
Kinara dan Reyga sudah sampai dipelataran rumah kontrakan yang Kinara tempati saat ini, namun baru saja mereka sampai didepan pintu, tiba-tiba Santi dan Dion keluar dari dalam.
"Syukur lah elo pulang Ra, Shanum tadi sempet rewel tapi sekarang dia udah tidur, jadi gue sama Dion balik dulu yah.." ucap Santi seraya menatap Reyga dengan raut wajah tak bersahabat, membuat Reyga nampak kikuk dan mengulas senyum tipis yang dipaksakan.
"Makasih yah San, udah jagain Shanum, maaf kalau gue selalu repotin elo.." Santi pun mengangguk sambil tersenyum "Sama-sama Ra,kalo gitu gue balik dulu yah.." balasnya kemudian.
Lalu ketika hendak melangkah Santi pun berhenti tepat disamping Reyga lalu berbisik pelan padanya " Kali ini gue ijinin Nara buat kembali sama elo,tapi jika sekali lagi elo buat Nara bersedih,maka elo harus berhadapan sama gue..!" dan setelah mengatakan itu Santi pun melangkah pergi sambil menggandeng tangan suaminya.
Sementara Reyga hanya bisa menghela nafas pelan, kenapa orang-orang disekitar Kinara begitu sangat tidak menyukainya,padahal selama ini dirinya juga korban karna ditinggalkan begitu saja oleh istri tercintanya itu, tapi kenapa seolah olah justru Reygalah yang paling bersalah.
"Hey ko bengong.." Reyga pun membuyarkan lamunannya lalu menarik sudut bibirnya membentuk senyuman " Sepertinya disini bodyguardmu banyak sekali.." sahut Reyga dengan wajah datarnya, membuat Kinara terkekeh pelan.
"Itu karna mereka menyayangiku ka Rey..uda ah ga usah dipikirin, yuk masuk.." Lalu Kinara pun menarik tangan Reyga untuk ikut masuk kedalam rumah kontrakannya.
Sesampainya didalam, Reyga nampak terdiam sambil meniliti disetiap sudut ruangan, ternyata selama istrinya tinggal ditempat yang cukup sempit seperti ini,amat jauh berbeda dengan apartemen miliknya.
"Nara.." Reyga pun menarik tangan istrinya,hingga Kinara pun menoleh "Ada apa ka Rey..?" jawabnya.
"Apa selama ini kamu tinggal disini..?" dan Kinara pun hanya mengangguk seraya mengulas senyum menjawab pertanyaan suaminya.
"Tapi Nara.."
"Sttt.." Kinara pun menempelkan jari telunjuknya dibibir Reyga "Ada yang ingin aku tunjukan sama ka Reyga,ikut aku yah.." Lalu Kinara pun masuk kedalam kamarnya yang diikuti Reyga dari belakang.
Dan ketika baru sampai diujung pintu kamar, Reyga nampak terkejut melihat sebuah box bayi yang berukuran cukup besar yang nampak memenuhi kamar sempit itu, lalu dengan kening berkerut Reyga pun melemparkan pandangannya pada Kinara seolah ingin bertanya,apa maksud semua ini.
__ADS_1
Kinara hanya mengembangkan senyumnya seraya terus berjalan maju menghampiri box bayi itu, dan lagi lagi Reyga hanya bisa mengekori istrinya dari belakang, Namun tiba-tiba dirinya tertegun kala melihat seorang bayi mungil yang nampak terlelap dalam box bayi itu,lamat lamat Reyga menatap lekat wajah cantik bayi mungkil itu yang ternyata sama persis dengan wajah istrinya.
Reyga kembali melemparkan pandangan pada Kinara,entah mengapa tiba tiba dadanya terasa berdebar tak menentu "Nara..bayi siapa ini..?" ucap Reyga dengan bibir bergetar,entah mengapa pikiran buruk mulai berkecamuk dalam benaknya,apakah Nara dan Reno sudah memiliki anak..? Lalu bagaimana bisa Kinara menghianatinya seperti ini..? batin Reyga seolah tengah bergejolak.
Namun berbanding terbalik dengan Kinara, istri cantiknya itu sejak tadi mengurai senyum seolah tidak merasakan ketakutan apa yang tengah Reyga alami saat ini.
"Namanya Delisha Annira Elshanum yang artinya bayi perempuan yang cantik,yang membawa kebahagiaan dan keberkahan serta menjadi cahaya terang untuk kedua orang tuanya, dan dia.., dia adalah putri kita ka Rey.."
Deg..!!
Tiba tiba jantung Reyga seolah berhenti berdetak, untuk sesaat Reyga terdiam dan mematung,tatapan matanya tak luput pada bayi mungil yang tengah tertidur dengan lelapnya, lalu tanpa bisa dicegah sudut mata Reyga mulai terasa basah,perlahan dengan gemetar tangannya terulur menyentuh pipi mulus sang bayi yang mulai sedikit chabi dan menggemaskan.
