
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 01:40 menit dini hari,namun kinara masih saja tetap terjaga,padahal seharian ini tubuh dan otaknya terasa amat sangat lelah,tapi sejak sore tadi dia tak bisa memejamkan matanya walau hanya sekejap.
Kinara terus membolak balikan badannya mencari posisi yang nyaman agar ia bisa cepat terlelap,tapi lagi lagi matanya sulit terpejam,ahirnya diapun menyibakan selimutnya lalu duduk bersandar diheadboard ranjang.
Kinara menghembuskan nafasnya pelan sambil sesekali melihat kearah pintu.Malam sudah semakin larut hampir dini hari,tapi pria tampan yang baru saja dalam hitungan jam menjadi suaminya,belum juga pulang dari rumah sakit.Dan sekali lagi kinara menghembuskan nafasnya pelan,ada guratan kecewa dalam relung hatinya,meskipun reyga tadi berkata tak usah menunggunya,namun nyatanya tetap saja dia merasa resah dan tak bisa tidur karna berharap suaminya segera pulang.
Kinara kemudian mengambil Hp nya yang terletak diatas nakas disamping tempat tidurnya,dia menyalakan benda pipih itu namun tak ada satu pun pesan masuk dari reyga walau hanya sekedar memberi kabar.Hatinya pun kembali mencleos,lalu kemudian diapun berinisiatif mengirim pesan terlebih dulu pada suaminya itu,tapi baru saja dia hendak mengetik,kinara mengurungkan niatnya kembali karna dia tidak ingin reyga berpikiran bahwa dirinya nanti seolah mengekangnya.
hingga ahirnya kinarapun meletakan kembali Hp nya diatas nakas,dan membaringkan kembali tubuhnya dibalik selimut.Dia berusaha untuk terus memejamkan matanya hingga ahirnya benar-benar terlelap karna lelah.
***
Reyga merogoh saku celananya,mengambil Hp nya dan hendak mengirim pesan pada kinara,tapi ternyata dia baru menyadari bahwa Hape nya telah mati kehabisan daya,reyga pun menghela nafas sambil menatap benda pipih itu,dia merasa tak enak hati karna lupa memberi kabar pada istrinya bahwa sepertinya malam ini dia tidak bisa pulang,karna sejak sore tadi celin terus mengigau menyebut namanya.Bahkan gadis yang kini tengah terlelap dihadapannya itu,masih menggenggam jemarinya erat,seolah takut dirinya akan pergi meninggalkannya.
"sorry ya nara,sepertinya malam ini aku ga bisa pulang,semoga kamu udah tidur dan gak marah padaku." ucap reyga dalam hati.
***
Kinara kini tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi,pagi ini dia hampir bangun kesiangan karna jelas semalam dia tak bisa tidur dengan nyenyak.Dan ketika tadi pagi dia terbangun,lagi-lagi kinara harus menelan kekecewaannya karna mendapati suaminya belum pulang juga.Namun untuk mengalihkan rasa kecewanya,dia berusaha menyibukan diri dengan membereskan apartemen dan membuat sarapan di dapur seperti sekarang ini.
Kinara berharap suaminya itu segera pulang,dan mereka bisa menikmati sarapan bersama.
'ting-nong ting-nong'
suara bel pintu apartemennya berbunyi,kinara berlonjak gembira karna ternyata benar suaminya telah pulang,diapun kemudian mencuci tangannya,dan merapikan penampilan sejenak merasa gugup karna akan bertemu juga dengan suaminya.
Kinara menuju pintu depan sambil terus mengulas senyum dibibirnya,dan 'ceklek' pintupun dibukanya.
"hay sayang good morning.."
seketika raut berseri diwajahnya langsung pudar,namun ia tetap memaksakan bibirnya untuk tetap tersenyum.
__ADS_1
"pa-pagi mih.." jawabnya sedikit gugup karna yang datang adalah mami marisyah ibu mertuanya.
"maaf yah sayang mami dateng pagi-pagi gini,mami gak ganggu kan..?" ucap marisyah kepada menantunya yang dibalas gelengan pelan oleh kinara.
"ah enggak ko mih,ayo mih masuk."
kemudian kinarapun mengajak masuk ibu mertuanya itu.
"Reyga belum bangun yah..? ya ampuun anak itu mentang-mentang pengantin baru,jam segini belum bangun juga."
ucap marisya dengan senyum yang tertahan. Namun kinara justru menunduk lesu menyembunyikan raut kesedihan diwajahnya.
