Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 62


__ADS_3

Kinara baru saja keluar dari kamar mandi,dia menatap suaminya yang masih duduk bersandar ditepi ranjang dengan raut wajah yang ditekuk,membuat kinara seketika tersenyum geli seraya melangkah mendekat ke arah sang suami.


"Ka rey enggak mandi..?" reyga hanya menjawab dengan menggeleng.


"Udah dong,mukanya jangan ditekuk terus entar tampannya ilang,aku buatin sarapan yah..?" kinara hendak melangkah menuju dapur,namun reyga malah menarik tangannya hingga membuat kinara jatuh terduduk dipangkuan suaminya.


"Biasanya berapa lama.." kinara mengerutkan keningnya bingung. "Maksudnya..?".dan reyga hanya menghela nafasnya pelan.


"Kamu kalo dateng bulan,biasanya berapa lama." dan kinarapun langsung menutup mulutnya karna tak bisa menahan tawanya,sementara reyga nampak melotot tak suka.


"Iya maaf,aku pikir apanya yang berapa lama.Ka rey udah pengen banget yah.." kinara mengelus rahang suaminya berniat untuk menggoda,membuat reyga mendengus kesal dan langsung memeluk pinggang istrinya yang ada dipangkuanya seraya mendekatkan wajahnya dan berbisik.


"Kamu mau memancing ku,heh.." kinara pun tertawa geli,kala reyga sudah mendusel dusel ceruk lehernya.


"Ampuunn ka rey,udah dong lepasin."


"Jadi kapan aku bisa melakukannya." bisik reyga tepat ditelinga kinara,membuat gadis itu sedikit meremang.


"Aku baru mulai tiga hari yang lalu,jadi mungkin sekitar tiga atau empat harian lagi,ka rey baru bisa buka puasa." Kinara terkekeh,sementara reyga justru terlihat masam. "Kenapa lama sekali." gumamnya pelan yang masih bisa didengar oleh kinara.


"Sabar dong suamiku,anggep aja ini tuh ujian buat ka reyga." kinara mengukir senyum manisnya,sambil kembali mengelus rahang tegas milik suaminya.


"Ka reyga enggak jemput ka celin lagi." kinara berusaha bersikap biasa saja,saat ia mengucapkan nama celin sahabat suaminya itu.


"Celin belum tahu kepulanganku,lagian aku sudah minta tolong sama doni untuk mengurusnya,hari ini aku akan ke kantor untuk mengurus proposal hasil proyek kemarin.Apa kamu mau ikut denganku ke kantor." reyga menyelipkan rambut kinara yang terurai kedepan kesamping telinga istrinya.


"Emang boleh aku ikut ke kantor.." tanya kinara ragu ragu.


"Tentu saja boleh,kamu kan istri direktur pemilik perusahaan." aish kinara mencibir atas kalimat yang diucapkan suaminya.

__ADS_1


"Ya udah aku ikut,kalo gitu aku siap siap dulu yah,ka reyga cepetan mandi,lalu kita sarapan." kinara mencoba beranjak dari pangkuan sang suami,namun baru saja dia berdiri reyga sudah menariknya kembali.


"Ka rey.." kinara menatap tajam suaminya.


"Ada yang ingin ku bicarakan." kinara yang hendak protes pun ahirnya memilih diam untuk mendengarkan.


"Aku sudah memikirkannya nara,dan aku ingin kita memberi tahu celin tentang pernikahan kita ini.Aku tidak ingin celin terus bergantung padaku dan selalu membuatmu merasa tidak nyaman,bagaimanapun juga kamu adalah istriku,kamu jauh lebih berarti dari apapun nara,dan aku tidak ingin ada kesalah pahaman lagi diantara kita,aku benar benar tersiksa ketika harus bertengkar denganmu,apalagi membuatmu menangis,membuatku merasa menjadi suami yang gagal." reyga memandang lekat wajah istrinya dia begitu menyesali kebodohannya selama ini yang selalu menyia-nyiakan ketulusan istrinya.


Kinara mengulas senyum dibibirnya,hatinya menghangat mendengar pengakuan dan ketulusan suaminya,baginya mendengarkan reyga mengungkapkan kata cinta padanya saja sudah jauh lebih dari cukup,dia tidak berharap apapun lagi,memiliki reyga beserta hatinya sudah membuatnya lebih bahagia.


Tapi tentang celin,apa yang dikatakan suaminya itu memang ada benarnya juga.Cepat atau lambat celin memang harus mengetahui tentang status pernikahannya dengan reyga,mungkin dengan begitu celin tidak lagi bergantung pada suaminya.


"Ya udah,aku ngikut aja apa yang terbaik menurut ka reyga,aku tau ka celin juga sama pentingnya buatmu ka rey.Aku hanya ingin ka rey bisa sedikit tegas,dan lebih menghargai hubungan kita." mendengar jawaban istrinya,reyga membelai pipi istrinya lembut,selama ini dia memang tak salah memilih istri,dan reyga sangat bersyukur karna Tuhan mengirim kinara untuk mengobati semua lukanya.


"Makasih sayang." reyga mendaratkan kecupan penuh cinta dikening istrinya,mendekap dan memeluk erat tubuh mungil itu,dan kinara pun tersenyum penuh rasa bahagia yang menyelimuti hatinya.


"Sampai kapan kita kaya gini,bukannya ka reyga mau mengajakku ke kantor." gumam kinara pelan. "Tunggu sebentar lagi,biarkan seperti ini,aku ingin menikmatinya." reyga mengeratkan pelukannya sambil sesekali menciumi rambut istrinya yang wangi.


