Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 31


__ADS_3

matahari beranjak naik dan bersembunyi dalam senja berganti malam,menampakan cahaya rembulan yang remang namun menenangkan,beberapa pengunjung pun mulai berdatangan,meramaikan sebuah caffe yang letaknya tak jauh dari sudut taman kota.


kinara dan beberapa pegawai yang lain pun nampak sibuk melayani beberapa pengunjung yang hadir ditempat itu.


"ra tolong ini diantar kemeja no.5"


"dan jangan lupa pesanan ini untuk meja no.8" begitulah beberapa perintah dari santi yang bertugas menyiapkan pesanan di dapur,sementara tugasku sibuk wara wiri mengantar beberapa pesanan,ke beberapa meja pelanggan,kadang aku harus mengingat pesanan yang kubawa harus diantar ke meja nomer berapa..? tapi sudah hampir stengah tahun lebih aku bekerja di caffe milik temannya om rudi,jadi lama-lama akupun mulai terbiasa dan hafal dengan pekerjaanku ini.


"huuufffttt.."


aku pun menghela nafas pelan,melepas rasa lelahku setelah sedari habis magrib tadi kakiku sibuk hilir mudik kesana kemari,dan ahirnya sekarang aku bisa duduk istirahat dibagian pantri.


"nih minum,lo pasti cape kan"


santi pun menyodorkan segelas air dingin untukku.


"thanks ya san."


balasku sambil meneguk habis minuman yang diberikan santi tadi.


"mau,gue buatin sesuatu engga..? kayanya dari tadi elo belum makan deh."


akupun kemudian menggeleng.


"ga usah san,bentar lagi juga ka reyga jemput,katanya mau ngajakin makan bareng."


jawabku kemudian.


"oh iya ra,kemarin si oppa ganteng itu nyariin elo disini,udah gue bilangin elo gak masuk,tapi dia gak percaya gitu sampe nunggu satu jam lebih kayanya deh,abis itu dia pergi gak tau kemana."


ucap santi menceritakan kejadian dua hari yang lalu,yang berujung ka rey tidur dikamarku.


"elo,engga lagi marahan kan ra sama si oppa ganteng itu."


"enggak ko." jawabku menggeleng.


"tapi dilihat dari wajahnya,kayanya ada sesuatu gitu deh.." ucap santi lagi.


"hmm sok tau lo san,uda kaya peramal aja."


balasku bercanda.


dan tiba-tiba Hp kuh pun berbunyi ada pesan masuk dari ka reyga.


"aku udah didepan parkiran" (reyga)


"iya bentar ka rey,bentar lagi aku keluar."


balasan chatku singkat.


"san,ka rey udah jemput nih,gue duluan ya."


ucapku pada santi seraya merapikan penampilanku sambil mengoles sedikit lipstik berwarna soft dibibirku agar tidak terlalu pucat.


"ya udah gih sana,salam ya buat si oppa ganteng." balas santi kemudian.


akupun mengangguk dan melambaikan tangan pada santi sambil berlalu dari hadapannya.


***


"ka rey,kita makan di situ aja yah,pecel lele nya enak loh,apalagi sambelnya."


ucapku menunjuk warung makan lamongan yang ada dipinggir jalan,yang hampir saja kami lewati.dan ka reyga pun menghentikan mobilnya,menatapku heran.


"yakin mau makan ditempat kaya gini..?"


ucapnya penuh keraguan.dan akupun mengangguk dengan smangat.


"tapi tempatnya pinggir jalan kaya gini,nanti makannya jangan-jangan gak steril lagi."


ucap ka rey lagi sambil memandang aneh warung lamongan pinggir jalan itu.

__ADS_1


"huufftt.." akupun menghembuskan nafas pelan.


"ya ampun ka rey,kata siapa makanan disini gak steril..?"


"aku udah beberapa kali ko makan disini bareng santi,kalo kita habis pulang dari cafe,dan tempatnya bersih,makanannya juga enak ko ga kalah sama direstoran."


ucapku lagi menyakinkan,namun ka reyga masih terdiam matanya tetap fokus memandang warung makan yang ada disebrang jalan itu,yang tak jauh dari tempat mobilnya parkir.


"ka reyyy aku udah laper nih,kalo kita kerestoran kan nanti ngantrinya lama."


bujukku dengan wajah memelas.


"aku cape loh,dari tadi dicaffe rame banget sampe ga sempet makan." ucapku lagi.


dan ka reyga pun kemudian menatapku.


"ya udah,kita makan disini."


ucapnya kemudian dengan keterpaksaan.


Dan ahirnya sekarang aku dan ka reyga duduk berdampingan ditempat lesehan warung makan lamongan pinggir jalan tadi.


dua porsi nasi,dua porsi ikan lele goreng,lengkap dengan sambal dan lalapannya,dan 2gelas teh tawar jangat.disitu juga sudah disediakan air kobokan+jeruk nipis untuk cuci tangan.


dan sebelum makan,akupun mencelupkan tanganku kedalam air yang sudah disediakan tadi,lalu tiba-tiba ka reyga menatap ku dengan heran seperti hendak protes.


"itu air apa..?ko dikobok gitu..?"


ucapnya keheranan.dan akupun tersenyum simpul mendengarnya.


"ini namanya air kobokan buat cuci tangan,nih ada jeruk nipis nya juga,pengganti sabun."


ucapku sedikit menjelaskan.Namun lagi-lagi raut wajah ka reyga terlihat aneh.


"yuk makan." ucapku yang memulai makan menggunakan tangan,yang lagi-lagi tak luput dari pandangan ka reyga.


