
Flashback on
'plakkk' tamparan itupun mendarat dipipi mulus celin.Gadis itu terperangah tak percaya mendapat tamparan dari papah angkatnya.
"berani-beraninya kamu membatalkan pertunanganmu dengan alex tanpa memberi tahu kami terlebih dalu." ucap lelaki itu dengan kilatan amarah diwajahnya.
Celin pun beranjak bangun berdiri setelah tadi dirinya terjerembab dikursi setelah ditampar papahnya.
"tapi pah,alex bukanlah pria yang baik,dia sudah memiliki anak dengan wanita lain."
ucap celin dengan bibir bergetar seraya mengusap pipinya yang terasa panas bekas tamparan tadi.
"dengar celin,papah sudah dengar semua tentang alex,dan semua itu adalah masalalunya,jika saja kamu tidak membatalkan pertunangan ini,pastinya saat ini kamu akan menjadi penerus keluarga septian raharja."
"apah..? jadi papah sudah tahu semua tentang alex,dan papah tetap mau menyerahkanku kepadanya..?" ucap celin menatap nanar papah angkatnya.
"iyaah,karna perusahaan orangtuanya alex sudah menanam saham yang begitu besar diperusahaan papah."
Mendengar ucapan lelaki itu,hati celin merasa teriris,dia sadar dia memang hanya anak angkat dikeluarga ini,tapi bukan berarti papah angkatnya itu bisa menukarnya dengan bisnis.
"celin tau,celin hanyalah seorang anak angkat bagi papah dan mamah,awalnya celin juga menerima perjodohan ini karna ingin balas budi pada kalian,tapi celin tidak bisa menutup mata jika ada seorang anak yang membutuhkan tanggung jawab ayahnya,karna bagaimanapun celin pernah hidup dipanti asuhan dan tau bagaimana rasanya hidup tanpa kasih sayang orang tua,dan celinpun tidak ingin anaknya alex merasakan hal itu."
Celin terus mengeluarkan segala hal yang ada dibenaknya saat ini,tidak peduli jika orangtua angkatnya membencinya atau sudah tak mengakuinya anak lagi,dia hanya merasa lelah terus disetir dan menjadi boneka oleh orangtua angkatnya.
"celin,kamu jangan bicara begitu sayang,bagi mamah kamu adalah putri kecil mamah yang sudah mamah besarkan dengan penuh kasih sayang,meskipun kamu tidak terlahir dari rahim mamah tapi mamah sangat menyayangimu." ucap wanita yang dipanggil mamah oleh celin,sesekali dia menyeka air matanya karna melihat suami dan putrinya bertengkar.
"mah,jika mamah menyayangi celin,please ijinkan celin memilih pria yang celin cintai.
mamah taukan selama ini cuma reyga yang celin cintai." ucap gadis itu bersimpuh dipangkuan mamahnya,sementara papah angkat celin,dia menatap celin tajam,seolah tidak menyukai apa yang baru saja diungkapkan oleh putri angkatnya.
"tidak celin,sampai kapanpun papah tidak menyetujui kamu bersama reyga."
"tapi kenapa pah..? kenapa papah tidak pernah menyukai reyga..?" ucap gadis itu dengan mata berkaca kaca.
"karna dia anak dari marisyah,perempuan yang sudah pernah menghancurkan hati papah." ucap pria itu lagi dengan raut wajah penuh kekecewaan karna mengingat masalalunya.
"celin sayang dengerin mamah nak,diluar sana masih banyak lelaki yang lebih baik dari reyga,dan lagi pula bukannya selama ini kamu dan dia hanyalah sebatas sahabat." ucap mamahnya celin berusaha menengahi.
"mah,celin tuh sayang banget sama reyga,dan celin yakin reyga juga sayang sama celin,hanya saja dulu celin lebih dulu menerima perjodohan dengan alex tanpa menyadari perasaan celin yang sebenarnya."
"dengar celin,sampai kapanpun papah tidak menyetujui hubunganmu dengan reyga,papah tetap akan mencarikan calon yang sesuai untukmu."
"jadi papah akan menjodohkan celin lagi? dengan anak rekan papah yang mana lagi pah?apa akan lebih kaya dari alex..?kenapa tidak sekalian saja papah menjual celin..!" ucap celin tajam seraya berdiri dihadapan papahnya,dan 'plaakkk..' untuk kedua kalinya tamparan itu mendarat dipipih mulusnya.
