Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 14


__ADS_3

"Apa perlu kita ke dokter?"


"Engga usah ka rey,cuma luka biasa,besok juga pasti udah baikan." tolak kinara halus ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Tapi kalo nanti infeksi gimana..?" ucap reyga lagi seraya fokus mengemudi.


"Ka rey ga usah hawatir,nanti nyampe rumah biar aku obatin sendiri."


"Ya udah terserah.." jawab reyga cuek.


"Makasih ya ka rey,meskipun sikapmu yang selalu dingin dan cuek,tapi aku tau,kamu orang yang lembut dan perhatian." ucap kinara dalam hatinya.


Dan setelah sampai dirumah,reyga pun memapah kinara berjalan masuk,tante fina yang kebetulan membukakan pintu,merasa heran karna keponakannya itu berjalan dibantu oleh reyga.


"Kinara,kaki kamu kenapa nak,ko sampe pincang gitu jalannya..?" tanya tante fina cemas.


"Aku ga papa ko tan,kaki ku cuma luka tertancap kerang." jawab kinara seraya duduk dikursi ruang tamu.


"Emang kalian dari mana,sampe kena kerang gitu?"


"Tadi aku sama kinara habis dari pantai tante,tadi aku udah ajak kinara ke dokter,tapi dia ga mau." jawab reyga menjelaskan.


"Hemm ya udah,biar nanti tante yang


ngobatin nara,nak reyga ga usah cemas."


"Kalo begitu,aku pamit dulu ya tante,nara." ucap reyga berpamitan sambil menyalami tante fina.


Setelah reyga pulang,tante fina pun mengobati kaki keponakannya.Kinara sedikit meringis menahan perih,ketika tante fina mengoleskan salep antibiotik ke kakinya.


"Ternyata reyga itu care banget ya sama kamu nara." ucap tante fina yang tengah selsai mengobati kakinya,dan membereskan kotak P3k.


"Iya sih ka reyga emang orangnya cuek,tapi dia orangnya baik ko tan,kadang dia nyebelin,dan kadang juga perhatian."


"Ciiee sepertinya ponakan tante ini bener-bener jatuh cinta sama pacarnya." goda tante fina.


"Iih apaan sih tante ini,aku kan cuma menilai secara objektif." jawab kinara sedikit malu-malu.


"Menilai apa mengagumi..?" lagi lagi tante fina menggoda keponakannya.


"Tante apaan sih.."


"Iya udah kamu istirahat ya,jangan lupa mandi sama sholat,tante mau siapin makanan buat makan malam nanti."


"Mau aku bantuin ga tan?"


"Ga usah,kaki kamu aja masih sakit." jawab tante fina seraya berlalu keluar dari kamar.


Beberapa haripun berlalu,seperti biasa aku,caca sama mita sedang menikmati makan siang di kantin.


"Eh nara,ka reyga mana tumben ga gabung ma kita-kita..?" tanya mita.

__ADS_1


"Iya ra,udah dua hari ini,gue sama mita ga lihat lo bareng ka reyga?biasanya kan setiap hari senin,lo nemenin dia latihan basket." ujar caca menimpali.bener juga sih kata sahabatnya itu,udah dua hari ini kinara ga melihat reyga dikampus,dan reyga juga tidak menghubunginya dua hari ini.


"Elo lagi marahan sama sih bambang rey, ra??


dan kinara pun menggeleng pelan.


"Kita baik-baik aja ko,bahkan minggu kemarin kita habis weekand bareng kepantai."


"Ciee nara,yang abis kencan di pantai,ko ga ngajak-ngajak sih..!"


"ngapain juga kali ca,nara ama ka rey ngajak elo,kanggu tau ga?" ucap mita menggoda caca.


"iih mita,rese deh..!"


"Oh iya ra,elo udah denger kabar tentang rani belum..?"tanya mita tiba-tiba.


"Rani..?emang kenapa rani?? uda lama juga sih gue ga lihat dia dikampus."


"Ya iyalah lo ga bakalan lihat dia dikampus kita lagi,secara dia udah pindah tau."ucap caca menimpali.


"Haah,pindah..??serius ca,mit." kinara pun merasa sedikit terkejut.


"Ya iyalah,gue serius nara,masa boong." jawab caca.


"Lo masih inget engga ra,dua minggu yang lalu,sewaktu lo kekunci ditoilet kampus??"


dan kinara pun cuma mengangguk.Mana mungkin dirinya lupa kejadian itu,saat itu kinara hampir pingsan karna merasa sesak hampir 2jam lebih dia terkunci ditoilet kampus,yang tidak ada fentilasi udaranya.Untung saat itu reyga cepat datang dengan mendobrak pintu kamar toilet,dan langsung menggendong kinara yang sudah tergeletak lemah kemudian membawanya ke ruang UKS.


kinara pun cuma menggeleng pelan.


"Dia rani..!!orang yang dengan sengaja ngunciin elo ditoilet kampus kita."


"Aah serius lo mit,masa sih..?bukannya katanya pintu toilet nya emang macet dan rusak."tanya kinara yang masih tak percaya.


"Iya,nara apa yang diomongin mita itu bener,dan katanya sekarang rani pindah kampus karna ada yang ngancem akan ngelaporin hal itu." ucap caca menimpali.


Sementara kinara masih terdiam,masih tidak percaya kenapa rani setega itu.


"Kalian mikir ga sih,kalo yang ngancem rani itu siapa?menurut gue sih,jangan-jangan ka reyga deh?"


"Ga mungkin ca,masa ka reyga gitu." tutur kinara membela pria tampannya.