Dan marisyah pun menyadari perubahan wajah menantunya yang nampak tak seperti biasanya.
"kinara sayang,wajahmu kenapa lesuh begitu..?"
apa jangan-jangan semalam reyga melakukannya berkali kali sehingga membuatmu nampak kelelahan seperti ini..?"
"Dasaarrr anak itu yah.."
"ka reyga enggak ada mih.." ucapnya lirih masih menunduk,membuat ibu mertuanya itupun mengerutkan keningnya bingung.
"maksudnya..??"
"Semalam ka reyga menerima telfon dan mendapat kabar kalau ka celin mengalami kecelakaan,dan ka reyga pun langsung kerumah sakit mih." ucap kinara setenang mungkin berusaha menyimpan kerisauan yang ada dihatinya.
"Dan jangan bilang sampai saat ini reyga belum pulang juga." tebak marisyah kemudian yang tak lepas menatap raut kesedihan diwajah menantunya.Dan kinara pun hanya mengangguk membanarkan.
"huufffttt ya Tuhan reygaa...!!!" ucap marisyah lagi dengan sangat geram,merasa benar-benar kesal akan sikap putranya itu.
"kinara sayang,mamih benar-benar minta maaf yaah atas sikap reyga.lagi-lagi dia mengecewakanmu."
__ADS_1
ucap marisyah seraya memegang bahu menantunya,hingga membuat kinara mengangkat wajahnya dan memaksakan senyum dibibirnya.
"kinara enggak papa ko mih,mamih gak perlu minta maaf,mamih kan gak salah." balas kinara menenangkan hati ibu mertuanya padahal terlihat jelas hatinya sendiri sedang tidak baik-baik saja.
"tapi nara sayang,tetap saja reyga itu salah,ini tidak adil buat kamu,karna bagaimanapun reyga seharusnya lebih memperioritaskan kamu dari siapapun,karna sekarang kamu adalah istrinya,tanggung jawabnya." ujar marisyah benar benar merasa kecewa pada putra semata wayangnya itu.
"mungkin keadaan ka celin cukup parah mih,hingga tidak memungkinkan ka reyga untuk pulang." ucap kinara lagi yang membuat marisyah tidak habis pikir terbuat dari apa hati menantunya itu.
"tapi apapun itu mamih tidak membenarkan atas apa yang sudah reyga lakukan,dia harusnya belajar lebih menghargai perasaan istrinya dari pada orang lain."
Kinara yang sejak tadi mendengar penuturan ibu mertuanya itu pun jadi merasa tersentuh dan terharu,dia bersyukur karna seperti apapun pernikahannya dengan reyga,dia kini memiliki seorang ibu mertua yang sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri.
"kinara beneran gak papa ko mih,mamih gak usah hawatir yaah." ucapnya kemudian menenangkan ibu mertuanya lagi.
"oh yah,mamih udah sarapan belum,kinara tadi baru aja buat sarapan,kita sarapan bareng yuk mih." ucap gadis itu mengulas senyum dihadapan mertuanya.
"maaf yah kinara sayang,tadi mamih udah sarapan dirumah,mamih sampai lupa tujuan mamih mampir kesini karna ingin mengantarkan inih." ucap marisyah sambil menyerahkan dua paperbag besar pada kinara.
"inih apa mih..?" ucap kinara sedikit bingung.
"itu beberapa parcel ucapan selamat dari rekan-rekan mamih."
"oh makasih yah mih,maaf udah ngerepotin mamih jadinya."
"iya sama sama sayang ga papa.Ya udah kalo gitu mamih langsung pergi yah mau kebutik soalnya." ucap marisyah berpamitan pada menantunya.
"jadi beneran mamih ga mau sarapan dulu bareng kinara..?"
"lain kali aja ya nara,mamih buru-buru soalnya." kinara pun mengangguk pelan seraya mencium tangan ibu mertuanya.
Dan setelah ibu mertuanya pergi berlalu meninggalkan apatermen,kinara pun terdiam dan duduk termangu,pandangan matanya serasa kosong,seketika ada rasa pilu yang menyelimuti hatinya saat ini.
__ADS_1
***Bersambung..😊
jangan lupa tinggalin jejak like nya yah..🙏🙏🤗🌷**