
Celin mengembangkan senyumnya kala melihat reyga yang tengah berdiri didepan pintu rumahnya hendak melangkah masuk.
"Elo udah pulang rey." nampak rona bahagia menghiasi wajah gadis itu,karna ahirnya bisa melihat wajah tampan sahabatnya yang beberapa hari membuat tidurnya tak nyenyak.
Reyga mengulas senyum,saat celin menyuruhnya untuk duduk diruang tamu.Kebetulan rumah nampak sepi,hanya ada celin dan dua asisten rumah tangganya.Karna memang mamah dan papanya celin sedang ada acara jamuan para kliyen diluar,dan celin yang tadinya diajak malah menolak memilih untuk berdiam dirumah,karna dia tidak ingin kedua orang tua angkatnya merasa malu dihadapan para kliyen dengan kondisinya yang seperti saat ini.
"Kamu apa kabar cel." reyga membuka suaranya,yang dibalas senyum renyah sahabatnya. "Aku baik rey,tapi gue kesel sama elo,keluar kota ko ga bilang-bilang sama gue."
celin mengerucutkan bibirnya.
"Sorry cel,tiba tiba ada proyek dadakan yang mesti gue tangani diluar kota.Lagian gue juga udah minta tolong ke doni buat antar jemput elo ke kampus." reyga mencoba menjelaskan.
"Tapi doni itu rese nyebelin rey,dia gak sabaran,beda sama elo yang selalu sabar ngadepin gue." celin terus menggerutu menceritakan segala aktifitasnya yang selama beberapa hari ini ditemani oleh doni yang tidak sesabar reyga dalam menghadapi sikapnya.Sementara reyga, dia hanya memilih diam sambil sesekali menghela nafasnya pelan.
Sebenarnya kedatangan reyga kerumah celin lantaran ingin memberi tahu sahabatnya mengenai pernikahannya dengan kinara.Namun sejak tadi gadis itu terus saja mengeluh dan menggerutu tanpa henti.
Reyga sendiri sebenarnya ingin mengajak kinara dan bersama sama untuk berbicara dengan celin.Tapi istrinya itu justru menolak dan memilih tidak ikut,karna jika dirinya ikut bersama reyga,kinara sendiri merasa takut jika nanti celin dan dirinya sama-sama merasa tidak nyaman.
"Rey,ko elo ngelamun sih dari tadi ga nyimak omongan gue yah.." celin merasa sedikit kesal karna sejak tadi reyga tak fokus mendengarkan semua keluh kesahnya.
"Oh sorry cel,gue agak cape aja karna tadi dikantor banyak berkas yang mesti gue tangani." kilah reyga agar celin tak merasa diabaikan.
"Elo pasti cape yah rey,karna mesti ngurusin urusan kantor dan skripsi elo secara bersamaan." wajah celin nampak berempati,merasa iba melihat raut lelah pada wajah sahabatnya itu.
"Eemmm cel,sebenarnya gue datang kesini karna ada yang ingin gue bicarain sama elo."
ragu ragu reyga mencoba mengatakan dengan guratan serius diwajahnya.membuat celin seketika terdiam takut takut apa yang disampaikan reyga adalah hal yang tidak ingin dia dengar.
__ADS_1
"Kita ngobrolnya nanti aja yah rey,gue udah laper nih,dan ini juga udah waktunya jam makan malam,elo temenin gue makan yah soalnya kebetulan mamah sama papah lagi makan malam diluar sama kliyennya."
Dan ahirnya reyga pun tak memiliki kesempatan lagi untuk berbicara mengenai tujuan kedatangannya menemui celin.Karna celin terus saja memaksanya untuk makan malam bersamanya,dan mau tidak mau reyga pun terpaksa mengiyakannya.
***
Jam sembilan malam reyga tengah sampai diapartemennya.Kinara yang memang sengaja menunggunya langsung berlari menyambut kepulangan sang suami.
"Ko belum tidur." kinara mengulas senyum manisnya seraya mencium tangan sang suami. "Aku kan nungguin kamu.Ka rey udah makan belum,mau aku buatin sesuatu enggak." Reyga mendudukan dirinya disofa seraya menarik tangan istrinya agar ikut duduk disampingnya.
"Maaf yah,aku tadi udah makan malam dirumah celin,kamu enggak marah kan..?" reyga merasa bersalah karna sudah membuat istrinya menunggu sementara dia,malah menemani sahabatnya makan malam.
"Oh ka reyga jadi yah mampir kerumah ka celin." kinara mencoba mentralkan rasanya,karna tadi sore suaminya itu sudah menghubunginya dan ingin mengajaknya menemui celin bersama sama,namun dengan alasan merasa tak enak hati pada celin,kinara ahirnya menolak ajakan sang suami.
