Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 37


__ADS_3

Hari pernikahan itupun tiba,kinara nampak cantik dengan balutan kebaya putih yang nampak melekat indah ditubuhnya,dengan riasan make up flawless yang terkesan alami namun tetap menonjolkan sisi kecantikannya yang natural,dia masih terduduk didepan cermin didalam kamar rias pengantin dilantai atas dirumah marisyah,kinara sedikit meremas jemarinya untuk menghilangkan rasa gugup dan tegang yang sejak tadi sudah melanda dirinya,tiba tiba suara pintu terbuka menampakan tante fina dan tante marisyah yang masuk ke kamar dan menghampirinya.


"Ya ampuuun mantu mamih cantik banget."


ujar marisyah memuji calon menantunya,yang dibalas kinara dengan senyum malu-malu.


"iyah keponakan tante cantik banget sih,coba kalo ibu kamu masih ada,dia pasti akan bangga karna anak gadisnya tumbuh secantik ini." ucap tante fina yang seketika membuat raut wajah kinara berubah menjadi murung.


"ya ampun kinara sayang maaf yaah tante gak bermaksud buat kamu sedih." ucap tante fina lagi menyesali perkataannya karna sudah membahas ibunya yang sudah tiada dihari bahagianya kinara.


"ga papa ko tante,kinara justru ngucapin terimakasih banget karna selama ini om dan tante sudah mau merawat dan menjaga kinara dengan sangat baik."


ucap gadis itu sendu.


"oh sayaang,tidak usah berterima kasih seperti itu,bagi tante dan om,kamu sudah kami anggap seperti anak sendiri."


ucap tante fina seraya memeluk kinara hangat,dan marisyah yang menyaksikannya pun ikut terharu melihatnya.


"kinara sayang,mulai saat ini kamu juga anak perempuan mami,jadi jangan pernah merasa sedih atau merasa sendiri."


dan kinara pun kembali mengulas senyum dan mengangguk.


"iyah tante."


"loh kok masih panggil tante sih..? sekarang panggilnya MAMIH..!" jawab marisyah yang kembali diangguki oleh kinara.


"iyah mamih.."


"ya udah sekarang kita turun yuk,penghulu udah datang acara akan segera dimulai."


ucap marisyah kemudian.


"tapi mih,tante eemm kinara,kinara takut."


ucap kinara dengan raut wajah tegangnya.


"kamu ga usah tegang dan takut sayang,rileks aja." ucap marisyah kemudian mencoba menyakinkan calon menantunya.


Dan ahirnya calon pengantin pun dengan perlahan menuruni anak tangga ditemani tantenya dan mami marisyah dikedua sisinya.


Sungguh hati kinara berdegup sangat kencang,bagaimanapun juga dia masih belum percaya akan menikah diusianya yang masih begitu muda,namun apapun yang terjadi ini semua sudah menjadi pilihannya,dia hanya ingin mengikuti kata hatinya yakni untuk tetap terus bersama berada disamping reyga,pria tampan yang sudah merebut seluruh hatinya.


Kinara terus berjalan menunduk,dia sungguh sangat gugup meskipun hanya untuk sekedar mengangkat wajahnya ataupun mengulas senyum kepada para tamu undangan yang hadir disitu,sampai sampai calon mertuanyapun berbisik kepadanya.


"kinara sayang angkat wajahmu,jangan nunduk terus,semua tamu sedang melihat kita sekarang,jadi tersenyumlah rilek,kamu itu cantik sayang." ucap marisyah mencoba memberi kepercayaan diri kepada calon menantunya itu.


"i-iyah mih." jawab kinara terbata,dan kemudian dia pun mengangkat wajahnya mencoba mengulas senyum kepada beberapa tamu undangan yang hadir,lalu seketika matanya pun tertuju pada calon suaminya reyga,yang saat ini juga tengah menatapnya lekat,bahkan sejak kinara mulai menuruni anak tangga,reyga terpaku hingga tak berkedip menatap calon istrinya itu.


sekarang kinara sudah berada dihadapan calon penghulu dan duduk bersebelahan disamping calon suaminya,sungguh saat ini dadanya terasa bergemuruh,jantungnya pun berdetak lebih cepat,kedua tangannya terasa dingin,sejak kedua matanya bersitatap dengan reyga,dia tidak berani lagi menatap pria tampan yang ada disampingnya saat ini,keduanya pun sama-sama membisu,apalagi reyga sejak melihatnya tadi entah kenapa tatapan matanya sulit diartikan.

