Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 87


__ADS_3

"Ayo dong Rey habisin makanannya.."


Namun Reyga diam tak bergeming, hanya menatap kosong makanan dihadapannya.


Sementara gadis disamping reyga hanya menarik nafasnya perlahan.. "Rey, gue udah masakin ini cape cape loh,masa elo gak mau ngabisin makanannya." ucapnya dengan nada memelas,agar reyga mau melanjutkan makannya kembali.


"Thanks buat makanannya cel,tapi sorry gue udah kenyang cel, lain kali elo ga usah repot repot masakin buat gue" ucap pria tampan itu seraya bangun dari duduknya lalu melangkah meninggalkan celin yang masih duduk terdiam dimeja makan.


Reyga melangkah menuju tepi balkon yang tak jauh dari ruang makan tersebut, seperti biasa dia akan menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk menatap gedung-gedung pencakar langit yang tinggi yang terpampang tak jauh dari gedung apartemennya.


Reyga kembali melamun,dengan tatapan mata yang kosong. Dan dari tempatnya berada,perlahan celin menggerakkan kursi rodanya menghampiri reyga.


"Rey, elo gak bisa kaya gini terus..! mau sampe kapan elo kayak gini rey..? apa elo gak kasian sama tante marisyah,hampir tiap hari dia harus bolak balik kesini hanya untuk mengecek kondisi putranya,belum lagi tante marisyah harus mengurus butiknya yang terbengkalai karna sebagian waktunya dia habiskan untuk menemanimu disini rey.."


"Dan elo juga harus tau rey Perusahaan saat ini sedang tidak baik-baik saja,karna sudah satu bulan lebih elo gak masuk kantor.."


Celin menjeda kalimatnya sejenak,gadis itu menarik nafas dalam,melihat reyga yang masih tak bergeming dan menghiraukan semua kata-katanya.


Padahal selama sebulan ini,semenjak mengetahui kinara pergi dan menghilang,gadis itu tak pernah absen datang ke apartemen reyga,semata mata ingin memberi suport dan semangat pada reyga agar pria itu mau bangkit dan move on dari keterpurukannya. Namun hingga sampai saat ini segala usaha dan upayanya belum juga membuahkan hasil.


Karna Reyga kini seolah hidup dengan raga tanpa jiwa,selama kinara pergi,dia selalu betah menghabiskan waktunya untuk melamun dan merenung didalam apartemennya,berharap bahwa sang istri pasti akan pulang.Namun sudah sebulan lebih harapan reyga seolah semakin pupus.

__ADS_1


Celin meraih tangan reyga,yang kini tengah berdiri mematung menatap pemandangan diluar sana dengan tatapan kosong. Sungguh melihat Reyga seperti ini,hati celin pun ikut terenyuh..


"Rey.." ucap gadis itu lirih seraya menggenggam jemari tangan pria tampan itu.


Sesaat reyga menoleh,menatap celin dengan tatapan sayu,seolah binar kehidupan dimata pria tampan itu kini tengah redup dan hampir padam.


"Rey, gue tahu elo begitu mencintai kinara. tapi kalo kinara juga mencintai elo, dia gak akan mungkin ninggalin elo gitu aja kaya gini.." mendengar itu,reyga menarik jemari tangannya dari genggaman tangan celin,dia menghembuskan nafasnya kasar seraya membuang muka kembali menatap gedung-gadung tinggi yang ada dihadapannya.


"Kinara pergi,pasti karna suatu alasan,gue yakin ada sesuatu dibalik semua ini, dia tidak mungkin pergi begitu aja ninggalin gue kalo tidak ada sesuatu hal.." Reyga mengatakan itu tanpa menoleh kearah celin,membuat gadis itu hanya bisa menghela nafasnya pelan.


"Apapun alasannya Rey, Kalau memang kinara mencintai elo harusnya dia tidak memilih pergi untuk meninggalkan suaminya. Itu berarti cinta kinara tidak murni."


