
"Mamih sengaja mengundangmu kesini,karna ada hal yang ingin mamih bicarakan denganmu rey.." ucap marisyah ketika dia dan reyga tengah duduk berdua diruang kelurga,sementara kinara,dia sudah lebih dulu masuk ke kamar,setelah dibujuk untuk menginap oleh ibu mertuanya.
"Emang mamih mau bicara soal apa..?" jawab reyga sembari menatap mamihnya.
"Ini tentang perusahaan mami rey,mami rasa sudah waktunya kamu mengurus dan mengelola perusahaan mami yang selama ini diurus oleh pamanmu. Kasian rey pamanmu itu sudah semakin tua,dia bilang ingin pulang kesurabaya untuk membantu istrinya mengelola restoran mereka."
Marisyah berusaha menjelaskan tentang perusahaan yang selama ini dikelola oleh kakak sepupunya itu,Perusahaan milik almarhum ayahnya yang diwariskan untuknya putri semata wayang.Dulu waktu baru menikah,papihnya reyga lah yang mengurus perusahaanya,karna marisyah lebih memilih mewujudkan cita citanya yang ingin menjadi perancang busana terkenal,sehingga dia mempercayakan sepenuhnya perusahaan peninggalan ayahnya pada suaminya.Namun ternyata papihnya reyga justru memanfaatkan kepercayaannya dengan menghambur hamburkan uang perusahaan untuk bermain judi,minum minuman dan bermain perempuan.Sejak saat itulah perusahaan hampir koleps dan mengalami penurunan saham yang sangat drastis,untung saja ada kaka sepupunya marisyah yang selama ini dirawat dan dibesarkan oleh ayahnya.Dia mau membantu menstabilkan kembali perusahaan yang nyaris bangkrut itu hingga bisa berdiri kembali seperti sekarang ini.
Dan marisyah merasa sudah saatnya reyga putra semata wayangnya itu untuk belajar mengelola perusahaan peninggalan kakeknya.Apalagi sekarang reyga sudah menikah dan memiliki tanggung jawab pada kinara,meskipun marisyah masih sangat mampu membiayai kuliah dan segala kebutuhan anak menantunya,tapi tetap saja sebagai seorang anak laki laki,marisyah ingin reyga belajar untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap keluarganya nanti.Jangan sampai reyga gagal seperti suaminya.
"Tapi rey masih sibuk mengerjakan skripsi mih,bulan depan sudah harus sidang.." jawab reyga setelah selsai mendengarkan cerita maminya.Reyga bukannya menolak,hanya saja dia ingin mulai mengelola perusahaan maminya itu ketika dia sudah lulus kuliah.
"Mamih tau rey,tapi kamu kan bisa belajar dari sekarang.Kamu ga mesti masuk kantor tiap hari ko,kamu hanya perlu sekali kali mengontrol dan menerima laporan,dan menandatangani beberapa dokumen penting yang harus ditanda tangani." tegas marisyah membujuk reyga,membuat reyga merasa tidak tega untuk menolak permintaan maminya.Apalagi perusahaan itu adalah peninggalan kakeknya yang pasti sangat betarti untuk maminya.
"Kamu gak usah hawatir rey,mami sudah menyuruh yoga untuk membantu kamu dikantor."
"Yoga mih..?"
"Iya yoga anaknya pamanmu.Dia akan membantumu dikantor,selama ini dia dan pamanmu sudah banyak membantu mami mengurusi perusahaan,dan mami percaya pada yoga,dia itu bekerja sangat keras sekali rey." ucap marisyah lagi,hingga ahirnya reyga menghembuskan nafasnya pelan dan mengangguk.
"Baiklah mih,rey bersedia dan akan mulai belajar mengurus perusahaan mami."
"Benar rey..?" tanya marisyah yang tak percaya karna reyga bersedia mengurus perusahaannya.
"Iyah mih.."
"Ya udah besok kamu mulai masuk ke kantor yah,nanti mami akan hubungi yoga,untuk mengenalkanmu pada seluruh karyawan." ucap marisyah yang nampak berbinar senang karna berhasil membujuk putranya.
__ADS_1
***
Reyga melangkah memasuki kamarnya,dia melihat kinara sudah tertidur pulas diatas ranjang.
reyga pun berlalu memasuki kamar mandi untuk mencuci muka,setelah selasai dari kamar mandi reyga mengganti bajunya bersiap untuk tidur,kebetulan dia sudah meninggalkan beberapa bajunya dan baju milik kinara dirumah maminya untuk sewaktu waktu jika dia dan kinara harus menginap disini.
Reyga mulai beranjak naik ketempat tidur,dia merapatkan tubuhnya kepada kinara dan memeluk erat istrinya.Reyga mengendus aroma wangi tubuh istrinya,dia mendusel dusel gemas membuatnya seketika menegang.
"Kinara sayang bangun donk.." bisiknya sambil terus mendusel dusel,namun kinara masih tetap nyenyak dengan tidurnya.Membuat reyga menghembuskan nafasnya berat karna hasratnya mulai bangkit,hingga tiba tiba reyga pun mempunyai ide untuk mengusili istrinya.
Reyga mulai membuka kancing piyama kinara satu persatu,sampai nampaklah dua bukit kembar kesukaannya,reyga pun langsung bermain main ditempat favoritnya.Sementara kinara mulai bergerak menggeliat merasa geli,namun matanya tetap terpejam karna dalam tidurnya dia malah sedang bermimpi tengah bercumbu dengan suaminya,tanpa disadari bahwa kenyataanya diam diam reyga memang tengah mencumbu seluruh bagian tubuhnya.