"Iyah,tadi sepulang kantor aku jadi mampir kerumah celin,aku ingin memberitahu celin tentang pernikahan kita,tapi setelah sampai disana aku tidak memiliki kesempatan untuk mengatakan yang sejujurnya,karna celin terus saja merasa kesal karna aku menitipkannya pada doni." reyga menarik nafasnya,dia menatap wajah kinara sendu takut jika istrinya itu merasa kecewa lagi.
Kinara yang menangkap raut bersalah di wajah suaminya,seketika menangkup rahang kokoh milik sang suami seraya mengukir senyum manis dibibirnya. "Ka reyga ga usah risau perihal ka celin,kita akan memberitahunya begitu ada kesempatan.Yang penting sekarang ka rey fokus menyelsaikan sekripsi dan urusan kantor.Aku gak mau ka reyga kecapean dan banyak fikiran."
"Makasih yah nara,atas semua dukungan dan pengertianmu." reyga merengkuh tubuh istrinya kedalam dekapannya.Mencium pucuk kepala kinara denga lembut.
"Ka rey enggak mandi." kinara yang dalam dekapan reyga seketika sedikit mendongkak agar bisa menatap wajah sang suami.Namun tiba tiba reyga mengecup bibirnya singkat,membuat sang empunya sedikit meronah merah dipipinya.
"Aku kangen sama kamu,seharian dikantor rasanya ingin cepat pulang supaya bisa melihat wajah istriku yang menggemaskan ini." reyga mencubit pipi kinara gemas.yang mendapat respon cebikan dari sang istri.
"Ka rey sakit tau." kinara mencebik kesal sambil mengelus pelan pipinya.
"Ya udah sinih aku cium biar sakitnya ilang." dan tanpa mendengarkan protes dari sang istri reyga terus menghujani wajah istrinya dengan ciumannya.
__ADS_1
***
"Mau apa lagi kamu datang menemuiku."
ucap marisyah dengan berlipat tanga didada,kepada seorang pria paruh baya yang nampak ringkih dan lusuh namun tak menghilangkan garis ketampanannya.Sudah satu jam lebih dia menunggu marisyah didepan butik milik wanita cantik itu.Kakinya sedikit bergetar dengan wajah sedikit pucat dia mengulas senyum tatkala marisya keluar dari butiknya dan mau menemuinya.
"Marry apa kabarmu." bibir pria paruh baya itu sedikit bergetar terus mengulas senyum,sementara marisyah terlihat acuh menampakan ketidak sukaannya.
"Seperti yang kau lihat,aku baik baik saja bukan..?Dan untuk apa kau mendatangi kantorku,apa kau masih butuh uangku." senyum mengejek terukir dibibir marisyah,melihat pria itu nampak menyedihkan marisyah menyakini bahwa kehidupan pria paruh baya itu pasti tidak baik baik saja.Namun marisyah mengokohkan hatinya untuk tidak peduli lagi pada nasib pria yang ada dihadapannya saat ini.Jika mengingat apa yang sudah dilakukan pria itu padanya hati marisyah masih menyimpan luka.
"Marry apa kau begitu membenciku sampai tak mau menatap wajahku." ucap pria itu dengan suara melemah.
Marisyah melengos membuang muka,sudut hatinya merasa perih kenapa harus dipertemukan lagi dengan pria yang sudah menorehkan banyak luka dihidupnya.Namun sisi manusiawinya merasa iba karna melihat pria itu nampak rapuh dan menyedihkan.
"Maaf aku sedang tidak punya banyak waktu,jadi sekarang bicaralah untuk apa kau menemuiku lagi setelah sekian lama kau menghilang dengan membawa uang perusahaan milik ayahku." sarkas marisyah penuh dengan penekanan dalam setiap katanya.
"A-a-aku cu cuma ingin minta maaf padamu marry,tolong beri kesempatan juga padaku untuk meminta maaf pada reyga." ucap pria itu dengan bibir bergetar,nampak kelopak matanya basah menahan tangis.
"Hah..maaf katamu..!Lalu kemana saja kau selama ini,kenapa baru minta maaf sekarang." tukas marisyah sambil tersenyum sinis.
"Marry tolong beri kesempatan padaku agar aku bisa bertemu dengan reygga,sekali saja,aku mohon marry." lelaki itu memohon dengan lirih,namun marisyah yang kadung sakit hati memilih mengabaikan tak menghiraukannya.
"Sudahlah aku tidak punya banyak waktu,aku harus pergi.dan sebaiknya kau tak usah menemui reyga lagi,karna sekarang dia sudah bahagia." setelah mengatakan hal itu marisyah melangkah pergi meninggalkan pria itu yang nampak menggigil dan pucat pasi.
Dan ketika marisyah membuka pintu mobilnya,tiba terdengar suara debuman seperti benda jatuh ketanah,saat membalikan badannya dirinya merasa terkejut karna pria itu limbung tak sadarkan diri.
"Mas johan..."
__ADS_1
*Bersambung..😊
Komenya mana nih..🙄 kok sepi..☹