
Kinara tengah menyandarkan kepalanya didada bidang sang suami, mereka baru saja usai melakukan ritual panas mereka setelah hampir seminggu libur,dan pastinya Reyga yang kembali mendapatkan jatahnya tak menyia-nyiakan kesempatan kali ini,karna setelah acara makan malam selsai Reyga pun langsung menyerang istrinya dan memakannya tanpa ampun.
Hingga kini tubuh keduanya terasa lemas setelah menyelesaikan sesi percintaannya untuk yang ketiga kalinya. Reyga memeluk erat tubuh istrinya yang masih polos dibalik selimut,membiarkan sang istri bersandar di dadanya,dengan jari jari lentiknya yang tengah mengukir lukisan abstrak di dadanya.
"Ka rey.." ucap kinara lirih,jari jemarinya masih mengukir abstrak di dada sang suami.
"Hemmm.." Reyga hanya menyahut dengan bergumam,matanya sedikit terpejam namun dia belum terlelap,hanya saja merasa letih karna setelah seharian bekerja,malamnya dia harus ektra lembur untuk menuntaskan hasratnya yang sudah menggebu.
Sekilas kinara menatap wajah suaminya yang terpejam,nafasnya sudah mulai teratur,karna beberapa saat yang lalu nafas Reyga begitu menderu setelah menumpahkan segala gairahnya pada tubuh sang istri,kini pria tampan itu seolah bersiap siap menuju alam mimpinya.
"Ka Reyga udah tidur yah.." Kinara kembali memastikan apa suaminya sudah terlelap atau masih terjaga. Dan Reyga kembali mengeratkan pelukannya seraya membelai pelan rambut sang istri sebagai tanda bahwa dirinya belum menuju alam mimpi.
"Ada yang ingin kubicarakan ka rey.." ucap kinara lirih,dan kali ini Reyga membuka matanya,menangkup wajah sang istri mendaratkan ciuman singkat dipipinya.
"Kamu mau bicara apa hem.."
Kinara mendongkak,mengulas senyum seraya mengelus rahang kokoh suaminya "Aku ingin kita pergi bulan madu." Reyga pun beringsut sedikit bangun dan mengamati dengan lekat wajah istrinya "Honeymoon..??" tanyanya ragu-ragu,seketika kantuk dan letihnya menguap begitu saja setelah mendengar permintaan istrinya. dan kinara hanya mengangguk malu-malu.
"Sejak menikah kita belum pernah pergi berdua ke suatu tempat,menghabiskan waktu bersama tanpa ada gangguan apapun,jadi setelah beberapa kali berselisih paham dan membuat hubungan kita memburuk,mungkin ada baiknya kita menghabiskan waktu bersama dengan pergi berdua ke suatu tempat,pasti akan terasa menyenangkan.."
Reyga kembali mendaratkan ciumannya dikening sang istri,merasa menyesal karna memang semenjak menikah dirinya memang belum sempat mengajak kinara untuk pergi berbulan madu."Maaf yah sayang,aku terlalu sibuk dengan kehidupanku,dengan pekerjaanku,sampai aku melupakan hal yang satu itu."
Kinara tersenyum seraya menggeleng pelan"ga papa ko ka rey, kemarin kan ka reyga sibuk menyelesaikan sekripsi,belum lagi amanah dari mamih untuk mengurus perusahaan,aku maklum jika ka reyga tak sempat memikirkan hal itu. Hanya saja mungkin sekarang waktu yang tepat untuk kita bisa menghabiskan waktu bersama."
__ADS_1
"Baiklah,kalo begitu kamu ingin kita pergi kemana.." Reyga kembali mengeratkan pelukannya seraya mendusel dusel diceruk leher istrinya, kantuknya sudah benar-benar hilang,berganti gelora yang kembali bangkit mengingat tubuh mereka yang masih sama-sama polos,saling bergesekan dan saling menempel satu sama lain.
"Ka rey..udah dong aku kan belum selsai ngomong.." gerutu kinara seraya mendorong dada suaminya yang kini sudah berubah posisi menindihnya.Kinara mendengus kesal karna Reyga sudah bermain-main diarea sensitifnya.
"Kamu tentukan saja dimana tempatnya,asalkan denganmu kapanpun dan dimana aku akan selalu siap,tapi sebelum itu aku ingin menikmati bulan maduku yang sekarang." dan sebelum kinara menjawab Reyga sudah kembali menyatukan tubuhnya dengan tubuh sang istri,membuat kinara hanya bisa memejamkan matanya seraya menarik nafasnya pelan ketika sang suami sudah bergerak diatas tubuhnya,kinarapun pasrah.
