
Ahirnya malam itu Reyga bisa kembali menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami untuk memberi nafkah batin pada istrinya.
Keduanya saling memadu kasih, melepaskan segala hasrat yang telah lama tidak saling tercurahkan satu sama lain.
Kinara benar benar memasrahkan tubuhnya pada sang suami, hampir setiap inci dari raganya tak luput dari sentuhan penuh cinta dari suaminya yang begitu mendamba.
Raga polos keduanya saling meliuk liuk bergerak indah penuh dengan irama cinta yang bergelora, hingga ketika tubuh keduanya saling berkeringat pun masih tetap enggan untuk melepas diri dari penyatuan cinta yang sudah sekian lama didamba.
Reyga bahkan seolah tak pernah puas jika hanya melakukannya sekali,karna itu sepanjang malam mereka terus mengulangi kegitan penyatuan jiwa dan raga yang terus bergelora dipenuhi gelombang kenikmatan.
Reyga mengeram dan melenguh panjang pada pelepasan terakirnya. matanya terpejam menikmati sensasi kenikmatan tiada tara yang dia dapat kan untuk kesekian kalinya.
Sementara Kinara, tubuhnya tergeletak tak berdaya seolah sisa tenaganya telah habis terkuras direnggut dengan penuh kenikmatan oleh sang suami.
Reyga sendiri mengulas senyum penuh kepuasan dan kebahagiaan, meskipun dia sedikit kasihan karena membuat istrinya kelelahan tapi hatinya sungguh benar benar bahagia, karena dirinya kini kembali menjadi seorang lelaki seutuhnya.
Padahal dulu, saat dirinya terpisah dengan Kinara, Reyga berpikir jika hidupnya pun sudah berakir,kelemahan syahwatnya yang memutuskan untuk menerima tawaran Celin untuk menikah dengannya, toh saat itu Reyga sendiri merasa dirinya bukan lagi seorang lelaki yang sempurna.
Namun siapa sangka, hanya sang belahan jiwanyalah yang mampu membangkitkan kembali kelelakiannya yang selama ini seolah mati suri.
Cup..
Reyga mengecup kening Kinara yang terlihat mulai memejamkan matanya, karna lelah dan kantuk yang melanda.
"Terimakasih sayang, sudah membuatku kembali menjadi lelaki yang seutuhnya,maaf sudah membuatmu lelah tapi aku sungguh sangat bahagia, Aku sangat mencintaimu Nara, jangan pernah tinggalkan aku lagi.."
Reyga pun lalu menarik Kinara kedalam pelukannya, mengurai rambut panjang istrinya yang terlihat berantakan karena ulahnya.
__ADS_1
"Ka Rey, apa kau ingin melakukannya lagi.." ucap Kinara ditengah rasa kantuknya yang mendera.
Reyga hanya tersenyum tipis sambil membelai lembut pipi istrinya, "Kenapa hem, apa kau masih menginginkannya..?" jawab Reyga sedikit menggoda.
Kinara hanya menggeleng pelan seraya menyusupkan kepalanya didada bidang sang suami, "Aku sangat lelah ka Rey, kita sudah lima kali melakukannya, tulang tulang ditubuhku rasanya patah semua, jadi jika kau masih ingin melakukannya, maka biarkan aku istirahat sebentar saja.."
Mendengar pernyataan istrinya, Reyga pun tergelak," Jadi sejak tadi kau menghitung permainan kita..?" tanya Reyga dengan tawa yang terukir diwajah tampannya, membuat Kinara tertunduk malu dan semakin membenamkan wajahnya didada bidang Reyga.
"Tentu saja, ka Reyga kan selalu memintanya lagi dan lagi, tanpa sadar kita hampir lima kali melakukannya.." jawab Kinara bersungut pelan karna masih merasa kesal sekaligus malu.
Reyga pun semakin terkekeh, sungguh dirinya sangat dibuat gemas oleh tingkah sang istri, bisa bisanya Kinara menghitung permainannya malam ini.
"Lima kali itu belum seberapa sayang, jika dibandingkan dengan puasaku selama kamu pergi meninggalkanku, jadi mulai hari ini kamu harus mengganti setiap malam yang aku lalui tanpa menghirup aroma tubuhmu, karna kamu adalah canduku Nara.."
