
Kinara baru saja keluar dari kamar mandi, dia pun mengganti pakaiannya dengan piama tidur dikamar mandi tadi. Senyum kinara kembali terukir mana kala melihat sang suami tercintanya tengah bermain dengan putri cantiknya.
"Ka Rey.." panggil Kinara seraya melangkah mendekati suaminya, dan ketika menoleh Reyga sedikit tertegun melihat Kinara yang nampak cantik dan segar dengan rambut basahnya,dress piayama satin yang Kinara kenakan membuatnya nampak lebih seksi,dan ditambah lagi aroma wangi vanila dari tubuhnya serasa menyeruak di indra penciumannya.
Reyga pun menelan salivanya sendiri saat sang istri sudah berdiri disampingnya.
"Ka Reyga bersihkan diri dulu gih sana mandi,biarkan aku yang jagain Shanum bentar lagi juga dia tidur.." Reyga pun hanya tersenyum dan mengangguk, lalu menyerahkan putri cantiknya itu pada Kinara.
"Papa mandi dulu ya sayang.. Cup," dan setelah mencium putrinya Reyga pun berlalu masuk kedalam kamar mandi.
"Anak cantik mama tadi habis main sama papa yah.." Shanum seketika merengek rewel padahal sejak digendong Reyga bayi mungil itu nampak anteng dan selalu tersenyum.
"Uluh uluh anak mama ini,ngambek yah karna ditinggal papa mandi,muach muach.." Kinara mencium gemas pipi gembul putrinya yang membuat Shanum kembali merengek dan menangis,membuat Kinara semakin tersenyum dan tertawa melihat kelakuan putrinya itu.
Dan setelah beberapa saat menenangkannya, Shanum pun ahirnya tertidur, dan dengan hati hati Kinara meletakan Shanum kedalam box bayi lalu menyelimutinya, " Kamu senang kan sayang, sekarang sudah ketemu sama papa kamu, dia tampan kan..?" Kinara menatap lekat putrinya seraya membelai lembut pipi gembulnya.
"Shanum udah tidur ya sayang.." suara Reyga yang tiba-tiba ada dibelakangnya sontak membuat Kinara sedikit terkejut "Eh ka Rey,udah mandinya..?" Reyga hanya menjawab dengan mengangguk lalu tatapannya kembali fokus pada putri cantiknya.
"Dia cepat sekali tertidur, padahal aku masih ingin bermain dengannya.." tutur Reyga yang masih tak rela melihat putri cantiknya itu tertidur dengan lelapnya.
"Tadi waktu ka Reyga mandi, Shanum sedikit rewel seolah gak rela ditinggal papanya mandi.." jawab Kinara seraya terkekeh pelan lalu beranjak dan mendudukan dirinya ditepi tempat tidur.
"Kemarilah ka Rey,ada yang ingin kutanyakan.." Reyga pun kemudian melangkah menghampiri istrinya dan duduk disampingnya, "Ada apa hem..?"
"Aku ingin tanya, dari mana ka Reyga tau kalau aku ada disini dan tepat disaat aku akan menikah dengan Reno..? padahal selama ini aku menutup semua akun media sosialku dan mengganti semua nomerku.." ucap Kinara yang masih sedikit heran dari mana suaminya itu tahu tentang keberadaannya.
Reyga sesaat menghela nafasnya,jika mengingat kembali tentang istri tercintanya yang akan menikah dengan oranglain membuat suasana hatinya kembali buruk.
__ADS_1
"Kau tau Nara, gaun pengantin yang kau kenakan untuk menikah dengan suami barumu itu, merupakan gaun yang dirancang oleh mami.."
Kinara tercengang sampai melongo, merasa benar-benar tak menduga jika dirinya menggunakan gaun pengantin rancangan ibu mertuanya sendiri untuk menikah dengan oranglain.
"Ayah pria menyebalkan itu ternyata adalah teman kuliah mami dulu, dan disaat seseorang suruhannya mengambil gaun itu,mereka pun memberikan sebuah undangan yang didalamnya ada fotomu dan pria menyebalkan itu.." terlihat jelas raut wajah tidak suka Reyga kepada Reno.
"Namanya Reno, ka Rey bukan pria menyebalkan.." sahut Kinara sambil terkekeh pelan melihat gurat cemburu diwajah suaminya.
"Cih, bahkan sekarang kau membela pria yang akan merebut istriku, dia memang pria menyebalkan berani beraninya dia memeluk istriku dihadapanku.."
