Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 94


__ADS_3

"Happy birt day to you.."


"Happy birt day to you.."


"Happy birt day..Happy birt day..Happy birt day Kinara.."


Fiuuuhhh..


"Selamat ulang tahun Nara sayang.."


Seorang pria dengan tatapan mata yang kosong tengah duduk disudut kamarnya,dan dihadapannya terdapat kue ulang tahun lengkap dengan lilin yang baru saja dia tiup sendiri.


"Dimanapun kamu berada,semoga kamu selalu senantiasa diberikan kesehatan,kebahagiaan dan selalu dalam lindungan Allah.." ucapnya lagi dengan raut wajah datar dan kemuraman.


"Sudah lima bulan lebih kamu pergi meninggalkanku nara, apa kamu tak merindukanku..??" ucapnya lagi dengan sudut bibir bergetar.


"Ah tentu saja kamu tak akan merindukanku,karna kamu tidak benar benar mencintaiku nara. Karna jika kamu memang mencintaiku,kamu pasti takan pergi meninggalkanku.." ucapnya lagi seraya tersenyum getir.


"Tapi kamu tak perlu hawatir nara,mulai hari ini aku tak akan lagi mencarimu, dan dihari ulang tahunmu ini aku akan memenuhi apa yang menjadi keinginanmu.."


Wajah pria tampan itu mengulas senyum kegetiran,tatapan matanya terasa kosong,Dia baru saja merayakan hari ulang tahun istrinya dan di hari ini pula,dia akan memutuskan untuk tidak lagi mencari istrinya.


Sementara dibalik pintu kamarnya,seorang wanita paruh baya tengah berdiri memperhatikan putra semata wayangnya.


Dia mengusap kelopak matanya yang basah,sebelum ahirnya masuk kedalam kamar putranya.


"Rey..kamu ada disini nak..?"


"Mamih.." Sahutnya tanpa menoleh.


"Hari ini ultahnya kinara yah..?"


Dan reyga pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan mamihnya.


"Rey,kamu yakin dengan keputusan kamu..?" tanya marisyah seraya mengusap bahu putranya.


Namun lagi lagi Reyga hanya mengangguk tanpa ekspresi.


"Tapi Rey..! tidak kah semua ini terlalu buru-buru..? Kamu hanya akan semakin menyakiti diri kamu sendiri rey.." Marisya hanya bisa menghela nafasnya pelan,hawatir dengan keputusan yang diambil putranya.

__ADS_1


"Reyga sudah memikirkannya baik-baik mih,dan mungkin ini yang terbaik. Bukankah kita sama-sama saling membutuhkan.."


"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu,kebahagiaan kamu..?? Mami gak ingin putra mami satu satunya hidup bersama dengan orang yang tidak dia cintai.."


"Cinta..??"


"Sejak awal reyga gak pernah percaya dengan yang namanya cinta mih, sampai saat kinara hadir dalam kehidupan reyga, rey berpikir mungkin cinta memang benar adanya,tapi ternyata rey salah mih,karna pada ahirnya Kinara juga pergi ninggalin reyga,sama seperti papih dulu ninggalin reyga.."


Reyga menggenggam jemarinya,rahangnya mengeras,sorot matanya terasa tajam namun terasa kosong.


"Jadi untuk apa adanya cinta mih,kalo pada ahirnya kita juga akan merasa terluka."


Kini tatapan mata reyga terasa layu,kelopak matanya terlihat basah. Marisyah yang melihat semua itu ikut merasa pilu,betapa putranya saat ini begitu terluka,begitu menderita.


"Mamih ga usah hawatir,tentang keputusan aku mih..Aku dan dia bukankah pasangan yang cocok mih,kita sama-sama tidak sempurna,kita sama sama cacat.." ucap reyga dengan senyum yang tertahan.


Mendengar itu marisyah lagi lagi mengusap kelopak matanya yang basah,dirinya sendiri merasa terpukul melihat nasib putra semata wayangnya yang selalu diliputi dengan kedukaan.


Reyga bukan hanya kehilangan semangat hidupnya,tapi sekarang reyga juga kehilangan cahaya hidupnya.