***
Kinara dan Reyga sudah sampai disebuah pulau 'B' yang pantainya terkenal bak surga dunia. Ahirnya mereka memutuskan untuk menikmati berbulan madu didalam negri.Karna selain dekat dengan kotanya rasanya untuk menikmati waktu berdua tak perlu berpergian jauh keluar negri.
Reyga menarik kopernya menuju sebuah penginapan,yang letaknya langsung berhadapan dengan pantai,hingga ketika sore hari mereka bisa melihat sunset cukup dari teras penginapannya saja.
Sebelum memasuki penginapan,kinara lebih dulu menginjakkan kakinya ditepi pantai,hari ini dia menggunakan dres berlengan balon berwarna putih tulang,dengan topi yang menghiasi kepalanya,melindungi sebagian wajah cantiknya yang diterpa sinar matahari.
Namun tiba tiba saja tangan kekar melingkar diperut rampingnya,membuat kinara membuka mata dan menoleh mendapati wajah pria tampannya yang tengah tersenyum manis padanya.
"Kamu kenapa ga masuk kepenginapan dulu sayang,malah disini,apa kamu ga cape,ga kepengen istrihat dulu." Reyga menyandarkan dagunya dipundak sang istri,memeluknya erat dari belakang.
"Aku sedang menikmati panorama indahnya laut ka Rey,udaranya sangat sejuk,aku jadi ingat terakil kali kita berada dipantai,sewaktu kita masih pacaran dulu." Kinara meletakan tangannya diatas tangan Reyga yang tengah memeluknya.
"Iya..! dan waktu itu kau menyusahkan ku karna kakimu menginjak kerang." sontak saja kinara langsung melepas diri dari dekapan suaminya,mendengus kesal dan menatap tajam pada Reyga.
__ADS_1
"Oh jadi waktu itu aku udah nyusahin ka reyga yah..?! dan sepertinya waktu itu ka Reyga juga terpaksa yah ngegendong aku sampai ke mobil." mendengar hal itu reyga sendiri jadi gelagapan.
"Eh,bu bukan gitu maksudku sayang,aku cuma.."
"Udah deh ka Rey,aku tau dari dulu ka Reyga emang ga perna cinta sama aku kan..?! jangan jangan kita kesini juga karna terpaksa iya kan..?" wajah kinara berubah muram seperti hendak menangis,membuat Reyga serba salah dan hanya bisa menggaruk garuk kepalanya sendiri yang tidak gatal.
"Kenapa diam..? ga bisa jawab..? ka reyga emang nyebelin..!" Kinara menghentakan kakinya lalu beranjak pergi neninggalkan reyga yang masih kebingungan dan langsung mengejarnya.
Kinara duduk ditepi ranjang sambil bersedekap dada,sementara Reyga sejak tadi masih saja terus meminta maaf dan merayunya. "Udah dong sayang,jangan ngambek gitu..Aku kan tadi cuma bercanda,lagian sejak dulu aku ga perna ngerasa disusahin oleh kamu,justru aku bersyukur kamu hadir dalam kehidupan aku.."
Kinara masih diam tak bergeming,memasang raut wajah acuh tak acuh membuat reyga nampak sedikit frustasi. "Ayo dong nara sayang, bukannya kita kesini mau bulan madu..? masa nyampe sini kita berantem lagi,kita baikan yah please..?" Reyga mengatupkan kedua tangannya sebagai permohonan.
Melihat wajah memelas suaminya membuat kinara tersenyum tipis dan mengangguk pelan,padahal dirinya hanya pura-pura marah dan ngambek,tapi melihat respon reyga yang tengah frustasi membuat dirinya tidak tega untuk meneruskan akting ngambeknya.
"Beneran udah ga marah lagi..?" dan kinara mengangguk pelan,membuat Reyga langsung memeluknya menghujani wajah istrinya dengan ciuman. "Kalo gitu kita bisa mulai bulan madunya sekarang kan..?" Reyga tersenyum menggoda,dia meraih dagu kinara hendak mengulum bibir mungil itu,namun secepatnya kinara menutup mulut reyga dengan telapak tangannya.
"Jangan sekarang ka Rey, kita makan dulu yah, takutnya kalo kita langsung mulai,aku keburu lemas karna ga ada tenaga." kinara sedikit cengengsan,membuat reyga hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"Ya udah kita makan dulu,tapi nanti habis makan kita langsung mulai yah,kita tempur sampai pagi.." Cup,setelah mencium singkat bibir istrinya Reyga pun beranjak bangun untuk menelfon pelayan dan memesan makanan. Sementara kinara masih terdiam ditempatnya sambil melongo.
"Sampai pagi..??? yang benar aja..!!!"
*Bersambung..😊
__ADS_1