Menikahi Pacar Idaman

Menikahi Pacar Idaman
Episode 102


__ADS_3

Reno melompat serta bersorak penuh kegirangan, ketika melihat cincin yang dia berikan kini melingkar dijari manis Kinara.


Reno masih tidak menyangka, jika Kinara akan menerimanya kali ini. meskipun pada awalnya Reno ragu karna dirinya tahu betul dihati Kinara hanya ada Reyga. tapi itu tak akan menyurutkan semangatnya untuk bisa hidup bersama dengan orang yang dia cintai.


Sementara Kinara sendiri, kali ini dirinya tak punya alasan untuk kembali menolak Reno.


Karna selama ini Reno lah yang selalu ada untuknya, Reno yang selalu peduli padanya, dan yang paling penting Reno sangat menyayangi Shanum putri semata wayangnya.


Yah, kali ini biarlah Kinara menggunakan loginya tanpa harus melibatkan hatinya. Toh lebih baik hidup dicintai dari pada mencintai namun terluka dengan sendirinya.


Mulai saat ini, Kinara ingin memulai kehidupan baru dan bisa hidup bahagia bersama orang-orang yang menyayanginya.


Toh Reyga juga sudah hidup bahagia bersama Celin,batinnya.


"Thanks yah Ra, kali ini kamu ga nolak aku lagi, sebab kalo pun malam ini aku ditolak besok besoknya lagi aku tetep bakalan lamar kamu lagi,pokoknya terus aja sampai kamu cape dan ahirnya nerima aku juga.." Reno mengembangkan senyumnya masih terlihat jelas rona bahagia diwajahnya.


"Apaan sih kamu Ren,dasarrr.." ucap Kinara seraya mencebik kesal lalu menyunggingkan senyum malu malunya,membuat Reno makin tergelak.


Dan dari kejauhan nampak sepasang pengantin baru yang tengah berpelukan karna turut merasa bahagia. Karna perjuangan cinta sodara kembarnya selama ini tengah membuahkan hasil, karna itu Rani lah orang pertama yang ikut berbahagia untuk Reno.


"Wah wah,ada yang lagi bahagia nih rupanya.." ucap Rani ketika menghampiri Reno dan Kinara.


"Rani, ko elo disini..? harusnya kan elo ada dipelaminan bareng Kevin.." Namun Kinara hanya menghela nafas ketika melihat Kevin yang ternyata juga ikut bersama Rani.


"Ya, ampuun Ra, kalo gue ga kesini, gue ga bakalan tau momen bersejarah hasil dari perjuangan abang gue inih.." Jawab Rani seraya merangkul bahu Reno.


"Jadi kapan nih, kalian nyusul gue sama Kevin..?" goda Rani yang membuat Kinara menjadi semakin kikuk ditengah kaka beradik itu.


" Kalo gue sih terserah momy aja Ran, besok ke penghulu pun gue siap,gimana mom..?"


sontak Kinara pun1 melotot tajam ke arah Reno,sementara Rani kian terbahak melihat mereka berdua.


"Ya ampun bang gayanya,baru aja diterima, uda pake panggil momy momy aja lu.."

__ADS_1


"Ya ga papa dong,bentar lagi kan gue bakal jadi dady nya Shanum,jadi mulai sekarang gue bakal panggil nara momy nya Shanum, iya kan momy..?" dan lagi lagi Kinara hanya menghela nafas menghadapi sikap konyol Reno, padahal beberapa menit yang lalu tuh anak serius banget waktu nyodorin cincin,dan sekarang udah mulai absurd lagi, batin Kinara.


Dan malam itu, mereka melewati pesta pernikahan Rani dengan perasaan yang membahagiakan, sepanjang acara Reno terus menggenggam jemari tangan Kinara seolah takut Kinara akan lepas darinya, meskipun Kinara merasa sedikit kurang nyaman tapi melihat rona bahagia diwajah Reno,dan kedua mempelai, Kinara pun ahirnya berusaha untuk menyesuaikan diri.


***


Satu bulan kemudian.


Kinara ahirnya berhasil menyelesaikan sidang sekripsinya, dan tepatnya hari ini adalah hari dimana dia mendapatkan gelar sarjananya.


Suara riuh tepuk tangan tampak menggema digedung itu, dan Kinara baru saja turun dari podium setelah penyematan toga wisuda untuk gelar sarjananya.


Dan dibawah sudah ada Santi yang tengah mengendong Shanum,Rani bersama Kevin,dan tak ketinggalan ada Reno yang mrmbawa seikat bunga untuk wanita tercintanya.


"Selamat yah Ra,ahirnya mimpi lo buat jadi sarjana bisa terwujud.." ucap Santi memberi selamat.