"kamu makan pakai tangan..?"


ucapnya lagi dengan raut wajah heran.


sementara ka reyga,masih terdiam tak menyentuh makanannya sedikit pun.


"ka rey ko diem aja,ayo dimakan dong makanannya."


"aku ga laper,kamu aja yang makan."


ucapnya lagi dengan raut wajah datar.


akupun menghembuskan nafas pelan.


"ka rey gak suka makanannya..?atau ka rey takut makanannya gak higeinis..?"


tanyaku sambil menatap wajahnya yang tak pernah berkurang ketampanannya meskipun lagi dalam mode BT kayaknya sih..🤭


Namun jawaban ka reyga hanya menggeleng.


"aku suapin yah..?" dan kali ini ka reyga mengkerutkan dahinya,lalu akupun segera menyuapi ka reyga dengan tanganku.


"ayo buka mulutnya..aa'k.."


ucapku seraya memberikan suapan didepan mulut ka reyga,namun lagi-lagi ka reyga menggeleng.


"ayo donk ka rey buka mulutnya, inih enak loh.." ucapku lagi masih merayu,dan mau tidak mau ahirnya ka reyga membuka mulutnya dan menerima suapanku.


"gimana..? enakkan??" tanyaku lagi sambil melihat ka reyga yang tengah mengunyah makanannya.


"hemmm" jawab ka reyga singkat.


"ya udah nih aku suapin lagi."


namun ka reyga pun menggeleng.

__ADS_1


"aku makan sendiri aja." ucapnya kemudian, lalu mencelupkan tangannya kewadah air kobokan untuk mencuci tangan dengan rasa amatir,setelah itu mulai memakanannya secara perlahan.dan seketika akupun mengulas senyum melihatnya.


***


"maaf yah ka rey,udah ngajakin ka reyga makan dipinggir jalan,pasti ini baru pertama kali yah..?"


ucap ku ketika kami sudah berada didalam mobil menuju pulang.


"hemmm." jawabnya singkat tanpa menoleh,dan fokus mengemudi.


"ka rey marah yah..? atau ga suka sama makanannya..?tapi tadi aku lihat ka reyga menghabiskan makanannya sampai tak tersisa.." ujarku lagi,


Namun keadaan menjadi hening,ka reyga sama sekali tak menjawab ocehanku tadi,wajahnya yang selalu datar nampak fokus dalam mengemudi.


"apa ka reyga beneran marah ya..?ko tiba-tiba dia nyuekin aku gitu."Batinku.


"kamu cerita apa sama mamihku..?"


ucapnya kemudian tanpa menoleh,yang membuatku sedikit terkejut.


"kemarin mami membawaku ke dokter spesialis kejiwaan." ucapnya lagi dingin,dan kali ini aku bisa merasakan atsmofir disekitarku nampak berbeda,bukan karna makanan dipinggir jalan tadi,tetapi ini tentang ka reyga.


"maaf ka rey.." ucapku lirih.


"aku pikir ada baiknya tante marisyah tau,secara beliau adalah ibu kandung ka reyga,jadi tante marisyah berhak tau tentang apa yang ka reyga alami."


ucapku setenang mungkin berusaha menjelaskan.


Lalu tiba-tiba shiittt,ka reyga menghentikan dan menepikan mobilnya secara mendadak,yang membuatku sedikit terkejut sekaligus mulai takut,takut kalau-kalau emosi ka reyga tiba-tiba kambuh karna merasa tersinggung dengan ucapanku tadi.


Namun tiba-tiba keadaan kembali hening,tatapan ka rey tetap fokus kedepan,tangganya mencengkeram kemudi dengan erat.


"kinara,apa kamu menyesal berada disampingku,setelah kamu tahu tentang kondisiku yang sebenarnya." ucap reyga dengan raut wajah dingin.


seketika aku pun langsung menggeleng pelan.


"enggak ka rey,bukan begitu."


"lalu kenapa,kamu menyuruh mami membawaku untuk konsultasi ke pskiater..?"


"kamu pikir aku mengalami kejiwaan..?"


ucap reyga dengan sedikit emosi.


"aku minta maaf ka rey jika sudah membuat ka reyga tersinggung,aku sama tante marisyah cuma pengen ka reyga sembuh,mungkin dengan cara terapi atau konsultasi ke dokter."


ucapku sebisa mungkin menjelaskan.


"aku ga butuh dokter kinara." jawab ka reyga masih dengan raut wajah yang dingin dan menatap kedepan.


"tapi ka reyyy..."


"apa kamu berencana untuk meninggalkanku..?" ucap ka reyga lagi memotong kata-kataku.


"bukan gitu ka rey,percayalah aku cuma ingin ka reyga sembuh." ucapku lagi yang hampir putus asa.


"kalo begitu,kamu harus bantu aku untuk sembuh." ucapnya kemudian.


"aku pasti bantuin ka reyga,asal ka reyga mau ikut teraphi." jawabku mencoba membujuknya,


namun lagi-lagi ka reyga menggeleng,dia mengeluarkan senyum sinisnya,dan menoleh menatapku.


"aku ga butuh terapih kinara,aku cuma butuh kamu." ucapnya menatap lekat kedalam wajahku.


"aku..??"


"tapi aku harus apa ka rey..?" tanyaku bingung,dan ka reyga pun kembali diam tak menjawab,tatapannya kembali fokus kedepan,kemudian dia berkata..


"menikahlah denganku kinara.."


.

__ADS_1


*Bersambung..😊


yang udah baca,jangan lupa like dan komennya yaah..🙏🙏🤗


__ADS_2