
Mita menyikut lengan kinara,ketika mereka bertiga sampai didekat gerbang kampus, reflek kinara pun menoleh pada mita namun mita hanya memberi kode dengan mengangkat kepalanya,membuat kinara mengikuti arah pandang mita, dan benar saja didepan sana ada seorang gadis yang perlahan membuat senyum kinara pudar.
"Ka Celin..?" Dan dari kejauhan Celin melambaikan tangannya seraya mengulas senyum.
"Tuh orang ngapain lagi sih..? jangan-jangan dia mau buat ulah lagi sama elo ra.." gerutu caca seraya menahan kesal. "Kita samperin aja ra,kita kasih pelajaran biar tuh anak gak semena mena sama elo,gemes gue lihatnya..!! cantik-cantik tapi licik." Mita pun menimpali dengan tak kalah kesalnya.
Kinara hanya menarik nafasnya pelan,dan mematap kedua sahabatnya. "Kalian pulang duluan aja yah,biar aku samperin ka celin dulu."
"Tapi ra,kalo dia berbuat licik lagi gimana..?"
sahut caca sedikit protes,tak rela jika sahabatnya disakiti lagi oleh celin.
"Kalian tenang aja,aku ga akan kenapa napa ko,percaya deh..Aku bisa hadepin ka Celin sendiri,jadi kalian pulamg duluan aja yah.."
Mita dan Caca pun mengangguk, mereka memeluk kinara sebentar sebelum ahirnya meninggalkan kinara yang kini perlahan berjalan menuju Celin.
"Hayy ra.." sapa Celin dengan senyum ramahnya. Namun kinara hanya diam tak meresponnya. "Ra, gue tahu elo masih marah sama gue,Gue akui gue salah ra,dan gue minta maaf..? tapi tolong kasih gue kesempatan sekali ini aja,ada yang ingin gue bicarakan sama elo ra." wajah celin berubah sendu dan memohon.
Lagi lagi kinara hanya bisa menghela nafasnya pelan dan menatap pada celin." Maaf ka celin,sepertinya sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan." setelah mengatakan hal itu kinara pun hendak berlalu pergi, namun dengan cepat Celin menggenggam pergelangan tangan kinara,nyaris membuat dirinya hampir jatuh.
"Gue mohon ra,tolong kasih kesempatan sama gue,Kita bicara sebentar aja dicafe deket sini juga ga papa ko,please ra..?"
__ADS_1
Sebenarnya kinara enggan berurusan lagi dengan celin, Namun karna celin terus saja memohon dan tak melepaskan genggaman tangannya,mau tidak mau ahirnya kinara mengangguk.
***
Reyga memasuki Apartemennya,sesaat dia menghirup aroma harum masakan yang menyeruak diseluruh penjuru ruangan,dan dengan perlahan Reyga melangkahkan kakinya menuju dapur dimana sumber aroma harum itu terdapat, dan benar saja disana nampak istrinya yang tengah sibuk menyajikan makanan yang baru saja selsai ia masak.
Reyga pelan pelan melangkah menuju sang istri berada,dia mengangkat tangannya hendak memeluk kinara dari belakang,Namun baru saja dia merenggangkan kedua tangannya tiba-tiba kinara berbalik badan "Ka Reyga..? ka reyga udah pulang..?"
Reyga hanya tersenyum canggung seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Emmm kamu tumben masak..?" Kinara menyipitkan matanya,lalu beralih menatap masakannya yang yang sudah tersaji rapi dimeja makan. "Emangnya kenapa..? ka Reyga ga suka aku masakin..? atau ka Reyga ga suka sama masakan aku..?"
"Eh anu bu bukan begitu nara,maksudnya sejak kamu diemin aku,kamu kan jarang masak kaya gini.." ucap Reyga dengan lirih.
Reyga mengangkat dagu istrinya,agar dia bisa melihat dengan jelas wajah sang istri " Kinara,coba tatap mataku,apa itu artinya kamu udah mau maafin aku..?" ragu ragu Reyga bertanya,dan Kinara pun mengangguk seraya mengulas senyumnya.