"Makasih ya San, tentunya semua ini tak lepas dari suport dan bantuan elo San.." Jawab Kinara seraya mencium gemas pipi gembul Shanum yang masih ada digendongan Santi.


"Selamat juga ya Kinara sayang, Calon ipar gue sekarang udah jadi sarjana nih, gue kapan nyusul yah..sekripsi aja gak kelar kelar gue.." Sungut Rani yang dibalas kekehan semuanya.


"Ra, selamat yah ahirnya perjuangan kamu selama ini ga sia sia, semoga ilmu yang kamu dapatkan bermanfaat, selalu menjadi wanita yang kuat, wanita yang hebat untuk Shanum, dan untuk calon dadynya Shanum.." Reno mengembangkan senyumnya seraya menyodorkan seikat bunga untuk Kinara.


"Cieeeyyee abang gue, so sweet banget sih.." seloroh Rani menggoda.


Sementara Kinara hanya tersenyum tipis seraya menerima bunga dari Reno.



"Makasih yah Ren, makasih juga udah selalu ada buat gue dan Shanum.."


"Tentu dong Ra, elo sama Shanum kan adalah bidadari bidadari gue.." jawab Reno seraya mengedipkan satu matanya.


"Modus aja lu bang.." timpal Rani yang membuat semua orang tergelak.

__ADS_1


Dan setelah acara prosesi wisuda usai, mereka pun bersama sama pergi ke caffe Santi untuk merayakan kelulusan Kinara,


dan malam harinya Kinara pun dikejutkan dengan kedatanga Reno, Rani dan Kevin ketempat kontrakannya.


Namun yang membuat Kinara lebih terkejut lagi, mereka tidak hanya datang bertiga melainkan Tomy papanya Reno dan Rani juga ikut.


"Ini teh nya silakan diminum.." ucap Kinara seraya menyuguhkan teh untuk mereka.


"Shanum udah tidur Ra..?" tanya Rani mencairkan suasana,karna melihat wajah Kinara yang sedikit tegang.


"Udah Ran, baru aja tadi aku tidurin.." jawab Kinara seraya mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari Reno, karna cuma tersisa satu ruang tempat duduk dirumah kontrakannya yang tidak terlalu luas.


"Maaf ini sebenarnya ada apa yah, ko rame rame datang kesini..? Om tomy juga apa kabar Om..?" ucap Kinara merasa sedikit kikuk karna om tomy juga ikut datang.


"Alhamdulillah Om baik nak Nara, sebenarnya Om juga sedikit terkejut ketika Reno menyampaikan maksudnya ingin mempersunting seorang perempuan, yang ternyata perempuan itu adalah nak Kinara.."


Mendengar itu, sontak wajah Kinara merona merah antara malu dan tak enak hati, karna bagaimanapun juga dulu Reno sempat celaka gara gara cintanya ia tolak, dan sekarang Reno beserta keluarganya justru menerima kehadirannya dan Shanum dengan sangat hangat.


Melihat Kinara masih terdiam, Reno pun turut berbicara. " Ra, bukankah sekarang kuliahmu sudah lulus. jadi ga ada alasan lagi kan buat kamu mengulur waktu untuk menerimaku menjadi dady nya Shanum yang seutuhnya.


Lihat aku juga bawa papaku kesini,untuk melamar kamu secara resmi, supaya kamu percaya dan yakin kalau aku ga main-main Ra..?"


"Iya nak Nara, Om selaku papanya Reno akan merasa senang jika nak Kinara menjadi bagian dari keluarga kami, karna Om sebagai orangtua hanya bisa memberikan restu semoga anak-anak Om saling hidup berbahagia.."


Kinara terdiam,bibirnya tak mampu untuk berucap, entah kenapa hatinya tiba-tiba gusar.


mungkin benar dia sudah menerima Reno untuk masuk kedalam hidupnya, tapi untuk kembali menikah haruskah secepat ini,sementara dirinya sendiri belum benar-benar siap untuk menjalin rumah tangga kembali.


"Ra, aku tau mungkin semua terlalu cepat untukmu, tapi tidak untukku Ra, aku sudah menunggumu semenjak kita masih SMA, dan sekarang setelah apa yang sudah kita lalui selama ini,tolong beri aku kesempatan untuk bisa menjaga kamu dan Shanum sampai ahir hayatku, jadi bersediakah kamu menikah denganku minggu depan..?"


Deg..!


Kinara menelan ludahnya sendiri, sejak tadi entah kenapa bibirnya terasa kelu, namun ketika Kinara menatap wajah Reno, hatinya terenyuh melihat ketulusan Reno yang begitu dalam tersirat dari sorot matanya.

__ADS_1


Setelah terdiam beberapa saat, seraya menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan, kemudian Kinara pun mengangguk pelan sebagai jawaban.


*Bersambung..


__ADS_2