Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 51


__ADS_3

Kinara dan reyga sudah berada didalam mobil,tujuan mereka saat ini yaitu pergi ke rumah sakit untuk menengok celin.Kinara sendiri tadi sudah menolak ketika reyga mengajaknya,karna jujur saja entah kenapa kinara merasa kurang nyaman jika berada ditengah tengah reyga dan celin.Tapi suaminya itu malah terus memaksanya untuk ikut hingga mau tidak mau kinara pun ahirnya menurut dan terpaksa ikut.


"Aku turun dibutik mamy aja yah ka rey,aku ga usah ikut yah.." bujuk kinara memecah keheningan,setelah beberapa saat mereka saling diam.


"Enggak bisa,kamu harus tetap ikut,kan tadi udah setuju kenapa tiba-tiba berubah pikiran lagi." ucap reyga datar tanpa menoleh tetap fokus mengemudi.


"Tapi kan ka rey,aku beneran gak nyaman kalau harus ikut.." kinara menghembuskan nafas pelan.


"Dan aku lebih tidak nyaman lagi,kalau nantinya kamu salah paham,ngambek,lalu gak pulang." sindir reyga sambil sekilas melirik istrinya yang tengah cemberut.


"Aku janji deh,kali ini gak akan marah atau salah paham,jadi boleh kan aku gak ikut.."


kinara pun tersenyum semanis mungkin menghadap suaminya yang masih fokus mengemudi.


"Enggak..!aku bilang ikut yah ikut.." jawab reyga tegas tanpa menoleh,membuat kinara mencabik kesal.


"Iih ka rey nyebelin banget sih..!"


Kinara melengos membuang muka,rasanya percuma berdebat dengan pria tampannya itu,karna dia tidak akan menang.fikirnya.


"Gimana kalau kita kasih tau celin,kalau kita sudah menikah..?" ucap reyga dengan santainya,membuat kinara berbalik badan dan menatap sengit kearah suaminya.


"Maksud ka rey apa..?" masih menatap tajam.


"Yah,aku pikir ada baiknya celin tau tentang pernikahan kita,biar nanti kedepannya gak ada salah paham lagi." jawab reyga yang kini menatap wajah istrinya.


"Tapi aku ga setuju ka rey,gimana pun juga ini bukan waktu yang tepat,apa lagi dengan kondisi ka celin saat ini,dia pasti akan kecewa jika tau kita sudah menikah.." ucap kinara pelan seraya menatap kedepan.karna kinara sendiri tau jika celin mempunyai perasaan yang lebih terhadap suaminya.


"Ya udah terserah kamulah,aku cuma tidak ingin nantinya terjadi kesalah pahaman diantara kita,karna bagaimanapun celin adalah sahabatku sejak kecil,dan kamu sekarang adalah istriku,kalian berdua sama pentingnya bagiku.." ucap reyga yang tanpa sadar membuat hati kinara sedikit pilu,karna reyga mengucapkan kata 'kalian..?' kenapa bukan hanya dirinya saja yang lebih penting,toh status kinara sekarang adalah istrinya.Tapi lagi lagi kinara harus sadar diri bahwa posisinya dalam hati reyga statusnya sama dengan celin sahabatnya..

__ADS_1


"Aah kinara lagi lagi kamu berharap lebih.."


***


Reyga membuka pintu ruangan dimana celin dirawat,dan gadis itu nampak sedang duduk bersandar diranjang rumah sakit.


"Hay cel.." sapa reyga ketika melangkah masuk,membuat celin yang melihatnya langsung mengukir senyum dibibirnya.


"Reygaaaa,elo kemana aja sih,kok baru kesii..." kalimat celin terhenti ketika melihat kinara melangkah masuk dari balik pintu sambil membawa parcel buah buahan.Tentu saja senyum yang terukir di bibir celin pun sedikit memudar,kala kinara mulai berjalan mendekat dan berdiri disamping reyga.


"Hay ka celin,gimana keadaan ka celin sekarang..?maaf yah aku baru bisa jenguk." ucap kinara seramah mungkin sambil meletakan parcel buah yang dia bawah,dimeja dekat ranjang celin.


"Makasih yah nara,harusnya ga perlu repot repot bawa buah segala.Dan keadaanku seperti yang kamu lihat saat ini,sekarang aku udah cacat,aku bukan gadis yang sempurna kaya kamu,karna sekarang kaki ku lumpuh." ucap celin dengan getir,membuat kinara merasa tak enak hati,padahal niatnya hanya bertanya kabar,tapi itu justru malah membuat celin semakin sedih.