"Sungguh..?" Kinara kembali mengangguk sebagai jawaban. "Itu berarti masa hukumanku udah usai,dan kita..?" belum selsai Reyga melanjutkan kalimatnya,kinara sudah menghambur memeluk suaminya,benar benar membuat Reyga diliputi rasa bahagia,karna ahirnya dia bisa memeluk kembali istri tercintanya.
Reyga sengaja pulang lebih awal,karna seharian ini dia benar-benar tidak fokus dengan pekerjaannya,rasanya ingin cepat sampai dirumah dan bisa kembali melihat wajah ayu istrinya,itu sudah lebih menenangkan hatinya,dan Reyga benar-benar tidak menyangka bahwa hari ini masa hukuman dari sang istri telah usai,dan ahirnya setelah hampir satu minggu dia bisa memeluk dan mendekap kembali tubuh mungil itu,yang selalu membuatnya candu.
"Ka Rey mandi dulu gih,habis itu kita makan.." kinara melerai pelukannya,menatap wajah tampan suaminya,yang sejujurnya diapun tak kalah rindu pada sang pemilik hatinya.
Reyga masih melingkarkan tangannya dipinggang sang istri,dan mencium kening kinara dengan lembut."Makasih yah udah mau maafin aku." kinara mengangguk seraya tersenyum.
__ADS_1
"Kalo gitu,malam ini aku bolehkan tidur dikamar lagi..?" ucap reyga dengan tatapan menggoda,sementara kinara menyipitkan matanya seolah tengah berfikir "boleh gak yah..?" Namun tiba-tiba saja tubuh kinara terasa melayang kala Reyga sudah menggendongnya dan membawanya kedalam kamar "Ka Reyga lepasin iih..Aku kan belum bilang boleh." Namun tentu saja Reyga tak menghiraukan protes istrinya,perlahan tapi pasti Reyga membaringkan tubuh istrinya ditempat tidur,dan langsung menindihnya.
"Ka Reyga curang..!" sungut kinara mencebik kesal,membuat reyga tergelak begitu gemas.
"Suruh siapa kamu udah nyiksa aku selama satu minggu,sekarang aku mau buka puasa dulu." Reyga mengangkat kedua alisnya menggoda.
"Itu kan hukuman buat ka Reyga,karna..Emmpphh.." Reyga terlebih dulu membungkam bibir istrinya dengan bibirnya,dia sudah benar-benar tidak tahan ingin ******* bibir mungil itu,yang hampir selama seminggu ini tak bisa ia sentuh. Dan kini dia ingin berpuas puas diri mengulum,dan mencecap bibir mungil istrinya yang selalu membuatnya candu.
Namun disaat keduanya tengah bercumbu dan bertukar saliva,tiba-tiba ada suara yang berasal dari perut kinara,membuat reyga seketika menghentikan ciuman panas mereka."Sayang kamu lapar..?"
Dan dengan malu-malu serta wajah meronah kinara mengangguk pelan.membuat Reyga menarik nafasnya pelan seraya tersenyum simpul,sepertinya dia harus sedikit lebih sabar lagi untuk mendapatkan jatahnya.
"Maaf ka rey,dari tadi siang aku belum sempet makan,pulang kuliah langsung beres-beres rumah dan masak.." kinara berucap lirih,merasa bersalah,kenapa juga perut harus berbunyi diwaktu yang tidak tepat.
Reyga menarik sudut bibirnya,melihat wajah sang istri yang lucu dan menggemaskan,Aarrgh rasanya dia ingin memakan istrinya saat ini juga. "Ya udah kita makan dulu yah,habis itu aku makan kamu" Cup satu kecupan singkat mendarat sebelum ahirnya Reyga bangun dari tubuh sang istri,membuat wajah kinara kien meronah mendengar kata-kata mesum suaminya.
"Ya udah aku mandi dulu yah,atau kamu mau kita mandi bareng.." Kinara sesaat memejamkan matanya seraya menarik nafas,sebelum ahirnya berteriak"Ka Reyyy.."
Dan Reyga pun melesak kedalam kamar mandi seraya tergelak.
*Bersambung..😊
__ADS_1