Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 88


__ADS_3

**Dua bulan yang lalu..


*Flassback on**


"Ka celin mau ngomong apa lagi.." ucap Kinara sedikit ketus,setelah kini mereka duduk disebuah caffe yang tak jauh dari kampus Darma Bakti.


Sesungguhnya kinara sudah enggan dan malas berbicara dengan gadis yang menyandang status sebagai sahabat karibnya sang suami, namun karna tadi sewaktu didepan kampus celin terus saja memohon agar kinara mau memberinya kesempatan untuk berbicara, ahirnya kinara pun tak bisa menolak,dan disinilah mereka sekarang.


"Kenapa ka celin diam saja..? bukannya tadi bilang ada yang mau diomongin..? atau jangan-jangan ka celin mau ngejebak aku lagi,seperti kemarin yang pura pura menjeburkan diri ke kolam,lalu berkilah seolah olah semua itu karna aku.."


Kinara tersenyum sinis,mengingat itu dirinya benar-benar kecewa pada sahabat suaminya ini,bahkan karna fitnah dari celin,hubungannya dengan reyga sempat memburuk meskipun reyga sekarang sudah berkali kali minta maaf padanya,dan bersedia menjalani masa hukumannya untuk tidak menyentuhnya. Namun tetap saja bagi kinara semua ini karna ulah celin.


Celin menghela nafas pelan seraya menarik sudut bibirnya membentuk senyuman


"Maafin aku yah nara..? Aku tau aku sudah banyak melakukan kesalahan,tapi sungguh aku melakukan semua ini karna kita mencintai orang yang sama."


Kinara mengernyitkan keningnya mendengar ucapan celin barusan. Meskipun sejak lama kinara sadar bahwa celin mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar sahabat terhadap reyga suaminya. Tapi mendengar pengakuan itu dari mulut celin sendiri,kinara tetap saja tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Aku tau nara, Reyga adalah suami kamu sekarang. Tapi aku jauh lebih dulu mengenalnya sebelum kamu hadir dalam kehidupannya. Bahkan mungkin jika kamu tidak hadir dalam kehidupan reyga,Aku yakin pastinya aku yang sudah menempati posisimu sekarang ini."


Mendengar itu kinara pun tersenyum sarkas "Jadi karna alasan itu,ka celin melakukan segala macam cara untuk memisahkan aku dan ka reyga.." ucap kinara penuh dengan penekanan,sebisa mungkin mengontrol emosinya yang mulai terpancing.


Lagi lagi celin hanya bisa mengulas senyum dibibirnya,seraya menarik nafasnya pelan.

__ADS_1


"Iyah kinara, kamu benar..! Aku akui selama ini cara ku memang salah,tapi itu semua aku lakukan karna aku sungguh sangat tidak rela untuk kehilangan reyga.."


"Aku mencintai reyga sejak dulu,sejak kami mulai tumbuh bersama, namun karna takut kehilangannya aku menyembunyikan perasaanku dan berusaha untuk menjadi sahabat baiknya,bahkan aku rela menerima perjodohan dengan alex,semata mata hanya karna ingin melepaskan perasaanku terhadapnya. Tapi aku melakukan kesalahan besar,karna ketika kamu hadir dan reyga memilihmu padahal saat itu aku yakin dihatinya hanya ada aku,saat itu juga aku benar-benar merasa tidak rela.."


Celin menghentikan kalimatnya,gadis itu memejamkan mata sesaat seraya menarik nafasnya pelan,membuat kinara yang mencoba untuk mendengarkannya hanya diam tak bergeming,menunggu apa lagi yang akan celin ucapkan padanya.


"Namun aku terlambat nara.." ucapnya mulai dengan nafas yang berat.


"Karna ketika aku ingin mengungkapkan perasaanku yang sesungguhnya pada reyga,ternyata reyga sudah menjadi milikmu,tepat dihari pernikahan kalian,aku menyaksikannya,dengan seluruh perasaan yang hancur serta tidak bisa menerima kenyataan bahwa reygaku sudah menjadi milik orang lain,disaat itu pula aku mengalami kecelakaan karna mengemudi dengan kecepatan tinggi,dan sekarang aku hanyalah gadis cacat yang kehilangan semangat hidupnya,dan semua ini karna kamu kinara.."


