
Sementara itu, kehidupan rumah tangga Aida dan Ryan terlihat semakin romantis. Ryan sering memberikan kejutan-kejutan kecil untuk istri nya, ketika laki-laki matang itu pulang untuk makan siang di rumah. Seperti membelikan istri nya bunga, kadang-kadang coklat atau es krim,, dan pemberian kecil lain, yang meskipun terlihat sederhana tapi sudah cukup menunjuk kan sisi romantis seorang Ryan
Ryan memang selalu menyempatkan waktu untuk makan siang bersama istri nya, hingga membuat Aida tidak merasakan kesepian tinggal sendirian di rumah yang cukup besar itu. Meski di rumah itu ada asisten rumah tangga, tapi Mirna tinggal terpisah.. ART dan sopir Ryan tinggal di rumah belakang.
Selain itu, Mirna yang nampak tidak menyukai kehadiran Aida... membuat Aida pun malas untuk ngobrol dengan ART tersebut, dan Ryan juga memperingatkan pada Mirna agar tidak mendekati Aida apalagi mencoba menyakiti nya.
Saat ini, Ryan dan Aida tengah menikmati makan siang bersama. Menu sederhana olahan tangan Aida, selalu bisa memanjakan lidah Ryan... dan suami Aida itu nampak makan dengan sangat lahap.
"Sayur nya mau nambah lagi mas?" Tanya Aida seraya tersenyum, melihat sang suami begitu menyukai masakan nya.
Ryan menggeleng, "cukup dik," balas Ryan, seraya menyuapkan sendok terakhir kedalam mulut nya.
Aida yang sudah menyelesaikan makan nya terlebih dahulu segera mengambil piring bekas makan sang suami, menumpuk dengan piring bekas dia makan dan membawa nya ke dapur.
Aida kemudian mengambil es krim dari freezer yang tadi dibeli oleh suami nya, Aida juga mengambil dua mangkuk kecil serta dua sendok kecil.
"Mas mau nya di suapin kamu saja dik," pinta Ryan dengan manja, saat Aida hendak mengambil kan es krim ke dalam mangkuk untuk suami nya itu.
Aida tersenyum dan mengangguk, istri kecil Ryan itu kemudian makan semangkuk kecil es krim berdua dengan suami nya.. dan netra Ryan, tak pernah lepas dari wajah cantik sang istri yang dengan telaten menyuapkan es krim kedalam mulut nya.
__ADS_1
Di perhatikan terus seperti itu oleh sang suami, membuat Aida tersenyum malu.. "mas Ryan, apaan sih lihatin nya sampai kayak gitu?" Protes Aida.
"Nih, terakhir,,," Aida menyuapkan sesendok es krim terakhir kedalam mulut sang suami, dan setelah nya istri Ryan itu segera beranjak untuk membereskan bekas makan mereka.
"Mas, nanti jenengan pulang jam berapa?" Tanya Aida, seraya membereskan meja makan.
"Mas, enggak berangkat lagi dik. Mas pengin di rumah saja, berduaan sama kamu," balas Ryan seraya tersenyum penuh arti, "memang nya kenapa dik?" Tanya Ryan kemudian menyelidik.
Aida kemudian kembali duduk di samping sang suami, "mas, Aida mau.." sejenak Aida terdiam, istri kecil Ryan itu nampak ragu untuk melanjutkan permintaan nya.
"Katakan lah dik," titah Ryan seraya menatap dalam netra istri nya.
"Kalau setiap bakda ashar, Aida ikut pengajian di Masjid komplek boleh enggak mas?" Pinta Aida, "jam empat sore udah selesai kok mas, dan Aida pasti kan saat mas Ryan pulang kerja Aida sudah ada di rumah," lanjut Aida dengan cepat.
"Nggih mas, setiap bakda ashar ada pengajian di Masjid khusus untuk yang mau belajar memperlancar baca Al-Qur'an. Dan Aida dengar, ustadzah nya ada yang cuti melahirkan satu, jadi kekurangan guru pengajar. Aida hanya ingin bisa mengamalkan sedikit ilmu yang Aida punya mas, agar bermanfaat pula untuk orang lain."