__ADS_1


Dan setelah beberapa prosesi acara akad,tibalah saatnya reyga mengikrarkan ijab qobul dihadapan penghulu,dan dengan satu tarikan nafas reyga mengikrarkan jalinan suci mereka dihadapan sang pencipta hingga terdengar kata 'SAH' yang serentak diucapkan oleh para tamu undangan yang hadir.


kini tante marisyah,beserta om rudi dan tante fina pun menarik nafas lega dan ikut melafazkan Doa untuk kedua mempelai pengantin baru tersebut.


Dan tak terasa sudut kelopak mata kinara sudah menggenang disana,perasaannya saat ini begitu haru dan lega,dia sama sekali tidak menyangka dalam waktu singkat dan diusianya yang belum genap dua puluh tahun,dia sudah menyandang status sebagai seorang istri.


Yaah jauh dari mimpinya sekarang kinara sudah 'sah' menikahi pacar idamannya. dia sudah menjadi seorang istri dari


'reyga adinata pratama' dan entah perasaan seperti apa lagi yang hinggap dihatinya saat ini,yang jelas dia tidak bisa mengungkapkan semuanya dengan kata-kata, dia juga tidak ingin meneteskan air mata pada moment sakralnya kali ini,lalu setelah pembacaan Doa selsai kinara pun mencium tangan reyga yang kini sudah menjadi suaminya,dan sebaliknya tanpa sungkan reyga pun kini mencium kening kinara yang sudah sah menjadi istrinya.


acara pun berlanjut dengan sesi pemotretan dan makan-makan,kebetulan para tamu yang hadir tidaklah banyak hanya kerabat dari tante marisyah,dan rekan-rekannya om rudi,dan untuk teman-teman reyga dan kinara tak ada salah satupun dari mereka yang diundang,karna mereka berdua sudah sepakat akan merahasiakan pernikahan ini dari publik hususnya untuk anak-anak kampus Darma Bakti,terkecuali untuk beberapa para dosen rektor kampus,diantaranya ada yang hadir karna diundang langsung oleh mamih marisyah.


***


"jadi beneran nih kalian ga mau nginep dirumah mamih dulu?" ucap marisyah ketika mengantar reyga dan kinara yang hendak kembali keapartemen,setelah pesta pernikahan usai dan para tamu pun sudah pada pulang,termasuk om rudi dan tante fina.


"rey langsung keapartemen aja mih,kasian nara juga butuh istirahat dia keliatan cape."


sementara kinara hanya menarik senyum,karna memang dia terlihat lelah menyalami para tamu undangan tadi dan belum lagi menjalani sesi pemotretan.


"hmm ya udah,ga papa mungkin diapartemen kalian bisa lebih nyaman dan leluasa gak ada yang ganggu." seloroh marisyah seraya menatap reyga dan kinara bergantian,sontak saja hal itu membuat pipi kinara bersemu merah.


"ya udah mih,rey pamit dulu yah."


ucapnya lalu mencium tangan mamihnya yang kemudian di ikuti oleh kinara.


kinarapun melangkahkan kakinya memasuki kamar apartemen reyga,dia menatap kesekeliling ruangan,tidak ada yang berubah.


terakir kali dia berada dikamar ini adalah waktu malam itu,malam dimana reyga nampak brutal menyerangnya seolah kinara tidak tidak pernah mengenali pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.


kinara menghembuskan nafasnya pelan,sekarang kamar ini justru akan menjadi kamar dirinya dan reyga,ditempat ini dia akan menyerahkan seluruh hidupnya untuk pria yang amat dicintainya,dan tiba-tiba wajah kinara berubah merah dan memanas,sesaat dia mengingat bahwa malam ini adalah akan menjadi malam pertama mereka.


"ya ampun,aku ko jadi deg degan gini yah.."


ujarnya dalam hati.dan tiba tiba reyga pun datang memasuki kamarnya sambil menenteng koper kinara.


"inih kopermu." ujarnya seraya meletakan koper itu didepan kinara.


"oh iya makasih ka rey."