Bibir celin terlihat bergetar mengatakan semua itu,sementara matanya sudah berkaca kaca,mengingat betapa hancurnya dirinya kala itu.


Sementara Kinara, hanya terdiam dan tertegun mendengar semua yang celin ucapkan. Jadi selama ini,celin sudah mengetahui pernikahannya dengan reyga. Dan gadis itu juga harus mengalami kecelakaan hingga menyebabkannya lumpuh,itu juga karna dirinya.


"Semua ini sudah takdir ka celin,kenapa kita tidak mencoba untuk menerimanya dan menjalaninya dengan iklas..? Aku dan ka reyga akan tetap menjadi sahabat ka celin,jikalau saja ka celin bisa menerima semua kenyataan ini. Bahkan sampai saat ini pun aku tak pernah menceritakannya pada ka reyga,bahwa ka celin adalah dalang dibalik penjebakan yang dilakukan devano di malam pesta itu."


Celin tersenyum getir.."Takdir kamu bilang..?? heh tapi ini sungguh tidak adil untuk ku nara.."


"Selama ini sejak kami kecil hingga kami tumbuh dewasa bersama,aku yang selalu berada disamping reyga. Aku yang selalu menemaninya dimasa masa terpuruknya, dan sekarang dia malah hidup bahagia dengan gadis lain,sementara aku harus menghabiskan sisa hidupku dikursi roda ini. Lalu menurutmu apakah itu adil untukku nara..?"


Celin kini mulai terisak pilu,membuat hati kinara ikut terenyuh merasa bersalah. bagaimanapun juga awal mula dirinya bertemu dengan celin,gadis itu nampak periang dan ceria,dengan wajah cantiknya kinara yakin lelaki manapun tak akan mampu menolak pesona celin. Namun sekarang gadis cantik dihadapannya kini seperti seorang pesakitan,dengan tubuhnya yang semakin kurus,wajahnya yang tak seceria dulu,dan kursi roda itu seolah melengkapi derita gadis itu.


Dan sekarang kinara paham,kenapa celin bisa melakukan segala cara untuk memisahkannya dengan Reyga, mungkin karna rasa cinta celin pun sama besarnya terhadap rasa cintanya pada suaminya. Hanya saja cinta celin bukanlah pada tempatnya, tapi bukankah kata orang cinta itu buta,tak peduli seperti apa dan bagaimana,cinta tetaplah cinta meskipun dengan cara yang salah.

__ADS_1


Kinara menghela nafasnya perlahan,dia menggenggam jemari celin yang tengah terisak,kinara mencoba untuk menenangkannya. Dia sudah bertekad ingin kembali berteman dengan sahabat suaminya itu,kinara akan berusaha untuk memahami kondisi dan mental celin saat ini.


"Aku minta maaf ka celin,jika semua yang terjadi dalam hidup ka celin itu semua karna aku,sungguh aku minta maaf. Tapi bisakah mulai saat ini kita kembali berteman, aku yakin ka reyga juga pasti akan ikut senang dan bahagia,kalau kita kembali seperti dulu lagi." kinara berkata dengan lembut berharap gadis dihadapannya ini mau memikirkan kembali kata-katanya.


Namun secepat mungkin celin menggeleng pelan. "Terlambat nara..semua sudah terlambat.." ucapnya lirih seraya menghapus air matanya mencoba untuk kembali tenang..


Kinara mengernyit bingung,tak paham dengan jawaban celin "Maksud ka celin..?"


Lalu celin pun memberikan sebuah lembaran kertas kepada kinara "Kamu baca ini nara.." ucapnya sedikit lebih tenang.


Kinara menerima lembaran kertas itu,lalu perlahan membacanya,hingga beberapa saat kemudian kinara tercengang dan membelalakan matanya seraya menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.


"Ka celin ini..?"


Celin mengangguk pelan,membuat kinara reflek menjatuhkan kertas itu dengan mata berkaca kaca menatap pada celin.


"Apakah menurutmu ini adil untukku nara.."


bulir bening itupun kembali menetes dipipi gadis cantik itu.


*Bersambung..


Ayo donk banyakin like dan komennya biar autor semanget nih buat Up nya..😁

__ADS_1


__ADS_2