kan jadi gumuuusssh.." ucap kinara dalam hati.
"udah selsai mengaguminya."
ucap reyga dengan mata yang masih terpejam,sontak kinara pun terkejut menganga dan secepat mungkin dia beranjak bangun melepaskan diri dari pelukan reyga,namun sayangnya reyga malah menariknya kembali dan memeluknya lebih erat.
"jangan kemana mana tetap disini,lekas tidur dan jangan banyak gerak,kalo kamu gerak-gerak terus,aku ga jamin bisa nepati janji aku yang tadi."
ucap reyga dengan suara seraknya,dan mata terpejam semakin erat memeluk kinara.
Kinara pun hanya bisa menelan salivanya,dan mengangguk pelan,dia menarik nafas dan mrnghembuskannya pelan,menetralisir degup jantungnya yang sedari tadi berdebar lebih kencang,dia menyusupkan wajahnya didada bidang reyga dan mencoba untuk memejamkan matanya,hingga ahirnya terlelap dipelukan kekasihnya itu.
dan tanpa kinara lihat,sudut bibir reygapun tertarik membentuk seulas senyum hingga ahirnya diapun ikut terpejam dan terlelap.
***
Jam dinding sudah menunjukan angka lima,dan adzan subuh pun sudah berkumandang stengah jam yang lalu.
kinara menggeliat pelan didalam selimutnya,dia pun meraba raba tempat tidur disampingnya namun terasa kosong,seketika dia mengerjap membuka matanya dan tak menemukan reyga disampingnya,diapun bangun menyibakan selimutnya,dan sesaat menarik nafas lega karna pakaiannya terlihat masih lengkap,namun setelahnya kinara terdiam sesaat seolah sedang memikirkan sesuatu,lalu buru-buru dia bangun dan berlari menuju cermin,dan diapun menyibakan rambutnya dan kembali bernafas lega karna tak menemukan tanda apapun dilehernya.
"huffft kenapa aku jadi parno gini..?
bisa bisanya aku mikir yang engga engga tentang ka reyga."
"tapi ngomong-ngomong ka rey kemana ya subuh-subuh gini..?"
kinara pun berucap pada dirinya sendiri.
"ah mendingan aku mandi aja deh terus sholat subuh." ucapnya lagi dan bergegas kemar mandi.
"apa mungkin ka reyga diluar ya..?" batinnya.
Dan benar saja,pria tampannya itu sedang berdiri didepan teras,menatap kedepan sambil bersedekap dada.
"ka rey,aku cariin taunya disini."
ucap kinara sambil ikut berdiri disampingnya dan menggosok gosok kedua tangannya untuk mengusir hawa dingin.
"ka reyga sejak kapan disini..?ka rey udah sholat udah mandi belum..?"
ucap kinara dengan berbagai pertanyaannya yang dijawab hanya dengan satu anggukan oleh reyga.
"ka reyga gak kedinginan disini..?"
ucapnya lagi.
"disini udaranya sejuk,tidak seperti di ibu kota,jarang-jarang kan kita bisa menghirup udara yang masih asri tanpa polusi."
ucap reyga seraya memasukan kedua tangannya kedalam kedua saku celananya.
"iya sih,udara disini jauh lebih sejuk dibandingkan dikota,karna disini masih asri ka rey,masih banyak pepohonan,perkebunan dan kendaraan yang lalu lalang juga masih jarang,mungkin karna ditempatku ini masih terbilang kampung."
__ADS_1
"oh iya ka reyga laper enggak..? diujung jalan sana ada yang jualan serabi kinca,enak loh,yuk kita kesana." ucap kinara kemudian yang diangguki oleh reyga.
"tunggu.." ujar reyga,lalu diapun masuk kedalam yang membuat kinara sedikit bingung,lalu tak lama kemudian reyga kembali keluar dengan menggunakan sweater hoodie miliknya dan membawa satu sweater lagi lalu memakaikannya pada kinara.
"udaranya dingin.." ucapnya lagi sambil menarik keatas reselting sweater yang kinara pakai,dan ceweknya itu hanya tersenyum manis mendapat perlakuan seperti itu oleh pria tampannya.
kini mereka pun berjalan beriringan,menikmati suasana pagi hari yang sejuk dan terasa damai,sesekali kinara berpapasan dengan orang-orang yang masih mengenalinya yang hanya sekedar menyapa atau mengulas senyum,kinara pun juga bercerita banyak tentang masa lalunya ditempat ini,termasuk yang setiap minggu pagi,ayahnya selalu mengajaknya untuk olah raga berjalan kaki dan menyusuri jalanan ini.