"Selain itu, Aida juga berniat untuk melanjutkan hafalan Al-Qur'an yang belum selesai. Dan Aida bisa setoran ngaji sama ustadzah Zulaikhah, istri nya pak RW itu mas.. beliau seorang hafidzoh," jelas Aida dengan panjang lebar, mengutarakan niat nya yang ingin bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain.. dan sekaligus untuk melanjutkan hafalan nya yang tertunda.
"Tidak dik," tolak Ryan dengan tegas, "mas tidak akan ijinkan kamu keluar dari rumah tanpa mas, nanti banyak mata laki-laki diluar sana yang melihat mu dengan tatapan nya yang nakal dik?! Mereka pasti mengira kamu masih gadis dik, dan mas enggak suka itu?!" Ryan terlihat sangat marah.
__ADS_1
Aida menunduk, wanita muda itu terlihat sangat sedih.. karena keinginan nya untuk bisa melanjutkan cita-cita nya menghafal Al-Qur'an tiga puluh juz, belum kesampaian.
Ya, selama ini Ryan memang memperlakukan Aida dengan sangat baik. Ryan juga sangat menyayangi Aida, tapi selama ini pula Ryan tak pernah sekalipun membiarkan istri nya itu untuk keluar rumah seorang diri.
Kalau pun Aida butuh membeli sesuatu, pasti Ryan akan mengantar nya. Dan jika Ryan kebetulan sedang sibuk, laki-laki matang suami dari Aida itu akan menyuruh Mirna atau sopir nya untuk membelikan apa yang diinginkan sang istri.
Ryan melarang Aida keluar dari rumah, bukan tanpa alasan, tapi karena suami dewasa Aida itu merasa cemburu jika istri nya yang masih sangat muda dan cantik itu jadi santapan empuk mata liar laki-laki di luar sana. Sejujur nya Ryan merasa khawatir, jika istri nya tergoda dengan laki-laki yang lebih muda dari diri nya.
Melihat istri nya bersedih, Ryan pun tidak tega. "Dik, kalau kamu masih ingin melanjutkan ngaji mu, boleh saja. Tapi kita panggil saja ustadzah nya setiap hari untuk datang ke rumah.. kamu ngaji privat saja, mas yang akan bayar guru ngaji nya." Ucap Ryan akhir nya, mengambil jalan tengah.
Meski tak sepenuh nya sesuai harapan Aida, setidak nya keinginan Aida untuk bisa melanjutkan hafalan nya sudah di dukung oleh sang suami. Dan Aida pun tersenyum senang, "makasih mas Ryan," ucap nya seraya tersenyum bahagia.
"Apa kamu senang dik?" Tanya Ryan, dengan tatapan nya yang penuh damba.
Aida hanya bisa mengangguk, dan Aida yang sudah hafal betul arti tatapan suami nya itu hanya bisa pasrah. Meski hingga detik ini, Aida belum merasakan debaran apapun saat bercinta dengan sang suami.. tapi mereka sudah terikat dalam ikatan pernikahan yang suci, dan tak mungkin Aida menolak ajakan suami nya itu.
"Mas, kalau ngaji nya bakda maghrib gimana? Agar mas Ryan juga bisa ikut ngaji?" Tawar Aida seraya meminta agar suami nya juga ikut belajar mengaji, meski sampai saat ini Ryan belum juga tergerak hati nya untuk melakukan kewajiban sholat lima waktu.
"Ssstt,, kita bahas itu nanti saja dik,," Dan Ryan langsung membopong tubuh istri kecil nya menuju kamar utama, dan tepat di saat yang sama.. Mirna yang baru masuk melalui pintu dapur untuk membereskan sisa makan siang bos nya, melihat adegan romantis yang membuat pembantu seksi itu menjadi semakin geram dan marah pada Aida.
__ADS_1
"Sialan! Gue harus lakuin sesuatu.. untuk menyingkirkan gadis kampung itu!" Gerutu Mirna seraya mengernyit kan dahi nya dengan dalam, yang memperlihatkan bahwa diri nya sedang berfikir keras.
bersambung,,,