Reyga berjalan memasuki kantornya sambil menggenggam tangan istrinya,Kinara yang menggunakan dress berwarna softpink dengan panjang selutut,dan rambut panjangnya yang tergerai indah dengan jepit rambut berbentuk kupu tersemat dirambut bagian sampingnya,membuat wajah ayunya nampak manis dan imut.


semua mata karyawan nampak tertuju pada sosok atasan yang tengah berjalan sambil menggandeng seorang gadis manis disampingnya.Diantara mereka ada yang saling berbisik mengatakan jika gadis yang dibawa bosnya itu amat manis dan imut,dan mungkin saja itu adalah pacar atau kekasih bosnya,namun sebagian lagi ada yang menatapnya tidak suka karna bos tampan mereka ternyata sudah memiliki kekasih.


"Ka rey,semua karyawan sepertinya sedang menatap kita,apalagi kariyawan perempuan mereka sepertinya tidak rela jika bosnya menggandeng gadis jelek dan kampungan kaya aku." kinara bergumam pelan,membuat reyga seketika menghentikan langkahnya.


"Aku tidak suka kamu merendahkan dirimu seperti itu nara." mendapat sorot tajam dari sang suami,kinara pun menundukan pandangannya.


"Mohon perhatian semuanya." tiba tiba suara bariton reyga menghenyakan para karyawan yang sejak tadi diam diam saling berbisik dan saling mengomentari atasannya.Kini mereka semua terdiam seraya menundukan pandangannya tak berani menatap sang bos.


"Aku,cuma ingin memberi tahu bahwa gadis yang ada disampingku ini adalah istriku namanya kinara larasati,jadi kuharap tidak ada gosip atau desas desus mengenai kedatangan istriku dikantor ini,karna untuk kedepannya mungkin istriku akan sering datang kesini,jadi mohon rasa hormat kalian padanya.Sekian dan terimakasih." Kinara yang mendengar semua penuturan suaminya seketika mengangkat wajahnya,tak percaya dengan sikap tegas suaminya saat ini.

__ADS_1


Sementara para karyawan merasa sangat terkejut atas pernyataan sang ceo.Pasalnya bos mereka masih teramat muda namun tidak menyangka jika bos muda tampan mereka ternyata sudah menikah dan memiliki istri.Mereka pun ahirnya merasakan patah hati berjamaah.


Kini semua kariyawan menunduk memberi hormat kepada istri sang pemilik perusahaan,mereka tidak berani lagi mengeluarkan suara takut takut akan kehilangan pekerjaannya.Membuat kinara mengulas senyum merasa tidak enak dan sedikit merasa malu.


"Ka reyga apa apaan sih..!" kinara menggerutu sedikit kesal,setelah mereka berada didalam diruangan reyga."Loh kenapa,bukannya kamu sendiri yang bilang sikapku harus tegas dan lebih menghargai hubungan kita.Apa ada yang salah dengan pernyataanku tadi." reyga membuka jasnya dan menyampirkannya dikursi kebesarannya,menyisakan kemeja berwana biru muda yang melekat ditubuh atletisnya,membuat wajahnya semakin tampan.


"Tapi enggak kaya gitu juga ka rey,tau ah.." kinara mengerucutkan bibirnya,melipat tangannya didada.Reyga yang melihat ekspresi istrinya seperti itu jadi merasa gemas,dan memeluk kinara dari belakang.


"Iyah,sorry aku minta maaf..aku cuma tidak ingin ada yang memandang buruk tentang istriku,aku hanya ingin mereka tahu bahwa kamu adalah wanitaku." mendengar perkataan suaminya hati kinara kembali berdesir,entah kenapa sejak kepulanganya dari luar kota,sikap reyga berubah drastis,jauh lebih hangat dan lebih romantis.


Reyga menyusuri tengkuk istrinya memberi kecupan kecupan kecil disana,tangannya masih melingkar diperut sang istri.membuat kinara sedikit meremang dan memejamkan matanya menikmati sentuhan cinta sang suami.Namun saat mereka sedang terbuai,tiba-tiba ada yoga yang nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Ups sorry bro,gue ganggu." yoga yang sedikit canggung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,sementara kinara pipinya memerah menahan malu setelah reyga melepaskan pelukannya.


"Lain kali ketuk pintu dulu dong ga,ganggu aja lo." reyga nampak sedikit ketus dengan raut wajahnya yang kembali datar.


"Yah sorry gue pikir enggak ada bini lo disini." yoga pun sekilas melirik kinara yang masih tersipu malu.


"Jadi ini nih kaka ipar gue.Kenalin gue yoga sepupunya reyga,eits kayanya kita udah pernah kenalan yah waktu dibioskop saat itu."


Kinara pun mengulas senyum dan mengangguk.


"Iya benar,kan ka yoga yang kasih kita tiket buat nonton waktu itu." menjawab pelan masih mengulas senyum dibibirnya.


"Ekhemmm,udah perkenalannya jangan lama lama.Sekarang jelaskan ada urusan apa lo kesini ga" reyga menunjukan ekspresi datarnya seraya menarik lengan istrinya,dan menyuruhnya duduk disampingnya.


"Iih dasar kau ini rey,sama gue aja pake cemburuan segala." yoga mencibir sementara reyga memeluk pinggang kinara posesif.


"Aish ka reyga ini." kinara menunjukan raut protesnya namun reyga nampak cuek tak menghiraukannya.

__ADS_1


*Bersambung..😊


Jangan lupa like dan komennya yah..🤗


__ADS_2