Seketika mata celin memerah dan berkaca kaca, selama ini dia sudah begitu sabar menerima sikap reyga yang begitu dingin dan acuh kepadanya, namun mendengar reyga saat ini membentaknya gadis itu tak bisa menahan air matanya untuk tidak jatuh meluruh, karna bagaimanapun pria yang nyatanya masih mencintai istri yang sudah meninggalkannya itu,tak lain juga adalah pria teramat celin cintai.


Melihat celin yang meneteskan air mata,seketika reyga merasa sedikit bersalah. Bagaimana pun juga celin adalah sahabat baiknya sejak kecil, gadis itu selalu ada dimasa masa terpuruknya,bahkan disaat sekarang seperti ini,disaat orang yang paling dia cintai pergi begitu saja meninggalkannya, celin masih tetap setia mendampingi reyga dan mensuportnya.


"Sorry cel, gue ga bermaksud untuk ngebentak elo,gue saat ini bener-bener butuh waktu untuk sendiri cel.." ucap reyga parau seraya duduk bersimpuh dihadapan celin,wajahnya terlihat lusu,dan sedikit ditubuhi jambang disekitar rahang kokohnya.


Celin mengusap kelopak matanya yang basah,lalu sebisa mungkin dia mengukir senyum disudut bibirnya.


"Gue ga papa ko rey,gue cuma sedih karna gue udah benar benar kehilangan sosok sahabat gue reyga yang dulu. Gue ngerti perasaan elo sekarang rey,elo kecewa,terluka dan putus asa,tapi elo juga harus inget lo masih punya gue dan tante marisyah yang sayang sama elo rey.."

__ADS_1


Mendengar itu reflek reyga membenamkan wajahnya dipangkuan celin,entah mengapa semenjak kinara pergi dia seolah tak mampu lagi untuk melanjutkan kehidupannya seperti dulu.


Reyga bukan hanya kecewa,terluka dan putus asa,tapi dia seolah olah hidup tanpa nyawa karna belahan jiwanya kini pergi meninggalkan dirinya entah kemana dan apa alasannya.


Reyga berharap semua ini hanyalah mimpi buruk belaka,hingga kelak saat dirinya terbangun kinara sudah ada disampingnya,dipelukannya.


Namun saat dia membuka mata dipagi hari kenyataan seolah menyadarkannya,bahwa ini bukan mimpi,ini nyata..! wanitanya sudah tak ada lagi disampingnya,senyum manis itu,aroma candu itu membuat reyga semakin sadar kinara bukan hanya pergi meninggalkannya,namun kinara seolah membunuhnya secara perlahan dengan membawa seluruh jiwanya,seluruh dunianya yang kini hanya tinggal semu dan nestapa yang reyga rasakan.


Celin mengusap rambut reyga dengan lembut,sementara tangan satunya menepuk nepuk pelan bahu kokoh pria tampan itu,berusaha untuk menenangkan sahabatnya yang mungkin saat ini begitu terpukul dan terluka karna wanita yang dicintainya memilih pergi untuk meninggalkannya.


Sementara reyga sendiri,dia masih tak bergeming menumpahkan segala keresahan hatinya dipangkuan celin. tak perduli jika sahabatnya itu akan menganggapnya pria cengeng dan rapuh,reyga sama sekali tak peduli. Saat ini dia hanya benar benar merasa lelah, lelah dengan kehidupan yang begitu kejam mempermainkannya.


Sedangkan celin pun sama,sudut hatinya terasa nyeri dan pilu melihat pria yang dia cintai menangisi wanita lain yang telah pergi meninggalkannya.


Namun bukan itu yang membuat celin terluka..ada yang lebih pedih yang harus celin tanggung seorang diri,bahkan sampai sisa ahir hidupnya nanti celin akan terus merasakan perasaan ini,mengingat pembicaraan terakir kalinya dengan kinara dua bulan yang lalu..


Mengingat itu semua,hati celin semakin teriris pilu,seraya mengusap lembut rambut reyga,gadis itu tersenyum getir,tatapannya terasa nanar..


Apakah kelak reyga akan mau memaafkannya..??


*Bersambung..😊

__ADS_1


__ADS_2