
Kinara tengah berada dikamarnya,dia tengah menatap foto pernikahannya dengan reyga,terlihat didalam foto itu dia nampak tersenyum bahagia.Berbeda dengan sekarang jangankan tersenyum,hatinya kini justru berselimut duka dan nestapa.
Namun jauh direlung hatinya yang paling dalam,kinara amat merindukan sosok reyga suaminya,dia bisa menahan segala lara dihatinya,tapi dia tak bisa membendung rasa rindunya akan kehadiran reyga yang selama ini sudah menemani hari harinya.
"Aku kangen banget sama kamu ka rey..tapi apakah tak sedikitpun kamu merindukanku..?"
kinara menyeka air matanya,dia mendekap bingkai foto pernikahannya,memeluknya dengan erat seolah olah foto itu adalah reyga suaminya.Hatinya begitu terasa pilu,karna disatu sisi dia amat terluka dan kecewa atas sikap reyga,namun disisi lain dia juga amat merindukan suaminya.Kinara berusaha memejamkan matanya,agar dia bisa terlelap dan mengistirahatkan hati dan fikirannya yang terasa lelah,hingga ahirnya kinara pun benar benar terlelap.
***
Sinar matahari yang menghangat mulai masuk dan menyusup dibalik tirai tirai jendela kamar kinara yang masih terlelap dalam tidurnya,hingga beberapa saat kinara mulai mengerjapkan kelopak matanya dengan perlahan,dia membuka matanya dan menyadari hari sudah berganti pagi.
Namun seketika kinara termangu,saat merasakan ada tangan kekar yang melingkar dipinggangnya.Sejenak kinara memejamkan matanya mencoba mengumpulkan kesadarannya,hingga setelah menghembuskan nafas pelan,kinara mencoba membalikan badannya dan seketika dia tercengang karna yang memeluknya itu adalah reyga suaminya.
Kinara terpaku sambil terus memandangi wajah tampan suaminya yang sedang terlelap.Dia seperti merasa bahwa ini adalah mimpi,hingga tanpa sadar tangan kinara sudah membelai wajah suaminya.
"Kalau benar ini adalah mimpi,maka biarkan aku merasakannya lebih lama lagi." Namun seketika kinara tersentak,saat reyga memegang tangannya yang sedang membelai wajahnya.
"Ini bukan mimpi nara,ini nyata." Reyga membuka matanya yang langsung bertatapan dengan mata kinara.Sementara kinara sendiri masih terdiam dan terpaku.
"I miss you so much mywife." reyga mencium kening istrinya dengan waktu yang cukup lama,sesaat keadaan terasa hening,ada rindu yang membuncah dalam hati masing masing,namun tak mampu dijelaskan dengan kata kata oleh keduanya.Sampai setelah beberapa saat kinara sedikit memundurkan badannya,memberi jarak antara dirinya dan reyga.
"A-aku sedang tidak bermimpikan ka rey,ka-kamu sudah pulang." tak terasa airmatanya menganak sungai dipelupuk mata hingga tanpa seijinnya jatuh bercucuran dengan sendirinya.
"Kinara,please jangan menangis,A-aku sungguh minta maaf,aku.."
"Kenapa ka rey,kenapa ka reyga tega ngelakuin ini semua padaku." kinara terisak,hatinya benar-benar pilu.Dia bahagia bisa melihat lagi wajah suami yang amat dirindukannya.Tapi tak bisa dipungkiri hatinya merasa terluka dan sakit.
__ADS_1
Reyga menarik tubuh istrinya,membawanya kedalam pelukannya,dan mendekapnya dengan erat.
"Aku tau aku salah,aku memang jahat,dan aku akui aku sengaja melakukan itu,agar kamu membenciku,agar kamu tidak terlalu mencintaiku.Aku ingin menghindarimu agar aku tak sepenuhnya bergantung padamu,agar kita sama sama tak saling terluka."
Reyga menjeda kalimatnya,dia mengangkat wajah istrinya yang dipenuhi dengan derai air mata.
Reyga menyeka air mata sang istri dengan tangannya,dia mengusap pipi kinara dengan lembut.Namun kinara masih menundukan pandangannya enggan menatap reyga.
"Tapi aku salah Nara.Nyatanya Jiwaku terasa kosong saat aku jauh darimu,aku benar benar merasa tersiksa karna tak bisa menghirup aroma tubuhmu.Aku sadar aku tak bisa pergi jauh meninggalkan duniaku yang sepenuhnya sudah ada kamu didalamnya.Berulang kali aku mengingkari,berulang kali aku menyakinkan diri bahwa cinta itu bulshit.Tapi pada ahirnya aku kalah,karna Aku terlanjur mencintaimu kinara larasati."
'Deg..' Kinara tercengang mendengar semua penuturan reyga.Seketika dia merasa ada yang salah dengan pendengarannya,hingga kini gadis itu memberanikan diri mengangkat wajahnya untuk menatap sang suami,menatap manik hitam itu dengan lekat,untuk mencari apakah ada kebohongan disana,dan sayangnya dia tidak menemukannya.
