Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 42


__ADS_3

Reyga membuka pintu kamarnya,sudah hampir larut malam dia baru kembali dari rumah sakit.


Dia melihat istrinya sedang tertidur meringkuk didalam selimut,seketika hatinya merasa pilu membiarkan gadis yang dinikahinya dua hari lalu tertidur kedinginan sendirian.


Sebenarnya reyga hendak pulang dari rumah sakit sejak sore tadi,hanya saja ketika dia hendak berpamitan pulang,papah angkatnya celin tiba-tiba datang,dia mengunjungi putrinya dengan raut penuh penyesalan,dan reyga pun jadi tak enak hati untuk pulang saat itu juga.Apalagi untuk yang pertama kalinya papah angkatnya celin bersikap baik padanya,Lelaki tua itu berkata bahwa dia akan merestui apapun yang akan menjadi pilihan putrinya meskipun pria itu termasuk dirinya.


Reyga kembali menatap kinara,yang posisi tidurnya saat ini membelakangi dirinya.


perlahan reyga melangkahkan kakinya menuju ranjang tempat tidurnya,kemudian dia ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya,lalu reyga mengubah posisinya menghadap kinara yang kini tertidur memunggunginya, memeluk erat istrinya dari belakang,sambil mencium pelan rambut gadis itu.


"Maafin aku nara,dua hari ini membiarkanmu tidur sendirian." ucapnya pelan.


lalu kembali mencium ceruk leher istrinya mendusel dusel pelan,mengeratkan pelukannya dan ikut terlelap bersama istrinya.


Namun tanpa reyga sadari,dalam mata terpejam satu bulir bening menetes dipipi istrinya.Sungguh saat ini kinara ingin membalikan badannya dan memeluk erat sang suami yang sangat dirindukannya selama dua hari ini.Tapi kinara memilih tidak melakukannya karna hatinya yang kini sudah terlanjur kecewa.


***


Hari ini kinara bangun lebih pagi,karna pagi ini dia sudah mulai untuk pergi kuliah lagi,setelah satu minggu mengambil cuti untuk mempersiapkan pernikahannya.Dan sudah sejak subuh tadi kinara membersihkan dan merapikan setiap sudut ruangan apartemen yang kini sudah menjadi tempat tinggalnya.Sejak resmi menjadi istri reyga,dia sudah membiasakan diri untuk mengerjakan stiap pekerjaan rumahnya seorang diri,apalagi apartemen milik reyga tidak terlalu luas,jadi dia bisa membersihkannya seorang diri.


Dan saat ini kinara tengah menyiapkan sarapannya dimeja makan,namun tiba-tiba ada lengan kekar yang melingkar diperut rampingnya,dia sedikit terkesiap tapi dia sudah hafal betul aroma tubuh yang sedang memeluknya erat saat ini,siapa lagi kalo bukan reyga suaminya.


Reyga meletakan dagunya dibahu istrinya,sesekali bibirnya menciumi leher janjang istrinya yang nampak putih dan mulus.Kinarapun sesaat memejamkan matanya menikamati kecupan hangat dari suaminya.


"Maaf.." ucap reyga pelan disamping telinga istrinya.


Kinara tetap diam tak bersuara,hanya terdengar hembusan nafasnya yang pelan.


"maaf.." ulang reyga lagi seraya mengeratkan pelukannya.


"keadaan celin sangat buruk kemarin,dia mengalami kelumpuhan dan terus menangis histeris,aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Kamu tidak marahkan..?"


Dan kinarapun ahirnya melepaskan diri dari pelukan suaminya,dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa kecewanya selama dua hari ini,kinara menarik nafasnya pelan dan mencoba memberanikan diri menatap wajah pria tampannya itu.


"Apa aku berhak untuk marah ka rey..?" tanyanya kemudian dengan sorot mata tajam namun tersirat luka.


"Bukankah selama ini,aku tak punya hak apapun terhadap hubungan kita ini,bahkan meskipun kini statusku sudah menjadi istrimu." Reyga terdiam dan termangu menatap raut wajah penuh kekecewaan dimata istrinya.


"jika selama ini ka celin selalu begitu penting untukmu,lalu apa arti keberadaanku ka rey..?"


kinara pun sudah mulai berkaca kaca,bahkan bulir bening pun sudah menetes kembali membasahi pipinya.


"Please nara jangan menangis,aku tau aku salah,aku minta maaf.." reyga mencoba mengusap air mata istrinya namun kinara menepisnya.