"aku udah kosongin sebagian isi lemariku,jadi kamu bisa memasukan baju-bajumu disebelah bajuku nantinya."


ucap reyga lagi seraya membuka jaz nya,dan menggulung lengan kemejanya sampai kesiku.


kinara yang tanpa sengaja menatap suaminya itu pun nampak terpaku karna melihat suaminya yang dengan begitu tampan,dengan kemeja putih yang reyga kenakan yakni kemeja yang dia pakai dipernikahannya tadi pagi.merasa diperhatikan oleh istrinya reyga pun kembali menatap kinara yang berubah menjadi salting dan tiba-tiba menjadi gugup karna kepergok sedang memperhatikan suaminya.


"oh iya anu,kalo gitu aku mandi dulu yah ka rey." ucapnya dengan gugup dan terbata,lalu kinarapun buru buru melangkah kekamar mandi,namun baru saja kakinya melangkah reyga sudah menarik mundur tangan istrinya itu dan 'greep' tiba tiba reyga memeluk pinggang kinara dari belakang dan melingkarkan tangannya keperut ramping istrinya.


sontak kinara pun sedikit terkejut namun sebisa mungkin dia menetralisir hawa gugupnya.

__ADS_1


"k-ka rey.." ucap kinara pelan.


"hmm.." sahut reyga seraya menyandarkan dagunya dibahu istrinya,dan tangannya masih memeluk erat pinggang kinara.


"a-a-aku mandi dulu yah ka rey.." ucap kinara yang masih merasa gugup.


"tunggu sebentar aku ingin seperti ini dulu."


ucapnya lagi,lalu kemudian reyga pun menyusuri leher istrinya dan menciumnya dengan lembut,membuat kinara seketika meremang meronah merah pipinya.


"ta tapi ka rey,badanku lengket nanti bau." ucap kinara lirih karna reyga terus menciumi ceruk lehernya.


"kamu wangi kinara,biarkan seperti ini dulu aku kangen.."


ucap reyga yang masih fokus medusel dusel ceruk leher istrinya.


namun tak bisa dipungkiri hati kinara seketika menghangat mendengar ungkapan reyga yang ternyata merindukannya,karna sejak lima hari sebelum menikah,mereka memang sudah tidak bertemu lagi,karna kata orang tua jaman dulu sih dalam masa pingitan.


reyga kemudian membalikan tubuh kinara agar menghadap kepadanya,dia memeluk kembali pinggang istrinya erat dan menatap wajahnya intens,dan tentu saja wajah kinara kinara kini merona merah karna ditatap sedemikian rupa oleh sang suami.


"ka reyga ko ngelihatnya gitu." ucapnya pelan malu malu.


"kenapa gak boleh." jawab reyga dengan tatapan yang sulit dimengerti.


"a-a-aku malu ka rey." ucap kinara gugup,yang membuat reyga tampak gemas melihat tingkah istrinya itu,dan tanpa menunggu lama reyga pun meraup bibir mungil kinara,dengan lembut dia ******* dan mencecap bibir gadis yang kini sudah resmi menjadi istrinya.


kinara awalnya sangat gugup dan tegang namun lama-lama diapun membalas pagutan suaminya,dan ketika mendapat respon dari sang istri reyga pun semakin menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman mereka,dan ketika mereka sedang saling berpagut dalam,handpone disaku celana reyga tiba tiba bergetar dan berbunyi.


seketika kinara pun mencoba melepaskan diri dari bibir suaminya.


"ka rey Hp nya bunyi." ucap kinara sembari mengatur nafasnya,namun reyga tak mempedulikannya,dia kembali meraup bibir istrinya ******* dan menciumnya dalam,hingga suara panggilan masuk pun berbunyi kembali,dan kali ini reyga melepaskan ciumannya,mengusap bibir kinara pelan sambil mengatur nafasnya diapun merogoh saku celananya untuk mengambil Hp nya dan mengangkat panggilan itu.


"iya hallo,ada apa tante?"


ucap reyga pada seseorang disebrang sana yang dia panggil tante.


lalu setelah mendengar apa yang dibicarakan seseorang disebrang sana,raut wajah reyga menjadi berubah nampak cemas,keningnya pun sedikit berkerut.


"dimana..?


"...."


"baik saya segera kesana."


dan sambungan telfon pun terputus.


***Bersambung..😊


sorry guys malam pertamanya diundur dulu yaah..wkwkwkk habisnya pada pelit sih kasih jempolnya kan autor jadi syeeediiih..☹☹**

__ADS_1


__ADS_2