Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 52


__ADS_3

Kinara dan reyga sudah kembali ke apartemennya,dia menghempaskan tubuhnya disofa sambil menghembuskan nafasnya pelan.Sejak dalam perjalanan pulang tadi,kinara memilih untuk diam dan tak bicara apapun pada reyga.


Entah kenapa kata-kata celin membuatnya merasa tidak nyaman meskipun apa yang dikatakan celin adalah kenyataan,tapi tetap saja tak seharusnya celin mengungkit awal mula ceritanya dengan reyga,apalagi celin mengatakan hal itu seperti sengaja ingin mempermalukannya.Membuat kinara hanya bisa menghela nafas pelan.


"Udah gak usah mikiri omongan celin.." reyga yang baru memasuki apartemennya dan ikut duduk disamping istrinya.Dia menggenggam tangan kinara memberi ketenangan pada istrinya,karna sejak keluar dari rumah sakit tadi wajah kinara nampak sedih.


"Okeh,aku yang salah,aku minta maaf yah karna tadi pagi udah maksa kamu buat ikut,dan ahirnya kamu jadi tidak nyaman.." ucap reyga lagi seraya menatap wajah istrinya yang sedikit terpejam.


"Apa ka reyga belum sadar juga,kalau ka celin punya perasaan yang lain terhadap ka reyga..?" kinara balik menatap pada suaminya.


"Maksud kamu apa sih nara..?"


"Ka please..sampe kapan ka reyga akan pura-pura tidak tahu,padahal aku yakin ka reyga juga menyadarinya kalau ka celin itu cinta sama ka reyga,dan sikapnya terhadapku sekarang berubah,karna dia cemburu.." ucap kinara dengan tegas.


"Dari perilaku dan tutur kata ka celin,semua menyiratkan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat..Dan ka rey pasti juga merasakannya kan..?"


Dan kali ini reyga tidak bisa menjawab,sudah sejak lama dia pun menyadari akan perubahan sikap celin,tapi apa benar itu cinta..? karna sejak kecil reyga dan celin sudah terbiasa bersama,jadi reyga merasa perubahan celin mungkin hanya karna jiwanya yang sedang rapuh dan labil.Tapi reyga justru tak menyangka kalau sikap celin juga akan berubah pada kinara dan seperti menunjukan ketidak sukaannya.


"Kenapa diam,semua kata-kataku benar kan..?" ucap kinara lagi,karna melihat reyga terdiam tak menjawab semua kata-katanya.


"Aku ga tau nara jika celin punya perasaan lebih,aku hanya merasa celin sedang labil jiwanya."


"Lalu perasaan ka reyga sendiri terhadap ka celin..?" dan reyga pun mengernyitkan keningnya bingung mendengar pertanyaan kinara.


"Perasaan apa maksud kamu..?" jawab reyga tak paham dan kinara pun tersenyum sinis.


"Sudah lah lupain aja,aku cape ka rey,aku mau mandi dulu..?" kinara pun hendak bangkit dari duduknya,namun reyga lebih dulu menarik tangannya hingga dia terduduk kembali.

__ADS_1


"Ka rey apa lagi sih,aku mau mandi.." ucap kinara sedikit kesal,namun bukannya melepaskan,reyga malah mencengkeram erat tangan kinara dan menatapnya dengan tajam,membuat kinara sedikit menciut.


"Kinara denger yah dari dulu celin adalah sahabat baik ku,dan sampai sekarang pun akan tetap sama.Jadi jika celin mempunyai perasaan yang berbeda terhadapku,itu adalah haknya. Yang jelas jiwa dan ragaku saat ini hanya untuk wanita yang sudah menjadi istriku.."


Kinara ternganga dengan apa yang diucapkan reyga.Benarkah jiwa dan raganya hanya untuk dirinya seorang,apakah itu artinya reyga sudah mencintainya..?? Aah tidak,pria itu tak mengucapkan kata cinta untuknya,reyga mengatakan itu hanya karna dia adalah istrinya.Yaah pasti begitu.


'Cup' reyga mengecup singkat bibir istrinya,membuat kinara tersadar dari lamunannya.


"Ka rey apaan sih.." mencebik kesal.


"kamu tuh kalo lagi bengong gitu,tambah imut deh mukanya,bikin gemes tau gak.." goda reyga sambil sedikit menarik sudut bibirnya.