"dulu,ibu juga sering mengajakku kepasar kalau hari minggu,dan aku sangat senang ketika membantu membawa belanjaan ibu,karna setelahnya ibu pasti membelikanku jajanan yang banyak."
ucap kinara dengan raut wajah berseri sambil mengenang masa masa lalunya,dan seperti biasa reyga selalu menjadi pendengar yang baik ketika mendengar cerita cerita gadisnya itu.
Dan ahirnya merekapun sampai ditempat penjual serabi kinca yang mereka tuju.
"mang pesen dua porsi yah." ucap kinara kemudian,namun sang penjual malah menatap kinara seolah sedang mengingat ingat.
"neng kinara nyah..?" tebaknya kemudian,yang diangguki oleh kinara seraya mengulas senyum.
"ya ampun mamang sampe pangling neng,sekarang neng kinara udah besar dan makin geulis." ucap si mamang dengan logat kesundaannya.
"ah mamang bisa aja,tapi makasih yah mang masih inget sama nara." balas gadis itu tersenyum ramah.
"tentu atuh neng,dulu kan eneng sama alm.pa anton sering jajan disini." ucapnya lagi kemudian,seraya sedikit bercerita tentang masalalu kinara yang memang sering sarapan bersama ayahnya disini,lalu setelah beberapa menit kemudian,sih mamang penjual pun meletakkan dua porsi serabi kinca ke meja yang sudah ada kinara dan reyga yang tengah menunggunya disana.
"ini neng serabinya..?" ucap sih penjual seraya menatap reyga kemudian bertanya lagi.
"inih pacarnya ya neng,manih cakep gagah nyah." ucap nya lagi memuji ketampanan reyga yang hanya dibalas senyum singkat oleh sang empunya wajah,sementara kinara lagi-lagi hanya tersenyum ramah.
"mari neng silakan." ucap sang penjual lagi seraya berlalu pergi meninggalkan kinara dan reyga yang mulai menikmati sarapan mereka.
"gimana ka rey,enak ga serabinya..?"
ucap kinara disela sela makannya.
"hmm.." jawab reyga singkat.
"oh iya,tentang semalem,aku baru tahu kalo ka rey phobia sama gelap." ucap kinara lagi,yang tiba tiba membuat reyga menghentikan sarapannya,kinara pun seketika memperhatikan raut wajah pria tampannya itu yang tiba-tiba berubah menjadi tak biasa.
"dulu waktu kecil,papih sering mengurungku dikamar gudang yang gelap,jika aku terus menangis dan terus merengek ingin bertemu mamih."
ucap reyga dengan wajah tanpa ekspresi.
sekarang kinara tahu alasanya,kenapa reyga takut akan gelap,dan lagi-lagi itu adalah rasa traumanya sewaktu kecil,dan kinara pun sangat menyesali atas pikirannya sendiri yang mengira reyga akan berbuat macam-macam padanya semalam.
"ka rey,ga usah takut,semua itu sudah berlalu." ucap gadis itu seraya tersenyum manis dihadapan pria tampannya.
"ka rey tau gak,dulu ibu sering ngomelin ayah,karna ayah sering ngebeliin jajanan yang manis-manis,tau gak kenapa alasanya..?karna kata ibu gara-gara sering jajanan makanan manis,aku jadi sering sakit gigi,masa iyah sih.." celoteh kinara tanpa henti,sebenarnya sih dia ingin mengalihkan tentang alasan cerita phobianya reyga yang mau tidak mau membuat reyga kembali mengingat masa lalunya,namun entah kenapa reyga malah menatap kinara dengan tatapan yang sulit diartikan,yang membuat kinara pun seketika menghentikan celotehnya,dan menggaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal.
"ka rey,kenapa tiba tiba ngeliatin aku kaya gitu..?" ucapnya sedikit salting,lalu reygapun sedikit menggeser duduknya menjadi lebih rapat kesamping kinara dan berbisik pelan ditelinga kinara.
"sepertinya bibirmu jauh lebih manis dari pada serabi kinca ini."
__ADS_1
"....???"
*Bersambung..😊