"Cukup ka rey..! Aku lelah.." diam dan menarik nafas sebelum berbicara kembali.


"jika aku memang tak begitu penting bagimu,seharusnya kita tidak perlu menikah."


reyga pun ternganga,dia tidak menyangka gadis yang selama ini selalu bersabar menghadapinya saat ini seolah benar-benar menumpahkan rasa kecewanya yang selalu berhasil dia pendam.Bahkan ketika reyga hendak memeluknya kinara selalu menghindar seolah menolaknya,jujur reyga merasa sakit tapi tak sebanding dengan sakit hati istrinya.


"Nara..!! jngan pernah bicara seperti itu.Aku tidak suka." raut wajah reyga kembali dingin dan datar.

__ADS_1


"terus aku harus bicara apa ka rey..?aku harus bersikap bagaimana..?"


kinara pun menghela nafasnya perlahan,dia mengusap air matanya sendiri.Dia terduduk disofa yang ada didekat meja makan sambil sesekali memegang dadanya yang terasa sesak.


Reyga pun bersimpuh dihadapan istrinya,dia menangkup wajah istrinya memperhatikan raut wajah itu yang tersirat akan penuh luka.


"Please maafin aku nara..?? aku janji mulai saat ini akan lebih mementingkanmu."


"Please belive me..?"


Kinara pun melepaskan tangan reyga dari wajahnya,kemudian dia bangkit dari duduknya.


"Ka reyga gak perlu berjanji apapun,jika nantinya ka reyga sendiri tidak bisa menepatinya." tersenyum getir dan berlalu meninggalkan suaminya yang masih termangu dan terdiam.


Kinara pun pergi melewati suaminya,setelah tadi dia masuk kekamar sebentar untuk mengambil tasnya.Kini dia berjalan berlalu begitu saja mengabaikan reyga yang menatapnya bingung.


"kamu mau kemana..?" bertanya sambil mencekal tangan sang istri.


"ke kampus.." jawabnya singkat tanpa menoleh.


"aku anterin yah.." sedikit melembut.


"ga usah..! toh sebentar lagi juga ka celin mungkin membutuhkan ka reyga untuk menemaninya sarapan." tersenyum sinis lalu melepaskan tangan reyga dari pergelangan tangannya.


"aku pergih.." berlalu tanpa menoleh,hingga hilang dibalik pintu.


Reyga terduduk kembali,baru kali ini kinara semarah itu padanya,dan dia menyadari bahwa dia memang salah.Dan mulai hari ini reyga sudah berjanji pada dirinya sendiri,akan lebih mementingkan istrinya dari hal apapun.


***


"ya Ampuuun nara gue kangen banget sama elo..! elo ngapain sih ijin kebandung sampe seminggu.Gue kan BeTe ga ada elo,mana caca sering gak nyambung kalo lagi diajak ngobrol." mita terus saja nyerocos seraya memanyunkan bibirnya.


"sorry yah mit,gue juga kangen banget sama elo dan caca,tapi ada beberapa hal yang mesti gue urus dibandung jadi agak lama."


kinara pun ahirnya sedikit berbohong pada sahabatnya,karna tidak ingin mita mengetahui perihal pernikahannya yang mendadak bersama reyga.


"Tapi ra,semenjak elo ngambil ijin kuliah,gue juga enggak lihat ka reyga dikampus deh kayanya.." mita menyangga wajahnya seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu.


"ah masa sih,mungkin karna lagi nyiapin bahan-bahan sekripsi jadi jarang kelihatan dikampus." berbohong lagi dengan sedikit gugup.Dan disaat kinara dan mita sedang asik mengobrol caca pun datang dan langsung memeluk sahabatnya dengan heboh.


"naraaa,ih elo jahat deh,ijin sampe seminggu gak bilang gue,tau ga ra,waktu gak ada elo sih mita sewot-sewot terus sama gue,gue sering dibentak gitu ama dia,belom lagi kalo ada david,gue sering dikacangin..hiks hiks.."


mendrama dan menangis lebay,sementara mita memutar bola matanya malas.


"Eh ratu drama ga usah lebay deh,cerita elo itu seakan akan gue ini kaya ibu tiri yang kejam." mitapun mendengus kesal.


"Emang..! bahkan elo tuh lebih kejam dari pada ibu tiri mit.." sungut caca tak mau kalah.