Kinara sesekali meleguh bergerak tak nyaman,membuat reyga menarik sudut bibirnya.
"Suruh siapa,kamu tidur duluan hah." ucap reyga disela sela kegiatan mesumnya.Dan setelah reyga puas meskipun tak sampai melakukan pelepasannya,karna reyga sendiri tidak tega jika harus memasuki istrinya yang tengah tertidur lelap.Jadilah dia hanya bermain main ditubuh istrinya dan meninggalkan beberapa jejak dibagian bagian favoritnya.Reyga pun mengancing kembali piyama kinara,sejenak dia menatap wajah ayu itu,yang nampak terlelap dengan tenang.
Reyga kemudian mengecup kening kinara pelan dan menarik selimut ikut tertidur disampingnya sambil memeluk erat tubuh istrinya.
Dan setelah didalam kamar mandi,kinara pun melepaskan seluruh pakaiannya,namun seketika matanya membelalak tak percaya karna melihat banyak tanda merah dibagian bagian tubuhnya,kinara pun berlari menuju cermin,untuk melihat bagian lehernya,dan benar saja tanda merah itupun memenuhi lehernya juga.Sejenak kinara terdiam dia berpikir keras.Bukannya semalam dia tidur lebih dulu dan itu artinya dia dan reyga tidak melakukan hubungan suami istri jadi bagaimana bisa tubuhnya dipenuhi tanda merah seperti jejak percintaan.
Oh tunggu bukannya semalam dirinya tengah bermimpi bercumbu dengan suaminya,apa mungkin itu nyata..?? Aahh tidak tidak kalaupun iya,kinara pasti akan terbangun,apalagi ketika bangun tidur tadi pakaiannya masih utuh,dan reyga juga nampak tertidur pulas.
"Aaahhh lalu ini apa..??" ucap kinara sedikit bimbang sambil terus menggosok gosok tanda merah itu yang tidak bisa hilang.
"masa iyah sih mimpi jadi kenyataan..?" batin kinara lagi.
"Ah gak mungkin,ini pasti ulah suami mesumnya,siapa lagi kalau bukan dia.Tapi kalau itu benar,semalem gue kebo banget dong tidurnya,sampe gak sadar ka rey berbuat mesum gitu.." kinara terus bergumam dikamar mandi,dia masih ragu namun sedikit kesal karna banyaknya tanda merah dibagian tubuhnya,apalagi dibagian leher terlihat nampak jelas sekali,membuat kinara mendengus kesal.
__ADS_1
"Awass aja yah ka rey.." gumamnya.
Kinara keluar dari kamar mandi setelah selsai dari mandinya.Dia menatap pada suaminya yang sudah terbangun dan duduk bersandar di tepi ranjang.Kinara berjalan mendekat menuju suaminya,dia terus menatap reyga dengan tatapan tajamnya,namun reyga yang mendapati istrinya yang berwajah masam terlihat cuek cuek saja.
"Ka rey ngaku deh,apa yang udah ka reyga lakuin semalem." selidik kinara sambil menyipitkan kedua matanya.
"Semalem..? emang apa yang aku lakuin semalem..? seingatku aku ngobrol sama mamih lalu tidur bareng kamu.." jawab reyga pura pura tidak tahu.
"Oh yah,beneran cuma tidur..??"
"Terus..emangnya mau ngapain lagi..?? kalau pun mau ngapa-ngapain kan kamu tidurnya nyenyak banget,mana bisa aku main sendiri.." jawab reyga lagi dengan santainya.sedangkan kinara hanya bisa mendengus kesal sudah pasti suaminya itu berbohong.
"Kalau ka rey gak ngapa ngapain,terus ini hasil karya siapa..?" ucap kinara sambil menunjukan bagian lehernya yang dipenuhi tanda merah.
Reygapun nampak sedikit terkejut dan memajukan wajahnya untuk melihat lebih jelas leher istrinya. "Ya ampun nara,lehermu kenapa..? apa mungkin kamar ini banyak nyamuknya sampai lehermu merah semua.." ucap reyga seraya menahan diri untuk tidak tertawa,sementara kinara sudah nampak kesal dengan sikap polos suaminya yang nampak dibuat buat.
"Oh jadi ini itu gigitan nyamuk yah ka rey,aku pikir gigitan manusia,tapi ko bisa yah nyamuk gigitnya sampai kebagian bagian sensitifku,pasti nyamuknya ganas.." jawab kinara sambil mendelik tajam kearah suaminya yang baru turun dari tempat tidurnya.Reyga kemudian melengkah mendekati kinara dan berbisik pelan ditelinga istrinya.
"Nyamuknya semalem ganas,karna dia kelaparan gak dikasih makan,jadilah dia menghisap sana sinih.." ujar reyga seraya berlalu masuk kedalam kamar mandi,sudut bibirnya sedikit terangkat menahan senyum.
Sementara kinara,dia masih terpaku mencerna kata kata suaminya.
"Hisap sana sini..??"
"Ya ampuuunn ka reyyygaaaa dasar mesum.."
teriak kinara dengan sangat kesal,sementara reyga nampak tertawa puas dibalik pintu kamar mandi.
__ADS_1
***Bersambung..😊
Jangan lupa tinggalin jejak like dan komennya yah..🤗**