Karna kecelakaan beberapa bulan yang lalu telah merenggut penglihatan putra semata wayangnya,yakni Reyga mengalami kebutaan yang permanen.


Marisya sungguh tidak habis pikir dengan keputusan putranya. Marisya tau reyga saat ini sudah tidak memiliki semangat hidup lagi,tapi jika menikah dengan celin itu sama saja reyga hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


Tapi sebagai seorang ibu,Marisyah pun tidak bisa memaksakan kehendaknya.Apapun yang menjadi keinginan reyga saat ini marisya hanya bisa mensuport dan berdoa semoga ini yang terbaik untuk kehidupan putranya nanti.


"Ya udah rey, mamih ga bisa maksain kamu untuk mengubah keputusanmu ini,mami cuma bisa berdoa semoga apa yang menjadi keputusanmu adalah yang terbaik untuk kamu kedepannya..okeh.."


"Ya udah,mami siapin makan malam dulu yah,nanti kita makan malam bareng." dan setelah mengatakan itu marisyah pun keluar dari kamar reyga,begitu sampai dibalik pintu air mata marisyah langsung luruh begitu saja.


Yah,dihadapan putranya marisyah bisa bersikap tegar,namun hati ibu mana yang bisa kuat jika terus menerus melihat putranya hidup menderita.


Dan setelah maminya keluar dari kamar,air mata reyga pun menetes.


"Ini bukan cuma keputusan reyga mih,ini juga yang kinara inginkan..! Rey hanya berusaha memenuhi keinginannya, keinginan wanita yang paling reyga cintai."


***


"Ka reyga....!!!"

__ADS_1


Kinara terjaga dari tidurnya,keringat dingin mengucur dari pelipisnya,nafasnya juga tersenggal dan terasa berat.


"Ka reyga..hiks hiks.."


Kinara tiba tiba menangis,entah kenapa malam ini dirinya begitu merindukan suaminya,bahkan baru saja dia bermimpi merayakan ulang tahun bersama suaminya.


"Ka reyga,kenapa malam ini aku kangen banget sama kamu.." ucap kinara sendu seraya mengusap air matanya yang terus menyeruak


"Aaakkhh.."


Tiba tiba perut kinara pun teras keram.


"Sayang,apa kamu juga rindu sama papa hem..? apa kamu juga ngerasain apa yang mama rasain nak, mama kangen banget sama papa nak..hiks hiks hik.."


Kinara terus mengelus ngelus perutnya yang terasa kencang,sambil terisak dia terus berusaha mengajak bicara calon bayinya.


"Tunggu sebentar.." ucapnya kemudian seraya mengusap air matanya,kemudian kinara turun dari tempat tidur menuju kelemari pakean yang tidak jauh dari tempat tidurnya.


"Aah..ahirnya ketemu.." kinara mengembangkan senyumnya seraya menciumi kemeja milik reyga yang baru saja dia cari dalam lemarinya,kemudian kinarapun langsung memakai kemeja milik suaminya.


"Lihat sayang,papa sedang memeluk kita sekarang. Kamu tahu nak mamah sengaja mengambil kemeja papamu ini yang belum dicuci,jadi kalo mamah kangen mama bisa cium kemeja ini karna masih terasa aromah tubuh papa dibaju ini.."


Kinara terus bicara pada calon bayinya seraya terus menciumi lengan kemeja reyga yang dia pakai,dan tak terasa air matanya kembali luruh tak terbendung.


"Kenapa malam ini aku kangen banget sama kamu ka rey..? aku pengen tidur dipeluk kamu ka rey,maafin aku ka rey,maafin aku..hiks hiks hiks.."


"Maafin mama juga yah nak,kalo mamah suka cengeng,tapi kelak kamu harus jadi anak yang kuat yah sayang,biar bisa selalu nguatin mamah,karna mamah sayang banget sama kamu sayang.."


hiks..


hiks..


hiks..


"Ka rey,aku kangen ka rey..aku kangen.."


tisu mana tisu wey..😭😭😭😭😭


***Bersambung..😊

__ADS_1


pada pelit ah like komennya,author jadi syeediihhh..🥺🥺**


__ADS_2