"jaga kata-katamu celin..!apa kamu lupa kamu ini siapa hah.."
__ADS_1
"ayoh pah,tampar..!tampar celin lagi biar papah puas sekalian." ucapnya seraya memegang pipinya yang terasa panas.
Namun berbanding terbalik dengan papahnya,ada rasa penyesalan dari sorot matanya,tapi sikap angkuhnya tak ingin menunjukan hal itu dari celin.
"pergilah,papah tidak ingin melihatmu lagi."
ucap pria itu tanpa mau menatap putri angkatnya.
"baik..!jika keberadaan celin hanya akan menjadi beban buat papah celin akan pergi,celin minta maaf jika celin belum bisa membalas segala jasa papah yang sudah membesarkan celin selama ini." ucap gadis itu seraya mengusap air matanya,kemudian ia melangkah pelan menjauhi pria yang selama lima belas tahun ini dia sebut sebagai papah.
"celin sayang jangan pergi nak,papahmu hanya sedang emosi,percayalah sejujurnya dia sangat menyayangimu,tolong jangan tinggalin mamah celin." wanita paruh baya itu pun terisak memegang tangan putrinya.
"maafin celin mah,biarin celin pergi."
lalu celinpun melepaskan tangan mamahnya dan pergi dari rumah itu.
Celin mengendarai mobilnya dengan air mata yang terus mengalir dipipinya,hatinya benar benar merasa sedih karna harus meninggalkan mamahnya yang sangat menyayanginya sejak kecil,tapi dia juga tidak bisa menerima segala perlakuan papah angkatnya yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.
Dan tanpa terasa celinpun sudah berada diapartemen reyga,dia sudah beberapa kali memencet bel pintu apartemen namun tidak ada tanda-tanda pintu itu akan dibuka oleh sang penghuninya.
"Reyga mana sih..?! apa dia dirumah tante marisyah..?" batin celin.
"ah mendingan sekarang aku kerumahnya tante marisyah aja." ucap celin lagi dalam hati lalu kembali ke parkiran dan melajukan mobilnya lagi kerumah tante marisyah mamihnya reyga.
Dan ketika mobil celin memasuki halaman rumah marisyah,dia sedikit heran karna melihat begitu banyak mobil dihalaman rumah,kemudian celin pun mengalihkan perhatianya keteras rumah,terlihat ada beberapa orang yang baru datang dan masuk ke rumah itu seolah tengah ada pesta didalamnya.
"apa mungkin tante marisyah menikah lagi..?" ucapnya ragu ragu dalam hati.Dan untuk menyakinkannya lagi,celinpun memberanikan diri untuk memasuki ruangan yang didalamnya sudah terdapat beberapa tamu undangan,namun baru saja satu langkah kakinya memasuki ruangan,tiba tiba celin terperanjat,seketika jantungnya seolah berhenti berdetak,matanya pun membulat karna tengah menyaksikan seseorang yang menjadi sahabatnya sejak kecil yang amat dia cintai kini tengah mencium kening seorang gadis yang sudah sangat celin kenali siapa gadis itu lengkap dengan pakaian pengantinnya.
Celinpun kemudian mundur beberapa langkah lalu membalikan badannya dan bersandar ditepi pintu,dia memegang dadanya sendiri yang terasa sesak meskipun sekedar untuk bernafas.
"jadi reyga...dia,dia sudah menikah dengan kinara.." ucapnya diiringi isak tangis yang ia tahan.lalu kemudian celinpun melangkah kembali menuju mobilnya,dia memasuki mobilnya dan duduk bersandar dibalik kemudi,seketika air matanya luruh begitu deras,dia menangis sesunggukan sambil terus memegang dadanya.
"aku terlambat..!aku terlambat..!" ucap terus merutuki kebodohannya sendiri karna terlambat memperjuangkan cintanya.
Celinpun kemudian mengusap kasar air matanya,tangannya menyalakan mesin mobil lalu mobilnya melaju meninggalkan kediaman rumah marisyah.
