
"Apa...?? Menikah..??!"
raut wajah om rudi dan tante finapun sangat terkejut,setelah mendengar pernyataan reyga dan maminya marisyah yang secara tiba-tiba melamar kinara,dan ingin menikahi keponakannya tersebut.
"maaf sebelumnya bu marisyah,kenapa secara tiba-tiba begini..?lagian mereka berdua juga masih kuliah,dan belum lagi kinara juga baru berusia sembilan belas tahun,masih terlalu muda jika dia harus menikah diusianya yang masih dini."
ucap om rudi mencoba menjawab dan menjelaskan apa yang ada difikirannya.
"saya sangat paham kehawatiran pa rudi,tapi saya juga sebagai orang tua sudah memikirkannya dengan matang,dan mungkin ada baiknya mereka menikah jika mereka sudah sama-sama yakin."
tutur marisyah mencoba menyakinkan rudi om nya kinara.
sekilas om rudi pun menarik nafas,lalu menatap kinara yang sedari tadi tertunduk tak berani mengangkat wajahnya.
"Kinara lalu apa pendapatmu..?apa kamu yakin ingin menikah diusiamu yang masih mudah." ucap om rudi yang mau tidak mau membuat kinara mengangkat wajahnya memandang wajah om dan tantenya,sungguh dia tidak tau harus menjawab apa saat ini,dirinya benar-benar dan merasa takut.
"kinara,apa mungkin kamu sudah..??" ucap tante fina menggantung kalimatnya seraya menatap kinara kemudian beralih menatap perutnya,dan tentu saja kinara tersigap,dia paham dan mengerti maksud dari tatapan tantenya.maka secepat mungkin dia menggeleng.
"enggak ko tan,kinara eng-enggak hamil."
ucapnya terbata,yang membuat reyga mengernyitkan kening tak paham akan ucapan kekasihnya itu,namun disisi lain tante fina dan om rudi justru bernafas dengan lega,dibarengi senyum kikuk oleh marisyah maminya reyga,sungguh saat ini suasananya benar-benar sangat tegang dan canggung.
"jeng fina gak usah hawatir,kinara itu gadis yang baik,karna itu saya sangat setuju dan mendukung jika reyga bisa menikah dengannya,dan masalah kuliah,kalian tidak perlu hawatir,setelah menikah mereka bisa melanjutkan kuliahnya,sementara reyga beberapa bulan lagi dia akan menyelesaikan skripsinya,dan reyga akan mulai mengelola perusahaan saya karna memang sudah waktunya dia belajar untuk mandiri."
dengan tenang marisyah berusaha kembali menyakinkan om rudi dan tante fina yang memang masih ragu untuk menerima lamaran reyga yang terkesan mendadak.
"boleh saya bicara dulu dengan kinara berdua..?" ucap tante fina kemudian,yang diangguki oleh marisyah dan reyga,kemudian tante fina pun mengajak kinara ke kamarnya untuk bicara berdua dengannya.
"sekarang jelasin sama tante kinara,kenapa tiba-tiba kamu dan reyga mau menikah? ada apa sebenarnya kinara?tante benar-benar tidak paham." ucap tante fina ketika mereka sudah berdua didalam kamar,sementara kinara dia masih diam dan menunduk tak tau harus menjawab apa.
lalu tante fina pun duduk disampingnya mengelus bahu kinara pelan,dia paham bahwa keponakannya saat ini tengah gugup dan tidak nyaman.
"kinara,kamu sudah tante anggap seperti anak sendiri,jadi coba ceritakan sama tante kenapa tiba-tiba kamu dan reyga memutuskan untuk menikah,apa jangan-jangan kamu dan reyga sudah..?"
tante finapun kembali menggantung kalimatnya,yang langsung direspon oleh kinara.
"enggak tan,kinara berani sumpah kinara masih suci,meskipun..??" dan kali ini kinara yang justru menggantung kalimatnya,membuat tante fina semakin bingung dan penasaran.
"meskipun apa kinara..?apa reyga melakukan sesuatu padamu..?"
dan kinarapun menggeleng pelan,dia kembali merunduk dan berucap lirih.
"ka reyga itu sakit tan,dan dia butuh kinara untuk sembuh."
__ADS_1
hanya itu yang bisa dia jelaskan pada tantenya,selebihnya dia memilih untuk merahasiakan alasan yang sebenarnya karna bagaimanapun kinara tidak ingin om dan tantenya tau tentang apa yang reyga alami.
"reyga sakit..?emangnya dia sakit apa?tante lihat dia sehat sehat saja."
ucap tante fina yang masih ragu.
"tante percaya sama kinara,pernikahan ini adalah yang terbaik untuk kita berdua,tante gak perlu cemas dan memikirkan hal yang lain,kinara cuma ingin merawat ka reyga dan berada disampingnya sampai dia sembuh,mungkin dia terlihat sehat tan,tapi tidak semua orang harus tau apa yang dia alami,yang jelas kinara hanya ingin berada disampingnya dan merawatnya."
ucap kinara untuk kesekian kalinya untuk menyakinkan tantenya,dan pada ahirnya tante fina mengerti dan mengangguk pelan.
"baiklah kinara,jika kamu punya alasan tersendiri yang menurut kamu baik,maka tante tidak akan melarangnya,yang jelas apapun keputusanmu semoga itu yang terbaik dan membuatmu bahagia."
ucap tante fina dengan tulus,yang membuat kinara menghambur memeluk tantenya.
"makasih ya tan.."
"tapi gimana sama om rudi tan..?"
ucap kinara lagi seraya mengurai pelukannya dan menatap wajah tantenya.