"Aku sungguh mencintaimu kinara,jikapun aku harus terluka,aku rela asalkan kamu tak pernah pergi dariku." Reyga nampak tulus mengungkapkan perasaannya kali ini.Namun kinara masih saja terdiam dan membisu tak bereaksi apapun.
Melihat istrinya tak bereaksi apapun,reyga merasa putus asa.Dia memeluk kembali tubuh istrinya mendekapnya dengan erat.
"Maaf,maafin aku karna sudah sering menyakitimu.Mungkin kamu membenciku dan tak percaya lagi dengan kata-kataku,tapi aku sungguh mencintaimu kinara." suara reyga terlihat melemah,nampak keputus asaan dan penyesalan dalam dirinya.
"Jika ini mimpi,maka aku akan memilih untuk tidak akan bangun dan tertidur selamanya."
Mendengar hal itu,reyga mengendurkan pelukannya dan menatap tajam kemanik istrinya.
"Kalau kamu tertidur selamanya,lalu aku sama siapa..?" sarkasnya bernada tak suka.
"Kan ada ka celin." seloroh kinara sambil berusah menahan tawanya.Dan tentu saja reyga langsung menghujaninya dengan ciuman ciuman gemas dipipinya,yang membuat kinara seketika memecahkan tawanya.
"Ampuuun ka rey udah donk.." kinara mencoba melepaskan diri dari dekapan reyga,namun pria itu masih saja mendusel dusel sana sini.
__ADS_1
"Itu hukuman,karna tadi kamu sudah ngerjain aku.Aku pikir kamu marah,sampai gak mau ngomong sama aku." Tangan reyga sudah mulai raba sana raba sini.
"Emang aku beneran marah ko sama ka rey."
Reyga menghentikan aksinya dan menatap wajah kinara.
"Aku marah sama ka reyga,karna ka reyga memberi kabar pada ka celin,sementara aku..?? aku gak dianggap sama sekali." Kinara mencebik kesal,dia membalikan badanya memunggungi sang suami.Dan reygapun hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"Okeh aku minta maaf,tapi sungguh aku juga berusaha untuk menjauhi celin,hari itu aku menitipkannya pada doni dan tak memberi tahunya bahwa aku akan keluar kota." reyga berusaha menjelaskan,tanganya memeluk pinggang sang istri yang memunggunginya.
"Tapi dari mana ka celin tahu,kalo ka reyga ada diluar kota,Aku denger sendiri loh,ka celin telfonan sama ka reyga." sarkas kinara yang masih kesal jika mengingat pembicaraan celin dengan reyga via telfon waktu didepan toilet kampus.
"Kalau soal itu sebenarnya celin yang menelfon nomer asistenku terlebih dulu,karna sudah beberapa kali dia menelfonku,aku tak mengangkatnya,jadi dia menelfon nomer ponsel asistenku yang dia dapatkan dari merayu mamih,dan berhubung asistenku mengatakan kalau ada anggota keluagaku yang menelfon keponselnya,jadilah terpaksa aku mengangkatnya." Reyga berusaha menjelaskan yang sebenarnya bahwa waktu diluar kotapun bukan hanya kinara yang dia hindari,tapi celin juga ingin dia hindari agar celin tak terlalu bergantung padanya.
"Ka rey beneran kan enggak bohong." ucap kinara sambil menoleh kewajah suaminya.
"Beneran sayang,aku kan gak pernah bohong sama kamu." Kinara sedikit mencibir sambil melengos membuang muka,membuat reyga merasa gemas dan langsung mendusel dusel dileher istrinya.
"Ka rey geli ih,lepasin dong,aku mau mandi nih." namun saat kinara hendak bangun,reyga malah menariknya dan menindihnya dibawah kungkungannya.
Seketika mata mereka saling bersitatap,jarak diwajah mereka begitu dekat,membuat jantung kinara terasa berdebar debar tak menentu,padahal mereka sudah sering berada diposisi seperti ini bahkan lebih intim dari ini pun sudah tak terhitung.
Mata reyga terlihat berkabut,perlahan tapi pasti reyga mendaratkan ciumannya dibibir ranum istrinya,dia mencecap dan mengulum bibir istrinya dengan lembut,rasa rindu yang membuncah diantara keduanya,membuat keduanya saling berpagut dan mengulum dengan lembut saling menikmati.Tangan reyga sudah mulai meraba dan menyentuh bagian bagian sensitif istrinya,hingga saat reyga akan membuka kancing piyama istrinya,kinara mencegahnya.Reyga pun menatap kinara dengan tatapan berkabutnya.
"Kenapa..?aku menginginkanmu nara." suara reyga begitu serak,nafasnya terasa hangat menerpa wajah kinara.
"Tapi m-maaf ka rey,kita ga bisa ngelakuinnya sekarang,ka reyga mesti puasa dulu." ragu ragu kinara mengucapkan,yang membuat reyga mengernyitkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Puasa..?puasa apa..?" reyga semakin tidak paham.sementara kinara menciptakan senyum yang dipaksakan,lalu dengan ragu ragu kinara mengatakan. "Aku lagi datang bulan ka rey." 🤣🤣🤣🤣
*Bersambung..😊