
Seminggu pun berlalu setelah beberapa hari kinara mendapat perawatan dirumah sakit,kini Kinara sudah kembali ketempat kontrakannya.
Kondisi tubuhnya sudah lebih segar dari sebelumnya,meskipun tiap pagi masih sering mual dan muntah,tapi kinara bersyukur karna bayi yang ada didalam kandunganya tidak terlalu rewel.
Kinara juga berusaha untuk tetap kuat dan menjaga pola makananya agar dirinya dan bayi yang ada dikandungannya tetap tumbuh sehat.
Beruntungnya ada Rani dan Reno yang stiap harinya selalu berkunjung dan tak lupa selalu membawa buah buahan segar,serta sayuran untuk sang ibu hamil.
Yah,kinara sendiri sudah mendengar semua cerita tentang kepalsuan kematian Reno dari rani. Dan ternyata semua ini adalah rencana papanya reno yang ingin menyelamatkan reno dari jerat hukum dan narkoba.
Karna ternyata ketika kecelakaan terjadi reno bukan dalam keadaan mabuk,tapi pengaruh obat obatan terlarang dan sialnya saat itu didalam mobil reno tidak sendirian melainkan bersama seorang temannya yang dinyatakan tidak selamat dalam kecelakan,sementara reno saat itu dinyatakan koma.
Untuk mengelabuhi polisi dan menyelamatkan masa depan reno,papanya reno terpaksa membawa reno kenegara dimana kinara berada saat ini.Semua itu dilakukan agar reno selamat dari jerat hukum,dan papanya reno pun terpaksa menguburkan jenazah teman yang kecelakaan bersama reno menggunakan nama reno sendiri,karna kebetulan temannya reno yang meninggal itu tidak memiliki sanak keluarga satupun.
Dan untuk semua yang terjadi,Rani sama sekali tak mengetahui rencana papanya itu.
karna itu rani amat sangat membenci kinara,karna dia merasa gara-gara kinara dia harus kehilangan sodara kembarnya.
Sampai ahirnya sang papa menceritakan kejadian yang sebenarnya,saat itulah rani merasa menyesal atas segala sikap buruknya terhadap kinara,rani ingin sekali meminta maaf dan memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi,tapi sayangnya papanya melarangnya dengan alasan reno baru sadar dari komanya,dan butuh ketenangan psikisnya.
Mendengar semua penjelasan Rani, Kinara tidak bisa berkomentar apa apa,disatu sisi dirinya sempat kecewa karna merasa dibohongi,belum lagi sikap rani yang buruk terhadapnya selama ini.
Tapi mengetahui alasan yang sebenarnya, Kinara ahirnya memaklumi jika apa yang dilakukan papanya rani,semata mata hanya ingin menyelamatkan anaknya. Dan apapun itu kinara turut bahagia bisa bertemu kembali dengan kedua sahabat kembarnya,tepat disaat dirinya merasa tidak memiliki siapapun dinegara ini selain santi.
Tok tok tok..
Ceklek..
"Hay.."
"Reno..?? sendirian..? Rani mana..?"
"Ga nyuruh aku masuk dulu nih.."
__ADS_1
"iya iyah,ayo masuk.." ucap kinara seraya mempersilakan reno masuk.
"Rani ga bisa dateng,hari ini ada tugas kuliah katanya.." Reno pun meletakan beberapa kantung kresek buah buahan dan beberapa makanan,juga susu untuk ibu hamil.
Kinara hanya bisa tersenyum tipis,melihat jejeran kantung kresek yang dibawa reno.
Tentu saja melihat perhatian reno,kinara selalu teringat Reyga suaminya.
Andai saja Reyga tahu tentang kehamilannya,Pria itu pasti akan menjadi pria yang sangat bahagia. Mengingat bagaimana pesimisnya reyga untuk memiliki keturunan,Kinara yakin jika saat ini dia masih bersama dengan suaminya,mereka pasti akan menjadi pasangan yang berbahagia dalam menanti buah cinta mereka.
Sayangnya semua itu tak akan menjadi nyata, Reyga saat ini pasti sudah bahagia dengan celin. Dan kinara pun sudah bertekad akan melahirkan dan membesarkan anaknya ditempat ini. Toh disini dia tidak sendirian,ada rani,reno dan santi yang selalu mensuport dan memperhatikannya.
"Heyy ko malah bengong sih.." ucap reno membuyarkan lamunan kinara.
"Kamu ko bawaanya banyak banget sih ren,buah buahan yang kemarin kan juga masih ada. Lagian susu hamil juga masih ada buat sampe satu bulan kedepan."
"Ge Er banget sih kamu ra,aku kan beli bukan buat kamu doank.." sahut reno seraya mengeluarkan buah2an dari kantung kresek dan memasukannya kedalam kulkas.