Kinara mengulas senyum, amat bahagia dicintai sebegitu besar oleh suaminya, menyesal kenapa dulu begitu bodoh memilih untuk meninggalkannya..?
"Tidurlah sayang, aku tidak akan memintanya lagi, maaf jika malam ini aku lepas kendali, tapi terimakasih karna kau adalah obat dari segala rasa sakitku, I love u mywife..Cup.."
"I love u to myhubby.." Kinara pun lalu merapatkan kembali tubuhnya memeluk tubuh kekar milik suaminya, meskipun sekujur badannya terasa lelah dan remuk redam,tapi sungguh dirinya pun sangat bahagia, karna Reyga sudah kembali menjadi Reyganya yang dulu.
***
Kinara tengah memeluk Santi sebagai bentuk salam perpisahan yang turut serta mengantarnya ke bandara.
Tampak sudut mata Kinara terasa basah, karna harus berpisah dengan Sahabat yang sudah seperti kakak baginya, bahkan apa jadinya dirinya saat ini jika tanpa adanya suport dan dukungan dari Santi.
"Udah donk Ra, jangan sedih gitu, gue nanti juga ikutan sedih loh.." ujar Santi setelah melerai pelukannya, sementara Kinara sibuk mengusap matanya yang sudah terlanjur basah.
__ADS_1
"Gue sedih tau San, kita bakal ga bisa bareng bareng kayak dulu lagi, elo itu malaikat tak bersayap buat gue, bahkan gue gak tau dengan cara apa buat ngebales semua yang udah elo lakuin buat gue dan Syanum.."
Santi hanya mengulas senyum sembari mengambil Syanum yang berada digendongan Reyga, Dia mencium gemas pipi gembul bayi cantik itu yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.
"Gue bakal kangen banget sama bayi gembul ini Ra," ujarnya yang masih memeluk Syahnum dengan erat.
"Janji yah Rey, elo harus jagain dua perempuan kesayangan gue ini, jangan sampai elo buat Kinara sedih lagi, apalagi sudah ada Syahnum diantara kalian, jadi sudah saatnya kalian saling melengkapi, saling menjaga dan hidup dengan bahagia."
Mendengar itu Kinara kembali menyeka air matanya lalu menghambur memeluk Santi lagi,"Gue janji San, kali ini gue akan hidup bahagia,elo gak usah hawatirin gue, tapi elo juga janji yah harus bahagia dengan dion dan baik baik didisini."
Santi menepuk pundak sahabatnya,lalu mengembalikan Syahnum pada gendongan ibunya,"Doain gue yah Ra, biar gue secepatnya punya malaikat kecil kaya Syahnum yang akan melengkapi kebahagiaan gue sama Dion.."
"Pasti San, gue selalu doain yang terbaik buat orang orang yang sudah baik sama gue dan Syahnum.." ucap Kinara mengembangkan senyumnya.
"Sayang, pesawat bentar lagi take off,kita siap siap sekarang yah.." ucap Reyga mengingatkan sang istri, meskipun Reyga sendiri merasa tak tega harus memisahkan Kinara dengan orang orang yang sudah menyayanginya disini, tapi bagaimanapun Kinara harus tetap ikut pulang bersamanya, karna ada keluarganya juga yang menantinya disana.
"Udah yah Ra, jangan sedih sedih mulu, tuh Reyga udah manggilin nanti pesawatnya keburu lepas landas loh.." ujar Santi sembari mencium Syanum dan memeluk Kinara untuk yang terakir kalinya.
"Gue pamit yah San, salam buat Dion, tolong sampaikan terimakasihku padanya karena selama ini sudah turut serta banyak membantuku.."
"Iyah nanti gue sampein, Dion juga nitip salam buat elo, Syahnum dan Reyga, sorry dia gak bisa ikut nganter, lagi banyak kerjaan dikantor katanya."
Reyga kemudian menghampiri istrinya, mengambil alih Syanum dari gendongan istrinya,"Kita pamit yah San, makasih buat semuanya, kalo ada apa apa jangan sungkan sungkan hubungin gue ataupun Nara.." ujar Reyga yang turut berpamitan dengan Santi.
Hingga ahirnya mereka pun berpisah dengan segala kenangan manis yang terukir dinegara itu, karna pada ahirnya Kinara harus kembali ketanah air untuk kembali bertemu dengan keluarga yang juga mungkin sudah sangat merindukannya.
*Bersambung..
__ADS_1