Menjagamu Dengan Do'A

Menjagamu Dengan Do'A
Bab. 21 : Menunda Malam Pertama


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan saling membisu, sampailah mereka berdua di kawasan perumahan elit di kota tersebut.


Begitu gerbang di buka oleh satpam, Ryan segera mengarahkan mobil nya memasuki halaman rumah megah milik nya.


Setelah memarkir mobil dengan sempurna, Ryan membantu istri nya membukakan seat belt dan kedua nya kemudian turun.


Seorang asisten rumah tangga paruh baya, nampak menyambut kehadiran majikan dan istri baru nya itu.


"Selamat malam mas Ryan, selamat malam mbak," sapa asisten tersebut dengan tersenyum ramah pada Aida.


"Malam bi," balas Aida dengan sopan.


"Maaf mas Ryan, apa mas Ryan butuh sesuatu?" Tanya bibi ART.


Ryan menggeleng, "tidak bi, kami ingin segera istirahat di kamar," balas Ryan seraya memeluk pinggang Aida dan menuntun nya menuju kamar utama milik nya.


Aida yang tak biasa di pegang oleh laki-laki menjadi merinding, "maaf mas, Aida geli.. tolong tangan nya jangan seperti ini," Aida berusaha melepaskan pinggang nya dari jerat tangan sang suami.


Ryan terkekeh pelan, laki-laki matang dan sudah sangat berpengalaman itu semakin senang menggoda istri nya yang masih sangat belia. "Latihan dik, karena nanti bukan hanya pinggang mu yang mas pegang. Tapi..." Ryan menghentikan ucapan nya, dan tersenyum menggoda sang istri.


Aida semakin dibuat ciut nyali nya, "aduh, gimana ini?? Apa aku harus melayani suami ku malam ini juga??" Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Aida.


Ryan membuka pintu kamar nya, "selamat datang di kamar pengantin kita dik.. maaf ya, mas tidak sempat mendekorasi nya," ucap Ryan dengan lembut dan menatap Aida dengan intens.. hingga membuat Aida menjadi salah tingkah.


"Maaf mas, tolong jangan menatap Aida seperti itu," Aida menundukkan wajah nya, karena merasa malu.


Suami matang Aida itu kemudian menutup pintu kamar dan mengunci nya.

__ADS_1


Klek.. klek..


Suara pintu yang terkunci, membuat jantung Aida berdegup kencang. "Kenapa pintu nya harus di kunci?" Jerit Aida dalam hati.


Ryan membuka kancing kemeja nya satu persatu, dan setelah semua nya terlepas laki-laki matang itu melempar kemeja nya ke keranjang pakaian kotor. Terekspos jelas tubuh kekar Ryan, yang membuat Aida langsung membuang pandangan nya kearah lain.


"Dik, mau mandi bersama mas?" Tawar Ryan seraya tersenyum menggoda.


Aida menatap suami nya sekilas, dan segera membuang pandangan nya kembali. "Maaf mas, Aida nanti saja," jawab nya gugup, hingga membuat Ryan tertawa dalam hati.


"Ternyata mempunyai istri yang masih bocah, adalah hiburan tersendiri," gumam Ryan dalam hati, seraya melangkah menuju kamar mandi.


"Dik, tolong siapkan pakaian ganti untuk mas. Sekalian kamu bisa pilih pakaian ganti untuk mu yang sudah mas belikan kemarin.. semua nya ada di almari," titah Ryan sebelum masuk ke kamar mandi.


Aida mengangguk,


Aida kemudian menuju almari pakaian dan menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami, Aida membuka pintu almari yang lain dan memilih baju ganti untuk diri nya,, namun Aida kebingungan memilih, karena semua pakaian yang tersedia di dalam almari tersebut sangatlah tidak pantas untuk dikenakan menurut nya.


"Kenapa baju nya seperti ini semua? Baju apa ini?!" Protes Aida dalam hati, dan istri sah Ryan itu masih mematung di depan almari pakaian.


Hingga suara Ryan berhasil membuat Aida terkejut, "dik, mau mandi tidak?"


"Eh, iya mas,,, baju mas Ryan sudah Aida siapkan di atas tempat tidur," ucap Aida tanpa menoleh kearah suami nya.