Disepanjang jalan celin terus menangis,dia tak dapat menghentikan air matanya yang terus terjun bebas dipipih mulusnya,seklebat semua kenangan kenangannya bersama reyga terekam jelas dimemorinya,dimana dia menghabiskan banyak waktu bersama pria itu sejak dia masih dipanti sampai dia menjadi anak angkat orangtuanya.Reyga yang selalu ada untuknya,reyga yang selalu care dan perhatian padanya,reyga yang selalu menjaganya,bahkan reyga yang selalu menghapus tiap tetes air matanya yang jatuh ketika dia bersedih,dan hari ini celin menyaksikan sendiri pria yang amat dicintainya itu sudah resmi menjadi milik orang lain.Celin merasa dirinya begitu bodoh karna bisa dikalahkan seorang kinara,seorang gadis biasa yang dalam hitungan bulan menjadi pacarnya reyga,sedangkan dia sendiri selama ini selalu menyembunyikan perasaannya dengan dalih persahabatan hanya karna tidak ingin kehilangan reyga..!
Tapi sekarang apa yang dia dapat..??! Dia benar-benar kehilangan reyga sekarang,dan celin merasa sangat tidak rela.
Celin bisa menahan sakit hatinya dan rasa sedihnya ketika dia ditampar oleh papahnya,ketika papahnya mengusirnya,celin masih bisa menahan rasa sakit itu.Tapi sekarang melihat reyga bersanding dengan gadis lain,hatinya bukan hanya saja terluka tapi hatinya sudah benar benar hancur..!
"kenapa sih rey...kenapa lo menikah sama kinara..??!"
"apa elo gak tau rey,gue sayang banget sama elo,dari dulu gue cinta sama elo,tapi kenapa,kenapa elo nikahnya sama dia..!'
__ADS_1
Celin terus merancau,air matanya terus mengalir deras,dia pun bahkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dan tanpa dia sadari beberapa meter didepan sana ada seorang ibu dan anaknya yang tengah menyebrangi jalan zebracross,tentu saja celin yang baru menyadarinya pun ahirnya mengambil rem mendadak dan membanting stirnya kekanan hingga 'shiiiittttt Bruaaakkkkk!!!'
Kecelakaanpun terjadi ,mobil celin menghatam pembatas jalan.
Flashback off
***
"udah ya cel jangan nangis lagi,gue ga kemana mana ko."
ucap reyga seraya menepuk pelan gadis yang tangah menangis memeluknya.
Yah sejak siuman tadi dan menyadari keberadaan reyga,celin terus memeluk pria yang tengah berdiri ditepi ranjangnya.Dia terus terisak didada reyga dan melingkarkan tangannya erat diperut pria itu.
"gue takut elo ninggalin gue rey.."
ucapnya disela isakannya.Kemudian reygapun perlahan melepaskan tangan celin yang melingkar diperutnya.
"hey coba lihat gue..?gue sekarang ada disini gak kemana mana." ucapnya lagi seraya mengangkat wajah celin agar mau menatapnya.
"janji ya rey,apapun yang terjadi elo gak akan ninggalin gue,kita akan tetap sama-sama kan rey sama seperti waktu kita kecil dulu."
ucap celin seraya menghapus air matanya.
Reyga pun sebenarnya bingung,kenapa celin tiba-tiba bersikap seaneh ini,melihat kondisinya yang sekarang reygapun ahirnya mengangguk menuruti apapun yang gadis itu mau.Dia hanya tidak ingin melihat celin terus bersedih dan memperburuk kondisinya.
"ya udah kamu istirahat lagi yah,jangan banyak gerak dan ga usah mikirin yang macem-macem." ucap reyga seraya membantu celin berbaring kembali.
"tapi janji ya rey,elo temenin gue disini jangan pulang sampai gue bangun." ucap gadis itu lagi seraya menggenggam jemari reyga erat.
Dan reyga pun hanya bisa menarik nafas pelan sambil tersenyum dan mengangguk.
Meskipun didalam fikirannya saat ini tengah membayangkan kinara istrinya.
Celin pun ahirnya memejamkan matanya kembali,hatinya pun kemudian berucap lirih.
"sorry ya nara,jika kali ini gue ingin menjadi egois."
***Bersambung...😊
yang baca udah mulai nambah nih,tapi masa likenya ga nambah2 sih..☹
padahal like dan komen itu seperti bentuk penghargaan buat seorang autor..🙄
tapi inih udah memasuki episode berapa like nya masih dikit..🥺
__ADS_1
beneran deh autor suka sedih,jadi kurang semanget Up nya..😔😔
tuh kan jadi baper curcolkan jadinya..😅🤭**