"Iih apa an sih garing tau ga.." kinara melengos diam diam tersipu malu.


"Serius ko,soalnya tadi waktu keluar dari rumah sakit tuh muka ditekuk terus bikin gak enak dilihat.." sindir reyga lagi,membuat kinara kembali menatapnya lagi.


"Ya udah, kalau emang gak enak buat dilihat,gak usah dilihat, lepasin enggak,aku mau mandi.." ucap kinara sedikit sewot,membuat reyga tergelak.


Reygapun sedikit maju dan berbisik pelan dihadapan wajah kinara.


"Kalau mau yang paling enak lagi,gimana kalau kita mandi bareng.." ucapnya seraya menaikan satu alisnya.Membuat kinara melotot,dan hendak mengucapkan protes.Namun belum sempat dia mengomel reyga sudah lebih dulu menggendong tubuhnya menuju kamar mandi.


"Ka reyyy lepasiin enggak..!! Aku enggak mau yah,turunin donk..iiih dasarr suami mesum.." kinara terus mengeluarkan protesnya,namun reyga tak menghiaraukannya,dia tetap menggendong istrinya menuju kamar mandi,dan terjadilah apa yang reyga inginkan..😂🤭


***


"Assalamualaikum mih.." kinarapun mengucap salam ketika memasuki rumah mertuanya,yang disambut hangat oleh marisyah.

__ADS_1


"Walaikum salam sayang..ahirnya anak mantu mamih ini dateng juga."


"Mamih apa kabar mih,maaf reyga baru sempat berkunjung.." ucap reyga merasa tak enak karna sudah hampir satu minggu semenjak menikah,mereka baru sempat berkunjung kerumah marisyah.Itu juga karna marisya menelfon dan mengundangnya terlebih dulu,untuk makan malam bersama dikediamanya.


"Alhamdulillah mamih baik,kalian sendiri gimana..? terutama kamu rey,kamu gak buat mantu kesayangan mamih ini sedih-sedih lagi kan..?" seloroh marisyah menyindir anaknya.


Sementara kinara hanya tersenyum kikuk.


"Mamih tenang aja,malahan hampir tiap hari rey bikin kinara seneng.." yang langsung mendapat tatapan tajam dari istrinya,sementara reyga hanya bersikap cuek.Dan Marisyah yang melihatnya pun hanya tersenyum senyum sendiri.


"Ya udah yok kita langsung keruang makan aja,mamih udah masakin masakan spesial buat kalian berdua." ucap marisyah sambil menggiring anak menantunya keruang makan.


"Ini beneran mamih sendiri yang masak,bukan bik mina kan..?" tanya reyga meragukan,pasalnya selama ini marisyah tak pernah masak sendiri untuknya apalagi dalam porsi yang cukup banyak.


"Yah beneran dong rey,ini mamih sendiri yang masak,yah meskipun masih dibantuin bik mina sih dikit-dikit.." ujar marisyah sedikit tersenyum.


"Yah rey heran aja mih,selama ini kan mami gak pernah masak,apalagi masak kaya gini."


"Itukan karna mami sibuk rey.."


"iya iyah dari dulukan mami emang selalu sibuk.." ucap reyga asal sembari menarik kursi meja makan dan duduk.Sementara kinara yang melihat perubahan raut wajah mertuanya pun jadi merasa tidak enak sendiri,dengan ucapan reyga yang suka asal.


"Ka rey jangan ngomong gitu dong.." bisik kinara pelan,karna merasa tak enak hati.


"Ga papa kok nara,reyga emang begitu,mamih ga papa kok,Ya udah kamu ikut duduk yah kita makan sekarang."


Dan mereka pun mulai menikmati makan malam bersama dengan suasana yang kembali menghangat.Marisyah merasa bersyukur karna bisa melihat kembali senyum putranya yang telah lama hilang.Sikap reyga yang tadinya cuek dan dingin,perlahan mencair dan tidak sekaku dulu.

__ADS_1


Selama ini hubungannya dengan reyga memang tidak terlalu dekat seperti ibu dan anak pada umumnya.Tapi sesibuk apapun marisyah,dia tetap berusaha memperhatikan putra semata wayangnya.Dan kini marisyah tidak perlu merasa cemas karna sudah ada kinara yang akan selalu berada disamping puteranya.


*Bersambung..😊


__ADS_2