"Mungkin juga kali ra.soalnya waktu ka reyga tau elo ke kunci ditoilet,dia panik banget ra,sampe langsung maen dobrak tuh pintu." timpal mita.


"hmm masa iya sih,ka reyga yang mengancam rani,supaya keluar dan pindah dari kampus ini." batin kinara.


"Hay nara.." sapa celin yang baru saja datang dan duduk disampingnya.


"Aku boleh gabung kan..??"


"Boleh dong kaa,sahut caca dan mita barengan." sementara kinara hanya tersenyum mengangguk.

__ADS_1


"Oh iya ra,kamu udah tengokin tante marisyah belom?" tanya celin tiba-tiba,seraya meminum minumannya.


"Tante marisyah..??" tanya kinara yang masih sedikit bingung.


"Iya tante marisyah maminya reyga,emang reyga ga ngabarin kamu,kalo maminya sekarang sedang dirawat dirumah sakit."


kening kinara pun berkerut.


"Jadi maminya ka reyga dirawat ka?" tanya kinara terkejut dan celin pun hanya mengangguk.


"Aku kira reyga udah kasih tau kamu ra." jawab celin yang agak sedikit canggung.


Pantes beberapa hari ini kinara tak melihat pria tampannya itu dikampus,tapi kenapa reyga tidak memberitahunya,bahkan sekedar memberi kabar pun tidak.


"Apa aku tidak segitu pentingnya bagimu ka rey.."batin kinara lirih.


"Ka celin tau ga,mami ka rey dirawat dimana..?" tanya kinara sedikit ragu-ragu.


Dan setelah mendapatkan alamat rumah sakit tempat dimana maminya reyga dirawat.sepulang dari Caffe tempat kerjanya.Kinara langsung meluncur ke rumah sakit.


Setelah sampai dirumah sakit,tentunya dengan bertanya-tanya kepada suster terlebih dahulu,ahirnya kinara sampai diruangan tempat maminya reyga dirawat.Namun ketika baru sampai dilorong,kinara melihat reyga duduk termenung seorang diri,dikursi tunggu depan kamar rawat.wajahnya yang tampan terlihat tampak lusuh seperti orang yang kurang tidur.perlahan kinara pun berjalan mendekatinya.


"Ka rey.." sapanya pelan.


"Nara..??kenapa kamu disini?"


"Akuu..aku dikasih tau ka celin,kalau mami ka reyga sakit." jawab kinara sambil duduk disamping reyga,dia memberanikan diri menatap pria tampan dihadapannya yang sudah sebulan lebih menyandang status sebagai pacarnya.


"Kenapa ka reyga tidak memberitahuku atau setidaknya menghubungiku memberi kabar?" tanya kinara seraya terus menatap reyga.


sementara reyga,masih tertunduk lesu sambil bertumpu pada kedua tangannya.


"Jika ka reyga tidak menganggapku sebagai pacar,ka rey bisa menganggapku sebagai sahabat." ucap kinara tulus seraya memegang bahunya,dan kali ini reyga mengangkat wajahnya dan menatap gadis disampingnya.


"Aku ga mau ganggu kuliah kamu nara,aku juga ga mau ganggu waktu kerjamu dicaffe." jawabnya singkat dan kembali membuang muka,dan kinara pun hanya menghela nafas perlahan,bagaimana bisa dirinya jantuh cinta dan perduli pada pria yang jelas-jelas tidak pernah menganggap kehadirannya.


"Apa hanya sebatas ini status hubungan kita,sampai ka reyga tak membiarkan ku masuk lebih dalam dikehidupanmu ka rey.."keluhnya dalam hati,dan lagi-lagi kinara hanya bisa diam menghela nafas.


"Lalu gimana keadaan mami nya ka reyga sekarang?" tanya kinara berusaha mencairkan suasana.


"Dokter bilang sekarang keadaannya sudah stabil.tidak seperti tiga hari yang lalu,sepulang aku mengantarmu dari pantai,bi mina menelfonku dan memberitahu,mami terjatuh dikamar mandi dan tak sadarkan diri.Dan sampai dirumah sakit,Dokter bilang mami kena serangan jantung.dan bodohnya selama ini aku tidak tau apapun tentang penyakit mami." ucap reyga dengan tatapan matanya yang nanar.


Kinara menggenggam tangan reyga berusaha memberi kekuatan.


"Mami ka reyga pasti akan baik-baik saja.dia kan wanita yang kuat." dan kali ini reygapun menatapnya.


"Nara,aku boleh peluk kamu sebentar." tanyanya dengan sorot mata yang sayu seolah menyimpan sebuah kepedihan yang tidak ingin dia bagi pada siapapun.Dan kinara pun tersenyum mengangguk.


Hingga ahirnya reyga pun memeluknya,dia meletakkan dagunya dipundak kinara.Entah kinara sendiri harus merasa senang atau sedih,karna jujur sejak mereka resmi menyandang status pacaran,baru kali ini kinara merasakan pelukan reyga,baru kali ini mereka begitu intens tak berjarak.Namun disisi lain,kinara juga sedih karna melihat pria tampannya yang selalu memiliki wajah dingin dan datar,namun sangat manis dan memabukan ketika dia tersenyum.sekarang dia nampak terlihat bagitu rapuh dan menyimpan begitu banyak kepedihan.


"*K**a rey,andai saja kamu mau berbagi sedikit saja kepedihanmu.maka aku akan merasa bahwa aku adalah pacarmu yang sesungguhnya*." **ucap kinara dalam batinnya.

__ADS_1


*Bersambung..😊**


__ADS_2