"kamu tenang aja,nanti tante yang akan kasih prngertian sama om kamu."
Dan setelah berbicara cukup lama,ahirnya kinara dan tantenya keluar kamar dan kembali keruang tamu untuk menemui reyga dan maminya yang masih setia menunggu.
"dan setelah mendengar penjelasan kinara tadi,maka saya menyutujui pernikahan kalian."
sontak saja om rudi menatap istrinya dengan tatapan penuh tanda tanya,sementara reyga dan merisyah sedikit tersenyum merasa lega.
"mah,ko mamah main setuju setuju ajah,papahkan belum ambil keputusan."
ujarnya sedikit kesal,karna istrinya langsung menyetujui tanpa bertanya lebih dulu kepadanya,tentu saja fina pun merasa sedikit tak enak pada suaminya,namun sebisa mungkin dia mencoba berbicara lembut pada suaminya dan memberi pengertian bahwa kinara dan reyga mungkin ada baiknya menikah,dia pun sedikit berbisik kepada suaminya,yang seketika membuat wajah om rudi menjadi berubah dan sedikit melunak.
kemudian om rudi pun menarik nafasnya pelan.
"baiklah nak reyga,jika nak reyga serius sama keponakan om,maka om akan menyetujuinya dengan satu syarat,nak reyga harus membuat kinara bahagia,dan jangan sekali kali menyakitinya." ucap om rudi kemudian,yang ditatap penuh haru oleh kinara,bahkan mata gadis itupun sudah sedikit berkaca kaca.
"baik om,saya akan berusaha semampu saya untuk membahagiakan kinara dan menjaganya."
ucap reyga dengan tulus dan penuh keyakinan,membuat kinara seketika merasa haru direlung hatinya,meskipun dia tahu pria tampannya itu belum bisa mengungkapkan rasa cintanya,namun kesungguhannya itu mampu membuat kinara yakin bahwa dia akan berada disamping reyga dan bersedia menjadi obat atas segala apa yang pernah pria itu alami.
Dan melalui kesepakatan bersama ahirnya mereka pun memutuskan untuk menikah minggu depan,dikediaman rumah marisyah dan hanya mengundang kerabat dan orang-orang terdekat saja.
***
__ADS_1
"jadi bener kamu gak mau ngundang caca sama mita sahabat kamu."
ucap reyga,ketika mereka berdua sudah berada didalam mobil,setelah seharian kesana kemari menyiapkan berbagai macam untuk pernikahan mereka yang hanya tinggal menghitung hari.
"enggak usah ka rey,aku belum siap jika anak-anak kampus yang lain tahu tentang pernikahan kita."
"kenapa memangnya,kamu malu jika temen-temen kampus tahu kita sudah menikah..?" ucap reyga seraya tetap fokus mengemudi.
"bukannya gitu ka rey,aku cuma gak mau aja mereka mikir yang macem-macem apalagi nanti nyangkanya aku hamil duluan."
reyga pun mengernyitkan keningnya bingung tak paham tentang apa yang kinara katakan barusan,namun tatapannya tetap fokus kedepan.
"hamil duluan gimana maksudnya..?"
"ya biasanyakan orang menikah secara mendadak apalagi alasannya kalo bukan hamil duluan,apalagi kita berdua masih tergolong muda pasti orang nyangkanya yang enggak-enggak."
ucap kinara mencoba menjelaskan pada kekasihnya itu,yang disambut senyum sinis oleh reyga.
"ngapain juga sih,kita hidup mesti pusing-pusing mikirin omongan orang..?yang ngejalani kan kita,jadi terserah kita dong mau menikah muda atau enggak."
ucap reyga santai dengan ekspresi datarnya,sementara kinara hanya menghembuskan nafas pelan,dia sedang malas berdebat dengan pria tampannya itu,seharian ini dia sudah sangat lelah mengurusi segala hal tentang pernikahannya,kemudian diapun menyenderkan badannya pada jok mobil dan sedikit menguap,dan reyga yang fokus menyetirpun diam diam memperhatikan.
"kalo ngantuk tiduran aja dulu,nanti kalo udah sampai rumah aku bangunin."
ucapnya seraya menatap kinara sebentar dan kembali fokus mengemudi,sementara kinara hanya mengangguk pelan dan mulai memejamkan matanya,sejak tadi dia memang sudah merasa sangat lelah dan mengantuk.
Dan tak lama kemudian mobil reyga sudah memasuki pekarangan rumah om rudi dan tante fina,reyga kemudian mematikan mesinnya dan menatap kinara yang masih tertidur pulas disamping kursi kemudinya.
reyga hendak membangunkan gadis itu namun dia urungkan karna tidak tega melihat raut wajah kinara yang terlihat lelah dan tertidur pulas,diapun kemudian memilih untuk menggendong gadis itu masuk tanpa harus membangunkannya.
Namun ketika reyga melepaskan seatbelt pada tubuh kinara,tanpa sengaja matanya menatap gadis itu intens.
"wajah kamu tuh kalau sedang tertidur terlihat begitu damai." ucapnya dengan sangat pelan kemudian reyga merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajah kinara,lalu
'cupp' dia mengecup kening kinara pelan.
"thanks nara,kamu udah bersedia menikah denganku."
ucapnya lagi dengan bagitu pelan,sementara kinara masih terpejam lelap dalam tidurnya,kemudian reygapun menempelkan bibirnya ke bibir gadisnya itu.
***Bersambung..😊
jangan lupa likenya yaah..🙏🙏🤗**
__ADS_1