Ryan tak menjawab, tapi malah mendekati istri nya itu, "kamu lihatin apa?" Tanya Ryan persis di belakang Aida, seraya menempelkan dagu nya di bahu sang istri.


Aroma wangi sabun mandi menguar dari tubuh nya yang masih berbalut handuk sebatas perut dan hembusan nafas Ryan yang hangat menerpa pipi Aida, hingga membuat istri Ryan yang belum pernah berdekatan dengan lawan jenis itu mematung.

__ADS_1


Jantung Aida berdegup kencang tak beraturan, dan nafas nya tiba-tiba menjadi sesak. Keringat dingin mulai mengucur di dahi Aida, "mas, bisa mundur dik?" Pinta Aida grogi.


Ryan tersenyum lebar, dan tangan nya langsung memeluk perut sang istri. "Udah terlanjur nempel dik, dan gak bisa di lepas lagi," goda Ryan, dengan semakin mengeratkan pelukan nya.


Dada Aida semakin terasa sesak, oksigen di sekitar nya seakan telah habis di rampas oleh laki-laki yang saat ini tengah memeluk nya dengan erat. Selain hembusan hangat nafas Ryan yang menerpa kulit pipi kanan nya, Aida juga dapat merasakan sesuatu milik suami nya yang hanya tertutup handuk itu mulai mengeras... dan hal itu membuat Aida semakin gugup dan gemetaran.


"Mas, kenapa baju-baju nya seperti ini semua mas?" Tanya Aida, mengalihkan pikiran nya yang mulai terkontaminasi dengan milik sang suami yang menegang.


"Iya dik, itu baju-baju untuk tidur. Sengaja mas pilih kan yang tipis dan longgar, agar kamu nyaman memakai nya," balas Ryan tersenyum smirk, seraya melepaskan pelukan nya.


Aida menarik nafas lega, tatkala diri nya sudah terbebas dari pelukan sang suami. Dan tanpa menunda kesempatan untuk bisa menjauh dari suami nya itu, Aida buru-buru mengambil salah satu pakaian tidur tersebut tanpa melihat nya lagi dan langsung membawanya menuju kamar mandi.


Ryan yang melihat sikap grogi istri nya tertawa senang, "untuk sementara, shock terapi nya cukup dulu. Kasihan istri ku, baru merasakan milik ku yang menegang sedikit saja.. dia sudah gemetaran," lirih Ryan seraya mengenakan pakaian tidur yang sudah disiapkan Aida.


Ryan membaringkan tubuh nya di kasur yang empuk sambil memainkan ponsel nya, suami Aida itu membuka-buka artikel tentang bagaimana melakukan malam pertama kepada istri yang masih virgin.


Karena dulu waktu melakukan nya dengan istri nya yang pertama, Ryan lah yang diajari mantan istri nya bagaimana melakukan hubungan intim,,, dan ternyata, mantan istri nya itu begitu lihai melakukan adegan ranjang karena memang dia sudah tidak virgin saat menikah dengan Ryan.


Ryan begitu khusyuk membaca artikel di ponsel nya, "oh,, jadi akan terasa sakit saat pertama kali berhubungan?" Gumam Ryan, seraya mengangguk-angguk. "Oke, kalau begitu aku tidak akan memaksa istri ku. Biar dia merasa nyaman dulu berdekatan dengan ku, dan pelan-pekan aku akan mengajari nya bagaimana cara menyenangkan pasangan," lanjut Ryan dengan senyum nya yang mengembang.


Sementara itu Aida yang sudah selesai mandi, dan mengenakan piyama tidur nya dibuat risih dan bingung untuk keluar dari kamar mandi. "Ah, apa pantas aku keluar dengan pakaian seperti ini? Ini terlihat seperti wanita penggoda,," lirih Aida seraya menatap diri nya dari pantulan cermin besar yang menempel di dinding kamar mandi.


Setelah cukup lama menimbang-nimbang, akhir nya Aida memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi. Aida berjalan perlahan menuju tempat tidur dengan menundukkan kepala nya, karena merasa malu pada sang suami.


Sementara Ryan yang melihat istri nya keluar dari kamar mandi dengan piyama transparan berwarna merah tersebut, menelan saliva nya berkali-kali, "aku enggak janji, untuk menunda malam pertama kita dik,,," gumam Ryan, yang merasakan celana boxer nya menjadi sesak.


bersambung,,,

__ADS_1


__ADS_2