"Nara.." ucapnya dengan suara serak dan lirih, Reyga pun mengalihkan pandangannya pada sang istri " Apa benar dia putriku,kau sedang tidak bercandakan.." pria tampan itu nampak berkaca kaca masih belum percaya sepenuhnya atas apa yang dia dengar.
Kinara pun menarik nafas lalu sambil tersenyum Kinara mengangguk "Iyah ka Rey,Shanum adalah putrimu,buah cinta kita.."
Kemudian setelah Reyga melerai pelukannya, Reyga langsung menghujani wajah Kinara dengan ciuman,dipipi kanan,pipi kiri,lalu dikening sang istri, tak henti hentinya dia berucap sukur pada sang pencipta, Reyga bukan hanya mendapat kan penglihatannya kembali,tapi Tuhan juga sudah mempertemukannya kembali dengan sang belahan jiwa istri tercintanya, lalu Tuhan seolah tak henti hentinya memberikanya kebahagian dengan menghadirkan Shanum sebagai buah cintanya.
"Nara,makasih sayang..terimakasih karna kamu sudah melahirkan seorang putri yang cantik untukku, apa selama ini kamu merasa menderita karna kamu harus mengandung dan melahirkan anak kita tanpa aku disisimu.." Reyga terus menciumi kening istrinya lalu mendekapnya dengan erat.
Kinarapun hanya menghela seraya mengulas senyum,tak lupa melingkarkan tangannya juga pada dada bidang sang suami.
Yah, tentu saja melalui hari hari tanpa Reyga membuat Kinara merasa sangat menderita, apalagi jika mengingat ketika mengandung Shanum, Kinara sering menangis seorang diri dikesunyian malam hanya karna merindukan pelukan hangat sang suami, Dan sekarang Kinara sungguh merasa bahagia bisa kembali menghirup aroma maskulin tubuh suaminya.
Kinara menggeleng pelan,seraya mendongakakan wajah menatap lekat wajah tampan suaminya "Semua penderitaan itu sudah terbayar,ketika aku bisa melihat wajah tampan suamiku kembali.." Kinara kembali mengulas senyum,dan Reyga pun semakin intens menatap wajah Cantik istrinya, wajah yang amat sangat dia rindukan selama ini.
__ADS_1
Hingga jarak antara wajah merekapun semakin dekat,perlahan Reyga sedikit membungkukan kepalanya untuk mengikis jarak dengan wajah istrinya,hembusan nafas Reyga pun terasa hangat diwajah Kinara,dan ketika hidung mereka sudah saling bergesekan dengan reflek Kinara pun memejamkan matanya,sama halnya dengan Reyga, seulas senyum terukir dibibirnya yang hanya tinggal beberapa inci lagi menyentuh bibir ranum istrinya,dan..
Owek-owek-owek..
Kinarapun sontak membuka mata, "Ka Rey Shanum bangun.." ucap Kinara seraya melepskan diri dari pelukan suaminya.
Sementara Reyga hanya menghela nafas lalu tersenyum senyum sendiri sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Sayang,anak mamah bagun yah, lihat ada siapa disini.." Kinara dengan perlahan menggendong Shanum yang masih nampak menangis,lalu mendekatkannya pada Reyga.
Dengan perasaan yang sulit digambarkan,Reyga menyentuh tangan mungil putri cantiknya,dan ketika jari Reyga menyentuh telapak tangan bayinya,Shanum langsung menggengam jari telunjuk papanya seraya sedikit merengek.
Sontak wajah Reyga pun berbinar, ada rona bahagia yang begitu terpancar dari wajah tampannya. "Sayang, lihatlah dia menggenggam jariku.." ucap Reyga seraya terus mengembangkan senyumnya.
"Apa kau mau menggendongnya ka Rey.." sesaat Reyga terdiam seraya menatap Kinara dan Shanum bergantian,antara ingin sekali namun belum berani.
"Enggak papa ka Rey,kau harus belajar menimang putrimu sendiri,sini kemarikan tanganmu.." dan dengan hati hati Kinara meletakan Shanum diatas tangan Reyga.
Reyga pun nampak kaku ketika pertama kali menggendong putrinya, namun ketika matanya menatap Shanum hatinya berdesir menghangat,bayi cantik itu adalah putrinya, darah dagingnya, sebuah anugrah Tuhan yang Reyga sendiri bahkan tak pernah menyangka akan memiliki keturunan, hingga tiba-tiba Reyga meneteskan air mata,anatara haru dan bahagia,lalu Reyga pun kembali menatap Kinara yang ada dihadapannya.
"Terima kasih sayang,sudah menghadirkan putri yang cantik untukku, aku berjanji mulai saat ini aku akan menjaga kalian berdua dengan segenap jiwa dan ragaku.."
Reyga pun kemudian mencium kening istrinya,lalu bergantian mencium bayi mungil yang masih ada digendongannya,sementara Kinara pun turut menghambur memeluk sang suami dan putri tercintanya.
*Tamat atau lanjut nih..🤭
__ADS_1
kalo banyak yang comen author lanjutin nih sampe beberapa bab lagi..🤔
tapi kalo pada diem2 bae,ywslah besok bikin bab terakir aja..😒