Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 12


__ADS_3

***Aku takkan pernah berhenti


Akan terus memahami,masih terus berfikir


Bila harus memaksa atau berdarah untukmu


Apapun itu asal kau mencoba menerimaku


Dan kamu hanya perlu terima


Dan tak harus memahami,dan tak harus berfikir


Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu


jadi tetaplah disini dan mulai menerimaku


Cobalah mengerti semua ini mencari arti Selamanya takkan berhenti


Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu


Biar waktu yang memisahkan***


***


"Rey,dibawah siapa ya yang nyanyi,merdu banget suaranya,lagunya juga menyentuh banget.." ucap celin pada reyga.


sementara reyga hanya menggedikan bahunya.Namun dalam hati dia mencoba mencermati stiap bait dari lagu itu,karna sejak tadi tak dipungkiri telinganya pun ikutan menikmat lagu yang sedang dibawakan seseorang dibawah sana.


"Turun yuks rey,kasian loh nara,lo tinggal gitu aja dibawah."


Ahirnya reyga dan celin pun memutuskan turun ke lantai bawah,karna disamping reyga merasa tidak enak karna sudah terlalu lama meninggalkan kinara sendirian dipesta.


mereka juga merasa penasaran,siapa kiranya yang sedang bernyanyi dan bermain piano dilantai bawah.Namun ketika mereka sampai dianak tangga,reyga pun tertegun..


***Dan kamu hanya perlu terima


Dan tak harus memahami , dan tak harus berfikir


Hanya perlu mengerti aku bernafas untukmu


Jadi tetaplah disini dan mulai menerimaku


Cobalah mengerti semua ini mencari arti


Selamanya takkan berhenti


Inginkan rasakan rindu ini menjadi satu


Biar waktu yang memisahkan


Cobalah mengerti semua ini mencari arti


Selamanya takkan berhenti,


Selamanya takkan berhenti***..


Sorak soray suara tepuk tangan para tamu undangan pun menggema diseluruh ruangan.


beberapa diantara ada yang memuji,dan merasa kagum akan suara yang begitu merdu dan permainan piano yang sangat cantik dan lembut didengarkan.


Namun ada tiga gadis yang merasa geram dan tidak suka,karna rencananya yang ingin mempermalukan kinara malah justru berbanding sebaliknya.mereka pun hanya bisa mendengus kesal seraya berlalu pergi begitu saja.


Sementara dibawah anak tangga,ada seorang pria dengan wajahnya yang begitu dingin,namun tatapannya tajam menatap kinara,dia melangkah mendekat kearah gadis itu.


Kinara pun berdiri,dan membungkuk hormat mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang sudah memberikan sambutan yang baik kepadanya.


Sebelum reyga sampai menghampirinya,celin sudah lebih dulu memeluk kinara.

__ADS_1


"Ya Ampun kinara,permainan piano lo tadi bagus banget.." ucapnya seraya melerai pelukan mereka.


"Sumpah gue kira bukan lo yang nyanyi tadi,iyakan sayang.." ucapnya pada alex yang berdiri disampingnya.


sementara reyga dibelakangnya masih tetap terdiam membisu dengan tatapannya yang masih tak bisa dipahami.


Kinara hanya mengulas senyum pada celin dan alex yang ada didepannya.


"Anggep saja lagu yang kubawakan tadi sebagai kado dariku dihari ulang tahunnya ka celin." kinara berkata sambil memeluk celin,namun matanya menatap tajam ke arah reyga yang ada dibelakang mereka,seolah ingin memberi tahu bahwa lagu tadi sejujurnya melambangkan perasaannya sendiri.


"Aah nara aku jadi terharu.." balas celin lagi.


"Oh iya ka celin,kayanya udah larut malem nih,aku pulang duluan yaa,aku takut om dan tanteku nyariin.." ucap kinara sarkas dan lagi-lagi mengarah ke arah reyga.Namun reyga tetap dingin menatapnya.


"Sekali lagi selamat ulang tahun ya ka celin.."


ucapnya ulang seraya menyalami celin dan disambut senyum hangat oleh gadis itu.


"Oh iya,ka reyga disini aja,temen-temen ka reyga juga belum pada pulang kan,jadi biar aku pulang sendiri saja naik taksi.." ucap kinara seraya berlalu meninggalkan reyga tanpa menunggu balasan jawaban dari pria itu.


"Rey,elo ko bengong aja sih,cepet kejar kinara!


emang lo mau tanggung jawab kalo sampe terjadi apa-apa sama kinara dijalan." ucap celin yang sedikit kesal melihat sikap reyga yang amat sulit dipahami.


"Oke,sorry..gue cabut duluan ya cel,lex.."


dan setelah pamit dengan celin dan alex.


reyga berlari mengejar kinara.


"Kinara tunggu..!! berhenti..!"


Kinara mendengar reyga mengejar dan memanggilnya.Namun dia terus berjalan tak menghiraukannya.


"Kinaraaa aku bilang berhenti..!" ucap reyga lagi dengan nafas tersenggal.


Kinara mendengar deru nafas reyga yang sedikit ngos-ngosan karna mungkin tadi dia berlari mengejarnya.


"Sorry..." kata-kata yang keluar dari mulutnya.


Kinara tetap diam,ingin tahu apa lagi yang akan reyga katakan selanjutnya.


Namun..heniing!!!


"Ayo aku antar pulang.." ucapnya lagi.