"Lho terus kalo bukan buat aku,buat siapa dong.." kinara sedikit mengerutkan keningnya,sementara reno hanya terkekeh melihat sikap bumil yang satu ini.
ucap reno kemudian seraya mengelus perut kinara yang masih rata.
Seketika kinara tertegun,dikehamilannya yang pertama bukan sang suami yang mengelus perutnya,melainkan pria lain yang merupakan sahabatnya.
"Eh sorry ra.. aku ga bermaksud lancang,aku cuma.." Reno sedikit gugup karna tanpa sadar mengelus perut kinara.
"Ga papa ko ren.." ucap kinara seraya tersenyum simpul.
"Oh iyah, Rani juga bawain ini,tadi pagi pagi sekali dia sibuk didapur,aku kira tuh anak lagi buatin sarapan,tahunya dia lagi bikin soto,katanya kemarin kamu nyidam pengen makan soto.."
Reno kemudian membuka tempat makan yang berisikan soto yang masih panas. "Nih makan,biar aku suapin.."
Reno pun mengulurkan sendok yang berisikan soto ke wajah kinara. Sementara kinara lagi lagi dia tertegun mendapat kan sikap dan perhatian seperti itu oleh reno.
__ADS_1
"Ayo dong Ra buka mulutnya a..a.."
"Aku makan sendiri aja yah ren.." jawab kinara seraya mengambil sendok dan soto yang ada ditangan reno,lalu kinara pun segera menyantap soto itu tanpa banyak bicara apapun.
Reno hanya memperhatikan kinara yang sedang makan seraya tersenyum tipis. meskipun banyak waktu yang telah dia lalui,namun reno sendiri merasa bersyukur bisa bertemu kembali dengan gadis yang dulu amat dicintainya.
Yah meskipun sekarang reno sadar sampai kapanpun reno tak akan pernah bisa memiliki hati kinara,apa lagi saat ini kinara sudah menjadi istri orang lain dan tengah mengandung. meskipun reno juga sudah tahu tentang hubungan pernikahan kinara dan reyga yang tengah bermasalah. tapi hal itu tak membuat reno menjadi egois dan hanya akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu.
Bagi reno saat ini,bisa melihat kinara dan mencurahkan segala perhatian untuknya dan juga calon bayi yang ada dikandungan kinara. itu sudah lebih dari cukup. Karna reno tak ingin membebani kinara dengan perasaannya.
"Thanks yah ren.." ucap kinara tiba tiba,setelah dia selesai menghabiskan semangkuk soto buatan rani.
"Jangan makasih sama aku ra, yang buatin kan rani,aku cuma ngebawain doang ko.."
"Ya apapun itu,aku ucapin makasih banget sama kamu dan rani. Thanks banget disaat kondisiku kaya gini,kalian selalu ada,bahkan kalian perhatian banget sama aku dan calon bayiku.." mata kinara pun mulai berkaca kaca,dia benar benar merasa terharu atas segala sikap dan perhatian kedua sahabat kembarnya itu.
"Eeiittt itu mata kenapa berkaca kaca gitu..?
No..!! bumil ga boleh cengeng gitu dong ah,kalo kamu nangis tar rani bisa bisa marahin gue.." sungut reno dengan mimik wajah cemas namun dibuat selucu mungkin.
Alhasil kinara pun mengembangkan senyumnya,seraya mengusap kelopak matanya yang basah. "Bisa aja kamu ren,tapi beneran sampein terimakasihku sama rani yah,bilangin lain kali ga usah repot repot,aku jadi ga enak udah terlalu banyak ngrepotin kalian.."
"Kamu ga usah merasa ga enak gitu ra sama kita,anggep aja aku sama rani ini keluarga kamu,lagian rani itu sayang banget sama kamu ra,kadang dia suka sedih dan menyesal jika mengingat sikap buruknya terhadapmu dulu.."
"Aku udah lupain semuanya ko ren,bagiku yang sekarang aku merasa bersyukur memiliki kalian saat ini.." kinara pun mengulas senyum seraya hendak bangkit membawa mangkuk bekas soto ketempat cucian.
Namun sebelum kinara beranjak,reno mencekal tangannya lebih dulu,membuat kinara menoleh dan urung untuk melangkah.
"Berjanjilah untuk tidak akan bersedih dan menangis lagi, berjanjilah untuk tetap baik-baik saja dan tetap kuat demi bayi yang ada didalam kandungan kamu.."
Kinara sesaat terdiam,menatap wajah reno dalam,dan perlahan kinara mengangguk seraya mengulas senyum.
***Bersambung..😊
__ADS_1
jangan lupa like dan komennya yah..🙏🙏😊**