"Ka celin jangan ngomong kaya gitu,ka celin nanti pasti bakal sembuh ko.." ucap kinara menyemangati.


"Iya kinara benar cel,lo nanti pasti bakal sembuh ko dan bisa jalan lagi,jadi jangan mikirin yang macam-macam yah.." timpal reyga ikut menyemangati,namun celin tetap saja terlihat murung.


Kinara hanya menghembuskan nafas pelan,dia tidak tau harus bersikap seperti apa,takut takut jika dia bicara,akan membuat celin semakin tersinggung.Sementara reyga,dia memegang bahu celin pelan,agar gadis itu bisa sedikit lebih tenang.


"Rey,elo dua hari ini kemana aja,gak jengukin gue lagi,gue telfon juga gak pernah diangkat,jahat banget sih lo.." sarkas celin sambil melirik kinara sekilas.


Tentu saja reyga sedikit kikuk dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal,karna jelas dua hari ini dia menghabiskan waktunya bersama kinara,ngapain lagi coba..??


"Sorry yah cel,gue agak sibuk nyiapin sekripsi.." kilah nya sedikit berbohong,sementara kinara hanya menatap tajam suaminya,takut takut reyga keceplosan.


"Gue juga kangen sama kampus rey,gue pengen cepet bisa kuliah lagi.." ucap celin masih dengan raut wajah sedih.


"Kalo ka celin udah sembuh,nanti pasti bisa ke kampus lagi.." jawab kinara menyemangati.

__ADS_1


"Iya ke kampus pake kursi roda..?" sarkas celin lagi,yang membuat kinara lagi lagi terdiam dan menghembuskan nafasnya pelan.


Entah kenapa celin nampak tak begitu menyukai kehadirannya,padahal dulu sikap celin sangat hangat dan ramah,tapi sekarang sangat jauh berbeda,namun sebisa mungkin kinara berusaha memahaminya,karna mungkin keadaan psikis celin yang masih rapuh hingga membuatnya bersikap seperti itu.Dan reyga yang melihat perubahan sikap celin terhadap kinara,membuatnya merasa bersalah karna sudah memaksa istrinya untuk ikut kerumah sakit,dan nyatanya sekarang kinara terlihat merasa tidak nyaman dengan sikap celin.


"Eh ada nak reyga..?" mamah celin pun muncul dari balik pintu dan menyapa reyga.


"Sudah lama nak rey..?" ucapnya lagi.


"Eem baru ko tan,tante dari mana..? ucap reyga lagi basa basi.


"Tante dari ruangan dokter,minta surat ijin kepulangan celin,karna dari kemarin celin minta pulang terus,katanya udah gak betah lama-lama disini,ditambah lagi dua hari ini nak reyga gak dateng,celin jadi sedih terus.." ucap mamahnya celin panjang lebar,dan baru menyadari ada keberadaan kinara yang baru pertama kali dilihatnya.


"Loh,ini siapa..?" ucap mamah celin lagi.


"Oh iya tante kenalin ini kinara,diaa.." belum juga reyga menyelsaikan kalimatnya,celin sudah menyerobot penjelasan reyga lebih dulu.


"Dia pacarnya reyga mah.." ucap celin dengan tegas,takut takut reyga mengucapkan kinara sebagai istrinya didepan mamahnya.


"Oh jadi ini pacarnya nak reyga..?" ucap mamahnya celin sambil sekilas menatap kearah putrinya.merasakan kesedihan yang dipancarkan celin melalui sorot matanya yang seperti tak suka menatap kinara.


Kinara mengulas senyum sambil memperkenalkan diri ke mamahnya celin,dan wanita paruh baya itupun tersenyum ramah menyalami kinara.


"Udah berapa lama kalian pacaran..?" tanya mamahnya celin.


"Belum lama ko tan,baru beberapa bulan." balas kinara tersenyum ramah.


"Kinara itu nembak reyga duluan mah.." ucap celin tiba-tiba yang membuat ketiga orang itu menatap celin bebarengan dengan tatapan heran.


"Padahal selama ini reyga anti sama cewe,tapi celin justru salut sama keberanian kinara,yang terang terangan nembak sang idola kampus dihadapan banyak orang,keren kan mah.." jelas celin mengucapkan semua itu bertujuan untuk mempermalukan kinara,yang kini tengah terdiam dan menunduk.Sementara reyga,dia menatap kinara dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


*Bersambung..😊


__ADS_2