Dan kali ini kinara membalikan badannya,benar-benar merasa tidak tahan,dengan manusia yang super menyebalkan yang ada dihadapannya saat ini.


"Cukup ka rey..!!" ucapnya sedikit emosi.


"aku berterima kasih,karna waktu itu ka reyga sudah menyelamatkanku dari rani dengan mau menerimaku sebagai pacar ka reyga."


"tapi apa ka reyga tau..?? celaan atau bahkan hinaan apa saja yang kudapat setelah aku menyandang gelar sebagai pacarnya cowo idola kampus macam ka reyga..??!


padahal kita cuma pacaran boongan..!!


tapi dimanapun dan kemanapun aku berada,anak-anak kampus selalu menghinaku,mencelaku bahwa aku hanyalah gadis kampung yang tidak pantas menjadi pacar idolanya.."


"Ka reyga enggak tau kan..?? di dalam pesta tadi,mereka mencelaku,menghinaku bahkan mereka berniat mempermalukanku dengan menyuruh ku tampil bernyanyi dan bermain piano dihadapan para tamu undangan."


"lalu tadi ka reyga ada dimana hah..??"


Kinarapun sedikit bergetar mengungkapkan semua yang ada dihatinya,dan sudut matanya pun sudah mulai berkaca-kaca.


"Aku tidak minta untuk diajak kepesta,


aku juga tidak minta,mendapatkan gaun yang bagus dari butik maminya ka reyga.

__ADS_1


Jadi jika niat ka reyga cuma ingin mempermainkanku dengan membawaku ke pesta yang megah,dan meninggalkanku sendirian ditengah para tamu undangan yang asing bagiku.maka SELAMAT..!!!


ka reyga berhasil..!!


berhasil membuat aku tampak bodoh dihadapan mereka."


Dan kali ini kinara sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.


"sekarang mari kita ahiri permainan ini."


Ucapnya seraya menghapus air matanya,dan berlalu meninggalkan reyga.


Namun baru saja kinara berbalik arah, reyga menarik tangannya dengan keras,sehingga kini tubuh mungilnya hampir bertabrakan dengan tubuh kekar reyga.


Kini jarak diantara mereka begitu dekat,dan dengan sigap kedua tangan kinara ada didada nya,mencoba memberi jarak pada badan mereka yang nyaris berpelukan.


"Udah ngomongnya..??" ucap reyga sambil menatap tajam pada gadis itu.


Kinara pun terpaku menahan detakan jantungnya yang mulai sedikit berdetak lebih kencang.


"Emang siapa yang bilang kita pacaran boongan..??" ucapnya lagi.


"Kalo kamu cuma pacar boonganku ngapain aku cape-cape nungguin kamu pulang kerja??


ngapain juga aku repot-repot bawa kamu kebutik mamiku..,??"


"Tapi kita memang pacaran boongankan..??


cukup ka rey,cukup..akuuu.."


belum sempat kinara melanjutkan kalimatnya,tiba-tiba bibirnya kelu terasa dingin namun lembut,seketika kinara tersadar, jika kini reyga tengah mencium bibirnya pelan namun dalam.


"Deg..!jantung kinara seolah berhenti berdetak,kakinya pun terasa lemas,bahkan lidahnya terasa keluh,sampai dia sendiri tak mampu membalas ciuman reyga,ini seperti mimpi bagi kinara,seperti merasakan gerimis ditengah gurun pasir,sampai ketika gadis itu mulai kesulitan bernafas,barulah reyga melepaskan ciumannya..🙈🙊


Kinara mencoba menetralisir debaran jantungku,seraya menghirup oksigen sebanyak-banyaknya seolah paru-parunya baru saja dihuni kupu-kupu yang berterbangan kesana kemari..😅


Bahkan saat ini gadis itu hanya menunduk tak mampu menatap reyga.


"Sudah percaya.." ucap reyga seraya ngangkat dagu kinara agar mau menatapnya,dan mengusap bibir gadis itu pelan.


"Kenapa ka reyga ngelakuin ini.." jawab kinara dengan terbata.


"karna kamu pacarku.." jawabnya lagi.


"tapi kan tadi ituuu..my first kiss.." ucap kinara dengan polosnya seraya menunduk kembali,pipinya saat ini nampak memerah.


"Really..??" jawab reyga sambil tersenyum.


kening kinara pun berkerut menatapnya..?


"maksud ka reyga..??"


"Yaah mungkin saja itu yang kedua.." ucapnya ambigu..


"iih,,ka reyga sembarangan.." protes kinara sambil memuku-mukul pelan dadanya.


"Oke oke sory sorry.." reyga pun memegang kedua tangan kinara ,mencoba menghentikan aksi gadis itu.sementara kinara hanya cemberut dengan sedikit kesal.


"Sekarang,kita jalani saja semuanya pelan-pelan.." ucap reyga menatap gadis dihadapannya.


"Hemmm,,tapi soal perasaan aku engga mau main-main ka rey.aku takut..takut terluka dengan sendirinya.." kinara kembali menunduk.


"Aku ga main-main kinara,tapi setidaknya aku ingin kita lebih serius menjalaninya.Okeh.." Kemudian reyga pun dengan tulus mencoba menyakinkannya.


Dan ahirnya kinara pun mengangguk menyetujuinya..


*Bersambung..😊

__ADS_1


__ADS_2