Kinara yang melihat kedua sahabatnya ribut pun,hanya bisa menarik nafasnya pelan.


"udah donk mit,ca katanya kangen sama gue,ko malah pada ribut sendiri." pura-pura sedih dan cemberut,yang membuat caca dan mita langsung memeluk bersamaan.

__ADS_1


"iyah sory sory ra,abisnya caca tuh ngedrama mulu.." masih lendotan merangkul bahu kinara.


"iih ko caca sih,mita kali jutek mulu ma caca."


caca pun tak mau kalah,ikut lendotan dibahu kinara yang sebelah kiri,sementara kinara hanya memutar bola matanya malas.


Bagaimana bisa kedua sahabatnya ini bersikap absurd mempeributkan sesuatu hal yang tidak jelas,sementara dirinya sendiri sedang berpura pura untuk terlihat baik-baik saja.


"ya udah,ya udah,gimana kalau balik kuliah nanti kita pergi nonton bareng." tawar kinara pada kedua sahabatnya.


Sontak saja mita dan caca pun sama-sama ternganga dan saling pandang,pasalnya sejak mereka menjalin persahabatan inih pertama kalinya kinara mau pergi nonton bareng mereka,dan yang lebih anehnya kinara sendiri yang mengajak mereka,padahal biasanya mereka sampai memohon dan merengek pun kinara selalu menolak jika diajak pergi jalan bareng,karna pasti akan ada saja alasannya,beginilah begitulah.


Dan caca pun kemudian menatap kinara aneh,seolah sedang menyelidik.


"ra elo ga papa kan,elo ga lagi kesambetkan..?" bertanya dengan absurd.


Sontak saja hal itu membuat kinara tergelak.


"gue papa cacaa,gue sehat ko." ucapnya sambil menahan tawa,sementara caca masih menggigit jari telunjuknya seolah tak faham,membuat kinara semakin tergelak.


"emang elo gak ke caffe ra..?" kini mulai mita yang bertanya dan menyelidik.


"gue udah berhenti kerja dicaffe."


"hah..?kapan..??" mita dan caca saling lempar pandangan.


"mulai hari ini." jawab kinara singkat,dan kali ini dia memang tidak berbohong.


Karna sebelum acara pernikahan,reyga memang sudah memintanya untuk berhenti bekerja dicaffe dengan alasan agar kinara bisa lebih meluangkan banyak waktu bersamanya,dan awalnya kinara memang sempat menolak namun setelah pria tampannya itu membujuknya sedemikian rupa,ahirnya kinara mengalah dan berhenti bekerja dicaffe.


Yah,selama ini kinara memang selalu menuruti segala perkataan pria tampannya itu,bahkan ketika reyga memintanya untuk menikah pada ahirnya kinara tetap bersedia menjalani pernikahan ini meskipun dia sadar alasan dibalik pernikahannya ini.


Sebisa mungkin kinara selalu memahami reyga meskipun kadang harus mengorbankan perasaannya.Tapi untuk kali ini kinara bahkan tidak tau kenapa dirinya tiba-tiba sangat kecewa atas sikap reyga yang sudah menjadi suaminya.


Bagaimana bisa,kinara cemburu pada celin yang saat ini sedang tertimpa musibah..!


disatu sisi dia ingin selalu memahami reyga,namun disisi lain dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri,bahwa dia terluka,dia kecewa karna untuk yang kesekian kalinya reyga selalu mengabaikan perasaanya.


apalagi tadi pagi reyga mengatakan,bahwa celin mengalami kelumpuhan,bukankah itu berarti celin akan semakin bergantung pada reyga..? dan apakah reyga nantinya akan mengabaikannya lagi..?


"ra ko ngelamun sih.." mita pun membuyarkan lamunan kinara,dan memaksakan senyum dibibirnya.


"elo beneran ga papakan ra..?" ucap caca lagi terlihat sedikit cemas.


"benaran ca,mit gue ga papa ko gue baik-baik aja,udah deh jangan pada lebay gitu..! sinih peluk.." dan kedua sahabatnya itu memeluk kinara kembali dengan bersamaan.


mereka bertiga berpelukan sambil tertawa riang layaknya baru bertemu setelah sekian tahun lamanya.


Kinara terus mengukir senyum dibibirnya,meskipun saat ini hatinya sedang tidak baik-baik saja.


***Bersambung..😊

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak like dan komennya yah..🙏🙏🤗🌷**


__ADS_2