"Udah donk suamiku sayang, oke aku minta maaf,tapi pelukan tadi siang itu sebagai permintaan maaf ku karna sudah membuatnya kecewa.." jawab Kinara berusaha memberi pengertian pada suaminya yang tengah dibakar api cemburu.
"Oh yah..? kau berani memeluknya dihadapanku sebagai bentuk permintaan maaf karna membuatnya kecewa, lalu bagaimana caranya kau meminta maaf padaku karna sudah meninggalkanku selama satu tahun tanpa alasan dan tanpa jejak.." Reyga mendekatkan wajahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Gleek..
"Lihatlah kau bahkan tidak merasa menyesal dan berdosa karna sudah meninggalkan suamimu sendiri,sepertinya kau tidak benar benar mencintaiku Nara.." Reyga menjauhkan wajahnya dari sang istri dan mengalihkan pandangannya kedepan dengan raut wajah kecewanya.
"Duh kenapa jadi gini sih, ko tiba-tiba dia ngambek udah kaya Shanum aja.." seloroh kinara dalam hati
"Bu, bu bukan begitu ka Rey.." jawab Kinara gugup, dirinya pun langsung memeluk sang suami dari samping dan menyandarkan kepalanya, membuat sudut bibir reyga sedikit terangkat tanpa sepengetahuannya.
"Maaf..aku sungguh menyesal, aku sangat mencintaimu ka Rey, percayalah.." ucap Kinara lirih masih bersandar dibahu suaminya.
"Kalau begitu apa buktinya..?" ucap Reyga seraya menoleh,dan melepaskan tangan mungil istrinya dari pinggangnya.
Kinara sesaat terdiam bingung harus melakukan apa, sementara Reyga terus saja menatapnya dengan lekat ingin tahu pembuktian apa yang akan dilakukan istrinya untuk menyakinkannya.
__ADS_1
"Ah melihatnya rasanya sungguh menggemaskan sekali.." batin Reyga
Kinara kemudian menarik nafas dan membuangnya pelan-pelan, lalu dengan gerakan cepat Kinara memajukan wajahnya.
Cup
Deg..
Reyga pun tertegun dengan jantung yang sedikit berdebar,sementara Kinara wajahnya sudah hampir memerah menahan malu.
"Emm..em ka Reyga pasti cape kan..? jadi kita istirahat aja yuks.." ucap Kinara berusaha mengalihkan perhatiannya,Kinara pun lalu bangkit berdiri hendak berpindah tempat,namun baru saja Kinara hendak melangkah Reyga lebih dulu mencekal tangannya dan menarik tubuhnya hingga Kinara pun terduduk dipangkuannya.
Sontak Kinarapun tersentak dan reflek mengalungkan lengannya dileher sang suami "Ka ka Rey.." ucapnya sedikit gugup diiringi debaran jantungnya yang kian tak menentu.
Sedangkan Reyga terus menatapnya tanpa berkedip membuat pipi Kinara semakin merah merona menahan malu.
"Pembuktian macam apa seperti itu hum.."
Kinara lagi lagi menelan salivanya, jantungnya semakin berdetak lebih kencang,entah mengapa dirinya begitu gugup dan salah tingkah ditatap sedekat ini oleh suaminya, padahal mereka sudah lebih sering melakukan hal hal lebih dari ini sebelumnya, apa mungkin karna berpisah dan tak melakukan kontak fisik dengan waktu yang cukup lama,hingga kini rasa canggung tengah meliputi dirinya.
"Ka Rey, A-a-aku.." belum sempat Kinara melanjutkan ucapannya, bibir Reyga sudah lebih dulu menempel pada bibirnya.
Kinarapun lagi lagi tersentak, dadanya pun semakin berdebar,untuk menutupi kegugupannya reflek Kinarapun memejamkan matanya.
Sedangkan Reyga, awalnya dia hanya ingin menggoda istrinya yang terlihat canggung dan gugup itu sehingga begitu terlihat menggemaskan dimatanya, Namun siapa sangka setelah sekian lama tak menyentuh bibir ranum istrinya Reyga pun semakin menginginkan lebih,terlebih setelah Kinara memejamkan matanya,dan dengan lembut Reyga pun mengulum bibir istrinya,mencecapi rasa manis yang dulu membuatnya merasa candu.
Kinara pun sebaliknya,perlahan mulai membalas ******* sang suami,hingga bibir keduanya saling bertaut saling mengulum dan ******* satu sama lain.
__ADS_1
*Bersambung..😂😂